Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “KNMP: Kampung Nelayan Rasa CEO, Serius Bukan Hoax!”

“KNMP: Kampung Nelayan Rasa CEO, Serius Bukan Hoax!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 674
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI balik riak ombak yang setia menyambut pagi, ada satu gelombang baru yang mulai menggulung pelan tapi pasti, Kopdeskel Merah Putih.

Tenang… ini bukan nama grup dangdut keliling atau minuman botol rasa patriotik yang merupakan  jurus baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), didukung penuh  Presiden RI Prabowo, yang ingin meng-upgrade nasib nelayan dari sekadar penjaring ikan jadi juragan bisnis kelautan.

Ya…, nelayan memang bukan lagi diposisikan sebagai figuran, harusnya dalam laporan pembangunan, melainkan sebagai tokoh utama dalam babak baru ekonomi biru Indonesia. Bahkan jika Koperasi, yang dulu sering cuma jadi tempat beli sabun batangan dan nyicil terigu kiloan, kini didorong naik kelas, dari warung gotong-royong jadi CEO sektor kelautan lokal.

Kalau dulu nelayan ke laut membawa jaring dan pulang bawa harapan, kini mereka juga harus bawa proposal bisnis dan akun marketplace. Pasalnya ikan bandeng bisa dijual sampai Beijing, ebi ke Eropa, dan tongkol ke Tokyo.

Asal semua lewat koperasi yang sehat, bukan lewat jalur tengkulak yang cuma pintar ngasih utang tapi lupa kasih pelatihan. “Kelembagaan nelayan bukan lagi sekadar organisasi, tapi harus jadi badan usaha mandiri, profesional, dan bisa kelola sumber daya perikanan,” ujar Pak Lotharia Latif, Plt Dirjen Perikanan Tangkap, dengan nada yang cocok dicetak di belakang truk box koperasi dalam keterangannya belum lama ini.

Dan nelayan tidak sendiri, ada penyuluh perikanan coach bisnis laut, yang kini ditugaskan bukan hanya mengajarkan cara memilih jaring, tapi juga menyusun laporan keuangan dan meyakinkan bank bahwa nelayan pun bisa punya ROI, bukan cuma ROI-roi capek narik jala.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini sejalan dengan semangat Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Jangan bayangkan kampung ini isinya gapura merah putih dan lomba makan kerupuk di tengah laut.Namun kampung yang mau dijadikan sentra ekonomi laut.

Nelayan diajak melek digital, paham branding, hingga bikin kemasan vakum dengan logo yang bisa bersaing di rak supermarket luar negeri.

Coba bayangkan ikan cakalang dari Pulau Seram dikemas rapi, diberi label “Cakalang Curhat, bikin nasi makin semangat”, lengkap dengan barcode, Instagram, dan testimoni pelanggan Korea yang bilang, “Spicy and lovely!”.

Kalau bisa sampai segitunya, kenapa nelayan harus terus jualan di pinggir jalan sambil teriak, “Ikan segar, ikan segar, tadi masih ngobrol sama lumba-lumba!”?

Namun, harus jujur juga, program bagus tak selalu berakhir bahagia, jangan sampai ini hanya jadi proyek seremoni potong pita, selfie bareng, lalu ditinggal seperti jaring bocor di dermaga.

Kalau nelayan diminta bikin koperasi, ya bantu juga urus legalitasnya, jangan mereka disuruh cari notaris pakai sandal jepit ke kota sambil bawa map kertas basah. Jangan biarkan pelatihan hanya berhenti di hotel bintang tiga, sementara di lapangan bintang laut pun tak kelihatan.

Pemerintah perlu konsisten, dari awal hingga akhir, karena koperasi bukan sulap, perlu pendampingan yang konkret, bukan cuma janji manis seperti brosur pinjaman online.

Untuk para nelayan, saatnya naik level, dari pemancing nasib menjadi pengelola hasil, dari ngopi di pos ronda menjadi pemilik brand seafood dengan sertifikat ekspor.

Laut sudah memberi, tinggal kita yang mesti mikir, jangan mau terus-terusan jadi korban tengkulak dan ombak. Sudah saatnya koperasi jadi ATM alami, bukan cuma tempat ngutang saat istri minta beli panci baru. “Yang rajin ke laut belum tentu pulang cuan, tapi yang pintar kelola koperasi, bisa bikin laut jadi penghasilan harian”.

