Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » CATATAN KAKI : HUT RI ke-80, “Industri Pupuk Nasional Terancam & Petani Bisa Kehilangan ‘Vitamin’ Tanaman Mereka”

CATATAN KAKI : HUT RI ke-80, “Industri Pupuk Nasional Terancam & Petani Bisa Kehilangan ‘Vitamin’ Tanaman Mereka”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • visibility 861
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HUT ke-80 Republik Indonesia mestinya riuh, kembang api meledak, rakyat joget, dan anak-anak tertawa sampai tetangga kepingin ikut joget juga, namun  di sawah dan kantor pabrik pupuk nasional, suasana sedikit… gimana ya… mirip film komedi horor, ngakak tapi deg-degan. Kabarnya, pasokan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bakal dibatasi. Belum terjadi apa-apa, tapi petani udah mulai kebayang sawah kelaparan, seperti anak yang liat es krim di etalase tapi freezer belum buka.

Kenapa ? karena gas HGBT itu bukan sekadar bahan baku, tapi vitamin utama bagi tanaman, padi tanpa gas HGBT itu ibarat manusia tanpa kopi di pagi hari, lemes bro, bete, dan siap ngomel-ngomel.

Sementara tanaman lain seperti jagung, kalau nggak dapat pupuk, bisa bilang begini, “Pak, aku nggak bakal tinggi nih… kalah sama tetangga” Sayur-sayuran?. Bisa ogah hijau, lebih memilih jadi salad plastik di supermarket, bahkan ironisnya jika kekurangan vitamin pohon singkong pun bisa menunduk sedih, sambil berbisik, “Waduh… masa panen tahun ini harus diet?”.

Febri Hendri Antoni Arief dari Kementerian Perindustrian dalam rilisnya bilang, pembatasan HGBT ini “kado buruk”. Ya, kado buruk itu kayak sepatu baru tapi ukurannya kebesaran, bikin jalan oleng, tapi susah dibuang.

Dampaknya bisa bikin petani bilang, “Waduh… duit segini cuma cukup buat beli kopi susu, masa harus beli pupuk mahal?” Akhirnya, padi, jagung, dan sayur ikut protes “Pak, jangan lupa vitamin kita, dong!”

Efek domino ini bisa bikin kantong rakyat bolong, harga pangan naik, petani stres, rakyat panik, dan bendera merah putih cuma berkibar sambil bilang, “Tolong jangan lupa subsidi, Pak!” Target swasembada beras, jagung, dan hortikultura bisa melorot ke impor.

Nah, kalau sudah begitu, bayangkan, Indonesia bisa bilang ke negara lain, “Tolong kirim beras, ya… bonus sambel juga boleh!” Ironisnya lagi, di ladang sendiri padi sudah siap panen, tapi vitamin alias pupuk tidak tersedia.

Coba seandainya, satu hari di sawah, misalnya sebut saja petaninya pak Paiman, seorang petani legendaris di Desa Tumbuhsubur, sedang mengaduk tanah. Jagungnya menatapnya dengan tatapan memelas. “Waduhhh, Pak!, kapan kita makan vitamin?”, Pak Paiman kebingungan dengan menjawab pertanyaan itu, ia garuk-garuk kepala sambil bilang, “Ia, gas HGBT katanya dibatasi. Kalau pupuk mahal, panen bisa nyungsep”.  Bahkan ayamnya ikut merunduk, sambil mengguman, “Pak, jangan sampai jagungnya kurus, nanti kita semua ikut kurus!”

Tidak hanya petani yang panik, bahkan yang lebih parah takutnya Industri Pupuk Nasional yang menggantungkan dari gas sebagai salah satu bahan baku pupuk, juga mulai melakukan perhitungan ala matematika ninja, bahkan bolak -balik rumus. “Kalau pasokan HGBT dikurangi, produksi turun 20 persen, harga pupuk naik 50 persen, dan petani stres 200 persen… aduh…, gimana ini, Pak?” Meski mesin-mesin pabrik belum mogok, tapi hati manajer sudah berdegup kencang, seperti drum band marching di depan kantor.

Masalahnya, pupuk bukan cuma soal angka. Ia adalah urat nadi ketahanan pangan, coba bayangkan, padi adalah tentara, pupuk adalah peluru, dan petani adalah jenderal. Tanpa peluru, tentara bisa kalah perang, dengan kata lain, tanpa pasokan HGBT stabil, ketahanan pangan nasional bisa terganggu.

Jagung bisa protes, “Pak, masa panen tahun ini cuma segini?” Sayur pun bisa menolak hijau “Kita mogok, Pak, kalau vitamin nggak cukup”.

Impor

Harga gas HGBT naik ke USD 15–17 per MMBTU, pupuk ikut melambung, petani menjerit, “Walah… duit segini cuma cukup buat beli kopi susu, masa harus beli pupuk mahal?”. Akhirnya, harga pangan ikut naik, dampaknya, pasti dompet rakyat menjerit, hati petani sedih, dan kucing kampung yang biasanya suka manja ikut melompat sambil mengeluh “Pak, jangan sampai ikan nila ikutan stres!”

Lebih jauh, target swasembada pangan bisa melorot, kalau pupuk langka atau mahal, Indonesia bisa kembali tergantung impor beras, jagung, dan sayur.  Kita bisa bilang ke negara lain, “Tolong kirim beras, ya… tapi jangan lupa sambal dan kerupuknya juga!”. Ironis, bukan?, ladang sendiri sudah siap panen, tapi vitaminnya alias pupuk tidak tersedia.

Solusi?, kalau bisa pemerintah harus berjuang, seperti para pejuang kita terdahulu, bisa menjaga HGBT di level USD 6,5 per MMBTU dengan pasokan stabil, asanya ya..pabrik pupuk bisa aman, sehingga petani bisa kembali tersenyum lebar, dan ketahanan pangan tetap kokoh.

