Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Kalamo, Potret Baru Nelayan Indonesia Timur

Kalamo, Potret Baru Nelayan Indonesia Timur

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 779
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Katanya, “rezeki itu nggak pernah ketukar”. Tapi kalau nggak ada gudang es, rezeki bisa meleleh kayak hati ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Itulah nasib nelayan zaman dulu di banyak pesisir Indonesia. Ikan segar hasil tangkapan malah keburu bau amis sebelum sempat dijual, karena fasilitas penyimpanan minim, pasar pun entah di mana, dan tengkulak lebih galak dari preman terminal.

Namun, pemandangan itu pelan-pelan berubah, tengoklah Biak Numfor, Papua. Di sana, tepatnya di Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Samber-Binyeri, nelayan tak lagi bersedih karena tangkapan mereka keburu busuk sebelum bertemu pembeli. Kini, ikan-ikan itu digudangkan rapi, dibekukan, lalu dikirim ke Semarang dalam bentuk kontainer. Bukan satu dua kali, yang terbaru adalah kontainer kesepuluh, berisi 16 ton ikan beku dengan nilai transaksi Rp400 juta. Yang bikin terharu, semua ini terjadi bukan karena nelayan tiba-tiba kaya mendadak, tapi karena ada niat, sinergi, dan logistik yang dirapikan.

Ikan tuna, marlin, cakalang, sampai ikan karang tak lagi sekadar cerita “ikan besar lepas di laut”. Mereka kini jadi simbol sukses nelayan Papua yang menggeliat dan Kalamo Biak pun, dalam sekejap, menjelma dari kampung nelayan biasa menjadi kampung nelayan bergaya Merah Putih modern, tertata, dan produktif.

Lalu, kenapa daerah lain belum nyusul juga?. Apa masih sibuk rapat soal warna cat gudang ikan?. Kampung Kalamo Biak, kini jadi semacam poster boy untuk program nasional “Kampung Nelayan Merah Putih” (KNMP). Tapi jangan dikira mereka sukses karena makan jimat laut selatan.

Ada koperasi jalan, ada gudang beku aktif, ada kapal, ada pasar jelas, dan yang paling penting ada pendampingan serta semangat gotong royong. Ketua koperasinya, Adam Mampioper dalam rilis situs KKP bilang kapasitas gudang cepat penuh karena tangkapan sedang banyak. Artinya, mesin kerja mereka tidak cuma hidup, tapi juga bergerak seperti mesin seduh kopi warung yang tak pernah mati pagi-siang-malam.

Laporan dari Kepala Dinas pun menyebut angka manis 153,82 ton ikan terkirim, dengan nilai transaksi Rp2,456 miliar. Ini bukan angka main-main. Ini angka yang bisa membangun jalan paving dan menambal banyak lubang di kampung lain.

Kalau Kalamo Biak bisa, kenapa daerah lain cuma bisa bikin seminar? Ibaratnya, Biak udah main liga utama, daerah lain masih sibuk cari wasit buat tanding antar RT. Padahal, kunci suksesnya udah jelas ditulis seperti resep sayur lodeh di belakang pintu dapur ada kapal, ada gudang, ada pasar, dan ada kemauan.

Kita sering dengar, jangan kasih ikan, tapi kasih kail. Tapi kalau kail dikasih, lautnya rusak, pasarnya jauh, dan ikannya disuruh bawa CV, ya sama aja bohong. Di Kalamo, kailnya dikasih, kapal disiapkan, gudang dibangun, lalu pasarnya dibuka lebar-lebar. Inilah bentuk pembangunan yang nggak cuman nyiram benih terus ditinggal piknik.

Pepatah Bilang “Sekali Mendayung, Dua Ikan Terangkut”. Program KNMP bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga revitalisasi ekonomi dan sosial, dengan anggaran Rp22 miliar per kampung, Presiden dan jajaran KKP tampaknya ingin membuktikan bahwa nelayan kita bukan nelayan buangan zaman, tapi tulang punggung ekonomi bahari masa depan.

Dengan sentuhan teknologi dan sistem manajemen yang rapi, kampung nelayan bisa jadi motor penggerak pertumbuhan daerah, asal tidak disabotase oleh birokrasi yang doyan bikin laporan ketimbang turun ke laut.

Kisah Kalamo Biak semestinya tidak berhenti di press release KKP, ia harus menular seperti tren TikTok, bukan sekadar jadi kebanggaan sesaat, saat ini, nelayan dari Sabang sampai Merauke butuh contoh nyata.

Kalamo sudah membuktikan diri, maka tugas pemerintah pusat dan daerah selanjutnya adalah menyulap banyak kampung nelayan nelangsa menjadi kampung nelayan nguntungin. Jangan biarkan ikan-ikan kita cuma jadi objek nostalgia atau cerita di warung kopi. Jadikan mereka komoditas strategis yang bikin nelayan berdasi dan anaknya bisa kuliah tanpa utang koperasi.

