Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tekan Emisi, Indonesia – AS Laksanakan Kerjasama

Tekan Emisi, Indonesia – AS Laksanakan Kerjasama

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
  • visibility 492
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Indonesia dan AS bekerja sama untuk menekan emisi karbon, salah satunya pengelolaan hutan mangrove. Antara Foto/ Wahdi Setiawan
Indonesia dan AS Perkuat Komitmen Tekan Emisi Karbon
SENIN, 30 MEI 2022 | 12:04 WIB OLEH : ADMINISTRATOR
Langkah percepatan menekan emisi karbon digelar. Penyerapan bersih karbon di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lain ditargetkan pada 2030.

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menjalin kerja sama dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk mendukung Program Indonesia Rendah Karbon dari Pengelolaan Kehutanan dan Lahan Lainnya (Forestry and Other Land Use/FoLU Net Sink) pada 2030 supaya iklim Indonesia semakin hijau.

Kerja sama tersebut merupakan langkah percepatan untuk mencapai penyerapan bersih karbon (carbon net sink) di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lain (forestry and other land use/FoLU) seperti yang ditargetkan Indonesia akan dicapai pada 2030.

Dokumen kerja sama itu dituangkan melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono dan Mission Director USAID Indonesia Jeffrey P Cohen, di Jakarta akhir pekan lalu.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan MoU itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Kim Y Sung, pejabat KLHK, dan pejabat dari Kedubes AS. Menteri LHK Siti Nurbaya menyatakan bahwa penandatanganan MoU tersebut menandai tonggak penting fase baru kerja sama antara KLHK dan USAID, khususnya dalam mendukung visi jangka panjang Indonesia untuk mengimplementasikan Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030, yang juga sejalan dengan Strategi Iklim USAID 2022–2030.

“Pencapaian Indonesia FOLU Net Sink 2030 menuntut untuk memobilisasi, mengoordinasikan, dan mengatur semua sumber daya termasuk publik, swasta, dan komunitas internasional,” ujar Menteri Siti.

Pada kesempatan itu, Dubes AS untuk Indonesia Kim Y Sun menyampaikan pentingnya kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat dalam penurunan emisi gas rumah kaca, terutama dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Dubes Kim juga menyampaikan apresiasi atas upaya besar KLHK untuk mengurangi deforestasi di Indonesia. Laju laju deforestasi kini telah mencapai titik terendah dalam 20 tahun. Amerika Serikat sangat ingin mendukung Pemerintah Indonesia untuk membantu menjamin keberlanjutan jangka panjang dari pencapaian pengelolaan kehutanan hingga saat ini.

Adapun, kerja sama KLHK dan USAID mengenai dukungan terhadap FoLU Net Sink 2030 Indonesia difokuskan pada upaya pengurangan deforestasi dan degradasi hutan yang terus berlangsung; pengelolaan hutan lestari (hutan alam dan hutan tanaman); rehabilitasi hutan dan lahan; restorasi lahan gambut dan mangrove; konservasi dan keanekaragaman hayati, termasuk perlindungan spesies kunci.

Implementasi kerja sama meliputi kegiatan, di antaranya, pertukaran informasi dan pengetahuan; pengembangan dan pelaksanaan proyek bersama; dan pelibatan dan kolaborasi pemangku kepentingan dalam kegiatan dan penelitian. Untuk detail pelaksanaan kerja sama akan disusun dalam suatu grant implementation agreement baru antara KLHK dan USAID.

Mission Director USAID Indonesia Jeffrey P Cohen menyampaikan, nota kesepahaman itu menjelaskan kerja sama AS-Indonesia untuk menurunkan gas rumah kaca pada 2030. Kemitraan ini mendukung visi jangka panjang Pemerintah Indonesia untuk pembangunan rendah emisi dan iklim yang tangguh.

Untuk mencapai FoLU Net Sink 2030, Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan beberapa strategi, di antaranya, restorasi rawa gambut 2 juta hektare hingga 2030, reforestasi, menggenjot pengelolaan hutan lestari melalui perizinan berusaha, hingga mencegah deforestasi dan degradasi lahan dan hutan.

Pada 2030, pengunaan kawasan hutan maupun lahan lainnya akan menghasilkan emisi sebanyak 714 juta ton setara CO2. Pembangunan rendah karbon akan mengurangkan emisi sebanyak 17,2% dalam skenario penurunan emisi 29% dan 24,5% dalam skenario 41%.

Indonesia mengajukan proposal penurunan emisi melalui dua cara, yakni 29% dengan usaha sendiri dan 41% dengan bantuan internasional. Semua persentase itu mengacu pada produksi emisi nasional pada 2030 sebanyak 2,869 miliar ton setara CO2. Sebagai ilustrasi, emisi sebanyak ini setara dengan emisi yang dihasilkan 900 juta mobil yang berjalan 19.000 kilometer selama setahun.

