Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Sungai Pawan & Drama Rakit-Rakit Nakal

Sungai Pawan & Drama Rakit-Rakit Nakal

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
  • visibility 729
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – “Eh, kau lihat itu?” bisik Pak Hamid, pemilik warung kopi pinggir dermaga sambil melirik dua motor air yang baru sandar. “Biasanya kalau rakit kayu datang, cuma debur air yang ribut. Tapi kali ini, seragam cokelat datang bawa buku catatan”.

Begitulah pagi yang biasanya sunyi di tepi Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, mendadak jadi pentas teater hukum terbuka. Dua unit motor air ditangkap basah menarik rakit berisi kayu bulat, bukan sembarang kayu, tapi kayu jumbo tanpa “KTP”. Tak ada barcode, tak jelas asal-usulnya, cuma ditemani dokumen ecek-ecek yang kalau dibaca, bikin juru tulis pun bingung mau senyum atau nangis.

Ibarat orang jualan durian, cuma bawa kuitansi pembelian tape. “Ini durian legal, Pak, buktinya ini!” Lah, yang ditunjuk nota sayur. Ya ampun, ada-ada saja.

Ini bukan kisah baru. Di jagat per-kayu-an Indonesia, apalagi Kalimantan, rakit kayu ilegal sudah kayak sinetron yang tak pernah tamat. Tokohnya ganti, konfliknya itu-itu juga rakit tanpa legalitas, dokumen palsu, lalu drama tangkap-tangkapan. Tapi tetap ditonton banyak orang, bahkan ada yang jadi pemain tetap.

Kali ini, aktor utamanya dua pengemudi motor air AI dan ZL, usia kepala lima lewat, bukan bocah kemarin sore. Mereka menarik rakit bak bajak laut berpengalaman, bedanya mereka tak mencari harta karun, tapi justru membawa kayu ilegal yang bikin hukum jadi berkerut dahi.

Ironisnya, kayu-kayu itu mau diturunkan di TPK Industri PT. BSM New Material. Nah loh. Entah karena “new material”-nya baru, atau memang belum sempat belajar new legalitas, yang jelas pihak perusahaan ikutan diangkut buat ditanyain, “Ini kayu siapa, darimana, kok nggak punya SIM?”.

Modus kayak gini sebetulnya klasik. Ibarat maling yang pakai seragam satpam supaya nggak dicurigai. Kayu ilegal dimasukkan ke sistem legal pakai dokumen penyamar. Surat Keterangan Sah Hasil Hutan Kayu Bulat (SKSHHKB) yang ditunjukkan cuma memuat 5 batang, padahal kayu yang ditarik ada 76 batang. Hadeh. Selisih 71 batang, itu bukan salah ketik, itu salah niat.

Kita mungkin bisa maklum kalau anak SD salah jumlah bawa pensil, tapi kalau sudah level industri salah jumlah kayu segede gaban, itu mah niat nyeleneh. Seperti kata pepatah nenek moyang “Kalau salah hitung uang koin bisa dimaafkan, tapi kalau salah hitung kayu gelondongan, itu ngelawak namanya”.

Fenomena ini nggak cuma di Sungai Pawan. Sungai Mahakam di Kalimantan Timur pernah punya kasus serupa. Sungai-sungai lain yang mestinya jadi urat nadi perdagangan legal, malah dijadikan jalan tol oleh mafia kayu. Mirip seperti jalan tikus tapi lewat sungai besar, rakit kayu bisa lewat karena pengawasan minim, atau karena mata petugas kadang bisa ‘beliin kopi’.

Contoh yang sama pernah terjadi di Papua, di mana kayu merbau yang langka bisa terbang ke luar negeri dengan dokumen yang entah datang dari negeri dongeng. Bahkan sempat ada investigasi internasional, hasilnya, dunia tahu kita punya hutan lebat tapi hukum yang masih bisa ditembus pakai surat sakti.

Langkah Kemenhut bersama Gakkum Wilayah Kalimantan patut diacungi jempol kalau perlu seluruh jari. Ini langkah penting, meski terlambat lebih baik daripada membiarkan rakit-rakit kayu itu lewat macam parade tahunan.

Seperti kata Dirjen Penegakan Hukum, Dwi Januanto kalau dibiarkan, perusakan hutan bukan hanya soal kerugian negara, tapi juga ancaman bagi kehidupan manusia. Iklim makin panas, banjir makin sering, longsor makin doyan mampir. Padahal hutan kita ini andalan dunia buat FOLU NET SINK 2030, komitmen internasional yang seharusnya dijaga, bukan cuma dipajang di power point seminar.

Kini dua pengemudi dan seorang pihak industri sedang diperiksa, kayu diamankan, dan motor air dijadikan barang bukti. Tapi kita tahu, ini baru ujung gergaji. Kalau cuma pengangkut yang diseret, sementara pemilik kayu, pengatur dokumen, dan dalang di balik layar bebas jalan-jalan ke Bali, ya ini kayak nonton film horor tapi cuma nangkep figuran—pemeran utama belum ditangkap.

Seperti kata bijak khas Kalimantan “Kalau buaya masih bebas, jangan puas cuma nangkep ikan sepat”.

Penegakan hukum di sektor kehutanan harus total, karena hutan bukan hanya kumpulan pohon, tapi rumah bagi udara kita, penahan banjir, tempat hidup flora-fauna, dan sumber rezeki bagi generasi nanti. Jangan sampai hutan kita tinggal cerita, tinggal nama di lagu “Rayuan Pulau Kelapa”.

