Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “KNMP: Kampung Nelayan Rasa CEO, Serius Bukan Hoax!”

“KNMP: Kampung Nelayan Rasa CEO, Serius Bukan Hoax!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 696
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI balik riak ombak yang setia menyambut pagi, ada satu gelombang baru yang mulai menggulung pelan tapi pasti, Kopdeskel Merah Putih.

Tenang… ini bukan nama grup dangdut keliling atau minuman botol rasa patriotik yang merupakan  jurus baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), didukung penuh  Presiden RI Prabowo, yang ingin meng-upgrade nasib nelayan dari sekadar penjaring ikan jadi juragan bisnis kelautan.

Ya…, nelayan memang bukan lagi diposisikan sebagai figuran, harusnya dalam laporan pembangunan, melainkan sebagai tokoh utama dalam babak baru ekonomi biru Indonesia. Bahkan jika Koperasi, yang dulu sering cuma jadi tempat beli sabun batangan dan nyicil terigu kiloan, kini didorong naik kelas, dari warung gotong-royong jadi CEO sektor kelautan lokal.

Kalau dulu nelayan ke laut membawa jaring dan pulang bawa harapan, kini mereka juga harus bawa proposal bisnis dan akun marketplace. Pasalnya ikan bandeng bisa dijual sampai Beijing, ebi ke Eropa, dan tongkol ke Tokyo.

Asal semua lewat koperasi yang sehat, bukan lewat jalur tengkulak yang cuma pintar ngasih utang tapi lupa kasih pelatihan. “Kelembagaan nelayan bukan lagi sekadar organisasi, tapi harus jadi badan usaha mandiri, profesional, dan bisa kelola sumber daya perikanan,” ujar Pak Lotharia Latif, Plt Dirjen Perikanan Tangkap, dengan nada yang cocok dicetak di belakang truk box koperasi dalam keterangannya belum lama ini.

Dan nelayan tidak sendiri, ada penyuluh perikanan coach bisnis laut, yang kini ditugaskan bukan hanya mengajarkan cara memilih jaring, tapi juga menyusun laporan keuangan dan meyakinkan bank bahwa nelayan pun bisa punya ROI, bukan cuma ROI-roi capek narik jala.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini sejalan dengan semangat Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Jangan bayangkan kampung ini isinya gapura merah putih dan lomba makan kerupuk di tengah laut.Namun kampung yang mau dijadikan sentra ekonomi laut.

Nelayan diajak melek digital, paham branding, hingga bikin kemasan vakum dengan logo yang bisa bersaing di rak supermarket luar negeri.

Coba bayangkan ikan cakalang dari Pulau Seram dikemas rapi, diberi label “Cakalang Curhat, bikin nasi makin semangat”, lengkap dengan barcode, Instagram, dan testimoni pelanggan Korea yang bilang, “Spicy and lovely!”.

Kalau bisa sampai segitunya, kenapa nelayan harus terus jualan di pinggir jalan sambil teriak, “Ikan segar, ikan segar, tadi masih ngobrol sama lumba-lumba!”?

Namun, harus jujur juga, program bagus tak selalu berakhir bahagia, jangan sampai ini hanya jadi proyek seremoni potong pita, selfie bareng, lalu ditinggal seperti jaring bocor di dermaga.

Kalau nelayan diminta bikin koperasi, ya bantu juga urus legalitasnya, jangan mereka disuruh cari notaris pakai sandal jepit ke kota sambil bawa map kertas basah. Jangan biarkan pelatihan hanya berhenti di hotel bintang tiga, sementara di lapangan bintang laut pun tak kelihatan.

Pemerintah perlu konsisten, dari awal hingga akhir, karena koperasi bukan sulap, perlu pendampingan yang konkret, bukan cuma janji manis seperti brosur pinjaman online.

Untuk para nelayan, saatnya naik level, dari pemancing nasib menjadi pengelola hasil, dari ngopi di pos ronda menjadi pemilik brand seafood dengan sertifikat ekspor.

Laut sudah memberi, tinggal kita yang mesti mikir, jangan mau terus-terusan jadi korban tengkulak dan ombak. Sudah saatnya koperasi jadi ATM alami, bukan cuma tempat ngutang saat istri minta beli panci baru. “Yang rajin ke laut belum tentu pulang cuan, tapi yang pintar kelola koperasi, bisa bikin laut jadi penghasilan harian”.

