Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » CATATAN KAKI : “Seragam Loreng untuk Si Tukang Bolos”, [Palembang Wacanakan Pendidikan Gaya Barak untuk Siswa Nakal?]

CATATAN KAKI : “Seragam Loreng untuk Si Tukang Bolos”, [Palembang Wacanakan Pendidikan Gaya Barak untuk Siswa Nakal?]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 954
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,  – Pendidikan militer untuk siswa nakal? Wah, kalau ada yang bilang ini bisa bikin siswa jadi tentara cilik, sepertinya mereka terlalu cepat menarik kesimpulan.

Tapi, Pemerintah Kota Palembang ternyata sedang serius mengkaji ide yang satu ini. Walau kedengarannya seperti plot film laga yang penuh aksi, kebijakan ini masih dalam tahap evaluasi. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bahkan menyatakan, “Meskipun idenya keren, kami tidak ingin gegabah. Kita mau lihat dulu sisi positif dan negatifnya.”

Sebelum kita ikut heboh dengan wacana ini, mari kita analisis baik buruknya. Program ini tentunya bertujuan untuk mengasah kedisiplinan para siswa yang sering kebablasan di kelas.

Nah, bayangin saja kalau para siswa ini digembleng dengan disiplin ala tentara, mulai dari bangun pagi jam 4, lari keliling lapangan, hingga belajar baris-berbaris! Mungkin, yang tadinya malas belajar, bisa jadi semangat kayak lagi nonton film action. Tapi, apakah semua siswa cocok dengan cara ini? Bukan rahasia lagi kalau pendidikan karakter nggak bisa cuma lewat disiplin fisik saja, butuh juga pendekatan emosional.

Tentu saja, ini nggak semudah membalikkan telapak tangan. Kita bisa lihat contoh kota atau negara yang menerapkan pendidikan serupa. Misalnya, di Korea Selatan, ada program yang menanamkan nilai-nilai disiplin dan kerja keras melalui wajib militer.

Meskipun  program ini terbilang sukses dalam membentuk karakter anak muda di sana, bukan berarti model ini bisa langsung diterapkan begitu saja. Di Indonesia, ada beberapa daerah yang juga mencoba pendekatan serupa. Di Bogor, misalnya, mereka sudah mengintegrasikan kegiatan pramuka dan pelatihan karakter untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada pelajar.

Jika kita berbicara soal hasil, banyak yang mengatakan bahwa pendidikan yang terlalu keras malah bisa jadi bumerang. Bayangkan saja kalau siswa yang “dipaksa” disiplin malah jadi benci sekolah? Bisa jadi mereka malah kabur atau bertindak lebih buruk. Tentu, solusi ini harus dilihat dengan hati-hati, agar nggak jadi bom waktu.

Di Korea Selatan, ada beberapa program yang berfokus pada pengembangan karakter dan disiplin pada anak muda, salah satunya adalah wajib militer untuk pria dewasa setelah mereka mencapai usia 18-20 tahun. Program ini, meskipun lebih ditujukan untuk usia dewasa muda, telah memberikan pengaruh besar dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras yang bisa dijadikan contoh dalam pendidikan sejak usia sekolah.

Namun, jika berbicara tentang pendidikan yang lebih langsung di sekolah, ada beberapa program yang menggabungkan pendidikan karakter dengan kegiatan fisik dan kepemimpinan. Salah satu contohnya adalah program “Youth Leadership Program” yang sering diterapkan di sekolah-sekolah di Korea Selatan. Program ini bertujuan untuk membentuk pemimpin masa depan dengan pendekatan yang melibatkan kedisiplinan, kerja sama tim, dan pengembangan mental yang kuat.

Di luar itu, beberapa sekolah di Korea Selatan juga menerapkan kegiatan “School Military Camps” sebagai bagian dari penguatan karakter, meskipun ini lebih berbentuk kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis pada nilai-nilai militer seperti kedisiplinan dan kerja keras, bukan pendidikan militer formal. Kegiatan ini memberi pelajaran kepada siswa mengenai pentingnya rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepemimpinan dalam konteks yang lebih ringan dan menghibur dibandingkan dengan wajib militer.

Jadi, meskipun pendidikan formal militer di Korea Selatan tidak langsung diterapkan di sekolah, ada banyak cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan yang melibatkan kedisiplinan dan kepemimpinan, seperti di  Bogor, Jawa Barat, Dinas Pendidikan di sana pernah menggandeng TNI untuk pelatihan kedisiplinan bagi pelajar SMA. Program ini lebih ke arah penguatan karakter, bukan hukuman. Dan hasilnya? Banyak murid yang awalnya “ogah-ogahan”, jadi mulai rutin mandi pagi.

Banyuwangi, Jawa Timur lewat program Sekolah Ramah Anak, mereka lebih menekankan pendekatan personal dan psikologis, tapi tetap memasukkan unsur kedisiplinan berbasis komunitas. Hasilnya? Angka pelanggaran sekolah menurun, bukan karena takut dihukum, tapi karena merasa dihargai.

Ki Hajar Dewantara, Pahlawan Nasional,  merupakan pelopor pendidikan di Indonesia memiliki prinsip “Tut Wuri Handayani” (di belakang memberi dorongan, di tengah memberi teladan, di depan memberi arahan), yang sangat relevan dengan konsep mendidik anak dengan kasih sayang dan pendekatan yang bijak, bukan dengan kekerasan.

Ki Hajar Dewantara selalu mengedepankan pendidikan yang humanis, yang menekankan pentingnya perkembangan karakter dan moral siswa, tidak hanya di aspek akademis. Jadi, jika berbicara soal pendidikan yang penuh kasih, beliau adalah tokoh yang sering dijadikan contoh.

