Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » “Carbon Footprint Calculator dan Offsetting” Wujudkan Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan

“Carbon Footprint Calculator dan Offsetting” Wujudkan Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
  • visibility 968
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENPAREKRAF-Jejak.in Luncurkan “Carbon Footprint Calculator dan Offsetting” Wujudkan Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan Jejak.in meluncurkan apliksi Carbon Footprint Calculator dan Offsetting guna mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Program Carbon Footprint Calculator (CFPC) merupakan upaya Kemenparekraf dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah dihasilkan, dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak buruknya pada iklim.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menampilkan prototyping Carbon Footprint Calculator (CFPC) dalam rangka penguatan reputasi pariwisata menjelang Presidensi G20, kolaborasi platform aplikasi CFPC, sinergi inisiatif pelaku pariwisata di destinasi dalam rangka penerapan CFPC. Selain itu juga untuk monitoring carbon-offset di destinasi menuju skema_carbon trading_di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat peluncuran Showcase Carbon Footprint Calculator dan Offsetting yang dilakukan secara virtual, Jumat (7/1/2022), berharap program Carbon Footprint Calculator (CFPC), dapat meningkatkan nilai reputasi dan kepercayaan publik pada sektor pariwisata serta menguatkan gerakan climate friendly tourism.

“Saya sampaikan secara tegas bahwa kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif harus intended, bahwa isu-isu lingkungan ini menjadi isu utama kita. Maka hari ini kita kick off program ini, dan kita harapkan menjadi pembuka untuk berkolaborasi dengan banyak stakeholder. Kita pastikan gerakan ini menjadi gerakan nasional yang mengatasi berbagai krisis akibat perubahan iklim dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa menurut data, industri pariwisata secara global menyumbang delapan persen dari emisi karbon dunia. Oleh karena itu, ia mengajak wisatawan untuk memperhatikan jejak karbon (carbon footprint) saat berwisata demi pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Keberlanjutan ekonomi dan kelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan itu adalah satu kaitan nada, dan ini sesuai dengan tren pariwisata personalized, customized, localize, dan smallers impact,” ujarnya.

CEO Jejak.in, Arfan Arlanda, menyampaikan bangga dengan inisiatif Kemenparekraf untuk menjalankan pariwisata yang ramah lingkungan. Ia berharap program ini secara signifikan mendukung perubahan iklim dan capaian target emisi di Indonesia.

“Semoga inisiatif yang luar biasa ini tidak berhenti sampai di sini, dan bisa diimplementasi ke seluruh industri pariwisata, di sektor swasta sebagai pelaku ekonomi langsung sehingga memberikan dampak yang sangat besar untuk di Indonesia,” ujarnya.

Program Carbon Footprint Calculator (CFPC) dapat diakses pada Indonesia.travel page. Pada fase awal, Kemenparekraf mengajak masyarakat untuk menyerap jejak karbon dengan menambah jumlah pohon di lingkungan sekitar.

Di fase ini, pohon yang terkumpul akan ditanam di Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta; Konservasi Mangrove Pesisir Bedono, Demak, Jawa; dan Konservasi Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang,  Kalimantan Timur.

Nantinya, pohon yang telah terkumpul dan ditanam akan dijaga melalui proses pemantauan yang dilakukan oleh Mitra Konservasi Kemenparekraf dan Jejakin, yaitu LindungiHutan di kawasan konservasi yang disepakati bersama. Pemantauan pada penanaman dan pertumbuhan pohon akan dilakukan secara berkala dengan menggunakan sistem pelaporan dari Jejak.in yang dapat diakses kapan saja.

Turut mendampingi Menparekraf, Wakil Menteri Kemenparekraf/Baparekraf, Angela Tanoesoedibjo; Sekretaris Kemenparekraf/ Sekretaris Utama Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani; Staf Ahli Menparekraf Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi, Fransiskus Xaverius Teguh, dan pejabat di lingkungan Kemenparekraf.

