Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » “Curhat Pekerja Bukan ke Dukun, Tapi ke Disnakertrans Muba”

“Curhat Pekerja Bukan ke Dukun, Tapi ke Disnakertrans Muba”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 2.868
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI MUSI BANYUASIN, ada satu tempat yang lagi naik daun, bukan karena jualan kopi kekinian, tapi karena jadi tempat curhat pekerja,
namanya Disnakertrans Muba.
Iya, benar, tempat curhat yang legal, bukan paranormal center. Yang datang ke sini bukan orang kesurupan, tapi pekerja yang keserimpet aturan.

Kalau dulu orang Muba punya tempat curhat kalau gak ke warung kopi, pos ronda dan grup WhatsApp,  sekarang bertambah satu lagi ruang mediasi Disnakertrans.

Ada bedanya sebenarnya, karena di warung kopi curhatnya berujung gosip, di grup WA berujung debat, tapi di Disnakertrans berujung… “Perjanjian Bersama dan Surat Anjuran”

Mau denger ceritanya…? Begini..pagi itu, ruang mediasi di Sekayu agak ramai, di sudut ruangan, seorang pekerja datang dengan wajah serius.
“Pak, saya udah lembur tiga malam, tapi honor belum turun. Lampu pabrik aja udah capek nyala, tapi gaji saya belum nyala-nyala juga”, katanya dengan nada getir.

Dari sisi lain meja, perwakilan perusahaan mencoba menahan senyum. “Bukan gak dibayar, Pak. Tapi lemburnya belum disetujui, belum masuk sistem”.
Nah lo, saling salah paham, tapi dua-duanya merasa benar.

Untungnya ada Herryandi Sinulingga, AP, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muba, yang tampil seperti pak guru SD 00 di tengah pekerja yang datang di siang bolong, terlihat tenang, senyum-senyum, tapi tegas.
“Kalau semua pihak patuh aturan, gak bakal sampai begini. Tapi ya sudah, kita cari damai, bukan cari menang”.

Langsung suasana ruangan berubah adem.
Pekerja yang tadinya megang map kayak pegang parang, mulai longgarin genggaman.
Perwakilan perusahaan yang semula keringatan, kini bisa napas lega.

Menurut data, kata dia, sepanjang Januari sampai Oktober 2025, Disnakertrans Muba udah memediasi 18 kasus perselisihan hubungan industrial.

Empat di antaranya berhasil damai lewat Perjanjian Bersama (PB), antara lain PT. Baturona Adimulya, PT. Sucofindo Episi, PT. Kencana Subur Sejahtera, dan PT. Pinus Merah Abadi.
Sisanya, 16 kasus diselesaikan lewat Surat Anjuran sebab semacam resep damai dari pemerintah.

Dan yang keren, gak semua harus ribut.
Ada yang selesai cuma dengan satu kalimat bijak dari mediator “bapak jangan emosi, nanti tensi naik, gaji gak naik”

Lucunya, banyak pekerja bilang, “Pak, datang ke sini itu rasanya kayak konseling, bukan sidang”
Ya jelas, mediatornya bukan hakim, tapi penengah dengan hati.
Saking ademnya, beberapa pengusaha bahkan nyeletuk, “harusnya kantor ini buka 24 jam, biar pekerja gak curhat ke Facebook”.

Zaman dulu, ngadu ke Disnakertrans itu butuh semangat seperti mau ujian CPNS, bawa map, antre, dan sabar.
Sekarang? cukup klik dan chat.

Di bawah komando Bupati HM. Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai Rohman, Disnakertrans Muba meluncurkan layanan online pada 17 Agustus 2025,  pas hari kemerdekaan, biar rakyat juga merdeka dari ribetnya birokrasi.

Cukup buka bit.ly/DisnakertransMubaPHI, isi data, kirim.
Atau kalau mau lebih cepat, tinggal WhatsApp ke 0822-7983-0006 (Panji).

Lucunya, ada yang kirim chat “Selamat pagi, Pak Panji” jam 2 subuh.
Balasannya baru besok pagi, tapi niatnya dihargai.
Kata Panji, “Gak apa-apa, yang penting mereka sadar curhatnya ke tempat benar, bukan ke dukun online”

Saking seringnya pekerja curhat ke tempat yang salah, muncul candaan di kalangan staf .”Kalau pekerja curhat ke dukun, ujungnya dikasih minyak penglaris”. Kalau ke Disnakertrans, dikasih solusi yang realistis”.

Emang benar, Dukun bisa panggil arwah, tapi gak bisa panggil perusahaan buat mediasi.
Makanya, Disnakertrans Muba ini lebih sakti, gak pakai kemenyan, tapi pakai UU Nomor 13 Tahun 2003, UU No. 6 Tahun 2023, dan PP No. 35 Tahun 2021, sebab ilmu hukum lebih ampuh daripada mantra.