Kita semua punya PR. Bukan cuma aparat, tapi masyarakat, industri, hingga pembuat kebijakan. Harus ada sistem transparan, pengawasan digital real-time, dan yang paling penting komitmen untuk berkata tidak pada kayu ilegal meskipun menggiurkan.

Jangan sampai hukum kehutanan kita hanya galak di pinggir sungai tapi tak bisa melawan gelombang besar jaringan gelap di belakang layar. Rakyat menaruh harap, agar setiap batang kayu yang ditebang punya cerita yang sah, bukan aib yang dibungkus dokumen palsu.

Dan terakhir, ingat pesan tukang ojek di Ketapang, yang suatu sore nyeletuk sambil ngopi.Hutan kita bukan supermarket, jangan diobral apalagi digelapkan, kalau mau untung, cari bisnis lain. Jangan tebang masa depan demi dompet yang sebentar tebal”.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lenovo Dipuji untuk Kepemimpinan Program Luar Biasa dalam Pengadaan Berkelanjutan oleh EcoVadis

    Lenovo Dipuji untuk Kepemimpinan Program Luar Biasa dalam Pengadaan Berkelanjutan oleh EcoVadis

    • calendar_month Rabu, 26 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 762
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- Lenovo telah diakui oleh EcoVadis untuk keunggulan dalam pengadaan berkelanjutan, mendapatkan Penghargaan Kepemimpinan Program Luar Biasa dalam Penghargaan Kepemimpinan Pengadaan Berkelanjutan tahunan ke-7.   EcoVadis adalah penyedia peringkat keberlanjutan bisnis terkemuka – dan mitra strategis bagi perusahaan yang menyadari kekuatan keberlanjutan untuk melindungi merek mereka, mempercepat pertumbuhan, dan memperkuat loyalitas pelanggan dan kepercayaan […]

  • PAD Palembang Diproyeksikan ‘Terjun Bebas’

    PAD Palembang Diproyeksikan ‘Terjun Bebas’

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.339
    • 0Komentar

    PENDAPATAN Asli Daerah [PAD] Pemerintah Kota Palembang diproyeksikan ‘terjun bebas’ menyusul dampak dari wabah COVID-19. Banyak pelaku usaha yang omzet-nya merosot tajam, bahkan mall dan pusat pembelanjaan sepi pengunjung serta usaha lainnya sehingga berdampak kepada pertumbuhan ekonomi yang anjlok. PAD –pun akan merosot hingga 50% dari target yang harus direalisasi tahun ini mencapai Rp1,8 triliun. […]

  • Potensi OKI dilirik BI, soal apa tuh !

    Potensi OKI dilirik BI, soal apa tuh !

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ogan Komering Ilir (OKI) salah satu daerah penghasil beras terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Indonesia. Potensi itu dilirik oleh Bank Indonesia (BI) untuk mengembangkan beras hasil panen para petani di OKI itu dengan merek dagang sendiri. Menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bende Seguguk, BI akan meningkatkan kapasitas usaha penggilingan padi (rice […]

  • Wisuda di Tengah Pandemi Covid-19, STAIR Sekayu Terapkan Protokes

    Wisuda di Tengah Pandemi Covid-19, STAIR Sekayu Terapkan Protokes

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    SEKOLAH Tinggi Agama Islam Rahmaniyah (STAIR) Sekayu menggelar wisuda ke XXII, sebanyak 35 wisudawan dan wisudawati. Wisuda di masa pandemi Covid-19 ini sudah digelar kedua kalinya dengan menerapkan protokol kesehatan (Protokes), Rabu (9/9/2020). Terpantau, dalam pelaksanaan Wisuda STAIR Sekayu tahun ini, berbeda dengan wisuda sebelumnya. Tahun ini, penyerahan ijazah dan pemindahan kuncir oleh Ketua STAIR […]

  • Grasstrack Muba Raih Penghargaan Kementerian Kominfo

    Grasstrack Muba Raih Penghargaan Kementerian Kominfo

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    EVENT Grass Track besutan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba pada Maret 2020 lalu menuai banyak apresiasi dari berbagai pihak. Kali ini, melalui Dinas Kominfo Muba, sport tourism event grass track mendapatkan apresiasi dan reward  dari Kementerian Kominfo atas implementasi program smart city kategori Smart Branding Gerakan Menuju Smart City. Hal ini diketahui saat Plt […]

  • RSUD Sekayu Siapkan  Operasi Katup Jantung & Bocor Jantung

    RSUD Sekayu Siapkan  Operasi Katup Jantung & Bocor Jantung

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.418
    • 0Komentar

    SUKSES menjadi pelopor sejumlah layanan unggulan  revolusioner tak membuat RSUD Sekayu berhenti melakukan penyempurnaan layanan bagi masyarakat. Publik medik di Sumsel.belum lama menjadi saksi terobisan operasi bedah bariatik obesitas (kegemukan) terhadap  Imanuel Sembiring (18 tahun). Wong Sumsel juga masih  ingat betul ketika RSUD Sekayu sukses melakukan bedah saraf terhadap seorang bayi bernama Bunga Az-Zahra (2 […]

expand_less
WordPress Archive Marni – a WordPress Blog & Shop Theme Maroon – Photography WordPress Theme Marriata – Hotel & Resort Elementor Template Kit Marshmallow – Photographer WordPress Theme Martex - Software, SaaS & Startup HTML5 Template Martfury – Marketplace Multipurpose eCommerce Magento 2 Theme Martfury – WooCommerce Marketplace WordPress Theme Martian | Photography & Studio Purpose WordPress Theme Maruthi – Fitness Gym WordPress Theme Mascoolin – Fashion Store Elementor Template Kit