Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Indonesia vs Bahrain: Dari Lapangan ke Ruang Politik

Indonesia vs Bahrain: Dari Lapangan ke Ruang Politik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
  • visibility 1.637
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA tentang sepak bola memang tidak ada habisnya. Tidak berlebihan rasanya ketika olahraga dan permainan yang satu ini menjadi olahraga paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Tidak hanya di kota, di pelosok-pelosok desa-pun olahraga ini menjadi yang paling ramai dan banyak digemari oleh masyarakat kita.

 

Olahraga yang satu ini terbilang unik dan menarik, selain memang dapat menghadirkan antusias dan massa yang besar. Olahraga rakyat satu ini juga dapat melahirkan berbagai kisah unik dan dapat menyentuh berbagai aspek, termasuk dalam ranah yang bersifat politis. Sepak bola dapat menjadi alat pemersatu, atau bahkan sebaliknya dapat menjadi penyebab timbulnya konflik, baik pada tingkat masyarakat paling bawah atau sampai menyebabkan ketegangan antar negara sekalipun.

 

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dibuat marah dengan kepemimpinan wasit saat pertandingan Indonesia vs Bahrain pada tanggal 10 oktober yang lalu. Bagaimana tidak, keputusan wasit memperpanjang durasi waktu pertandingan yang seharusnya selesai pada menit ke 96, justru dibiarkan sampai Indonesia kebobolan pada menit ke 99. Tentu keputusan ini sangat merugikan Timnas Indonesia yang sebelumnya sudah unggul dengan skor 2-1.

 

Tindakan wasit tersebut mendapat berbagai kecaman dari masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat mencaci maki dan memenuhi kolom komentar akun-akun instagram yang berhubungan dengan Timnas Bahrain, AFC, FIFA, dan bahkan sampai menyebabkan akun instagram wasit Ahmed Al Kaf menghilang dari kolom pencarian. Merupakan respon wajar dari masyarakat sebagai bentuk protes atas kepemimpinan wasit yang dianggap tidak wajar dan merugikan Timnas Indonesia.

 

Gengsi Jika Kalah dari Indonesia

Tahun ini menjadi kesempatan emas bagi Timnas Indonesia untuk bisa lolos ke piala dunia, sebab jika berhasil mengalahkan Bahrain peluang Indonesia untuk dapat merasakan atmosfer berlaga di piala dunia semakin terbuka lebar. Apalagi saat ini, skuad Timnas Indonesia diisi oleh pemain-pemain yang berkualitas. Sedangkan bagi Bahrain, kekalahan dari Timnas Indonesia justru merupakan mimpi buruk yang memalukan.

 

Perbedaan peringkat antara Indonesia dan Bahrain yang terpaut cukup jauh, yaitu peringkat 129 bagi Indonesia, sedangkan Bahrain berada di peringkat 76, tentunya menyebabkan Timnas Bahrain seolah-olah berada di atas awan. Apalagi pada pertandingan sebelumnya Timnas Indonesia dapat dikalahkan secara melakukan dengan skor akhir 10-0 pada kualifikasi piala dunia 2014, tepatnya pada 29 februari 2012. Sehingga bukan hal aneh jika mereka mati-matian agar tidak kalah dari Timnas Indonesia.

 

Dapat Menyebabkan Kebencian Etnis

Di dalam sepak bola, tidak hanya sebatas ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga sebelum dan sesudahnya. Melihat respon atas kekecewaan masyarakat Indonesia, khususnya di sosial media, dapat menyebabkan kebencian atas etnis tertentu di Indonesia semakin meluap. Negara Bahrain dan wasit yang berasal dari Oman secara etnis mayoritas diisi oleh bangsa Arab.

 

Melihat fenomena di Indonesia sekarang, isu etnis Arab ini dapat menyebabkan ketegangan di dalam masyarakat. Tim lawan dan wasit yang sama-masa berasal dari timur tengah dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memupuk rasa kebencian terhadap orang Arab. Apalagi saat ini sedang ramainya tentang isu Habib di Indonesia, yang bagi sebagian kelompok dianggap bukan merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

 

Lebih jauh, jika rasa kebencian terhadap orang Arab ini semakin besar, maka dapat memungkinkan terjadinya ambivalensi Islam dalam masyarakat Indonesia, karena bagi masyarakat awam, Arab secara umum merupakan representasi dari Islam.

 

Dampaknya Bagi Masa Depan Politik Indonesia

Isu yang berasal dari sepak bola ini tidak boleh dianggap remeh. Sepak bola memiliki penggemar yang sangat besar di Indonesia, artinya ada mobilisasi massa yang mungkin dapat dilakukan. Dalam kajian ilmu politik, jumlah massa yang besar dan kemampuan untuk memobilisasinya adalah anugrah bagi setiap pihak yang sedang memperebutkan kekuasaan.

