Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Butuh Dukungan Semua Pihak Sukseskan Vaksinasi di Wilayah Pedalaman

Butuh Dukungan Semua Pihak Sukseskan Vaksinasi di Wilayah Pedalaman

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
  • visibility 798
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEBAGAI upaya pemerataan dan percepatan vaksinasi, pemerintah terus mendistribusikan vaksin hingga ke pedalaman di seluruh Indonesia. Maka itu diperlukan dukungan dan kerja keras seluruh pihak agar vaksinasi dapat menjangkau hingga pelosok daerah, mengingat keunikan dan tantangan masing-masing daerah pun berbeda-beda.

Dalam dialog virtual bertema Perjuangan Vaksinasi di Pedalaman Indonesia di Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sulbar, Mustari Mula mengakui jika kondisi geografis yang beragam menjadi salah satu tantangan pelaksanaan vaksinasi di Sulawesi Barat. Bahkan di wilayahnya beberapa daerah cukup terisolasi dan tidak terjangkau kendaraan roda dua.

“Sangat bersyukur banyak dibantu, bahu membahu dengan berbagai elemen terutama TNI Polri, Nakes (tenaga kesehatan) dan masyarakat,” ungkap Mustari pada Rabu (24/11/2021).

Tak hanya bagi vaksinator, kondisi geografis ini juga menjadi tantangan bagi distribusi vaksin, khususnya sebagai upaya tetap menjaga kualitasnya. Terkait ini Mustari mengatakan, untuk distribusi ke daerah terpencil telah ditentukan dan dikalkulasi waktu dan jarak tempuhnya, sehingga vaksin rata-rata tiba tetap dalam kondisi baik.

“Stok vaksin juga terpenuhi,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, hingga dua hari lalu, capaian vaksinasi adalah sekitar 56%. Hal ini didukung antusiasme masyarakat pedalaman akan pentingnya vaksinasi. Pada awalnya mereka cenderung menghindar bahkan menolak tenaga vaksinator, karena belum mendapatkan informasi yang benar.

“Tapi setelah teredukasi dengan baik, justru partisipasi masyarakatnya lebih proaktif untuk divaksin,” jelas Mustari seraya menambahkan bahwa selain sosialisasi dari nakes, masyarakat juga sangat terbantu dengan informasi dari media utama seperti televisi.

Seperti halnya Sulawesi Barat, kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri bagi Pacitan dalam melakukan vaksinasi. “Pacitan 85% terdiri dari pegunungan dan perbukitan,” jelas Wakapolres Pacitan, Kompol Sunardi.

Dengan pertimbangan tersebut, serta kendala mobilitas masyarakat khususnya lansia dan kaum difabel, maka untuk mempermudah akses vaksinasi, pihaknya menggencarkan vaksinasi door to door atau mengumpulkan masyarakat di suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka.

Sunardi mengatakan masyarakat senang dengan kemudahan yang diberikan, karena selain vaksinasi, petugas juga membagikan bantuan sosial, serta peralatan seperti kursi roda yang sangat bermanfaat bagi kaum difabel.

Sunardi memaparkan, cuaca ekstrim juga cukup menjadi kendala. Dalam hal ini, Puskesmas di tingkat kecamatan masih terjangkau, namun untuk vaksinasi ke desa-desa, peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan bidan desa juga dimaksimalkan untuk mendatangi dan melayani penduduk.

Penguatan jalur komunikasi dan edukasi juga dilakukan dengan pembentukan grup Whatsapp hingga ke tingkat RT dan RW.

Didukung respon baik masyarakat, upaya tersebut menghasilkan cakupan vaksinasi cukup tinggi. “Capaian vaksinasi 72,61% dan kami mengejar vaksinasi lansia yang baru 52%,” beber Sunardi.

Meski tidak memiliki tantangan geografis seperti di pedalaman, vaksinasi di perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya juga memiliki kendala tersendiri, selain karena terlalu banyaknya informasi.

