Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Sulap Limbah Masker Medis Jadi Bahan Organik

Sulap Limbah Masker Medis Jadi Bahan Organik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
  • visibility 4.499
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABAR gembira datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mampu mengembangkan tempat sampah ramah lingkungan yang mampu mengolah limbah masker medis menjadi bahan organik.

Ya, sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini, persoalan limbah medis menjadi pekerjaan rumah tambahan untuk menguraikannya. Volume limbah medis melonjak luar biasa ketika masyarakat memakainya untuk perawatan maupun sebagai pencegahan penularan virus corona.

Kondisi meningkatnya limbah medis ini, mendorong para mahasiswa UGM tersebut menciptakan tempat sampah ramah lingkungan. Piranti ini, menurut mereka, dari hasil uji coba dapat menguraikan bahan-bahan polutif yang sulit diurai dari limbah medis.

“Proses pengolahan sampah masker medis ini menggunakan cara yang paling ramah lingkungan karena tidak meninggalkan bahan yang sulit terurai di lingkungan,” kata Ketua Tim Pengembang Muhammad Ardillah Rusydan di Yogyakarta, belum lama ini.

Tempat sampah ramah lingkungan tersebut dikembangkan Ardillah bersama Gizela Aulia Agustin (Biologi), Isthafaina Dea Fairuz (Gizi Kesehatan), dan Asyifa Rizki Daffa (Teknik Nuklir 2020) lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM.

Tempat sampah ramah lingkungan itu dibuat dengan menambahkan agen biodegradasi berupa mikroba Pseudomonas aeruginosa. Sebagai ilustrasi, limbah masker akan diurai oleh mikroba dalam waktu sekitar 10-14 hari.

Kendati proses degradasi memakan waktu yang lama, tetapi dengan pengembangan alat melalui penambahan sejumlah proses dapat mempercepat proses degradasi. “Proses pemanasan dan penambahan nutrient serta penambahan jenis mikroba akan dapat mempercepat proses degradasi dari sampah masker medis,” kata Ardillah, mahasiswa Fakultas Biologi UGM ini.

Tempat sampah itu juga dilengkapi dengan shredder di bagian atas yang berfungsi mencacah masker medis menjadi cacahan kecil. Pada bagian bawah shredder terdapat sensor ultrasonik yang telah disambungkan dengan mikrokontroler dan sprayer.

Dengan begitu, saat cacahan masker jatuh melewati sensor tersebut maka secara otomatis sprayer yang telah terisi dengan larutan bakteri akan menyemprotkan larutan tersebut ke arah cacahan masker medis. Di bagian dasar tempat sampah didesain sedemikian rupa agar cacahan masker yang telah terdegradasi oleh mikroba akan masuk ke tabung penampungan.

Teknologi Pengolah Limbah

Kontribusi dari mahasiswa kampus itu merupakan salah satu dari upaya bersama mengatasi persoalan masalah limbah medis jika tidak diatasi segera akan memicu “bencana baru”, bisa berupa kasus infeksi menular lainnya. Limbah medis sudah dinyatakan masuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tri Laksana Handoko menyebutkan, sudah ada beberapa teknologi pengolah limbah ramah lingkungan yang sudah terbukti untuk mengatasi limbah B3, khususnya limbah medis berskala kecil dan mobile. Seperti teknologi pengolahan limbah cair dengan plasma nano-bubble, limbah padat dengan plasma, dan pengolahan limbah plastik medis menggunakan teknologi pelletizing dan rekristalisasi.

Sementara itu untuk pengolahan limbah jarum suntik, menggunakan mesin daur ulang APJS GLP Destromed 01 Needle Destroyer yang sudah memiliki paten dan izin edar. Menurut Handoko, teknologi tersebut cocok untuk menjangkau daerah-daerah yang penduduknya relatif sedikit dengan skala limbah tidak banyak dibandingkan dengan membangun insinerator yang besar dengan harga mahal dan terkendala dengan pengumpulan limbah yang terpusat.