 

Melihat pilpres 2024 yang lalu, ketika salah satu calon Presiden, yaitu Anies Baswedan diterpa isu sebagai bukan asli pribumi hanya karena mempunyai garis keturunan dari Yaman yang mayoritas masyarakatnya adalah etnis Arab. Isu ini ramai diangkat ketika pilpres yang lalu, tentu saja tujuannya adalah untuk menurunkan elektabilitas calon. Terbukti Anies Baswedan kalah pada pilpres 2024.[***]

 

Oleh: Ibrayoga Rizki Perdana, S.A.P

Mahasiswa Magister Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Wujudkan Sumsel Mandiri Pangan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    Gubernur Wujudkan Sumsel Mandiri Pangan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 13 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 938
    • 0Komentar

    UNTUK meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru bakal melaunching program Sumsel Mandiri Pangan pada akhir November 2021 ini. Dijelaskan Herman Deru, Program Sumsel Mandiri Pangan merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya yakin, program Sumsel Mandiri Pangan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumsel,” ungkapnya di Masjid Taqwa […]

  • Satpol PP Banyuasin Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

    Satpol PP Banyuasin Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.164
    • 0Komentar

    KEPALA Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuasin H. Indra Hadi dengan tegas mengatakan mulai hari ini perda tentang kawasan tanpa rokok di kawasan Pemerintah Kabupaten Banyuasin mulai di berlakukan, adapun tempat yang di utamakan dalam perda nomor 3 tahun 2016 tentang kawasan tanpa rokok ialah: a. Pelayanan Kesehatan b. Tempat Proses belajar […]

  • Bupati Banyuasin Jadi Wakil Ketua Bidang Kajian & Pengembangan SDM ADPMET

    Bupati Banyuasin Jadi Wakil Ketua Bidang Kajian & Pengembangan SDM ADPMET

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.977
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani masuk dalam pengurusan Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Masa Bhakti  2020-2025. Askolani dipercaya  menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan SDM bersama Gubernur Riau dan Bupati Tabalong sesuai dengan Surat Keputusan Nomor : 03/SK-DP/ADPM/I/2021 tertanggal 25 Januari 2021 di Asosiasi yang dulunya bernama Asosiasi Daerah Penghasil […]

  • Hadiri Dies Natalis, Gubernur  Bangga  Banyak Tokoh Nasional    Merupakan Alumni  FE  Unsri

    Hadiri Dies Natalis, Gubernur Bangga Banyak Tokoh Nasional Merupakan Alumni FE Unsri

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru dan Menteri BUMN RI, Erick Tohir menghadiri Dies Natalis Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya ke-61 yang digelar di Kampus FE Unsri Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (23/10). Dalam sambutan Herman Deru mengaku bangga pada FE Unsri yang telah banyak melahirkan para alumni berprestasi dan telah menduduki sejumlah posisi penting […]

  • Sumsel Masuk Nominasi Destinasi Halal ASR 2018

    Sumsel Masuk Nominasi Destinasi Halal ASR 2018

    • calendar_month Kamis, 1 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.606
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan masuk daftar nominasi destininasi halal terfavorit pada Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018. Sumsel termasuk dalam daftar 14 provinsi di Indonesia yang masuk dalam tujuan wisata halal atau ramah muslim paling favorit di Indonesia. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Irene Camelyn membenarkan kabar gembira tersebut. “Sumatera Selatan kembali bersaing […]

  • Ini Dia, Empat Calon Sekda Kabupaten Lahat Yang Mengikuti Seleksi

    Ini Dia, Empat Calon Sekda Kabupaten Lahat Yang Mengikuti Seleksi

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    PLH. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Drs. H Ahmad Najib hadir sebagai panitia pada Seleksi Jabatan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Lahatdi Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lahat, Sabtu (21/8). Ada empat pejabat yang siap diseleksi diantaranya Drs. Peterson Okki Bial sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Empat […]

expand_less
WordPress Archive Asaya – Yoga & Meditation Elementor Kit Ascen – Childcare & Kids Education WordPress Theme Asche Plugin – Coming Soon, Maintenance Mode, Login Designer Asclepius – Doctor & Medical Theme Aseona SEO Digital Marketing Elementor Template Kit Asgard – Multipurpose Messages and Social Builder AshElement-Elementor Page Builder Bundle Ashtanga – Yoga Studio WordPress Theme Ashton | Lawyer Attorney WordPress Ashton – Web hosting Elementor Template Kit