Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Alhamdullilah, Kemenag & DPR sepakat, BPIH 1446 H/2025 M turun,Jemaah Bayar Rerata Rp55,43 Juta

Alhamdullilah, Kemenag & DPR sepakat, BPIH 1446 H/2025 M turun,Jemaah Bayar Rerata Rp55,43 Juta

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
  • visibility 1.246
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, –  Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR hari ini menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1446 H/2025 M turun jika dibandingkan dengan biaya haji 2024. Kesepakatan ini dirumuskan dalam Rapat Kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta.

Rapat kerja dipimpin Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang. Hadir, Menag Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Muhammad Irfan, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, serta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief dan jajarannya.

Raker menyepakati besaran BPIH untuk setiap jemaah haji reguler rata-rata sebesar Rp89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266,67. “Rerata BPIH tahun 1446 H/2025 M sebesar Rp89.410.258,79. Biaya ini turun dibanding rerata BPIH 2024 yang mencapai Rp93.410.286,00,” terang Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (6/1/2024).

BPIH terdiri atas dua komponen. Pertama, komponen yang dibayar langsung oleh jemaah haji atau disebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Kedua, komponen Nilai Manfaat yang bersumbar dari hasil optimalisasi dana setoran awal jemaah haji. Penurunan BPIH berdampak pada turunnya Bipih yang harus dibayar jemaah dan Nilai Manfaat yang dialokasikan dari hasil optimalisasi setoran awal jemaah.

“Bipih yang dibayar jemaah, rata-rata sebesar Rp55.431.750,78 atau 62% dari total BPIH 2025. Sisanya yang sebesar 38% atau rata-rata sebesar Rp33.978.508,01 dialokasikan dari nilai manfaat,” sebut Menag.

Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa pengesahan hasil Raker dengan Komisi VIII DPR ini akan menjadi dasar bagi Presiden Prabowo Subiyanto untuk menetapkan BPIH. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Pasal 48 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, bahwa besaran BPIH ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Agama setelah mendapat persetujuan DPR RI.

Indonesia pada 2025 mendapatkan 221.000 kuota. Jumlah ini terdiri atas 201.063 jemaah reguler murni, 1.572 petugas haji daerah, dan 685 adalah pembimbing KBIHU. 17.680 jemaah haji khusus

Apresiasi DPR

Mewakili Pemerintah, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR. Meski dalam masa reses, para wakil rakyat terus bekerja untuk memberikan yang terbaik kepada jemaah.

“Kami dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Komisi VIII DPR,” terang Menag.

 

Menurutnya, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah disepakati sesuai dengan harapan pemerintah sejak awal. BPIH ini juga merupakan harapan Presiden Prabowo Subiyanto yang mengobsesikan agar calon jemaah haji diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dengan biaya lebih murah, ketika itu dimungkinakn.

“Alhamdulilah pada kesempatan kali ini terwujud,” sebut Menag.

“Pada kesempatan lain, BPKH juga mendapat kesempatan yang baik karena nilai manfaat yang bisa diberikan kepada calon jemaah haji kita tidak sebesar tahun lalu. Artinya ada penghematan,” sambungnya.

Total nilai manfaat yang disepakati untuk digunakan pada penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M sebesar Rp6.831.820.756.658,34. Angka ini lebih kecil sebesar Rp1.368.219.881.908,86 jika dibandingkan dengan nilai manfaat yang digunakan pada operasional haji 2024, sebesar Rp8.200.040.638.567,20.

“Atas nama pemerintah, kami bersama Ketua BP HAJI menyampaikan terima kasih setinggi tingginya. Harapan kita menjadi harapan masyarakat juga. Kami memohon kepada Allah, perjuangan ini bisa diterima baik oleh semua pihak, termasuk masyarakat kita yang akan berhaji,” papar Menag.

Menag yakin penurunan biaya haji ini akan disambut baik oleh masyarakat. Namun, Menag juga berharap masyarakat tidak hanya tersenyum pada Januari 2024, saat mendengar biaya haji tahun ini turun. Lebih dari itu, kata Menag, pemerintah akan terus berupaya agar jemaah juga tersenyum pada saat penyelenggaraan haji di Juni mendatang.

