Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » OKI Terkini » Bupati OKI Ngajak Perusahaan Patungan Bantu Rakyat, Nggak Harus Banyak, Yang Penting Berasa!

Bupati OKI Ngajak Perusahaan Patungan Bantu Rakyat, Nggak Harus Banyak, Yang Penting Berasa!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
  • visibility 1.041
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Punya bisnis gede di daerah? Cuan lancar? Mantap! Tapi, jangan lupa, ada warga sekitar yang juga butuh perhatian. Jalanan rusak, akses susah, tapi perusahaan tetap jalan terus. Nah, kalau yang gede-gede ini bisa sedikit berbagi, bukankah hidup jadi lebih asik dan sama-sama enak?

Makanya, ajakan buat gotong royong ini bukan sekadar omongan doang. Ini soal gimana perusahaan bisa nunjukin kalau keberadaan mereka bukan cuma buat kepentingan sendiri, tapi juga buat masyarakat sekitar. “Bro, kita kan hidup bareng-bareng. Kalau ada kesulitan di sekitar wilayah operasional, ya ayo bantu!” Begitulah kira-kira pesan yang disampaikan dalam kunjungan ke Kecamatan Air Sugihan, Jumat (14/3/2025). Banyak perusahaan gede di situ, dan kalau mereka bisa turun tangan, sekecil apa pun kontribusinya, warga pasti lebih merasakan manfaatnya.

Menurut beliau, kalau kawasan industri dan masyarakatnya bisa akur, semua bakal enak. Bisnis tetap lancar, masyarakat juga happy karena merasa diperhatiin. “Kita sih seneng kalau ada investasi masuk. Itu bagus buat ekonomi. Tapi ya masa rakyat sekitar malah kesusahan? Kan nggak etis,” tegasnya. Ini menarik, karena sering kali kita mendengar retorika bahwa investasi itu penting untuk pertumbuhan ekonomi. Tapi, pertanyaannya, pertumbuhan ekonomi buat siapa? Kalau cuma buat segelintir orang sementara masyarakat sekitar tetap susah, ya percuma. Makanya, yang ditekankan di sini bukan cuma investasi, tapi investasi yang adil dan inklusif.

Salah satu problem yang sering dikeluhin warga di Air Sugihan adalah infrastruktur jalan yang masih acak-acakan. Bupati Muchendi nggak ragu buat nyentil perusahaan-perusahaan besar yang ada di situ, mulai dari OKI Pulp, SAML, BHP, sampai perusahaan lain yang beroperasi di wilayah itu. Ini jadi contoh konkret bagaimana pemimpin harus berani menegur pihak swasta yang lalai. Karena kalau dibiarkan, lama-lama masyarakat bakal skeptis dan merasa ditinggalkan. Padahal, seharusnya ada sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan kondisi yang lebih baik buat semua.

“Gini, saya nggak maksa kalian buat bangun jalan sepanjang jalan tol. Tapi satu-dua kilometer aja, biar warga bisa ngerasain manfaat dari keberadaan kalian di sini. Masyarakat nggak minta yang muluk-muluk kok, yang penting bisa lewat dengan nyaman,” cetusnya. Ini poin yang menarik, karena sering kali yang dibutuhkan rakyat bukan sesuatu yang wah atau bombastis. Kadang, solusi sederhana yang konkret jauh lebih berharga daripada janji-janji besar yang nggak pernah terealisasi.

Bupati Muchendi juga ngasih bocoran kalau anggaran pemerintah daerah lagi pas-pasan. “Lagi defisit, bro! Pemerintah pusat dan daerah harus ngirit. Jadi, kalau ada perusahaan yang bisa turun tangan bantu masyarakat, itu lebih kece daripada cuma nunggu bantuan dari atas,” jelasnya. Nah, ini yang sering jadi problem di banyak daerah. Pemerintah daerah sering kali terbentur keterbatasan anggaran, sementara di sisi lain, perusahaan punya dana besar tapi enggan berbagi. Padahal, kalau ada kerja sama yang baik, dampaknya bakal lebih luas. Model kemitraan seperti ini bisa jadi solusi buat banyak daerah lain di Indonesia yang mengalami kondisi serupa.

Bukan cuma soal jalan, beliau juga ngebahas tentang tenaga kerja lokal. “Logikanya gini, kalau kalian beroperasi di daerah ini, ya mestinya yang kerja juga orang sini. Jangan sampai masyarakat cuma kebagian debunya doang,” sindirnya dengan nada santai tapi penuh makna. Ini juga jadi masalah klasik di banyak daerah industri. Perusahaan datang, mengeruk sumber daya, tapi tenaga kerja malah diambil dari luar daerah. Padahal, kalau mereka lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal, masyarakat bakal lebih menerima keberadaan mereka dan konflik sosial bisa diminimalkan.