Karena seperti kata pepatah orang laut “Ikan besar tak datang pada kail malas”.  Bahkan nelayan Kalamo sudah membuktikan bahwa kerja keras, ditambah gudang es, bisa bikin Semarang kenyang tanpa harus buka freezer sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Kandis ‘Masuk UGD’, Bupati Turun Tangan Sebelum Kritis!

    Jembatan Kandis ‘Masuk UGD’, Bupati Turun Tangan Sebelum Kritis!

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pagi-pagi buta, saat sebagian warga masih menikmati kopi dan gorengan, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi, sudah tancap gas menuju Desa Kandis. Bukan buat piknik, apalagi inspeksi dadakan ala sinetron, tapi buat ngecek langsung jembatan yang lagi ‘sakit parah’ gara-gara opritnya ambruk dihajar arus sungai. Keadaan genting ini nggak bisa ditunda, soalnya jembatan […]

  • Global Venture Summit

    PNP  Rekrut Base 3 Startup

    • calendar_month Selasa, 22 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.039
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta –  Plug and Play (PNP) Indonesia  menyebutkan  tahun ini merekrut base 3 startup calon binaan Plug and Play yang proses seleksinya sedang berlangsung dan akan diumumkan pada Juli 2018. President Director Wesley Harjono menjelaskan ada yang berbeda pada rekrutmen base 3 ini. Plug and Play akan membuka peluang bagi para startup yang statusnya sudah mendapatkan pendanaan dari investor. […]

  • Hasil Invetarisir 164 Media Cetak Nasional &Lokal,Muba Kabupaten Terpopuler di Indonesia 

    Hasil Invetarisir 164 Media Cetak Nasional &Lokal,Muba Kabupaten Terpopuler di Indonesia 

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.755
    • 0Komentar

      KINERJA Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  tiga tahun dinilai sangat baik. Berdasarkan penelusuran PR Indonesia yang merupakan penyelenggara beragam aktivitas terkait dunia kehumasan/kepiaran, sedikitnya sebanyak 164 media cetak mainstream Nasional dan lokal selalu konsisten menyoroti kinerja Pemkab Muba. “Dari hasil penelusuran Bank Data media cetak mainstream tersebut dan dari penilaian dewan juri yang berkompeten […]

  • Antipasi Penyebaran Covid-19, OKI Gerak Cepat Matangkan PPKM, Jalankan Instruksi Mendagri, Atur Kegiatan Hajatan Masyarakat Hingga Vaksinasi Serentak 5 Ribu Sasaran

    Antipasi Penyebaran Covid-19, OKI Gerak Cepat Matangkan PPKM, Jalankan Instruksi Mendagri, Atur Kegiatan Hajatan Masyarakat Hingga Vaksinasi Serentak 5 Ribu Sasaran

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.139
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Komering Ilir (OKI) bergerak cepat melakukan koordinasi, menjabarkan dan menegakkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro di wilayahnya masing-masing yang diperpanjang hingga 22 Juni- 5 Juli 2021. Upaya ini untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19, jajaran Pemkab OKI memastikan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari […]

  • Cegah Siswa Terpapar ISPA, Imbau Jam Masuk Sekolah di undur dan Pakai Masker 

    Cegah Siswa Terpapar ISPA, Imbau Jam Masuk Sekolah di undur dan Pakai Masker 

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  Pj Sekda Muba Musni Wijaya S Sos MSi pimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang yang digelar di lapangan Halaman SMP Negeri 6 Unggul Sekayu, Senin (02/10/2022). Dalam amanatnya, Musni Wijaya mengatakan tepat tanggal 1 Oktober 2023 bangsa Indonesia secara serentak memperingati hari yang penuh dengan sejarah yaitu hari kesaktian Pancasila. Lebih lanjut dijelaskan, […]

  • Perbaiki Layanan dengan Sistem Jemput Bola dan Ramah Bakal Jadi Ciri Khas Sumsel 

    Perbaiki Layanan dengan Sistem Jemput Bola dan Ramah Bakal Jadi Ciri Khas Sumsel 

    • calendar_month Senin, 3 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.920
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Gubernur Sumsel Herman Deru berkomitmen memperbaiki pelayanan kepada masyarakat di Sumsel dengan menerapkan pelayanan sistem jemput bola. Hal itu dikatakannya saat Launching Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) dan Simposium Pelayanan Publik di Griya Agung Palembang, Senin (3/12/2018). “Saya menginginkan pelayanan jemput bola, jangan hanya menunggu di loket atau sistem pelayanan yang hanya […]

expand_less
WordPress Archive Woocommerce Custom Order Statuses and Order Page Manager WooCommerce Custom Payment Label WooCommerce Custom Product Addons, Custom Product Options WooCommerce Custom Product Description in Loop for Products Catalog WooCommerce Custom Product Designer Woocommerce custom product tabs WooCommerce Custom T-Shirt Designer WooCommerce Custom Text and Elements WooCommerce Customer Email Verification WooCommerce Customer History