Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Cocote Tonggo & Jurus Cabe Rawit Industri Film, Kecil dari Kampung, Pedasnya sampai Festival Cannes!

Cocote Tonggo & Jurus Cabe Rawit Industri Film, Kecil dari Kampung, Pedasnya sampai Festival Cannes!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • visibility 1.022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di dunia perfilman yang sering kali sibuk dengan kisah superhero berotot, monster galaksi, dan cinta anak sultan, tiba-tiba hadir film Cocote Tonggo, film yang alih-alih menampilkan ledakan CGI, justru meledakkan tawa dan keharuan dengan cerita sederhana pasangan suami istri penjual jamu yang belum punya anak. Ya, ini bukan kisah Hollywood, ini kisah Holimart, pasar lokal kita.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bukan hanya datang nonton gala premiere film ini, tapi juga memberi tepuk tangan semangat sampai bahunya pegal. Kata beliau, ini film adalah contoh “tren hyperlocal” yang patut dicontoh. Nah lo, hyperlocal istilah yang kalau dibaca cepat bisa dikira nama minuman energi.

Tapi maknanya dalam. Hyperlocal itu ibarat masakan ibu di dapur kampung bahan seadanya, tapi rasa nikmatnya bisa bikin chef Prancis geleng-geleng. Film Cocote Tonggo punya bumbu itu kearifan lokal yang diolah kreatif sampai bisa menggetarkan rasa universal.

Bayu Skak, sang sutradara, seperti koki warung pecel yang nekat buka cabang di festival film. Dan ternyata laris! Kisah tetangga cerewet dan urusan fertilitas memang bukan sesuatu yang dijual di Marvel Cinematic Universe.

Tapi justru di situlah letak kekuatannya. Film ini menyenggol kenyataan dengan santai, lucu, tapi ngena kayak sandal jepit kena paku. “Cerita lokal yang jujur adalah jembatan untuk pengalaman global,” kata Menteri Riefky.

Pepatah Jawa bilang “Wong urip kuwi kudu iso dadi cermin lan dagelan, supaya ora gampang muring-muring.” (Hidup itu harus bisa jadi cermin dan bahan lelucon, supaya tidak mudah stres). Nah, Cocote Tonggo berhasil jadi dua-duanya.

Kalau Hollywood punya La La Land, Indonesia kini punya Lha Lha Land versi tetangga cerewet. Dan percaya atau tidak, tren seperti ini sudah laku keras di berbagai negara. Lihat Korea Selatan, yang bikin serial Reply 1988, cerita kampung pinggiran Seoul, tapi ditonton sampai Venezuela. Atau film Iran seperti A Separation sederhana, lokal, tapi menang Oscar.

Contoh dari India, The Lunchbox, film tentang surat cinta nyasar di kotak bekal, bisa membuat penonton Paris meneteskan air mata sambil makan croissant. Semua ini membuktikan bahwa cerita yang tumbuh dari tanah sendiri, bisa membuat dunia menengok ke arah kita.

Di tengah industri film yang kadang terlalu sibuk mengejar efek visual, Cocote Tonggo datang sebagai pengingat bahwa narasi yang tumbuh dari akar, akan lebih kuat dari karangan bunga yang dipajang di festival. Ini juga jadi teguran halus bagi sineas yang suka bikin film tentang hal-hal yang bahkan neneknya pun tak paham alurnya.

Kita butuh lebih banyak film seperti ini. Film yang tidak malu-malu tampil dalam kebaya budaya sendiri. Film yang tahu bahwa senyum ibu di pagi hari, suara masjid sebelah rumah, dan tangisan bocah yang jatuh dari sepeda semua itu adalah cerita yang layak diangkat ke layar lebar karena film bukan hanya soal sinema, tapi soal siapa kita.

Bayangkan jika daerah lain ikut menciptakan karya seperti ini Banyuwangi bikin film tentang ritual Seblang, Minang bikin drama masakan randang versus rendang, Palembang angkat kisah cinta lintas sungai Musi. Bisa-bisa bioskop internasional ngantri beli tiket!

Tokoh sineas Prancis François Truffaut pernah berkata, “A truly local story is a global story that hasn’t been told yet.” Nah, kalau kata simbah di kampung “Kacang ora iso lali kulité.” (Kacang tak boleh lupa kulitnya). Begitu pula film.

Kini saatnya pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan sekolah-sekolah film dari Sabang sampai Merauke sadar bahwa potensi mereka tak kalah dari Hollywood asal tahu cara menyulap dapur rumah jadi studio, dan tetangga julid jadi inspirasi naskah.

Jadi, sebelum kita sibuk bikin film luar angkasa yang ceritanya tak sampai ke hati, mari kita mulai dari ruang tamu sendiri. Karena dari sanalah segala hal besar berawal. Bahkan Titanic pun tenggelam karena lupa cek ruang mesin.

