Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Traktor Bisa Ngaji, Petani Bisa Healing, Revolusi Pangan Ala Rodi & Robot Tani

“Traktor Bisa Ngaji, Petani Bisa Healing, Revolusi Pangan Ala Rodi & Robot Tani

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 710
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Kampung Sempol Makmur Sentosa, hidup seorang petani nyentrik bernama Rodi bin Mat Kurai, yang bukan cuma bisa nanam padi, tapi juga nanam ide-ide gila di otaknya. Ia percaya, petani itu bukan profesi kuno, tapi pekerjaan masa depan, asal dibumbui teknologi, sedikit wifi, dan banyak ngopi.

Oleh sebab itu untuk memaksimalkan produksi,Rodi menciptakan dua senjata andalannya Robot Tani “Si Ladun 3000” (Ladang Untung, Duit Numpuk). Robot ini bisa bajak sawah otomatis, tanam benih via GPS, panen sambil muter sholawat, dan malamnya bisa nemenin emak nonton sinetron.

Aplikasi “Panen-in-Aja”, mirip GoFood, tapi buat nyangkul, petani tinggal isi data jenis tanah, cuaca, jenis bibit, dan jumlah mantan. Maka sistem kasih saran tanam ubi kayu, pakai pupuk kandang, dan hindari drama.

“Teknologi itu kayak cabe rawit, kecil tapi pedes manfaatnya,” ujar Rodi sambil ngelas solar panel pakai kacamata renang.

Ketika pemerintah bikin program Food Estate di beberapa provinsi, Rodi juga bikin versi lokal “Food Esek-Esek”, singkatan dari “Efisiensi Sistem Ekonomi Kampung Etek”.

Tujuannya sama buka lahan tidur, tanam komoditas strategis seperti singkong, jagung, dan mimpi-mimpi besar.

Bedanya, kalau yang nasional butuh triliunan, versi Rodi cukup pakai gotong royong, bekas tenda nikahan, dan sepeda listrik bekas ojek online. Tapi hasilnya? Lumbung pangan kampung bisa nyetok sampai Lebaran tahun depan.

“Food estate itu bagus, asal jangan cuma di PowerPoint. Yang penting tanahnya bisa ditanami, bukan ditanami janji”

Rodi juga aktif menggaet anak muda lewat program “Petani Zaman Now”, mirip regenerasi petani dari Kementerian Pertanian. Ia bikin komunitas dengan tagline “Pilihlah pacar seperti lahan pertanian subur, luas, dan tidak terikat sengketa.”

Ia ajari anak muda pakai IoT untuk sensor kelembaban tanah, pakai drones untuk semprot pupuk cair, dan ngajak bikin konten “Petani Vibes Only” di TikTok.

Bahkan, Rodi bikin pelatihan bertema “Diversifikasi Pangan untuk Milenial Dari Ganyong ke Granola”

Di sana, mereka belajar tanam sagu, talas, sorgum, sampai keladi hias buat ekspor. Karena menurut Rodi “Nasi itu penting, tapi negeri ini nggak boleh tergantung pada satu karbo aja. Kita harus punya ‘bubur cadangan nasional’!”

Waktu diundang ke forum pertanian ASEAN, Rodi tampil bareng negara-negara maju Jepang presentasi robot panen tomat dengan lengan 3D printing, Korea demo aplikasi Smart Rice Farming berbasis satelit,  dan Belanda bicara soal vertical farming yang bisa tumbuhin wortel di langit-langit.

Rodi? Muncul pakai baju batik dan sandal jepit, lalu bilang “Robot saya bisa tanam singkong sambil muter rebana. Nggak secanggih punya Jepang, tapi bisa nyuapin ayam dan nyaut salam dari ustaz juga. Teknologi itu harus nyambung sama budaya. Masa robot bisa ngitung suhu, tapi nggak ngerti hati petani?”

Semua standing ovation. Walau sebagian berdiri karena tempat duduknya kepanasan.

“Petani pintar bukan yang panennya banyak, tapi yang nggak stres pas harga anjlok.”

“Teknologi pangan itu bukan buat gaya-gayaan, tapi buat ngurangin derita emak saat cabe mahal.”

“Bertani tanpa data ibarat nonton sinetron tanpa subtitle: bingung siapa jahat siapa baik.”

“Sawah itu nggak akan digital, tapi manajemennya harus pintar kayak anak startup!”

Kini, berkat teknologi, gotong royong, dan semangat petani muda, Sempol Makmur jadi ikon pertanian berbasis dagelan. Bahkan Menteri Pertanian sempat datang dan bilang “Saya kira ini program swasta, ternyata ini murni gotong royong kampung. Robotnya lucu, tapi hasilnya serius!”