Dan turut hadir Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu; Dewan Kepariwisataan Berkelanjutan Indonesia, David Makes; Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian LHK, Laksmi Dhewanthi; serta Chief of Public Policy and Government Relations at GO To Group, Shinto Nugroho.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Lematang Rampung Dibangun

    Jembatan Lematang Rampung Dibangun

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    JEMBATAN Lematang yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Sumsel di Kabupaten Lahat tahun ini dapat selesai dibangun. “Jembatan Lematang di Lahat tahun ini harus sudah selesai. Kita anggarkan Rp 41 miliar, kita berikan Rp20 miliar kemudian sisianya pada Anggaran Belanja Tahunan (ABT). Insya Allah tahun ini fisiknya pekerjaannya dikerjakan,”kata Gubernur Herman Deru saat menerima kunjungan Bupati […]

  • “Hujan 2 Jam, Palembang Langsung Kolam! Drainase Kemana?”

    “Hujan 2 Jam, Palembang Langsung Kolam! Drainase Kemana?”

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.827
    • 0Komentar

    PALEMBANG hujan sebentar saja, jalan langsung tergenang, kalau hujan ini manusia, mungkin sudah kelelahan karena setiap kali turun, kota ini seperti mengikuti lomba renang gratis tanpa pendaftaran, tanpa pelampung, dan tentu saja tanpa kolam resmi. Warga pun hanya bisa menatap genangan, sambil berujar, “Ini banjir apa kolam renang alami, sih?” Jujur, genangan air ini bukan […]

  • Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan KDRT

    Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan KDRT

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu, Muba- Pemkab Musi Banyuasin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Muba menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan KDRT Upaya meningkatkan kualitas hidup dan perlindungan perempuan di Kabupaten Muba. Sosialisasi yang diikuti sangat antusias oleh ratusan peserta ini dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud diwakili Kepala DPPPA Muba Endang […]

  • Horee, 1.200 Guru Honorer dan TKS Terima Insentif, Harnojoyo Memang Top

    Horee, 1.200 Guru Honorer dan TKS Terima Insentif, Harnojoyo Memang Top

    • calendar_month Rabu, 10 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.733
    • 0Komentar

    “Tahun depan, Insya Allah akan naik lagi, bisa saja naiknya sampai Rp1 juta per bulan,”

  • Kasus Kredit Macet di Pagaralam, Bank Sumsel Babel Pilih Transparan & Kooperatif

    Kasus Kredit Macet di Pagaralam, Bank Sumsel Babel Pilih Transparan & Kooperatif

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.690
    • 0Komentar

    MENANGGAPI  pemberitaan mengenai dugaan kasus kredit macet di wilayah Pagaralam yang disebut melibatkan sejumlah nama masyarakat, Bank Sumsel Babel menegaskan bahwa Bank Sumsel Babel senantiasa menghormati dan mendukung sepenuhnya proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun aparat penegak hukum (APH). Bank Sumsel Babel memahami bahwa pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan […]

  • Warga Muba Bangun Jembatan dengan Cara Ini

    Warga Muba Bangun Jembatan dengan Cara Ini

    • calendar_month Minggu, 27 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    MESKI tanpa upah dan hanya bermodalkan semangat gotong-royong, warga Dusun 3 Desa Simpang Bayat berhasil membangun jembatan yang menghubungkan antara Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Muba melalui program Padat Karya Tunai (PKT). Program PKT ini adalah program pembangunan Desa yang memberdayakan warga Desa setempat, biasanya warga yang terlibat menerima […]

expand_less
WordPress Archive Kester – Soccer Club & Sports News WordPress Theme KetoFitt – Fitness & GYM WordPress Theme Keydust – Cleaning Service Elementor Template Kit Keylin – Blog & Magazine Elementor Template Kit Keylin – WordPress Magazine and Blog Theme KeyMaster – Locksmith & Key Maker Service Elementor Template Kit Keymoto – Motorcycle WordPress Theme Keyword Linking for WordPress Kezta – Gutenberg Portfolio WordPress Theme Khara – Ultimate Coming Soon & Maintenance Plugin