Catatan redaksi Plus Minus Program, Kelebihannya menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat pada aturan, menjadi terapi kejut buat murid yang sudah terlalu ‘ngegas’ dan bisa mempererat kerja sama tim (karena kalau nggak kompak, bakal lari keliling lapangan bareng).Kekurangannya, risiko trauma psikologis kalau metodenya terlalu keras, tidak semua anak cocok dengan pendekatan fisik dan otoriter dan bisa jadi malah jadi ajang ‘hukuman’ daripada proses pembinaan.

Oleh sebab itu, anak-anak sekolah itu ibarat tahu bulat, digoreng dadakan, dibentuk sesuai wajan dan suhu minyak. Kalau terlalu keras apinya, bisa gosong di luar, tapi masih mentah di dalam. Nah, pendidikan juga harus pas ukurannya keras  boleh, tapi tetap empuk di hati.

Ide pendidikan militer untuk siswa nakal memang menarik, tapi jangan sampai malah jadi seperti program latihan tentara yang justru menjauhkan siswa dari tujuan utama pendidikan mencetak generasi yang cerdas dan berbudi pekerti.

Jadi, sebelum diselenggarakan, jangan lupa untuk tetap berpikir dengan kepala dingin. Jangan sampai, yang ada malah jadi barisan tentara cilik yang nggak bisa bedain mana tugas sekolah, mana tugas di barak. “Air yang tenang bisa menghanyutkan, tapi air comberan yang marah bisa banjir juga.”. Maksudnya pendekatan lembut bisa lebih efektif daripada bentakan. Tapi kalau kelewat lembut juga, nanti anaknya main Mobile Legends pas guru lagi jelasin logaritma.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erick Thohir : Asian Games 147 Hari Lagi, Tidak Ada Lagi Kata Mundur

    Erick Thohir : Asian Games 147 Hari Lagi, Tidak Ada Lagi Kata Mundur

    • calendar_month Sabtu, 24 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    Palembang punya expert yang luar biasa selama ini dimana sudah banyak menyelenggarakan event International.

  • Antisipasi Penyebaran COVID-19, IPC Palembang Lakukan Sinergitas

    Antisipasi Penyebaran COVID-19, IPC Palembang Lakukan Sinergitas

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.228
    • 0Komentar

    PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang/IPC Palembang dan PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Palembang melakukan sinergitas, guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona (COVID-19) di Pelabuhan Palembang. GENERAL Manager IPC Palembang, Indra Hidayat Sani dan General Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Palembang, Andi Purwantoro menyampaikan penyebaran COVID -19 sudah semakin meluas, tetapi sebagai garda depan […]

  • INOVASI BEGESAH, 30 UMKM di Kecamatan Banyuasin III Peroleh Piagam PKP

    INOVASI BEGESAH, 30 UMKM di Kecamatan Banyuasin III Peroleh Piagam PKP

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.262
    • 0Komentar

    SEBANYAK  30 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan memperoleh Piagam Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi BEGESAH (Beragam Edukasi Gerakan Masyarakat Sadar Hidup Sehat) dengan bentuk kegiatan Gemas Senyuman Pangan, yaitu Gerakan Lima Ratus Sertifikat Penyuluh Keamanan Pangan. Dari ke […]

  • Bertambah 11 Kasus Sembuh, 12 Positif di Muba

    Bertambah 11 Kasus Sembuh, 12 Positif di Muba

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 736
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganam COVID-19 Muba, Jumat (16/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 11 kasus sembuh dan 12 kasus positif. Dengan demikian total kasus sembuh di Muba ada sebanyak 246 kasus. “Ada penambahan 11 kasus sembuh dan 12 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 perhari ini 16 Oktober 2020,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP […]

  • “Curhat Pekerja Bukan ke Dukun, Tapi ke Disnakertrans Muba”

    “Curhat Pekerja Bukan ke Dukun, Tapi ke Disnakertrans Muba”

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.855
    • 0Komentar

    DI MUSI BANYUASIN, ada satu tempat yang lagi naik daun, bukan karena jualan kopi kekinian, tapi karena jadi tempat curhat pekerja,namanya Disnakertrans Muba.Iya, benar, tempat curhat yang legal, bukan paranormal center. Yang datang ke sini bukan orang kesurupan, tapi pekerja yang keserimpet aturan. Kalau dulu orang Muba punya tempat curhat kalau gak ke warung kopi, […]

  • Pemulihan Ekonomi Daerah, Kadin Sumsel Dorong Pemda Lakukan 3 Hal Ini

    Pemulihan Ekonomi Daerah, Kadin Sumsel Dorong Pemda Lakukan 3 Hal Ini

    • calendar_month Jumat, 21 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    KADIN Sumsel mendorong pemerintah di Sumsel untuk melakukan vaksinasi serta memaksimalkan konektivitas pembangunan infrastruktur, seperti pelabuhan diantaranya Tanjung Carat dan jalan tol yang diinisiasi Pemerintah Pusat dan akan didorong oleh KADIN Sumsel, agar segera terealisasi melalui kader anggota KADIN yang ada di kabinet dan parlemen. Kadin juga memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah di Sumsel khususnya […]

expand_less
WordPress Archive Treck – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Treely Landscape & Gardening Elementor Template Kit Treina – Personal Trainer & Fitness Elementor Template Kit TrekOn – Extreme Sports and Adventure WordPress Theme Trena – Sport & Fitness Trainer Services Elementor Template Kit Trendy Travel | Tour, Travel & Travel Agency Theme Trendz – Fashion Store WooCommerce Theme Trevia – Travel Agency Elementor Template Kit Trevox – Fashion and Clothing Store Theme Treweler Marker Submission Addon