Rodi hanya tersenyum dan berkata “Saya bukan lulusan luar negeri, tapi saya lulusan sawah basah yang penuh harapan. Teknologi itu bukan soal gelar, tapi soal niat dan jaringan wifi yang stabil”.[***]

Kisah Rodi ini mungkin fiksi, tapi banyak kenyataan yang lebih lucu dari cerita. Teknologi boleh canggih, tapi kalau petaninya ditinggal, ya panennya cuma PowerPoint.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Pastikan Kesiapan Sidoarjo Gelar Vaksinasi Massal

    Presiden Pastikan Kesiapan Sidoarjo Gelar Vaksinasi Massal

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    VAKSINASI massal yang diberikan secara gratis kepada masyarakat bertujuan untuk menimbulkan respons kekebalan tubuh terhadap virus korona sehingga memberikan perlindungan awal bagi penerima vaksin. Saat ini, pemerintah tengah mempercepat pemberian vaksinasi tersebut kepada masyarakat di sejumlah daerah. “Pagi hari ini saya berkunjung ke Kabupaten Sidoarjo untuk melihat proses vaksinasi. Saya ingin memastikan bahwa antusiasme dari masyarakat […]

  • Atasi Buta Informasi, Gubernur Resmikan Pocadi di Sungai Ijuk 

    Atasi Buta Informasi, Gubernur Resmikan Pocadi di Sungai Ijuk 

    • calendar_month Kamis, 21 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.218
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru meresmikan Pojok Baca Digital di Sungai Ijuk, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang, guna meningkatkan dan menumbuhkan minat baca warga Sumsel. Pocadi Sungai Ijuk ini adalah salah satu CSR dari PT Pura Daya Prima yang bisa dikatakan bagian dari PT. PLN (Persero) karena merupakan salah satu perusahaan afiliasi dari anak perusahaan PLN […]

  • Ini Alasan, Kenapa Medco Agro Grup Tertarik Bikin Bank Gabah di Sumsel ?

    Ini Alasan, Kenapa Medco Agro Grup Tertarik Bikin Bank Gabah di Sumsel ?

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.820
    • 0Komentar

    KETUA Umum Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) Ir Soetarto Alimoeso didampingi (Medco Agro Group) Yana Panigoro, mengatakan, penawaran kerjasama untuk membangun bank gabah di Sumsel dilatarbelakangi banyak hal. Di antaranya Sumsel telah menjadi salah satu penghasil beras utama (surplus) ke  empat nasional dan penyedia gabah/beras bagi daerah lain di Indonesia. Kemudian perdagangan gabah ke daerah lain […]

  • Milenial IPC Palembang Tetap WFO Ditengah Pandemi Covid-19

    Milenial IPC Palembang Tetap WFO Ditengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.543
    • 0Komentar

    PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang / IPC Palembang telah memberikan kesempatan kepada Karyawannya untuk melakukan Work From Home (WFH) masa COVID -19 ini sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di Lingkungan Perusahaan. Deputy General Manager SDM & Keuangan IPC Palembang, Bapak Suyatno meyampaikan bahwa perusahaan memberikan kesempatan dan pilihan kepada karyawannya bisa […]

  • Musik Indonesia: Dari Identitas Budaya hingga Mesin Penggerak Ekonomi Kreatif

    Musik Indonesia: Dari Identitas Budaya hingga Mesin Penggerak Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hari Musik Nasional ke-12 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk merayakan peran musik sebagai identitas bangsa sekaligus penggerak utama ekonomi kreatif. Musik bukan hanya seni yang menghibur, tetapi juga memiliki dampak besar dalam membangun karakter budaya dan perekonomian. Seiring perkembangan zaman, musik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tidak hanya dinikmati secara […]

  • Sistem Cegah Karhutla 4 Perusahaan di Kalbar Diuji, Kemenhut Siapkan Sanksi bagi yang Lalai

    Sistem Cegah Karhutla 4 Perusahaan di Kalbar Diuji, Kemenhut Siapkan Sanksi bagi yang Lalai

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Kesiapan perusahaan kehutanan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mulai diuji langsung di lapangan. Pemerintah tidak hanya melihat kelengkapan fasilitas, tetapi juga memastikan perangkat pencegahan kebakaran bisa bekerja ketika situasi darurat terjadi. Pemeriksaan dilakukan terhadap empat pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada 10–14 Agustus 2026. Lokasinya berada di Kabupaten […]

expand_less
WordPress Archive Barata – Fast Food & Burger Elementor Template Kit Barberia | Salon Responsive WordPress Theme Baressco – Wine, Vineyard & Winery WordPress Theme Baretta – Paintball & Airsoft Club Elementor Template Kit Barhouse – Wooden House Construction and Woodworks WordPress Theme Baristar – Barista Courses & Training Elementor Template Kit Barley – Blog & Magazine Elementor Template Kit Barn2 Media Woocommerce Product Options Barn2Media WooCommerce Private Store Barnix – Finance & Business WordPress Theme