Kopdeskel Merah Putih adalah peluang langka, ia bukan proyek lucu-lucuan atau sekadar sunatan anggaran,  bisa dijadikan mesin pertumbuhan ekonomi pesisir, jika dikelola serius dan melibatkan nelayan sebagai aktor utama, bukan figuran di atas proposal, karena nelayan kita bukan cuma pengayuh perahu, tapi pemilik masa depan laut Indonesia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update COVID-19 Muba: Bertambah 13 Kasus Sembuh, 5 Positif

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 13 Kasus Sembuh, 5 Positif

    • calendar_month Sabtu, 6 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan  COVID-19 Muba, Sabtu (6/2/2021) mengkonfirmasi penambahan 13 kasus sembuh dan 5 kasus terkonfirmasi positif COVID-19.  “Ada penambahan 13 kasus sembuh dan 5 positif per 6 Februari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes.  Sefti merinci, adapun penambahan 5  kasus positif yakni diantaranya kasus 973 Laki-laki usia 25 […]

  • Meski Landai, Vaksin covid-19 terus dilaksanakan

    Meski Landai, Vaksin covid-19 terus dilaksanakan

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.046
    • 0Komentar

    MESKI saat ini kasus Covid-19 sudah melandai, ratusan masyarakat tetap  antusias ikuti program vaksinasi covid-19 yang digelar oleh Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Muara Enim di halaman Puskesmas Muara Enim, Selasa (28/6/2022), Kegiatan ini sekaligus dalam rangka terus meningkatkan dan menggencarkan serta menyukseskan program vaksinasi covid-19 dalam mencegah […]

  • Tidak Semua Menteri Ada Wakil, Posisi Wamen Hanya Yang Dibutuhkan

    Tidak Semua Menteri Ada Wakil, Posisi Wamen Hanya Yang Dibutuhkan

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 754
    • 0Komentar

    MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menjelaskan bahwa posisi wakil menteri (wamen) dalam beberapa kementerian memang ada secara kelembagaannya. Menurutnya, posisi wamen disiapkan untuk mengantisipasi perubahan situasi yang cepat, namun tidak berarti semua jabatan menteri harus ada wakil. “Wakil menteri memang kelembagaannya ada. Sebagian besar kementerian di perpres (peraturan presiden) kementeriannya itu memang ada posisi wakil […]

  • Eksekutif dan Legeslatif Tetapkan Jadwal Pembahasan Raperda – Renja DPRD 2019

    Eksekutif dan Legeslatif Tetapkan Jadwal Pembahasan Raperda – Renja DPRD 2019

    • calendar_month Senin, 26 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,SEKAYU  – Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba H Ibnu Saad SSos MSi menyetujui jadwal yang disepakati dalam Rapat Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Muba Terkait Pembahasan Dua Raperda Prakarsa DPRD Muba, yaitu Penyampaian Hasil Reses III, dan Penjadwalan Rencana Kerja DPRD Muba tahun 2019, di Ruang Rapat […]

  • Ketua Prodi IIkom UIN RF sebut ada yang berbeda di Festival Komunikasi tahun ini, apa itu !

    Ketua Prodi IIkom UIN RF sebut ada yang berbeda di Festival Komunikasi tahun ini, apa itu !

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.882
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  Palembang – Dengan mengusung tema “your passion make your better future”, Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN RF) menggelar Festival Komunikasi di Palembang Indah Mall (PIM) akhir pekan lalu. Festival Komunikasi ini telah dilaksanakan untuk kali ke dua. Acara ini bertujuan untuk memamerkan karya serta pertujukan dari mahasiswa […]

  • Bahu Membahu Warga Desa Tebing Bulang Kompak Gotong Royong

    Bahu Membahu Warga Desa Tebing Bulang Kompak Gotong Royong

    • calendar_month Sabtu, 9 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sungai Keruh – Tidak ingin sekedar menunggu dan tinggal diam masyarakat Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh, secara gotong royong turun tangan untuk memperbaiki jembatan atau box culvert Sungai Petakan, yang sebelumnya diketahui amblas, Jumat (08/02/2019). Pantauan dilapangan terlihat puluhan masyarakat yang terdiri dari para laki-laki bahu membahu melakukan perbaikan. “Kalau tidak segera dilakukan perbaikan, […]

expand_less
WordPress Archive WpCasterPro – Podcast WordPress Theme WPCLOUD – Creative One-Page Theme WPCode Pro – WordPress Code Snippets Plugin Wpcomomatic WordPress.com To WordPress Automatic Cross-Poster Plugin for WordPress WPCool – Notifications from CF7, WooCommerce to WhatsApp, Telegram, Discord WPCS – WordPress Currency Switcher Professional – Multi Currency wpDataTables – Tables and Charts Manager for WordPress wpDiscuz – Ads Manager wpDiscuz – Advanced Likers wpDiscuz – Comment Author Info