“Kita ingin bukan hanya tersenyum di Januari tapi juga tersenyum di bulan Juni pada saat penyelenggaraan ibadah haji tidak ada kekurangan berarti yang dialami jemaah,” harap Menag.

Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR hari ini menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1446 H/2025 M turun jika dibandingkan dengan biaya haji 2024. Kesepakatan ini dirumuskan dalam Rapat Kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta.

Rapat kerja dipimpin Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang. Hadir, Menag Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Muhammad Irfan, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, serta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief dan jajarannya.

Raker menyepakati besaran BPIH untuk setiap jemaah haji reguler rata-rata sebesar Rp89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266,67. “Rerata BPIH tahun 1446 H/2025 M sebesar Rp89.410.258,79. Biaya ini turun dibanding rerata BPIH 2024 yang mencapai Rp93.410.286,00,” terang Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (6/1/2024).

 

BPIH terdiri atas dua komponen. Pertama, komponen yang dibayar langsung oleh jemaah haji atau disebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Kedua, komponen Nilai Manfaat yang bersumbar dari hasil optimalisasi dana setoran awal jemaah haji. Penurunan BPIH berdampak pada turunnya Bipih yang harus dibayar jemaah dan Nilai Manfaat yang dialokasikan dari hasil optimalisasi setoran awal jemaah.

“Bipih yang dibayar jemaah, rata-rata sebesar Rp55.431.750,78 atau 62% dari total BPIH 2025. Sisanya yang sebesar 38% atau rata-rata sebesar Rp33.978.508,01 dialokasikan dari nilai manfaat,” sebut Menag.

Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa pengesahan hasil Raker dengan Komisi VIII DPR ini akan menjadi dasar bagi Presiden Prabowo Subiyanto untuk menetapkan BPIH. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Pasal 48 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, bahwa besaran BPIH ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Agama setelah mendapat persetujuan DPR RI.

Indonesia pada 2025 mendapatkan 221.000 kuota. Jumlah ini terdiri atas 201.063 jemaah reguler murni, 1.572 petugas haji daerah, dan 685 adalah pembimbing KBIHU. 17.680 jemaah haji khusus

Apresiasi DPR

Mewakili Pemerintah, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR. Meski dalam masa reses, para wakil rakyat terus bekerja untuk memberikan yang terbaik kepada jemaah.

“Kami dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Komisi VIII DPR,” terang Menag.

 

Menurutnya, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah disepakati sesuai dengan harapan pemerintah sejak awal. BPIH ini juga merupakan harapan Presiden Prabowo Subiyanto yang mengobsesikan agar calon jemaah haji diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dengan biaya lebih murah, ketika itu dimungkinakn.

“Alhamdulilah pada kesempatan kali ini terwujud,” sebut Menag.

“Pada kesempatan lain, BPKH juga mendapat kesempatan yang baik karena nilai manfaat yang bisa diberikan kepada calon jemaah haji kita tidak sebesar tahun lalu. Artinya ada penghematan,” sambungnya.

Total nilai manfaat yang disepakati untuk digunakan pada penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M sebesar Rp6.831.820.756.658,34. Angka ini lebih kecil sebesar Rp1.368.219.881.908,86 jika dibandingkan dengan nilai manfaat yang digunakan pada operasional haji 2024, sebesar Rp8.200.040.638.567,20.

“Atas nama pemerintah, kami bersama Ketua BP HAJI menyampaikan terima kasih setinggi tingginya. Harapan kita menjadi harapan masyarakat juga. Kami memohon kepada Allah, perjuangan ini bisa diterima baik oleh semua pihak, termasuk masyarakat kita yang akan berhaji,” papar Menag.

Menag yakin penurunan biaya haji ini akan disambut baik oleh masyarakat. Namun, Menag juga berharap masyarakat tidak hanya tersenyum pada Januari 2024, saat mendengar biaya haji tahun ini turun. Lebih dari itu, kata Menag, pemerintah akan terus berupaya agar jemaah juga tersenyum pada saat penyelenggaraan haji di Juni mendatang.