Ya gampang. Mari ramai-ramai nonton Cocote Tonggo. Karena kalau bukan kita yang dukung cerita kita sendiri, siapa lagi? Masa iya nunggu tetangga sebelah duluan?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Serius di Podium, Santai di Meja Kopi”

    “Serius di Podium, Santai di Meja Kopi”

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.681
    • 0Komentar

    PAGI itu Rumah Dinas Wali Kota Palembang berubah suasana, biasanya cuma terdengar suara burung dan deru sapu, tapi kali ini penuh manusia berpenampilan necis, ada yang pakai jas kinclong, ada yang celananya masih bau setrika, dan ada juga yang kayaknya buru-buru datang biar kebagian kursi depan. Udara belum terlalu panas, memang beberapa hari ini langit […]

  • BPK Mulai Audit Laporan Keuangan Pemkab Muba TA 2018

    BPK Mulai Audit Laporan Keuangan Pemkab Muba TA 2018

    • calendar_month Selasa, 22 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan akan mulai mengaudit Laporan Keuangan Anggaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2018. Pemeriksaan ini nantinya akan berlangsung selama 45 hari kedepan di Aula BPKAD Muba. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Entry Meeting BPK RI Perwakilan Provinsi Sumsel di Kabupaten Muba, yang dipimpin […]

  • Jadi Role Model Pelaksanaan Kuliah Tatap Muka Terbatas, Fisip UIN Raden Fatah Ditinjau Ketua Tim Ahli Gugus Tugas Covid -19 Sumsel, Begini Pernilaianya

    Jadi Role Model Pelaksanaan Kuliah Tatap Muka Terbatas, Fisip UIN Raden Fatah Ditinjau Ketua Tim Ahli Gugus Tugas Covid -19 Sumsel, Begini Pernilaianya

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.593
    • 0Komentar

    FISIP UIN Raden Fatah siap menggelar kuliah tatap muka terbatas mulai Senin (20/09/2021), dilingkungan UIN Raden Fatah Konsep kuliah  tatap muka terbatas diinisiasi dan diawali  Fisip. Kebijakan perkuliahan tatap muka terbatas ini diterapkan dengan mempertimbangkan turunnya angka covid 19 di Kota Palembang. Wakil dekan 1 bidang akademik Fisip UIN Raden Fatah Dr.Yenrizal menyatakan bahwa kebijakan […]

  • Gelar Forum Bisnis, Indonesia  – Mesir Tingkatan Kerjasama

    Gelar Forum Bisnis, Indonesia – Mesir Tingkatan Kerjasama

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 646
    • 0Komentar

    KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Mesir bersama Dewan Pemuda Mesir menggelar forum bisnis dalam rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Mesir guna meningkatkan kerjasama dan keakraban. Forum bisnis yang digelar pada Kamis (14/4/2022), di Grand Nile Tower, Kairo, itu dihadiri oleh sekitar 50 peserta, baik dari kalangan pemerintah maupun pelaku usaha Mesir. Hal tersebut […]

  • Samsung Hadirkan Mahakarya Artis Kontemporer Park Seo-Bo di ‘The Wall All-in-One’ di Rockefeller Center New York

    Samsung Hadirkan Mahakarya Artis Kontemporer Park Seo-Bo di ‘The Wall All-in-One’ di Rockefeller Center New York

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id , Samsung – ‘The Wall All-in-One’ menghidupkan seri monokrom artis yang menawan dengan presisi dan semangat yang luar biasa pada layar 4K 146 inci yang besar. Samsung menampilkan mahakarya Park Seo-Bo, tokoh terkemuka dalam seni kontemporer Korea, di The Wall All-in-One (model IAB) di Rockefeller Center yang ikonis di New York. Sebagai bagian dari […]

  • KTT ASEAN Hasilkan Lima Kesepakatan

    KTT ASEAN Hasilkan Lima Kesepakatan

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.165
    • 0Komentar

    KTT ASEAN–AS atau ASEAN-US Special Summit (AUSS) yang berlangusng 11-13 Mei 2022 lalu di Washington DC, AS, menghasilkan pernyataan politik yang menyatakan kedua pihak, sepakat meningkatan kemitraan, dari “kemitraan strategis” menjadi “kemitraan strategis komprehensif”. KTT ASEAN-AS dihadiri Presiden AS, Joe Biden serta Presiden RI, Joko Widodo, dan pemimpin negara-negara ASEAN lainnya. Menteri Luar Negeri Retno […]

expand_less
WordPress Archive Leather Market WP – WooCommerce Responsive Theme Lebuild - Construction Industry Company WordPress Theme Legacy – Antique, Vintage & Collectibles WordPress Theme Legacy – White label WordPress Admin Theme Legal Assistant Pro – EU Cookie Law, Terms & Privacy Generator Legale – Lawyer & Law Firm Template Kit Legalor – Law Firm & Attorney Elementor Template Kit Legasy – Beauty & Spa WordPress Theme Legenda – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme LeGrand | Modern Business WordPress Theme