Kata Faezal Pratama, Kepala Bidang Hubungan Industrial. “Kita ini cuma penghubung. Pekerja dan pengusaha itu kayak pasangan suami-istri. Kadang ribut, tapi kalau udah saling butuh, pasti baikan lagi”.

Dan bener juga, sebab  ada pekerja yang datang ke ruang mediasi dengan mata melotot, tapi keluar dengan mata berkaca-kaca, bukan karena sedih, tapi karena lega.

Hubungan industrial itu sama kayak rumah tangga, kalau komunikasinya rusak, pasti salah paham, kalau egonya tinggi, pasti pecah kongsi. Tapi kalau dua-duanya mau dengerin, beres urusan.

Bisa kita contoh luar negeri, misalnya di Jepang, ada sistem “Shunto”,pertemuan tahunan antara serikat pekerja dan pengusaha buat bahas gaji dan kesejahteraan.
Bayangin, mereka ngobrol sopan sambil minum teh matcha, gak ada yang nimpuk kursi. Mirip banget sama gaya Muba, yaitu mediasi, bukan demonstrasi.

Bedanya, kalau di Jepang mereka bawa laptop, di Muba cukup bawa niat baik dan sedikit humor.
Dan hasilnya sama, damai. Artinya, gak perlu jadi negara maju dulu buat bisa berdamai yaitu cukup jadi daerah yang berakal sehat.

Herryandi bilang, “Kita ingin dunia kerja di Muba ini bukan medan tempur, tapi ladang kerja yang subur”

Nah, ini kalimat yang bisa dijadikan quote of the year.
Karena di dunia kerja sekarang, semua orang sibuk jadi benar, tapi lupa jadi bijak.
Padahal menang itu bukan soal ngalahin orang lain, tapi ngalahin ego sendiri.

Coba bayangkan kalau semua konflik diselesaikan dengan gaya Muba, pasti jadinya..
Ngopi bareng, ngobrol, nyari titik temu.
Bukan nyari pembenaran, tapi nyari perdamaian.
Hasilnya? Dunia kerja jadi adem, rezeki ngalir kayak Sungai Musi pas musim hujan bahkan rada tenang lagi sang istri pun tersenyum simpul..

Kadang suasana mediasi bisa tegang. Tapi mediator-mediator Muba udah kebal tekanan.
Ada satu kejadian, pekerja datang sambil ngomel, “Saya udah kerja kayak kuda!”
Mediator menjawab santai, “Tapi Bapak dibayar kayak manusia, kan?”
Langsung ruangan pecah ketawa.

Humor adalah pendingin suasana.
Karena kalau semua dibawa serius, bisa-bisa nanti ada yang gigit pulpen.

“Teman ngobrol digital”

Oleh karena itu, sekarang ini, Disnakertrans Muba dinilai bukan cuma kantor, tapi “teman ngobrol digital”.
Ada yang lapor via website sambil di rumah, ada yang chat sambil di sawah.
Yang penting, semua bisa curhat tanpa drama.

“Curhat kerja sekarang gak harus ke HRD atau ke dukun. Ke Disnakertrans aja, biar tenang dan halal,” kata Faezal sambil ngopi.
Bahkan kalimat itu viral di kalangan buruh, ada yang sampai bikin stiker WA “Tenang bro, Disnakertrans standby 24 jam”.

Oleh karena itu, pesannya, kalau semua kabupaten punya sistem kayak ini, mungkin dunia kerja kita bakal jauh lebih sehat.
Gak ada lagi demo di jalan, gak ada lagi bos yang takut buka WA tiap awal bulan.
Pekerja gak lagi ngerasa sendirian, pengusaha pun gak lagi paranoid.

Tengok aja di Eropa, pemerintah punya “Industrial Peace Forum”. Di Muba? kita punya “Ngopi Damai Disnakertrans”.
Kedengarannya receh, tapi efeknya nyata, karena ternyata, kedamaian itu gak butuh seminar Internasional,  cukup ruangan kecil dengan niat baik dan kopi hitam tanpa gula.

Di akhir sesi mediasi, pekerja dan perusahaan salaman.
Yang satu bilang, “Ya sudah, Pak, kita maaf-maafan”
Yang lain jawab, “Setuju, daripada tambah masalah”
Mediator senyum, “Nah, gitu dong, gak perlu ke dukun, cukup ke Disnakertrans”

Semua ketawa, suasana cair, mungkin kalau ada background music, lagu “Rehat”-nya Kunto Aji pas banget.

Dari ruangan itu, keluar dua orang yang tadinya musuhan, sekarang bisa ngobrol soal harga pupuk.
Begitulah, Muba ngajarin kita satu hal penting di dunia kerja, bukan siapa yang paling galak yang menang, tapi siapa yang paling sabar yang bertahan.

Jadi kalau nanti ada masalah kerja, jangan langsung ke dukun, jangan juga update status pakai huruf kapital semua.
Datang aja ke Disnakertrans Muba  tempat di mana masalah diseduh pakai kopi, bukan kemenyan.

