Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Ratusan Penonton Padati MET di Manila, Ada Apa ! Salah Satu Suhu Dunia Mode Filipina, Steve De Leon Bikin Penonton Bernostalgia..

Ratusan Penonton Padati MET di Manila, Ada Apa ! Salah Satu Suhu Dunia Mode Filipina, Steve De Leon Bikin Penonton Bernostalgia..

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
  • visibility 3.246
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, Manila, Filipina – Pameran busana “Filipino Barong-Wastra Indonesia: Thread and Pattern of Kinship” berhasil memukau sekitar 500 penonton yang memadati Metropolitan Theatre (MET) Manila (21/11).

Tak satupun penonton meninggalkan tempat acara dari awal sampai akhir. Bahkan, usai gelaran pameran busana selesai pun masih banyak penonton yang menyerbu ke panggung untuk sekedar berfoto dengan para perancang busana dan model.

Duta Besar Agus Widjojo dalam sambutannya menyampaikan bahwa peragaan busana ini merupakan cerminan persahabatan dan kekerabatan antara Indonesia dan Filipina melalui jalur budaya. Memahami kebudayaan akan mendorong rasa hormat dan toleransi sehingga dapat hidup berdampingan secara harmonis. Bagaikan jalinan-jalinan benang yang diikat dengan indah, ikatan istimewa Indonesia dan Filipina yang bersahabat dan harmonis akan terus berlangsung dan tak lekang oleh waktu.​

Didi Budiarjo, perancang busana kondang Indonesia yang terkenal dengan rancangan gaun malam dan gaun pengantin yang berpola rumit dan indah kali ini menampilkan karya-karya haute couture dengan tema Pasompe, dari Bahasa Bugis yang artinya adalah pelancong atau traveller. Gaun yang ditampilkan berdasar tenun sutra dari Sulawesi, didesain penuh dengan warna-warni kontras. Gaun yang merupakan perpaduan motif kotak-kotak berwarna-warni dan rancangan lainnya yang menampilkan atasan berwarna broken white yang beraksen drapery pada beberapa bagian telah berhasil membuat para model yang berjalan di atas catwalk tampak elegan dan mewah.

Kehadiran karya perancang busana Indonesia lainnya, Novita Yunus, yang menggelar tema Batik telah menambah decak kagum para penonton. Rancangan Novita dengan bendera komersialnya Batik Chic berani menawarkan busana Batik dengan rancangan pola, motif, dan warna yang penuh kreasi di luar mainstream semakin mengukuhkan bahwa Batik layak menjadi outfit modern yang mengglobal tanpa menghilangkan nilai-nilai kesakralan tradisionalnya.

Sementara itu, Steve De Leon, salah satu Suhu dunia mode Filipina, telah berhasil membawa penonton kepada suasana Eropa jaman baheula. Steve yang terkenal dengan Terno Design telah berhasil membawa bayangan para penonton pada indahnya gaun Maria Clara, gaun yang biasa dikenakan para kaum wanita aristokratik Eropa jaman baheula ketika menghadiri pesta – pesta mewah. Gaun-gaun panjang haute couture berbahan serat yang bernuansa paduan warna putih, broken white dan krem dengan pola drapery pada beberapa bagian yang membalut para model berhasil membuat mata para penonton terpana tak berkedip. Selain itu, Filipina juga menghadirkan Onesimus, brand unggulan untuk pakaian formal pria atau Barong Filipina, yang menampilkan 10 design terbaiknya.

Last but not least, rancangan inovatif busana pria dari Freddy Mercado, yang memadukan pakaian Barong bermotif batik, telah memberi kesan spesial para penonton. Rancangan yang salah satunya diperagakan oleh Duta Besar Vidal Querol, mantan Duta Besar Filipina di Indonesia periode 2007-2010, telah membuktikan bahwa Barong dan Batik telah menyatu menjadi rancangan busana yang selaras dan ndah, seindah hubungan bilateral Indonesia dan Filpina dalam harmoni. Karya inovatif tersebut telah meneguhkan bahwa bermukimnya Freddy Mercado di Indonesia selama 34 tahun yang antara lain demi menjodohkan Barong dengan Batik menjadi tak sia-sia.

Peragaan busana ini terselenggara atas kerjasama antara KBRI Manila dengan the National Commission for Culture and the Arts of the Republic of the Philippines (NCCA), dan merupakan implementasi pertama dari the Memorandum of Understanding on Cultural Cooperation yang ditandatangani pada saat kunjungan Presiden Ferdinand Marcos Jr. ke Indonesia pada awal September 2022 serta salah satu acara peringatan Hubungan Diplomatik Indonesia-Filipina yang ke-73 tahun.

Pameran busana ini menjadi lebih meriah dengan penampilan yang luar biasa dari tim Angklung SMP Al Azhar 1 yang membawakan lagu Bengawan Solo dan Heal the World dan kelompok musik Male Ensemble Filipina. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Filipina, Laskar Pelangi dan berbagai lagu Filipina dinyanyikan secara harmonis oleh Male Ensemble untuk membuka dan menemani acara peragaan busana.