Pajak bisa difokuskan di produk hilir, bukan gas di hulu, pepatah lama cocok diselipkan “Jangan sampai anak ayam kelaparan karena induknya kehabisan jagung”. Menjaga pasokan pupuk artinya menjaga seluruh rantai pangan, dari pabrik sampai piring rakyat.

Misalnya ada humor seperti dibawah ini, antara tanaman dan petani:

Padi              : “Pak, gue mau tinggi, tapi kok pupuknya nggak ada?”

Pak Slamet : “Tenang, Nak… semoga pemerintah dengar doa kita.”

Jagung        : “Kalau gue kurus, ayam-ayam ikut ngambek!”

Sayur           : “Pak, jangan lupa vitamin kita, nanti supermarket nggak senyum.”

Dialog ini mungkin konyol, tapi bisa jadi renungan  karena ketahanan pangan itu nyata, bukan cuma slogan di upacara HUT RI. Industri Pupuk Nasional adalah jantungnya, dan pasokan HGBT adalah obat vitamin yang membuat jantung itu tetap berdetak.

Oleh karena itu, HUT ke-80 RI bukan sekadar lomba makan kerupuk, joget balon, atau kembang api. Ini soal industri pupuk nasional, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan.

Kalau pemerintah mampu menjaga pasokan gas HGBT, bukan cuma pabrik yang tersenyum, petani bisa ngakak puas, rakyat tetap kenyang, dan bendera merah putih berkibar dengan bangga, bukan hanya di langit, tapi di ladang-ladang subur seluruh nusantara.

Ingat ! kawan ..“Tanaman butuh vitamin, petani butuh pupuk, dan semua butuh sedikit humor biar nggak pusing lihat harga naik”. Humor di sini bukan sekadar canda, tapi juga cara kita memahami pentingnya industri Pupuk Nasional dan Ketahanan pangan dengan santai tapi tajam.

Jadi, sambil menikmati kembang api HUT RI, kita doakan agar gas HGBT tetap stabil, pabrik pupuk jalan lancar, petani tersenyum, dan pangan nasional tetap terjaga. Karena tanpa itu, merah putih mungkin berkibar, tapi perut rakyat tetap keroncongan, dan itu bukan kemerdekaan yang kita impikan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Kunjungan Kerja Ke OKU Timur, Laksanakan Bedah Rumah  Dan Bantu Masyarakat Terdampak Covid

    Gubernur Kunjungan Kerja Ke OKU Timur, Laksanakan Bedah Rumah Dan Bantu Masyarakat Terdampak Covid

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 761
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Bupati Ogan Komering Ulu Timur H. Lanosin, S.T. dan didampingi Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H  hadiri acara bakti sosial bedah rumah warga tidak mampu serta pemberian bantuan beras kepada warga terdampak covid 19. Di Desa Bantan, Minggu 19 September 2021. Dalam kesempatan itu, […]

  • Diundang Polri, Mantan KPK Akan Direkrut Jadi ASN Polri

    Diundang Polri, Mantan KPK Akan Direkrut Jadi ASN Polri

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.428
    • 0Komentar

    KADIV Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., menyampaikan sembilan perwakilan mantan pegawai KPK bertemu dengan Asisten Sumber Daya Manusia (AS SDM) Polri untuk menbicarakan lebih lanjut terkait keinginan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menarik mereka sebagai ASN di Polri. “Perwakilan mereka kita undang ke Mabes Polri. Pertemuan berlangsung di ruangan […]

  • Menhub Harapkan Kemajuan Sumsel Diiringi Kemajuan SDM

    Menhub Harapkan Kemajuan Sumsel Diiringi Kemajuan SDM

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    Universitas Sjakhyakirti Palembang menggelar wisuda ke-38 untuk jenjang Strata-1 dan ke-17 program Pascasarjana untuk Strata-2. Wisuda digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (26/08/2017) dihadiri langsung Menteri Perhubungan Republik Indonesia Ir. Budi Karya Sumadi didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar.

  • Wabup Sampaikan Penjelasan Raperda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik

    Wabup Sampaikan Penjelasan Raperda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik

    • calendar_month Senin, 2 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.894
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyampakan penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan Air Limbah Domestik, pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Muba masa persidangan I rapat ke 5, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba, Senin (2/12/2019). Disampaikan bahwa sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang […]

  • Jasa Marga Catat,153 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek pada H-1 Libur Isra Mikraj

    Jasa Marga Catat,153 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek pada H-1 Libur Isra Mikraj

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 153.985 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-1 (10 Maret 2021) libur Isra Mikraj Tahun 2021. Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur). […]

  • Usung Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat, Sesaot Masuk 50 Besar ADWI 2021

    Usung Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat, Sesaot Masuk 50 Besar ADWI 2021

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.495
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi desa wisata Sesaot yang masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dan mengusung konsep pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism). Menparekraf Sandiaga Uno saat visitasi 50 desa wisata terbaik ADWI 2021 di Desa Sesaot Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok […]

expand_less
WordPress Archive TheCraft | Responsive Multipurpose WordPress Theme TheFox | Responsive Multi-Purpose WordPress Theme TheFutur – Creative Portfolio & Agency Theme TheGem – Creative Multi-Purpose PSD Template TheGem – Creative Multi-Purpose High-Performance WordPress Theme TheGuide – Online Documentation WordPress Theme TheLoke – Multi-Purpose & Electronics Store WooCommerce Theme Themebau – Minimal Portfolio & Agency WordPress Theme Themebox – Digital Products Ecommerce WordPress Theme ThemeIsle Adrenaline PT WordPress Theme