Di sisi lain, Kepala Desa Marga Tani, Agus Nugroho, juga nggak mau ketinggalan buat nyampein uneg-uneg warganya. “Kita nggak nuntut jalan harus diaspal kayak di kota. Pokoknya jangan sampai becek parah atau berlumpur sampai susah dilewatin. Lagian, jalan itu juga dipake perusahaan buat angkut hasil kebunnya, kan?” ujarnya dengan ekspresi penuh harap. Ini menarik, karena kadang kita terlalu fokus pada solusi besar, padahal yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi yang masuk akal dan aplikatif. Nggak harus jalan tol mulus, yang penting bisa dipakai dengan nyaman tanpa menyusahkan orang.

Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, diharapkan pembangunan di Kabupaten OKI bisa lebih ngebut. Yang penting semua dapat manfaat, bukan cuma satu pihak doang. Nah, kalau begini, kan asik! Masyarakat happy, perusahaan jalan, pemerintah tenang. Gas terus, Bang Bupati! Yang lain kapan nyusul?[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencerahan dari Istri Gubernur untuk Kaum Hawa Desa Pajar Bakti

    Pencerahan dari Istri Gubernur untuk Kaum Hawa Desa Pajar Bakti

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.421
    • 0Komentar

    “Hal ini baik untuk deteksi dini bagi kita kaum wanita guna mengetahui apakah kita terinveksi kanker leher rahim atau tidak, karena lebih baik mencegah sedari awal ketimbang mengobati,”

  • Apa Arti Besar Kepala? Ternyata Bukan Ukuran Kepala Manusia

    Apa Arti Besar Kepala? Ternyata Bukan Ukuran Kepala Manusia

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada satu ungkapan yang sering muncul setelah seseorang meraih keberhasilan, mungkin saya salah satunya. Nama saya “besar kepala.” Tenang dulu. Saya bukan penyakit yang membuat ukuran kepala seseorang bertambah. Saya juga bukan akibat terlalu sering memakai topi. Saya hanyalah sebuah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan sifat seseorang ketika merasa dirinya paling […]

  • Cegah Wadah PMK, Pemerintah Atur Lalu Lintas Ternak

    Cegah Wadah PMK, Pemerintah Atur Lalu Lintas Ternak

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 551
    • 0Komentar

    SEBAGAI upaya penanganan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK), pemerintah mengatur lalu lintas ternak agar penyalurannya dapat dipantau. Langkah itu diambil untuk menjaga ketersediaan dan pasokan ternak, terutama jelang Iduladha 2022. “Dengan pengendalian lalu lintas hewan rentan PMK, kita dapat mempertahankan pulau atau wilayah yang masih bebas PMK agar tetap terjaga dan terbebas dari […]

  • HUT ke-21 Kota Lubuk Linggau, Gubernur Sumsel : “ Pak Nanan Mampu Kendalikan Medannya..”

    HUT ke-21 Kota Lubuk Linggau, Gubernur Sumsel : “ Pak Nanan Mampu Kendalikan Medannya..”

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.692
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lubuk Linggau – Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-21 Kota Lubuk Linggau di Kantor DPRD Kota berlangsung kemarin. Dalam rangkaian HUT Ke-21 Kota Lubuk Linggau, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru memulai rangkaian kunjungan kerjanya dengan meresmikan langsung Gedung Kantor, […]

  • Inovasi Kilang Plaju Pertamina Bawa Tiga Penghargaan dari China, Berawal dari Tantangan Produksi LSFO

    Inovasi Kilang Plaju Pertamina Bawa Tiga Penghargaan dari China, Berawal dari Tantangan Produksi LSFO

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebuah persoalan yang muncul dalam proses pengolahan di Kilang Plaju justru membuka jalan bagi lahirnya inovasi yang mendapat pengakuan di Tingkat Internasional. Tim inovasi dari Kilang Plaju, PT Pertamina Patra Niaga, membawa inovasi pengolahan Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) ke ajang 12th International Exhibition of Inventions (IEI) 2026 di Guangzhou, China. Hasilnya, inovasi tersebut […]

  • Pasca Kebakaran Kantor Dukcapil, Dihadapan Wawako Begini Cerita Kadis-nya

    Pasca Kebakaran Kantor Dukcapil, Dihadapan Wawako Begini Cerita Kadis-nya

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda meninjau langsung dampak dan kerusakan yang terjadi paska kebakaran Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang terletak di Jalan Demang Lebar Daun mengalami musibah kebakaran. Tampak kaca lantai 2 gedung pecah akibat panas dan upaya pemadaman, tembok sedikit bercak hitam akibat gosong terbakar api, serta busa dan air yang […]

expand_less
WordPress Archive Coppola – Movie and Film Production WordPress Theme Coprot – Factory & Industrial Elementor Template Kit CopyGen – AI Writer & Copywriting Landing Page WordPress Theme Corano – Jewellery Theme for WooCommerce WordPress Core Minimalist Photography Portfolio Coreconsult – Big Industry & Business Consulting WordPress Theme Corino – Liquor Online Store WooCommerce Theme Corn – Medical Prevention Elementor Template Kit Corner – Construction & Building Elementor Template Kit Cornerstone Addon – Progress Bars Ultimate DZS