Pemilihan Metropolitan Theater (MET) sebagai tempat peragaan busana mempunyai arti tersendiri. MET merupakan bangunan yang prestisius dan bersejarah bagi Filipina yang didesain oleh arsitek terkenal Juan M. Arellano pada tahun 1930. MET merupakan bangunan pertama yang memadukan motif lokal Filipina dengan arsitektur modern untuk menampilkan pertunjukan teater, konser dan berbagai pertunjukan budaya di Filipina.[***]

 

Sumber/Foto: KBRI Manila/Kemlu RI

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMI-MPO Sebut Sumsel Masuk Provinsi Miskin Ketiga Tanggung Jawab Semua Kepala Daerah

    HMI-MPO Sebut Sumsel Masuk Provinsi Miskin Ketiga Tanggung Jawab Semua Kepala Daerah

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.249
    • 0Komentar

    KARANGAN bunga yang bernada sindiran yang dikirimkan mahasiswa tadi Kantor Gubernur Sumatera Selatan beberapa waktu lalu meruapakan tamparan keras bagi kepala daerah dalam hal ini Pemprov Sumsel yang menjadi sasaran kritikan keras oleh sejumlah organisasi mahasiswa lantaran  Sumsel menempati provinsi miskin ketiga di Sumatera dibawah Aceh dan Bengkulu. Namun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO menilai […]

  • Percepat Digitalisasi, Perizinan Pengembangan Digital Bakal Dipermudah

    Percepat Digitalisasi, Perizinan Pengembangan Digital Bakal Dipermudah

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.336
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah mendukung adanya pengembangan industri di sektor telekomunikasi digital dengan cara mempermudah dan memfasilitasi berbagai hal yang dibutuhkan oleh perusahaan swasta. Hal tersebut disampaikan Rosarita Niken Widiastuti, Staf Khusus Menkominfo Bidang IKP, Transformasi Digital dan Hubungan antar Lembaga  saat menjadi narasumber diskusi virtual “Regulasi & Infrastruktur Digital” Indonesia Digital Conference (IDC) 2020, yang […]

  • Cari Rumah Gak Perlu Muter Komplek, Ini 5 Jurus AI yang Lebih Tajam dari Firasat!

    Cari Rumah Gak Perlu Muter Komplek, Ini 5 Jurus AI yang Lebih Tajam dari Firasat!

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 695
    • 0Komentar

    MASA lalu, beli rumah itu mirip nyari jodoh, banyak yang bilang, “Kalo jodoh, rumah itu gak ke mana”, tapi sekarang, kalau cuma ngandelin firasat dan spanduk warna pink di pinggir jalan, siap-siap nyesel pas tahu cicilannya kayak angsuran kapal. Jaman udah berubah, bro… sekarang beli rumah udah kayak nyari tiket konser Coldplay, siapa cepat, dia […]

  • Percepat Turunkan Stunting, Gubernur Minta Efektifkan Peran IPeKB  

    Percepat Turunkan Stunting, Gubernur Minta Efektifkan Peran IPeKB  

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 666
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru menyatakan keseriusannya dalam melakukan percepatan penurunan angka stunting pada anak. Bahkan, dia berkomitmen akan membuat upaya tersebut menjadi ikon kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, upaya penurunan angka stunting tersebut memang harus serius dan konsisten dilakukan. Terlebih, pemerintah sendiri menargetkan angka stunting diharapkan harus turun lebih dari tiga persen setiap tahunnnya, sehingga […]

  • Harus Tingkatkan Pelayanan, Gubernur Ingin BPJS Sumsel Jadi Percontohan di Tingkat Nasional

    Harus Tingkatkan Pelayanan, Gubernur Ingin BPJS Sumsel Jadi Percontohan di Tingkat Nasional

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 601
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru katakan keakuratan data BPJS diperlukan sehingga persoalan yang dihadapi terkait data secara parsial perlu dikonritkan dan koordinasi dengan Kabupaten/Kota sehingga pelayanan semakin baik. Hal tersebut disampaikan gubernur saat menerima Direktur Pengawas Pemeriksaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan DR. Mundiharno, M.SC., CSEP., CSA., QRGP., CERG., GRCP., GRCA beserta jajarannya […]

  • Sepakat Gunakan ‘Giwang Sumsel’, HNU : Jangan Sekedar Slogan, Ambil Manfaatnya, Sinergitas Sumsel dengan Daerah

    Sepakat Gunakan ‘Giwang Sumsel’, HNU : Jangan Sekedar Slogan, Ambil Manfaatnya, Sinergitas Sumsel dengan Daerah

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.432
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Muara Enim melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan pemanfaatan aplikasi Giwang Sumsel. Penandatanganan MoU langsung ditandatangani Penjabat (Pj.) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sumsel Aufa Syahrizal di Ruang Rapat Serasan Sekundang, Rabu (15/09). Pj. Bupati menyampaikan ucapan terima […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms Batchbook CRM Ninja Forms Campaign Monitor Ninja Forms Capsule CRM Ninja Forms CleverReach Ninja Forms ClickSend SMS Ninja Forms Conditional Logic Ninja Forms Constant Contact Ninja Forms ConvertKit Ninja Forms Elavon Ninja Forms EmailOctopus