Dan kalau semua daerah bisa kayak gini, mungkin Indonesia bakal punya slogan baru “Kerja dengan hati, ngadu dengan logika, dan damai tanpa klenik”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Ingin Almuni Perguruan Ternama di Bogor Ini Menular di Sumsel, Apa Itu ?

    Gubernur Ingin Almuni Perguruan Ternama di Bogor Ini Menular di Sumsel, Apa Itu ?

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru menghadiri acara bakti sosial Donor Darah yang digelar DPD Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor HA (IPB) Sumsel di kawasan Kambang Iwak,akhir pekan lalu. Selain donor darah, dalam kegiatan itu panitia juga melakukan lelang rompi HA IPB yang sudah dibubuhi tandatangani Gubernur Sumsel dan Ketua PMI Sumsel. Sejumlah peserta yang hadir […]

  • Tangkal Kecurangan, Grab Hadirkan Fitur Selfie Authentication

    Tangkal Kecurangan, Grab Hadirkan Fitur Selfie Authentication

    • calendar_month Jumat, 14 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Grab Indonesia terus berinovasi dengan menghadirkan kembali fitur barunya yang dinamai Selfie Authentications. Fitur tersebut dihadirkan guna menghindari kecurangan yang sering terjadi dari mitra pengemudinya. “Fitur ini hadir setelah mendengar masukan dari mitra pengemudi yang telah bekerja dengan jujur,” ujar Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, di Jakarta, Kamis (13/9/2018). Fitur tersebut […]

  • Mengapa BI Ubah Cara Main Cadangan Devisa?

    Mengapa BI Ubah Cara Main Cadangan Devisa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    MENGAPA BI ubah cara main cadangan devisa?, kalau pertanyaan ini diajukan lima tahun lalu, jawabannya mungkin pendek, demi stabilitas dan imbal hasil. Namun  sekarang ceritanya tentu sudah beda. Sebab, dunia sudah keburu ribut, ekonomi global makin gampang kaget, dan Bank Indonesia tampaknya sadar satu hal penting, yaitu kalau masih pakai cara lama, bisa-bisa bukan untung […]

  • Diet Tidak Seimbang, Kurang Aktifitas Fisik, dan Kurang Tidur Di Antara Kebiasaan Tidak Sehat Utama yang Ingin Ditendang Konsumen Asia Pasifik dalam 12 Bulan Ke Depan – Survei Nutrisi Herbalife

    Diet Tidak Seimbang, Kurang Aktifitas Fisik, dan Kurang Tidur Di Antara Kebiasaan Tidak Sehat Utama yang Ingin Ditendang Konsumen Asia Pasifik dalam 12 Bulan Ke Depan – Survei Nutrisi Herbalife

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach –  Perusahaan nutrisi global terkemuka, Herbalife Nutrition merilis temuan dari Asia Pacific Personal Habits Survey hari ini, mengungkapkan bahwa 8 dari sepuluh konsumen di kawasan APAC ingin menghentikan kebiasaan gaya hidup tidak sehat yang mereka kembangkan selama pandemi. Secara khusus, makan makanan yang tidak seimbang (53%), tidak […]

  • BPJS Kesehatan Gelar Pertemuan di Muba, Apa Saja Yang Bahas Apa ?

    BPJS Kesehatan Gelar Pertemuan di Muba, Apa Saja Yang Bahas Apa ?

    • calendar_month Kamis, 4 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    MUSI Banyuasin tercatat sebagai kabupaten yang menerapkan Universal Health Care ( UHC) nyaris seratus persen dari jumlah penduduk. Untuk penguatan jaminan kesehatan, digelar Pertemuan Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Pendaftaran Perangkat Desa dan Non AparaturSipil Negara (ASN) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2021) di Ruang Rapat Randik, kemarin. Rapat dipimpin Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza […]

  • Pejabat Kemenag Harus Jadi Jembatan Umat, Menag Minta Lakukan Terbaik, Jangan Korupsi

    Pejabat Kemenag Harus Jadi Jembatan Umat, Menag Minta Lakukan Terbaik, Jangan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.515
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas melantik 10 pejabat eselon I, pada Jumat (01/10/2021). Pelantikan digelar secara luring dan daring dari Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin, Jakarta. Hadir dalam pelantikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Sekjen Kemenag Nizar, para Dirjen, Staf Khusus dan Staf Ahli Menag, serta Ketua dan Penasihat Dharma […]

expand_less
WordPress Archive Themify Minshop WooCommerce Theme Themify Music WordPress Theme Themify Notes WordPress Theme Themify Parallax WordPress Theme Themify Peak WordPress Theme Themify Phototouch WordPress Theme Themify Pinboard WordPress Theme Themify Pinshop WooCommerce Theme Themify Post Type Builder Themify Post Type Builder Extra Fields