Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » Mimpi Baru dari Babat Toman

Mimpi Baru dari Babat Toman

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
  • visibility 1.045
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,  – Di Babat Toman, sebuah kecamatan yang kadang terdengar sunyi tapi penuh sensasi, ada satu nama yang bikin warga makin semangat bangun pagi, sosok itu adalah Heru Kharisma, Camat Babat Toman.

Bukan karena dia bagi-bagi sembako atau tiba-tiba jadi host acara dangdut RT, tapi karena gaya kepemimpinannya yang lincah kayak motor matic baru diservis. Masih muda, otaknya encer, senyumnya ramah, dan kalau jalan ke desa, warga bilang. “Ini baru camat, bukan cuma tanda tangan doang tapi juga tahu bau lumpur sawah!”

Suatu Rabu pagi yang cerah -cerahnya bukan karena matahari, tapi karena karyawan Dinkominfo lagi semangat ngopi. Camat Heru muncul di Live Podcast Gema Randik, program yang biasanya jadi latar suara kalau tukang fotokopi lagi ngantuk. Tapi kali ini beda. Semua telinga mendadak fokus. Bahkan Pak RW yang biasanya tidur di pos ronda, bangun dan pasang headset.

“Jabatan itu amanah,” kata Heru membuka siaran, “bukan sekadar posisi, tapi panggilan jiwa.”
Kalimatnya mantap, tapi gaya bicaranya tetap santai, kayak ngobrol sambil ngaduk teh manis di warung Uwak Sumi.

Ia bercerita soal perjalanan hidupnya dari bawah. Dulu cuma staf yang disuruh-suruh bikin kopi dan nganter berkas. Sekarang? Ya tetap bikin kopi, tapi sambil tanda tangan SK dan jadi bintang podcast.

“Jangan kira camat itu cuma duduk di balik meja. Saya ini ikut ronda, gotong royong, kadang ikut nyabutin rumput juga. Waktu warga nikah, saya ikut ngerapihin kursi. Waktu warga panen, saya ikut nyicip hasilnya,” katanya sambil ngakak.

Ema Ariani dari Dinkominfo yang duduk di sebelah, sempat nanya dengan mata melotot penasaran, “Pak, nyabutin rumput itu acara simbolis atau beneran?”

Heru jawab santai, “Lho ya beneran. Kalau simbolis, biasanya cuma pura-pura siram bunga lima detik. Ini saya sampai ketemu cacing beneran, Mbak.”

Lanjut bicara soal potensi kecamatan, Heru bilang Babat Toman itu ibarat kulkas penuh makanan  dari hasil pertanian, perikanan, sampai jajanan khas desa.

“Di satu desa ada kopi enak, di desa lain keripik pisang jantungnya bisa bikin orang kota lupa diet. UMKM kita ini lincah. Tinggal didampingi, dikasih akses pasar, dan jangan dikasih janji doang kayak mantan.”

Rencana pengembangan wisata desa juga jadi sorotan. “Bayangin kalau Babat Toman punya desa wisata yang bisa narik pengunjung. Bisa selfie di sawah, naik perahu di sungai, pulangnya bawa oleh-oleh. Ini bukan mimpi, ini peluang,” ucapnya sambil gaya presenter traveling.

Podcast makin panas, bukan karena cuaca, tapi karena Heru makin ngelantur dengan ide-ide segar. “Kita harus kerja bareng. Pemerintah gak bisa sendiri. Warga harus dilibatkan. Dunia usaha diajak ngomong. Jangan kayak grup WhatsApp keluarga yang isinya cuma stiker dan ucapan ulang tahun.”

Menjelang akhir sesi, Heru pun menutup dengan gaya khasnya  sederhana tapi bikin senyum. “Kalau kita kompak, Babat Toman bisa lari kencang. Kayak lomba karung tapi semua peserta gak jatuh. Intinya: kerja bareng, jangan saling jegal.”

