Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Bekal Cerdas Para Founder

Bekal Cerdas Para Founder

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • visibility 800
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Ada pepatah lama yang bilang, “Tak ada rotan, akar pun jadi” Tapi di zaman digital sekarang, pepatah itu harus di-update.Tak ada investor, mentor pun dicari. Itulah semangat yang dibawa Kemenekraf dalam program BEKUP 2025, sebuah oase di padang gersang startup Indonesia yang kadang lebih banyak slide presentasi daripada omzet.

BEKUP, singkatan dari Badan Ekraf for Startup, bukan cuma program yang enak didengar di telinga, tapi juga punya misi besar: menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin diesel baru ekonomi nasional kuat, bandel, tapi gak ugal-ugalan. Bukan sekadar incubator, tapi akselerator ibarat startup itu mobil, BEKUP adalah tukang bensin, tukang servis, sekaligus navigator GPS yang bilang belok kanan di peluang pasar.

Kita sudah terlalu lama melihat startup jadi kayak sinetron banyak ide, sedikit realisasi. Tapi BEKUP datang membalikkan meja. Dari data yang disampaikan Menteri Ekraf Teuku Riefky, program ini sudah bantu 42,5% founder naik pendapatan, 58% tembus pendanaan, dan 72% berhasil buka lapangan kerja baru. Itu bukan angka dari mimpi semalam, tapi hasil dari proses mentoring, inkubasi, hingga pemanggangan mental para pelaku startup.

Ibarat bikin kue, BEKUP ini bukan cuma kasih resep, tapi juga bantu ngaduk adonan, masukin oven, dan bahkan nyariin topping biar startup-nya gak gosong di tengah jalan. Contohnya? Nih ya

Atourin, digitalisasi 354 Desa Wisata. Desa jadi makin ciamik, wisatanya gak lagi ngandelin baliho Selamat Datang yang udah kusam. Surplus, kayak promo “Clearance Sale” tapi buat produk yang nyaris dibuang. Udah hematin duit, hematin bumi juga. Kalau ini startup ada di Korea, mungkin udah diajak dinner sama BTS. KlinikGo, dari layanan telehealth lokal, jadi partner regional Malaysia. Kita bisa bilang Lokal go international bukan lagi mimpi di siang bolong.

Kalau kita lihat negara tetangga, mereka udah lebih dulu gaspol,  Singapura punya Startup SG, lengkap dari mentor, pendanaan, sampai market access. Negara sekecil itu, tapi semangatnya seukuran benua. Korea Selatan punya TIPS Program, ngasih dana dan akses ke teknologi global. Makanya, startup mereka bisa lari kayak idol K-pop cepat, fokus, dan ditonton banyak orang dan Estonia, negara mungil tapi sistem digitalnya canggih, bahkan buat urus nikah dan cerai bisa lewat aplikasi, startup di sana pun gak sempat ngeluh soal birokrasi.

BEKUP ini harusnya bukan jadi ajang curhat founder yang kehabisan dana, tapi arena gladi bersenjata. Founder diajarin bikin model bisnis yang gak cuma cakep di slide, tapi tahan diguyur realita. Ditekankan pentingnya track record, bukan trick record. Ada laporan keuangan?.Harusnya ada. Paham pasar? Wajib. Jangan cuma berani presentasi, tapi takut akuntansi.

Seperti kata Wakil Menteri Ekraf Irene Umar, startup itu harus “Back to Fundamentals”. Artinya, sebelum mikir bikin unicorn, pastikan dulu sapi perahnya bisa hidup sehat dan gak stres tiap awal bulan.

Program seperti BEKUP harus terus dikawal agar tidak jadi ajang motivasi massal tahunan yang berakhir dengan tepuk tangan dan kopi gratis. Harus ada tindak lanjut konkret pencatatan alumni, evaluasi tahunan, kemitraan strategis, bahkan sandbox regulasi biar startup bisa ngulik tanpa takut kena denda.

Selain itu, pemerintah juga mesti jujur jangan semua startup dianggap sukses hanya karena dapat investor. Ukur juga dampaknya ke masyarakat, tenaga kerja, dan kontribusinya ke ekonomi nasional. Jangan sampai unicorn jadi badak sumbu besar tapi nyaris punah manfaatnya.

BEKUP 2025 bisa jadi jalan tol buat masa depan ekonomi digital Indonesia, asal tidak disabotase birokrasi, kejar tayang, atau sekadar pencitraan. Program ini punya potensi besar membentuk ekosistem startup yang bukan cuma hidup dari pitch deck, tapi dari solusi nyata. Startup kita harus dibekali mental baja, model bisnis solid, dan jaringan yang kuat. Bukan lagi startup yang modalnya cuma mimpi dan minuman sachet.