Kopdeskel Merah Putih adalah peluang langka, ia bukan proyek lucu-lucuan atau sekadar sunatan anggaran,  bisa dijadikan mesin pertumbuhan ekonomi pesisir, jika dikelola serius dan melibatkan nelayan sebagai aktor utama, bukan figuran di atas proposal, karena nelayan kita bukan cuma pengayuh perahu, tapi pemilik masa depan laut Indonesia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenristek Akan Luncurkan Gesits Motor Listrik Buatan Indonesia

    Kemenristek Akan Luncurkan Gesits Motor Listrik Buatan Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir merencanakan untuk meluncurkan Gesits, motor listrik buatan Indonesia pada September 2018 dan diharapkan mulai diproduksi massal bulan November mendatang. “Motor listrik ini harapan saya nanti bulan November bisa produksi massal. Sebelum produksi massal dilakukan, nanti ada suatu launching yang dilakukan oleh pemerintah untuk dikenal […]

  • Fokus Muba Selaras dengan Arah Kebijakan Presiden Jokowi

    Fokus Muba Selaras dengan Arah Kebijakan Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

    PEMKAB Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) secara resmi menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2021 serta yang diserahkan secara langsung Gubernur Sumsel Herman Deru kepada Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP, di Griya Agung, Senin (30/11/2020). […]

  • Operasi Janin Pertama di Indonesia Berpacu dengan Waktu, Pasien Spina Bifida Datang Saat 18 Minggu

    Operasi Janin Pertama di Indonesia Berpacu dengan Waktu, Pasien Spina Bifida Datang Saat 18 Minggu

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – RSAB Harapan Kita berhasil melakukan open fetal surgery atau operasi janin terbuka pertama di Indonesia untuk menangani myelomeningocele, salah satu bentuk paling berat dari spina bifida. Operasi dilakukan Selasa (25/8/2026) oleh tim multidisiplin RSAB Harapan Kita bersama tim Mater Mothers’ Hospital, Brisbane, Australia. Pasien sebelumnya dirujuk ke RSAB Harapan Kita saat usia kehamilan […]

  • Halal Lebih dari Sekedar Mutu

    Halal Lebih dari Sekedar Mutu

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    HALAL lebih dari sekedar mutu. oleh karena itu tidak heran bila non muslim menganggap bila produk halal jaminan mutu. Hal itu sampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Mastuki, saat menjadi narasumber Webinar Nasional Sertifikasi Halal pada rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia yang diselenggarakan Bank Indonesia. “Halal lebih […]

  • RSUD Kayuagung Bantah Ada Kasus Penahanan Bayi

    RSUD Kayuagung Bantah Ada Kasus Penahanan Bayi

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    TERKAIT pemberitaan sebelumnya,  pihak RSUD Kayuagung, membantah kabar  yang menyebutkan pihak rumah sakit yang dikelolanya melakukan penahanan ibu dan bayi karena biaya persalinan. “Setelah dilakukan pengecekan di lapangan tidak terbukti adanya penahanan bayi di RSUD Kayuagung,” kata Direktur RSUD Asri Wijianti, Selasa (2/2/2021). Asri menjelaskan kronologis kejadian atas pasien bernama Yunila tersebut.  Pasien tersebut masuk […]

  • Respon Laporan Masyarakat Timwas Sidak Toko Daging Ulak Surung, Apa Hasilnya ?

    Respon Laporan Masyarakat Timwas Sidak Toko Daging Ulak Surung, Apa Hasilnya ?

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.377
    • 0Komentar

    BADAN Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Lubuklinggau bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Industri, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan dan Bulog melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap toko daging Indonesia di Pasar Satelit Lubuklinggau, kemarin. Sidak dilakukan setelah BPSK menerima laporan konsumen bernama Lian yang sudah terlanjur membeli daging kerbau beku seharga Rp 90 ribu per kg di toko tersebut. Ketua BPSK […]

expand_less
WordPress Archive WpCasterPro – Podcast WordPress Theme WPCLOUD – Creative One-Page Theme WPCode Pro – WordPress Code Snippets Plugin Wpcomomatic WordPress.com To WordPress Automatic Cross-Poster Plugin for WordPress WPCool – Notifications from CF7, WooCommerce to WhatsApp, Telegram, Discord WPCS – WordPress Currency Switcher Professional – Multi Currency wpDataTables – Tables and Charts Manager for WordPress wpDiscuz – Ads Manager wpDiscuz – Advanced Likers wpDiscuz – Comment Author Info