“Berdasarkan studi, keengganan masyarakat untuk vaksinasi adalah persoalan teknis,” ungkap Ketua Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka, Devi Rahmawati.

Persoalan teknis dimaksud adalah kendala akses, transportasi, waktu, juga biaya menuju sentra vaksinasi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, ujar Devi, pihaknya bekerja sama dengan banyak unsur, melakukan vaksinasi kolosal di 900 titik di DKI Jakarta dan wilayah-wilayah peyangganya, sehingga diharapkan dapat mengakses semua warga.

Devi memaparkan, vaksinasi juga mengambil tempat yang dekat dengan masyarakat untuk mempermudah pendekatan sosial dan mengetahui kendala yang dihadapi warga setempat. Tak hanya itu, waktu pelaksanaan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

“Membujuk masyarakat menjadi lebih mudah karena tahu persis kendala yang dihadapi,” kata Devi.

Program Vaksinasi Merdeka ini telah terlaksana 3 kali dengan melibatkan ribuan orang relawan. Dalam pelaksanaannya, Devi menyatakan pentingnya 3 unsur, yakni kerelawanan, kedermawanan, dan kepemimpinan. Ia meyakini, selama 3 unsur tersebut tercipta, maka program serupa Vaksinasi Merdeka dapat diadopsi di seluruh tempat di Indonesia.

“Pandemi membuat kearifan sosial gotong royong betul-betul terlihat, bagaimana warga dari berbagai latar belakang siap membantu,” ujarnya. Selain itu, ia menambahkan, saat ini yang sangat diperlukan adalah aksi dari kolabor-aksi.

“Jadi selain kerja sama, aksi juga paling penting,”tandasnya.

Selain kondisi geografis dan transportasi, Ketua Persatuan Perawat Nasional, Harif Fadhillah mengutarakan adanya tantangan lain yang sering dihadapi kegiatan vaksinasi di daerah terpencil.

Kendala tersebut adalah kurangnya pemahaman masyarakat. Karena itu, perawat yang memberikan pelayanan kesehatan ke daerah harus memiliki kreativitas dan kemampuan untuk memberikan pendekatan dan pengertian lebih spesifik, dengan bahasa yang dapat diterima warga setempat.

“Kita harus punya kreativitas untuk membuat media-media sederhana (misalnya gambar) yang dapat dipahami mereka,” tutur Harif.

Ia menyatakan, pembekalan informasi dan pengetahuan bagi perawat yang bertugas selalu dilakukan melalui berbagai cara. Seperti pembekalan virtual yang diberikan bagi perawat seluruh Indonesia juga pelatihan dan orientasi di masing-masing daerah.

Sedangkan tentang vaksinasi COVID-19, menurut Harif, sejatinya pemberian vaksinasi adalah pekerjaan yang sudah sering dilakukan tenaga kesehatan. “Hanya ada aspek-aspek yang harus diperhatikan, seperti KIPI, harus diinformasikan kepada nakes,” katanya.

Harif menandaskan, tantangan utama vaksinasi adalah bagaimana masyarakat dapat memahami dengan baik. Edukasi, dikatakannya, bukan sekadar memberi informasi, namun bagaimana informasi tersebut juga harus dapat dipahami dan diikuti oleh masyarakat. Untuk itu, maka diperlukan sinergi, kolaborasi, juga kolabor-aksi antar semua komponen. (nasir/***)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • google-indonesia

    Google Indonesia Sebut Investor Mancanegara Tertarik Danai Startup Lokal

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    Google Indonesia menyebutkan bahwa investor mancanegara tertarik untuk mendanai start up lokal menyusul lima tahun ke depan makro ekonomi Indonesia bakal tumbuh signifikan.