Kita perlu lebih banyak Atourin, Surplus, KlinikGo, bukan sekadar startup yang lulus BEKUP lalu hilang tanpa kabar seperti mantan yang tak ingin dikenang. Kalau kita mau ekonomi kreatif jadi tulang punggung, maka startup adalah otot-ototnya. Dan BEKUP harus jadi gym pelatihan, bukan sekadar tempat selfi-selfian sambil bawa goodie bag. Mari kita jaga semangat ini. Dari BEKUP ke bekap masa depan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mendukung startup-nya dengan serius, bukan sekadar kata sambutan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update, Senin 25 Mei 2020, Ada Penambahan Positif  COVID -19 di Sumsel, Palembang Mendominasi

    Update, Senin 25 Mei 2020, Ada Penambahan Positif  COVID -19 di Sumsel, Palembang Mendominasi

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    JUMLAH terinfeksi COVID-19 di Sumsel melonjak signifkan, hingga hari ini positif COVID-19 Sumsel mencapai 812 orang dari sebelumnya 736 orang. “Ada penambahan jumlah penambahan kasus positif Corona di Sumsel bertambah 76 orang sehingga total kasus Covid-19 di Sumsel tembus 812 orang, di mana sebelumnya 736 kasus. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel, […]

  • Anggota DPRD Sumsel Sampaikan Hasil Kegiatan Reses Tahap II dalam Paripurna

    Anggota DPRD Sumsel Sampaikan Hasil Kegiatan Reses Tahap II dalam Paripurna

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.159
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Anggota DPRD Prov. Sumsel menyampaikan laporan hasil Reses pada Rapat Paripurna LXXIII (73) dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Reses Tahap II Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Prov. Sumsel hari ini. Laporan ini disampakan Setelah sebelumnya Anggota DPRD Prov. Sumsel melakukan kunjungan ke Desa dan […]

  • Muddai Madang Sambut Baik Keinginan Pemprov. Sumsel Beli Saham SFC  

    Muddai Madang Sambut Baik Keinginan Pemprov. Sumsel Beli Saham SFC  

    • calendar_month Kamis, 20 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    Palembang – Muddai Madang, pemilik saham mayoritas  PT Sriwijaja Optimistis Mandiri,  pengelola ‘Laskar Wong Kito’ [Sriwijaya FC] menyambut baik jika memang Pemrov. Sumsel berminat membeli saham miliknya. “Saya sudah mendengar dari media massa keinginan bapak Gubernur itu. Saya tentunya sangat senang sekali, apalagi jika yang membeli sahamnya dari pemerintah provinsi, artinya SFC ini ke depannya […]

  • Tiba di Benoa Bali,  19 Nelayan Indonesia KM Bandar Nelayan 188 Selamat

    Tiba di Benoa Bali, 19 Nelayan Indonesia KM Bandar Nelayan 188 Selamat

    • calendar_month Sabtu, 22 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 958
    • 0Komentar

    SEBANYAK 19 ABK WNI KM Bandar Nelayan 188 telah tiba dengan selamat di Tanah Air pada Jumat pagi, 21/05/21, dihantar Kapal Perang AL Australia HMAS ANZAC melalui Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali. Kedatangan HMAS ANZAC di perairan Indonesia disambut KRI Yos Sudarso dan selanjutnya dilakukan pemindahan ABK secara ship-to-ship ke KRI Escolar tanpa kendala. Debarkasi para […]

  • Diingatkan, Daerah Segera Pangkas Perizinan, Kata Presiden

    Diingatkan, Daerah Segera Pangkas Perizinan, Kata Presiden

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    Sehingga diharapkan lapangan kerja semakin bertambah.

  • Pererat Silaturahmi dan Syiarkan Islam, TP PKK Sumsel Gelar Pengajian di Panti Lansia

    Pererat Silaturahmi dan Syiarkan Islam, TP PKK Sumsel Gelar Pengajian di Panti Lansia

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    TIM Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kembali melakukan kegiatan pengajian rutin kali ini digelar di Panti Lansia Kabupaten Ogan Ilir, Senin  (6/12) siang. Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya mengatakan, Pengajian rutin ini selain untuk mempererat silaturahmi, juga untuk meningkatkan kualitas keimanan. Memperdalam ilmu agama, dan […]

expand_less
WordPress Archive Fitx – Fitness & Gym Elementor Template Kit Fivo Docs – WordPress Documents and Attachments Manager Fixier – Gadgets & Electronics Repair Services Elementor Template Kit Fixman – Smartphone & Laptop PC Repair Elementor Kit Fixn – Handyman & Repair Service Elementor Template Kit Fixora – SaaS & Startup WordPress Theme FixPress – Mobile Phone and Computer Repair WordPress Theme Fixy: A Simple & Sexy WordPress Theme Fladient – App & SaaS WordPress Theme Flaire Dance School & Studio Elementor Template Kit