“Kita ingin bukan hanya tersenyum di Januari tapi juga tersenyum di bulan Juni pada saat penyelenggaraan ibadah haji tidak ada kekurangan berarti yang dialami jemaah,” harap Menag.[***]/kemenag

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padamkan Titik Api, BPBD Klaim Seminggu Ini Lakukan 521 Kali Waterbooming, 18 Kali TMC

    Padamkan Titik Api, BPBD Klaim Seminggu Ini Lakukan 521 Kali Waterbooming, 18 Kali TMC

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Prov. Sumsel mengklaim hampir seminggu ini [28 Sept- 3 Okt 2019] telah melakukan waterbooming sebanyak 521 kali, sementara Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebanyak 18 kali. Hal tersebut guna memadamkan titik api yang menyebabkannya terjadinya kebakaran hutan lahan dan kebun di Sumsel. Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori pasca hujan […]

  • Dikasih Wejangan Kak Seto Tentang Didik Anak, Ini Respon Kaum Hawa d Muba

    Dikasih Wejangan Kak Seto Tentang Didik Anak, Ini Respon Kaum Hawa d Muba

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.253
    • 0Komentar

    RANGKAIAN Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ke 63 dan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kabupaten, Pemkab Muba melalui DPPPA Kabupaten Muba menggelar Seminar Sehari bersama DR Seto Mulyadi SPsi MPsi, dengan tema “Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak”. Seminar dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza […]

  • Nihil Penambahan Kasus Covid -19 di Muba

    Nihil Penambahan Kasus Covid -19 di Muba

    • calendar_month Senin, 4 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 726
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (4/1/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus COVID-19.  “Tidak ada penambahan kasus per 4 Januari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP.  Diketahui, hingga 4 Januari 2021 ada sebanyak 737 kasus diantaranya 631 kasus sembuh, 76 masih dirawat, dan 30 kasus meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan data […]

  • Kasus Varian Baru Harus Jadi Peringatan Bagi Masyarakat

    Kasus Varian Baru Harus Jadi Peringatan Bagi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 17 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    PENEMUAN kasus Omicron pertama menjadi peringatan bahwa kita harus tetap waspada dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan, tanpa perlu khawatir berlebihan. Protokol kesehatan (prokes) menjadi sarana pencegahan yang mudah dan murah untuk dilakukan masyarakat. “Kondisi kasus yang cenderung baik seyogyanya tidak membuat kita abai dan lengah menerapkan protokol kesehatan. Mengingat besarnya dampak yang terjadi akibat lonjakan […]

  • Beri Kuliah Umum di UBD,   Gubernur Ingatkan,  Jangan  Pernah Takut dengan Kegagalan 

    Beri Kuliah Umum di UBD, Gubernur Ingatkan, Jangan  Pernah Takut dengan Kegagalan 

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 660
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru mengaku mendapat kehormatan diberi kesempatan untuk  memberikan kuliah umum bagi mahasiswa baru di Universitas Bina Darma (UBD) Palembang. Baginya kegiatan kuliah umum adalah salah satu kegiatan produktif bagi institusi pendidikan. “Saya mendapatkan kehormatan dan kepercayaan untuk bisa memberikan materi kuliah umum bagi mahasiswa baru UBD. Kegiatan hari ini merupakan […]

  • Pandemi, Tari pun Kolaborasi Mentas Daring

    Pandemi, Tari pun Kolaborasi Mentas Daring

    • calendar_month Kamis, 10 Jun 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 4.202
    • 0Komentar

    Komunitas tari Saudance menggelar nonton bareng (Nobar) karya virtual “Dari Pustaka Rumahku”, di Rumah Sintas Palembang. Karya virtual yang ditayangkan melalui Youtube Premiere di kanal Saudance.Idn, Jumat (11/06) Pukul 19:30 WIB ini, merupakan rangkaian kegiatan Festival Bulan Juni yang diselenggarakan sejumlah komunitas di Palembang. Dalam kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan mengundang kalangan terbatas […]

expand_less
WordPress Archive Gat – Gun & Weapon Store WordPress Theme Gatech Cyber Security & IT Management Elementor Template Kit Gauch – IT Services & Digital Business Agency Elementor WordPress Theme Gaudy – Dark Digital Agency Elementor Template Kit Gaveall Charity Elementor Template Kit Gavello – Captivating Minimalist Blog WordPress Theme Gazek – Agency Portfolio Elementor Template Kit Gazek – Customer Review WordPress Theme GDN Magazine Theme Gear HTML5 Audio Player