Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pengamat: Gibran tak matang dan minim kecerdasan emosional

Pengamat: Gibran tak matang dan minim kecerdasan emosional

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
  • visibility 891
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Analis politik dari Universitas Jember Muhammad Iqbal menilai calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka belum matang dan tak punya kecerdasan emosional yang memadai. Itu ia simpulkan setelah menyaksikan jalannya debat keempat Pilpres 2024 yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/01/2024) lalu.

Dalam debat tersebut, menurut Iqbal, Gibran cenderung sibuk menampilkan gimik dan menyerang personal lawan-lawan politiknya. Di lain sisi, dua cawapres lainnya–Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar–justru terlihat lebih substansial dalam beradu gagasan.

“Cara yang dilakukan Pak Mahfud dan Cak Imin itu tampak jelas sudah berupaya untuk menguasai paradigma dari kebijakan dari tema debat yang tentang pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup, agraria, pertanian, masyarakat adat dan desa. Gibran, menurut saya tidak dalam menyampaikan sudut pandang paradigma kebijakan atau level pada policy maker,” ucap Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/01/2024).

Dalam komunikasi debat, menurut Iqbal, terdapat dua strategi yang lazim digunakan, yakni komunikasi suportif dan komunikasi defensif. Komunikasi suportif lebih mendorong diskusi yang setara dan terbuka. Komunikasi defensif menonjolkan siasat menjatuhkan lawan ketimbang adu gagasan.

“Apa yang dilakukan oleh Gibran dengan lebih banyak menanyakan terminologi itu justru cenderung kepada defensif. Artinya, strategi untuk bagaimana melontarkan istilah atau terminologi yang sifatnya cenderung demonstratif, berupaya untuk menjebak Mahfud dan Muhaimin dengan beberapa pertanyaan itu,” ucap Iqbal.

Dalam salah satu segmen debat, Gibran sempat melontarkan pertanyaan mengenai greenflation atau inflasi hijau kepada Mahfud tanpa merinci penjelasan terminologi itu. Gibran juga sempat “mengolok-olok” Mahfud yang ia anggap sama sekali tak menjawab pertanyaan.

Serupa, pada segmen kelima debat, Gibran menanyakan alasan tim kampanye paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) menggaungkan soal maksimalisasi penggunaan lithium ferrophosphate (LFP) dalam baterai kendaraan listrik. Gibran juga irit penjelasan soal LFP.

Iqbal memandang taktik Gibran dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan jebakan itu menunjukkan kecongkakan. Pasalnya, Gibran terlihat seolah sudah menyiapkan gimik untuk melecehkan Mahfud dan Cak Imin di panggung debat.

“Dia banyak main gimik, tapi tim suksesnya memfabrikasi. Misalnya, soal Gibran salaman dengan Mahfud (usai debat). Itu dianggap kesopanan sebagai anak muda. Itu bagian upaya untuk mengelabui persepsi publik, untuk dikacaukan. Padahal, memang dia tidak matang secara pengalaman,” ucap Iqbal.

Iqbal melihat Mahfud terlihat memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang lebih mumpuni ketimbang para cawapres lainnya. Muhaimin tampak memperlihatkan kecerdasan situasional. Itu terlihat saat Mahfud dan Muhaimin tetap tenang saat menerima sindiran dari Gibran. Keduanya secara elegan juga bisa mengembalikan serangan Gibran dengan kritik tersirat.

“Prof Mahfud memang sempat terpancing emosi ketika ditanya greenflation. Tetapi, dia dengan kematangannya tetap sabar dan tidak mau meladeni. Gibran juga menyerang Cak Imin yang menjawab dengan contekan. Justru dengan sangat tenang dan santai, Cak Imin menjawab, ‘Iya, saya memang melihat catatan. Tapi, yang penting ini bukan catatan Mahkamah Konstitusi’,” ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, nasib bangsa ini bakal dipertaruhkan jika sosok seperti Gibran memenangi Pilpres 2024 dan dibiarkan berkuasa. Selain tak matang dan kualitas kecerdasan emosionalnya rendah, gagasan-gagasan Gibran dalam debat juga terkesan sama sekali tak menyentuh persoalan di lapangan.

“Dengan segala hormat, dia (Gibran) belum matang ketika menghadapi satu situasi yang sifatnya spontan, apalagi krisis dan chaotic. Tentu dalam sektor apa pun, kalau kualitasnya semacam itu, akan sangat dipertaruhkan masa depan bangsa ini,” kata dia.

Lebih jauh, Iqbal menganggap wajar jika performa debat Gibran berbuah sentimen negatif dan banjir kritik sebagaimana terekam di sejumlah survei pascadebat. Ia meyakini sentimen itu bakal menggerus elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran.