  • Keterbatasan Fisik Tak Halangi Pendekar Silat Muba Ini Untuk Berprestasi, Bupati Salut

    Keterbatasan Fisik Tak Halangi Pendekar Silat Muba Ini Untuk Berprestasi, Bupati Salut

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    KETERBATASAN fisik tak membuat salah satu pendekar pencak silat muba ini terus berprestasi, meski hanya dianugrahi satu tangan, ia menjadi yang terbaik monorehkan prestasi dan mengharumkan nama baik Kabupaten Muba. Nama Atur Widodo, atlet asli asal daerah Banyung Lencir, Muba sempat viral di media sosial [medsos], penyandang disabilitas dengan satu tangan ini mampu menjuarai kejuaraan […]

  • Pasca Idul Fitri, Rupiah Dibuka Melemah Lagi di Level Rp14.000 per US$   

    Pasca Idul Fitri, Rupiah Dibuka Melemah Lagi di Level Rp14.000 per US$  

    • calendar_month Kamis, 21 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.839
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Pasca libur panjang Idul Fitri 1439 H, perdagangan uang rupiah dibuka pada Kamis (21/6/2018) dalam kondisi melemah lagi. Rupiah tertekan di level 14.000 per US$.  Meski demikian, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution masih menanggapinya santai. Menurutnya pelemahan uang garuda itu hal biasa karena dampak dari kenaikan suku bunga acuan The Fed […]

  • Terkait Masalah Tambang Rakyat, Pemegang IUP Harus Ikut Instruksi Pemerintah Pusat, Pemkab Akan Sampaikan ke Kementerian ESDM

    Terkait Masalah Tambang Rakyat, Pemegang IUP Harus Ikut Instruksi Pemerintah Pusat, Pemkab Akan Sampaikan ke Kementerian ESDM

    • calendar_month Selasa, 22 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.584
    • 0Komentar

    USAI melakukan rapat dengan perusahaan pemegang Izin Usaha Penambangan (IUP) yang ada di wilayah Tanjung Agung dan Tanjung Enim terkait pengelaolaan Tambang Rakyat (TR), Pemerintah Daerah (Pemda) Muara Enim, akan melanjutkan hasil rapat ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera ditindak lanjuti. “Dari hasil ini, akan kita teruskan ke kementerian. Selanjutnya kita menunggu […]

  • Agar Gak Punah, Bank Mandiri Bikin Acara ‘Ngobeng’, Wagub Ikut Nimbrung

    Agar Gak Punah, Bank Mandiri Bikin Acara ‘Ngobeng’, Wagub Ikut Nimbrung

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.241
    • 0Komentar

    BANK Mandiri Kanwil II, Palembang menggelar acar Ngidang Ala Palembang [Ngobeng] guna melestarikan budaya Palembang agar tak tergerus zaman. Usai melaksanakan shalat Jumat, Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya ikut nimbrung menghadiri undangan silaturahmi sekaligus makan siang bersama ala Ngobeng di Bank Mandiri Kanwil II, Palembang di Jalan Kapt. A.Rivai. Selain Wakil Gubernur, Ngobeng itu juga tampak […]

  • Nifty Games® Luncurkan NBA® Clash™ Untuk Seluler; Bintang NBA® Jaylen Brown & Jamal Murray Dinobatkan sebagai Atlet Sorotan

    Nifty Games® Luncurkan NBA® Clash™ Untuk Seluler; Bintang NBA® Jaylen Brown & Jamal Murray Dinobatkan sebagai Atlet Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lafayette, CA –  Nifty Games™ hari ini mengumumkan peluncuran NBA® Clash™ di platform iOS™ dan Android™ dengan bintang NBA® Jaylen Brown dan Jamal Murray tampil sebagai atlet unggulan. Brown dan Murray, bersama dengan daftar lengkap pemain NBA® menghadirkan tingkat intensitas baru ke seluler dengan kemampuan khusus eksklusif yang memberikan pukulan besar!       […]

expand_less
WordPress Archive PoolServices – Maintenance & Cleaning Theme Poopet – Pet Care Center WordPress Theme + RTL PopForms | Material Design WordPress Modal Forms Set Popito – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Popping Sidebars and Widgets for WordPress Poppy – Blog & Magazine Elementor Template Kit Populi – Politician Elementor Template Kit Popup banner wordpress plugin – Float Banners Popup for AMP Popup Maker – Advanced Targeting Conditions