Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Frame Media dan Politik di Indonesia

Frame Media dan Politik di Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
  • visibility 1.913
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kekhawatiran banyak kalangan masyarakat terkait potensi tidak profesionalnya berita politik dalam media penyiaran negeri maupun swasta, tampaknya benar-benar terjadi. Dapat kita saksikan bersama seperti pada masa kampanye pemilihan presiden misalnya, secara kuantitas potensi dukungan media televisi kepada capres Prabowo-Hatta lebih besar dibandingkan dengan capres Jokowi-JK.  MNC TV, Global TV,  RCTI, TV ONE,  dan ANTV, dekat ke Prabowo-Hatta, sementara Metro TV ke Jokowi-JK. Yang menarik, ruang-ruang diskursif politik tidak sebatas bermodal dana kampanye yang menggunung, tetapi sekaligus oleh modal stabilitas media dalam menopang citra personal calon. Arus deras dukungan media televisi, menjadi satu magnet tersendiri, sebab siapa yang menguasai media, maka ia berpotensi menguasi suara.

Politik media adalah gerakan strategis untuk mendapatkan kemenangan yang telah digaris. Keberpihakan media dalam skala politik tentu bukan sesuatu yang instan dan tanpa sebab. Para pemangku kebijakan dalam industri media dalam hal ini pemilik media telah sejak awal menisbatkan kiprahnya dalam pusaran politik praktis. Sehingga, keberpihakan media terhadap salah satu calon, tidak ditentukan oleh nalar dan kadar profesionalitas jurnalisme, tetapi oleh kepentingan partikular pemilik media.

Di sini, media televisi terancam menjadi mobilitas politik yang mengabaikan netralitas media sebagai penghubung kepentingan publik. Memang, secara formalitas tidak ada satu pun televisi yang secara struktur mendeklarasikan dukungan kepada pihak manapun. Tetapi, porsi pemberitaan yang berlebihan adalah kunci untuk melihat bagaimana sesungguhnya dinamika televisi hari ini. Agensi (pelaku dalam industri) akan me-realy berita-berita yang sesuai dengan pilihan politik para pemilik media. Potret semacam ini tidak saja bermasalah karena terkait netralitas, tetapi oleh pemfungsian pada ‘jalan lain’ frekuensi publik yang menjadi hak publik. Berupa berita perporsional sebagai mandat konstitusional. Realitas semacam ini telah menimbulkan kontradiksi, pertama, kontradiksi yang bersumber dari media sebagai instrumen hegemoni isu dan semangat netralitas. Kedua, benturan kontradiksi berkaitan dengan aturan kepentingan publik dengan napas media yang menjadi perpanjangan tangan dari kepentingan pemilik. Kedua benturan tersebut sesungguhnya merupakan problem pelik demokratisasi media. Ketika demokrasi diberikan seluas-luasnya, justru potensi keberpihakan pada politik menjadi sangat sulit ditepis. Isu-isu politik akan digiring pada kamuflase tentang sepak terjang calon tertentu secara terus-menerus  dan pada saat yang bersamaan sangat minimalis pada kandidat yang lain.

“Dalam tulisan, Waren Breed (1955) Social control in The Newsroom , menegaskan bahwa gelombang media penyiaran pada akhirnya akan surut ketika politik telah masuk menjadi kanker kehidupan media massa, terutama televisi. Televisi menjadi sebuah black box karena sarat kepentingan politik yang turut menentukan arah  pemberitaan. Kerja televisi tidak sebatas berkutat pada proses linear, sekadar langkah-langkah kegiatan memproduksi berita. Tetapi, oleh ambisi politik salah satu kandidat yang dipaksakan.

Televisi telah menjelma menjadi dua arus besar. Pertama, televisi memainkan peran sebagai alat politik (political tool) terhadap kandidat, kemudian pada saat yang sama pendukung kritis (critical supporter) bahkan pembengkang (spoiler) terhadap  kandidat lain yang dianggap sebagai lawan. Ekspektasi ini akan mencederai gugus politik yang berkembang. Setidaknya bagi mereka yang tidak memiliki banyak dukungan dari media televisi akan berpotensi menjadi sasaran empuk instabilitas sebuah citra. Jika pada rezim Orde Baru televisi seperti RCTI, SCTV, dan Indosiar, harus mendukung penuh program pemerintah dan partai politik tertentu karena terancam oleh gerakan Represif State Aparatus, tetapi justru kini setelah semuanya bebas dan aman media menjelma menjadi penopang strategis gerakan politik.

95 kepemilikan stasiun televisi di negara berkembang selalu memiliki afiliasi dengan politik tertentu. Ini terjadi karena beberapa hal. Pertama, berpotensi menjadi suplai tambah dalam menopang pembangunan infrastruktur media. Kedua, televisi berpengaruh dalam membangun citra positif, khususnya citra kelompok dan figur yang didukung. Ketiga, jaringan televisi sangat cepat dan efektif bagi penyabaran informasi dan inovasi pemerintah untuk program pembangunan para kandidat. Untuk kategori yang kedua dan terakhir, sangat relevan untuk menujukkan proses politik yang terjadi hari ini. Keterlibatan para pemilik media dalam pusaran politik telah menciptakan irasionalitas substantif yang dapat memengaruhi diaspora berita televisi.