“Debat itu paling tidak punya pengaruh tiga sampai tujuh persen. Publik yang bersentimen negatif saya kira wajar. Secara pengalaman, Gibran memang belum cukup matang dan terlihat belum memiliki kecerdasan emosional yang matang,” kata dia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Viral di Medsos Bikin LPKBP OKI Pertanyakan Kinerja BPBD

    Sempat Viral di Medsos Bikin LPKBP OKI Pertanyakan Kinerja BPBD

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.537
    • 0Komentar

    SEBUAH ungkapan kekecewaan dan kekesalan salah satu warga terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuat LPKBP OKI Pertanyakan kinerja BPBD OKI. Kekecewaan dan kekesalan itu diungkap dalam siaran langsung akun Facebook Ata Idham Syarief, Ahad (5/7/2020), yang sebelumnya menceritakan peristiwa tenggelamnya seorang bocah usia 9 tahun di Sungai Komering […]

  • Tangan Boleh Kaku, Tapi Semangat Jangan Loyo

    Tangan Boleh Kaku, Tapi Semangat Jangan Loyo

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    KALAU cinta bisa bikin dada berdebar, maka Kejurda Bulutangkis Bupati Muba Cup 2025 bikin sekecamatan jantung sportivitas berdegup kencang. Bayangkan, GOR Ranggonang Sekayu mendadak berubah jadi arena duel bukan antara Romeo dan Juliet, tapi antara kok dan raket, antara smes dan netting, antara semangat dan keringat!. Bupati Muba, H. M. Toha, membuka turnamen ini dengan […]

  • Atlet Muba Ikutin Kejuraan Internasional Lari Gawang di Negeri Gajah Putih

    Atlet Muba Ikutin Kejuraan Internasional Lari Gawang di Negeri Gajah Putih

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    ATLET muda asal Kabupaten Musibanyuasin [Muba], Aldinda Dedek [16] bakal mengikuti kejuaraan Internasional Lari Gawang ke Negeri Gajah Putih [Thailand]. Gadis kelahiran Sekayu 25 Desember 2003 ini rencananya akan bertanding pada Juli mendatang. “Saya mohon doa warga Muba supaya nantinya bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar siswi Sekolah Olahraga Ragunan di Jakarta Selatan tersebut,”paparnya, Senin [10/6/2019]. […]

  • Aktivitas Jalan Kuda Teh Kuno Memikat Penonton dengan Pesona Abadinya

    Aktivitas Jalan Kuda Teh Kuno Memikat Penonton dengan Pesona Abadinya

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.032
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, KUNMING, Tiongkok, (GLOBE NEWSWIRE) — Yunnan Innyo Co., Ltd. dan @visityunnan telah merilis serangkaian video yang memamerkan keindahan menakjubkan Jalan Kuda Teh Kuno. Perilisan video tersebut telah menarik perhatian pemirsa di seluruh dunia. Warisan sejarah dan budaya yang mendalam dari Ancient Tea-Horse Road telah menarik imajinasi banyak penonton yang ingin menjelajahi pesonanya. Salah satu […]

  • Lalai Jalankan Excavator,1 Nyawa Melayang

    Lalai Jalankan Excavator,1 Nyawa Melayang

    • calendar_month Selasa, 18 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Doni Prisandi Gito Rollies (32) terpaksa diamanan Satpol Air Polres Musibanyuasin [Muba] pasalnya warga Dusun III,Desa Petaling Kecamatan Lais Kabupaten Muba itu lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai operator excavator. Akibat kelalainnya itu, mengakibatkan satu nyawa melayang, korban bernama Ariyanto (40) tewas ditempat. Awalnya pada, Senin (17/9/2018)  sekitar pukul 14.30 WIB di Perairan […]

  • Laju Penularan Virus Melambat, Tetap Disiplin Prokes dan Lakukan Vaksinasi

    Laju Penularan Virus Melambat, Tetap Disiplin Prokes dan Lakukan Vaksinasi

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    Pingintau.id, Data Kementerian Kesehatan per 7 Maret 2022, menunjukkan kaju penularan virus COVID-19 yang melambat. Di antaranya adalah data angka reproduksi virus (Rt) yang turun di 8 pulau besar Indonesia dan juga angka kasus harian yang turun hampir 3.500 kasus dalam sehari jadi 21.380 kasus. Walau demikian, kita harus tetap waspada dan lebih berhati-hati agar […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce LookBook – Shop by Instagram – Shoppable with Product Tags WooCommerce Lottery - WordPress Competitions and Lotteries, Lottery for WooCommerce WooCommerce Lottery – WordPress Competitions and Lotteries, Lottery for WooCommerce WooCommerce Magnifier – Image Panning with Slider WooCommerce Mailchimp Discount WooCommerce Manual Pricing – Name Your Price Plugin WooCommerce Marketplace daily deals addon plugin WooCommerce Measurement Price Calculator WooCommerce Measurement Price Calculator Plugin WooCommerce Membership Plugin