Ema dari Kominfo mengangguk-angguk puas. “Pemimpin model begini yang kita butuhkan. Gak hanya bisa rapat, tapi juga bisa nyambung ngobrol sama rakyat. Dan bisa lucu pula bonus!”

Podcast berakhir. Tapi kesan dari Camat Heru tetap lengket di kepala pendengar. Muda, cerdas, dan bersahaja. Bisa ngomong serius tanpa bikin ngantuk, bisa bercanda tanpa kehilangan isi. Kalau semua pemimpin kayak Heru, mungkin yang demo-demo di jalan bakal berubah jadi flash mob atau pentas pantun.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK  Kumpulkan  Kepala OPD Prov.Sumsel, Ada Apa ?

    KPK  Kumpulkan  Kepala OPD Prov.Sumsel, Ada Apa ?

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Program pemberantasan korupsi terintegrasi dan sektor strategis pada Pemerintahan di Provinsi Sumsel.

  • eIQ Sebut Lebih 250 Juta Orang di Indonesia Cepat Beradaptasi dengan Taxi Online

    eIQ Sebut Lebih 250 Juta Orang di Indonesia Cepat Beradaptasi dengan Taxi Online

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Mana yang menjadi pilihan orang Indonesia.

  • Buka PKD di PMII, Ketua ISNU Pesan Ini

    Buka PKD di PMII, Ketua ISNU Pesan Ini

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    KETUA Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Kota Palembang, Ratu Dewa menaruh harapan kepada para kader PMII, salah satunya untuk dapat terus mengedepankan idealisme. Hal tersebut dikatakannya saat hadir serta membuka langsung  Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Palembang, di Kantor PWNU Sumsel, Kamis 24 September 2020. “Ini ada jenjangnya, […]

  • Muba Bakal Gelar Ranggonang Off-Road Challenge

    Muba Bakal Gelar Ranggonang Off-Road Challenge

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.329
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin akan menggelar Kejuaraan Daerah Ranggonang Off-Road Challenge dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bumi Serasan Sekate ke-63 dan HUT TNI ke-74, pada tanggal 11-13 Oktober 2019 mendatang di Sirkuit Taman Selarai Sekayu. Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi bersama Organisasi Perangkat Daerah dan instansi terkait, di Ruang Rapat Randik Setda […]

  • Pemberlakuan Prokes Ketat dan PPKM, Tidak Ada Provinsi Level 4 di Luar Jawa-Bali

    Pemberlakuan Prokes Ketat dan PPKM, Tidak Ada Provinsi Level 4 di Luar Jawa-Bali

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, meskipun periode Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali diberlakukan selama dua pekan, pemerintah melakukan asesmen setiap minggu. “Evaluasi PPKM di Luar Jawa-Bali ini diberlakukan masih dalam dua pekan, artinya PPKM luar Jawa-Bali adalah perpanjangannya tanggal 7 sampai 20 September 2021,” ujarnya dalam Keterangan Pers mengenai […]

  • disdukcapil-KTP-Elektronik

    Hi..hi, Gak Ada KTP Surat Keterangan pun Jadi

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    Miris nian memang, ternyata warga Palembang masih banyak yang tidak memiliki e-KTP. Berdasarkan data yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Palembang, hingga 4 Oktober 2017, sebanyak 45. 668 Surat Keterangan (Suket) pengganti e-KTP yang diterbitkan.

expand_less
WordPress Archive Florian – Responsive Personal WordPress Blog Theme Floristy – Florist & Flower Boutique Elementor Template Kit Floury Cake & Pastry Elementor Template Kit Flow – Creative Blog WordPress Theme Flow-Flow – WordPress Social Stream Plugin Flow Gallery – Multimedia Gallery WordPress Plugin Flowto – Startup & SaaS WordPress Theme Flowtrist – Flower Boutique & Florist Elementor Template Kit Floy – Interior Design & Architecture Elementor template kit Fluent Boards Pro