Pertarungan capres pada titik klimaksnya melahirkan pertarungan citra melalui televisi yang sangat ketat. Sehingga, format berita yang ditampilkan menjadi kabur. Sukar untuk membedakan di mana berita yang benar-benar mencerminkan realitas yang netral dan realitas yang penuh keberpihakan. Televisi di satu sisi menjadi instrumen demokrasi, pada sisi yang lain ia menjadi instrumen politik pragmatis. Tidak lagi berpihak pada masyarakat sebagai mandat, tetapi berpihak pada salah satu kandidat. Demokrasi politik pada akhirnya riuh oleh sentimen politik dan kebencian yang dilahirkan oleh media penyiaran.

Hal ini sekaligus menunjukkan televisi yang memiliki keberpihakan pada proses politik kandidat capres telah menjelma menjadi ruang yang berpotensi melahirkan propaganda bukan informasi yang mencerahkan. Semangat untuk menayangkan berita yang penuh dengan nilai-nilai pendidikan dan high culture berorientasi  pada kepentingan, manfaat,  idealisme berwawasan publik, pada akhirnya jauh panggang dari api. Dinamika televisi yang berada di bawah bayang-bayang kepentingan politik  telah melahirkan berbagai kontradiksi yang membentur struktur dan idealisme televisi itu sendiri sebagai  instrumen demokrasi yang paling populis.

Penulis :  Andrian Sani

Mahasiswa Prodi Ilmu Politik

FISIP UIN Raden Fatah Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditreskrimsus Polda Sumsel Ungkap Modus Truk Palsu Angkut 10 Ton Pupuk Ilegal

    Ditreskrimsus Polda Sumsel Ungkap Modus Truk Palsu Angkut 10 Ton Pupuk Ilegal

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan membongkar praktik penyelewengan pupuk bersubsidi dalam jumlah besar. Dalam operasi di Kabupaten Muara Enim, polisi mengamankan sekitar 10 ton pupuk jenis Urea dan NPK Phonska serta menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Kasus ini terungkap dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya distribusi pupuk subsidi yang tidak tepat sasaran. […]

  • Polri Berhasil Tangani 131 Kasus Garong Bansos Selama Pandemi Covid-19 Tahun Lalu

    Polri Berhasil Tangani 131 Kasus Garong Bansos Selama Pandemi Covid-19 Tahun Lalu

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    KABARESKRIM Polri, Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., mengatakan bahwa selama pandemic Covid-19 sejak tahun 2020, Polri telah berhasil menangani sebanyak 131 kasus penyelewengan bantuan sosial (Bansos). Dari sejumlah kasus tersebut, sebanyak 13 kasus tersebut telah masuk ke proses penyidikan, 35 kasus masih penyelidikan, 26 kasus dilimpahkan ke Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), dan […]

  • Bebaskan Kekuatan Gaming Terbaik dengan Penawaran Eksklusif MSI: Dapatkan Kunci Game Infinity Strash DRAGON QUEST GRATIS!

    Bebaskan Kekuatan Gaming Terbaik dengan Penawaran Eksklusif MSI: Dapatkan Kunci Game Infinity Strash DRAGON QUEST GRATIS!

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Bebaskan Kekuatan Gaming Terbaik dengan Penawaran Eksklusif MSI: Dapatkan Kunci Game Infinity Strash DRAGON QUEST GRATIS! Kasus & Komponen [Pengumuman global] Penggemar game, bersiaplah untuk membawa pengalaman bermain game Anda ke level selanjutnya dengan penawaran luar biasa dari MSI. Dari tanggal 29 September hingga 29 Oktober 2023, benamkan diri Anda dalam dunia game digital […]

  • Dua BUMD Pemprov Sumsel  Boyong Boyong Penghargaan

    Dua BUMD Pemprov Sumsel  Boyong Boyong Penghargaan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.611
    • 0Komentar

    DUA Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumsel agar memberikan kontribusi yang optimal terhadap pembangunan daerah mencapai hasil yang cukup maksimal sehingga mendapatkan penghargaan sebagai TOP Pembina BUMD 2020 dalam ajang TOP BUMD Awards 2020 yang digelar di The Sultan Hotel Jakarta, beberapa waktu lalu. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Gubernur H. Mawardi Yahya. “Kedepan […]

  • Sosialisasi Kesadaran Bela Negara untuk Kaum Milenial

    Sosialisasi Kesadaran Bela Negara untuk Kaum Milenial

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    TIM Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN), Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), Pola Asuh, dan Simulasi di Joglo Griya Agung, Rabu (23/10). Sosialisasi tersebut dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Febrita Lustia Herman Deru atau akrab disapa Feby Deru. Kegiatan ini diikuti sebanyak 51 orang […]

  • HUT Lahat, Wabup Buka Lomba Mancing Mania

    HUT Lahat, Wabup Buka Lomba Mancing Mania

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    LOMBA mancing yang dibuka oleh Wakil Bupati Lahat H Haryanto SE MM MBA, diawali dengan pelepasan ikan sebanyak 1 ton, dan diikuti oleh ribuan pemancing mania. Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Lahat ke -150 peringatan yang ke XXI yang dilaksanakan  Dinas Pariwisata Lahat. Kepala Dinas Pariwisata Sri Muliati SH MM  menyampaikan, tujuan […]

expand_less
WordPress Archive Sox – Baseball Team Sports WordPress Theme Soziely | Social Media & Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Space – Beauty Salon Elementor Template Kit Space | Furniture WooComerce Theme Space, Responsive Premium Moodle Theme Spacehub – Coworking & Creative Space Elementor Template Kit Spaciaz – Real Estate & Construction Group WordPress Theme Spaclub – Beauty Salon & Spa Service Booking WordPress Theme SpaLab | Beauty Salon WordPress Theme Sparker – Directory and Listings Template