Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Langit Palembang Belum Aman, BMKG Ungkap Kapan Hujan Turun

Langit Palembang Belum Aman, BMKG Ungkap Kapan Hujan Turun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Langit Palembang belum aman dari asap pada Rabu (30/9/2026). Kabut asap masih terlihat di sejumlah kawasan, sementara hujan yang ditunggu warga belum turun merata.

Hujan diharapkan bukan hanya membersihkan udara, tetapi juga membantu membasahi kembali lahan yang masih kering akibat panjangnya periode kemarau.

Di tengah kondisi tersebut, dampak kesehatan ikut menjadi perhatian. Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 29.969 kasus ISPA sepanjang 30 Agustus-19 September 2026.

Rinciannya, 9.823 kasus pada pekan pertama, naik menjadi 10.126 kasus pada 6- 12 September, lalu 10.020 kasus pada 13-19 September.

PM2.5 Tinggi, Udara Belum Pulih

Kabut asap bukan hanya mengganggu jarak pandang. Ada partikel halus seperti PM2.5 yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.

Pemantauan Stasiun Talang Betutu pada 29 September mencatat PM2.5 mencapai 246,8- 383,3 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 -07.00 WIB.

Kondisinya berubah sepanjang hari, sehingga langit yang terlihat lebih terang tidak otomatis berarti kualitas udara sudah kembali baik.

Kenapa Asap Masih Ada?

BMKG Sumatera Selatan menjelaskan kondisi kering masih dipengaruhi rendahnya curah hujan dan tingginya penguapan. Kelembapan tanah serta vegetasi pun menurun.

Kondisi tersebut membuat lahan lebih mudah terbakar. Selama karhutla masih terjadi, asap berpotensi kembali menyebar hingga ke kawasan perkotaan.

Kapan Hujan Palembang Turun?

BMKG masih membuka peluang hujan lokal pada akhir September hingga awal Oktober. Namun, hujan tersebut belum berarti Sumsel langsung memasuki musim hujan.

Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprakirakan sekitar November 2026.

Artinya, hujan dalam waktu dekat memang mungkin terjadi, tetapi belum tentu langsung mengakhiri persoalan asap. Dibutuhkan hujan yang lebih merata untuk membantu memulihkan kondisi lahan yang kering.

Yang Bisa Dilakukan Warga

Sambil menunggu hujan, masyarakat dapat mengurangi paparan asap dengan:

  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat.
  • Menggunakan masker ketika harus keluar.
  • Menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
  • Menutup pintu dan jendela ketika asap dari luar sangat tebal.
  • Memberi perhatian lebih kepada anak-anak dan lansia.
  • Tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

Jika muncul batuk, sesak napas, iritasi mata atau keluhan pernapasan lain, kurangi paparan asap dan cari pertolongan medis bila keluhan menetap atau memburuk.

Hujan memang mulai punya peluang turun pada Oktober. Namun sampai datang lebih merata, warga Palembang tetap perlu waspada terhadap paparan asap.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Makna Pidato HD di Depan Monpera yang Perlu Masyarakat Sumsel Ketahui

    Tiga Makna Pidato HD di Depan Monpera yang Perlu Masyarakat Sumsel Ketahui

    • calendar_month Selasa, 2 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Oleh : Faldy Lonardo SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG –  Meskipun panas matahari di Selasa (2/10/2018) siang sangat menyengat sekujur kulit tubuh, namun menyurutkan rasa antusias masyarakat  Palembang, Sumsel untuk menghadiri orasi perdana Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Sedikit demi sedikit halaman Monpera pun terlihat ramai dipenuhi […]

  • Kekerasan Terhadap Perempuan  Seperti Fonomena Gunung Es

    Kekerasan Terhadap Perempuan Seperti Fonomena Gunung Es

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 775
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta N Sitepu, mengungkapkan data kekerasan terhadap perempuan (KtP) dan anak masih seperti fenomena gunung es. Hal ini dipengaruhi berbagai hal seperti masalah budaya, mindset, dan adanya stigma di masyarakat sehingga kasus kekerasan tidak banyak terungkap. “Padahal, data tersebut sangat penting dan dibutuhkan sebagai dasar untuk […]

  • Selama Tahun 2021, Pemerintah Blokir 1.646 Pinjol Ilegal

    Selama Tahun 2021, Pemerintah Blokir 1.646 Pinjol Ilegal

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    PEMERINTAH hingga saat ini, terus melakukan pememutusan akses ribuan situs dan aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal. Hingga 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaporkan sudah memblokir 1.646 pinjol tak berizin. “Kalau dari sudut Kominfo telah memblokir 738 pinjol. Ini 2018, dan pada 2019 turun 17 atau menjadi 718 pinjol. Tetapi pada 2020 naik menjadi 1.562 […]

  • Meski Konsepnya Outdoor, Pasien Covid-19 yang Dirawat Tetap Diawasi  24 Jam

    Meski Konsepnya Outdoor, Pasien Covid-19 yang Dirawat Tetap Diawasi  24 Jam

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    MESKIPUN berkonsep outdoor, tetapi pasien covid -19 yang dirawat di RSUD Sekayu tetap diawasi selama 24 secara ketat oleh tim medis. Bahkan hingga tenda yang dilengkapi dengan peralatan monitor kesehatan berikut obat-obatan jika ada hal hal yang tidak terduga. “Jadi tujuan semua ini menurut dokter juga seluruh tenaga medis di sini adalah menimbulkan efek positif […]

  • Revisi P.8 2021, Organisasi Sipil Soroti Akses Data hingga Kinerja PBPH

    Revisi P.8 2021, Organisasi Sipil Soroti Akses Data hingga Kinerja PBPH

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021 memasuki tahap konsultasi melibatkan organisasi masyarakat sipil. Dalam forum khusus di Jakarta, Senin (24/8/2026), sejumlah organisasi menyoroti persoalan transparansi data, pemantauan independen, penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pengelolaan KHDPK, deforestasi, hingga evaluasi kinerja pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH). Masukan tersebut muncul […]

  • HUT RI ke -74, Sumsel Bikin Acara Festival Gapura, Daftar Yuk !!

    HUT RI ke -74, Sumsel Bikin Acara Festival Gapura, Daftar Yuk !!

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H.Herman Deru mengajak masyarakat di daerah ini,  untuk terlibat secara langsung memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 tahun 2019. Salah satu agenda perlombaan yang sayang jika dilewatkan adalah Festival Gapura HUT RI ke 74 Tahun 2019 dengan Tema “Sumsel Maju Untuk Semua” memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel […]

expand_less
WordPress Archive Analytify Pro WooCommerce Add-on Ananke – One Page Parallax WordPress Theme Anant – Creative Elementor Theme Anarkali - Fashion Shop WooCommerce Elementor Theme Anayoga – Yoga Teacher & Studio Elementor Template Kit Ancora | Tattoo Salon & Shop WordPress Theme Andaman – Creative & Business WordPress Theme Andaman – Creative & Business WordPress Theme Anders – Design Portfolio WordPress Theme Andier – Responsive One & Multi Page Portfolio Theme