Carbon net sink adalah penyerapan karbon bersih yang merujuk pada jumlah penyerapan emisi karbon yang jauh lebih banyak dari yang dilepaskannya. Maka FoLU Net Sink adalah keadaan ketika sektor lahan dan hutan menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya.Indonesia.go.id (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaksa Tuntut Hukuman Mati, Michael Kosasi Terdiam Lesu

    Jaksa Tuntut Hukuman Mati, Michael Kosasi Terdiam Lesu

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    TERDAKWA Michael Kosasi hanya bisa terdiam lesu saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Murtadlo SH menuntut hukuman mati terdakw kurir sabu seberat 19.923,14 gram yang nyaris menyentuh angka 20 Kilogram. Hal itu dapat dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus Palembang, Rabu (22/1). “Menyatakan terdakwa Michael Kosasi bersalah melakukan tindak […]

  • Bekraf Ajak Musisi Manfaatkan Teknologi Blockchain untuk Rasakan Royalti

    Bekraf Ajak Musisi Manfaatkan Teknologi Blockchain untuk Rasakan Royalti

    • calendar_month Rabu, 30 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta  – Banyak musisi Indonesia saat ini belum sepenuhnya merasakan royalti yang menjadi hak atas sumber pendapatan. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencoba memanfaatkan teknologi blockchain untuk mengatasi masalah tersebut. “Kita punya suatu sistem yang transparan untuk meningkatkan kesejahteraan pencipta lagu,” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam konferensi pers peluncuran XBlockchain Summit di Go-Work Coworking Space, Jakarta, […]

  • Bersama Kita Jaga Kesehatan Jiwa Keluarga

    Bersama Kita Jaga Kesehatan Jiwa Keluarga

    • calendar_month Minggu, 7 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    MASA pandemi COVID-19 membawa banyak ketidakpastian yang berdampak pada kesehatan jiwa keluarga. Dari dihinggapi perasaan cemas dan stres, kebingungan akibat banyaknya informasi, hingga merasakan kebosanan karena ruang gerak terbatas. Ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk membantu kesehatan jiwa keluarga, agar pulih dan tangguh, seperti mengenali gejala yang dialami, saling beri dukungan, sadar jika kondisinya tidak […]

  • Tingkatkan Daya Tarik Wisatawan, Gubernur Padukan Potensi Wisata  dan Kearifan Lokal Pagar Alam

    Tingkatkan Daya Tarik Wisatawan, Gubernur Padukan Potensi Wisata  dan Kearifan Lokal Pagar Alam

    • calendar_month Senin, 27 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    PAGAR ALAM dikenal sebagai salah satu daerah yang memilki potensi wisata alam yang luar biasa di Provinsi Sumsel sehingga perlu dikelola secara maksimal. Keindahan alam tersebut harus didorong dengan kearifan lokal dan kuliner khas sehingga menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota yang berada di kaki Gunung Dempo tersebut. Karena itu Gubernur […]

  • Perkembangan COVID -19 Muba: Nihil Penambahan Kasus, Positif, Sembuh dan Meninggal

    Perkembangan COVID -19 Muba: Nihil Penambahan Kasus, Positif, Sembuh dan Meninggal

    • calendar_month Sabtu, 11 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (11/9/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus. “Tidak ada penambahan kasus per 11 September 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. Kadin Kominfo Muba merinci, hingga 11 September 2021 ada sebanyak 2902 kasus. “Diantaranya 2725 kasus sembuh, 28 masih dirawat, dan 149 kasus meninggal dunia,” urainya. Sementara […]

  • Semester I 2018, Produksi Migas Pertamina EP Asset 4 Lampaui Target

    Semester I 2018, Produksi Migas Pertamina EP Asset 4 Lampaui Target

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Jakarta – Anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang sekaligus kontraktor kontrak kerja sama di bawah SKK Migas yakni PT Pertamina EP melalui Unit Asset 4 menunjukkan performa yang positif. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat produksi minyak per 31 Juli 2018 yang mencapai 15.811 BOPD atau 110,11% dari target 14.032 BOPD. Sementara untuk kinerja gas, […]

expand_less
WordPress Archive Aguvic – Creative Digital Agency Elementor Template Kit AH Personal – Creative Resume & Blog Theme AH Survey – WordPress Survey Builder With Multiple Questions Types AhaMag | Modern Magazine HTML Template AhaShop – Clothing & Fashion WordPress Theme AHENCY – Creative Digital Agency Elementor Template Kit AI Bundle: WordPress AI Writer, Chatbot, Image Generator, Text-to-Speech, OpenAI, Stable Diffusion AI Chat GPT OpenAI – AIgency – SAAS and HTML 5 version AI ChatBot for Automated Live Chat Support AI Mentor | AI Image Generator WordPress Theme