Selain mampu meningkatkan kapasitas pengolahan limbah medis, teknologi daur ulang limbah medis karya anak bangsa itu juga berpotensi memunculkan nilai tambah dan ekonomi baru dalam rangka meningkatkan kepatuhan fasilitas kesehatan, karena ada insentif finansial dari sisi bisnis yang dapat mengurangi biaya pengolahan limbah.

Dalam suatu kesempatan, Menkominfo Johnny G Plate memaparkan, jumlah limbah medis meningkat hingga 30% per hari selama pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, rata-rata limbah medis mencapai 400 ton per hari. Kini, rata-rata limbah medis meningkat menjadi 520 ton per hari.

“Dari total limbah medis yang ada saat ini, masker menjadi penyumbang yang paling besar. Kita tahu masker digunakan secara umum baik di lingkungan penanganan Covid-19 ataupun tidak. Setidaknya, 16% limbah medis saat ini berasal dari masker,” ujar Menteri Johnny.

Oleh karena itu, Menkominfo memastikan, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi hal itu, salah satunya dengan membangun insinerator di berbagai daerah. Pembangunan insinerator yang diinisiasi sejak tahun lalu itu telah berkontribusi dalam pemusnahan 150 ton limbah medis per hari.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memberi relaksasi kebijakan terutama untuk fasyankes yang belum memiliki izin operasi pengelolaan limbah medis. Pemerintah memberikan dispensasi operasi dengan syarat insinerator suhu 800 derajat celcius dan memberikan supervisi atas pengelolaan insinerator tersebut.

Satu hal, Kementerian Kesehatan selalu mengingatkan masker bekas sekali pakai harus didesinfeksi sebelum dibuang dengan disinfektan atau klorin. Lantas masker bekas tersebut digunting agar tidak bisa dipakai ulang.

Kumpulkan masker bekas yang sudah didesinfeksi ke dalam plastik, bungkus rapat dengan simpul mati. Pisahkan sampah masker dengan sampah rumah tangga. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah membuang masker.

Dengan mengikuti kiat tersebut, setidaknya Anda turut berpartisipasi untuk mencegah sampah alat-alat pelindung kesehatan agar tidak menjadi petaka.[***]

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontingen Peserta Utusan Kab/Kota Bakal Ikut Defile Opening Ceremony Peda KTNA XIII

    Kontingen Peserta Utusan Kab/Kota Bakal Ikut Defile Opening Ceremony Peda KTNA XIII

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    KONTINGEN peserta dari masing-masing utusan 17 Kabupaten/Kota Se Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Bakal Ikut Defile Opening Ceremony Peda KTNA XIII bertempat di Lapangan Gelanggang Remaja hari Senin 24 Juni 2019, pukul 14:00 wib. Menurut Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Muba, Muhammad Faris SSTP MM melalui Kepala Bidang Parisiwata, Busriyanto SE MSi […]

  • Haji 2025, Sujud di Bawah Terik

    Haji 2025, Sujud di Bawah Terik

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau niat sudah mantap, panas pun jadi pelengkap, itulah yang sedang terjadi di Tanah Suci, tempat jutaan umat Islam berkumpul bukan buat reuni, tapi buat melunasi panggilan suci yang udah ditunggu-tunggu, dan jangan salah, ini bukan wisata religi ala-ala Instagram. Ini Haji, Bung! Yang antreannya luar biasa, tapi vibes-nya syahdu dan pahala-nya unlimited. […]

  • Mau Tahu Gak Kabarnya, Mantan Pemain Sriwijaya FC Jadi Kapten ‘MU’

    Mau Tahu Gak Kabarnya, Mantan Pemain Sriwijaya FC Jadi Kapten ‘MU’

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    Kawan-kawan hari ini dijadwalkan kembali berlatih seperti biasa di Sekayu.

  • Dinilai Rawan Karhutlabunlah, Pangdam II Sriwijaya Ingatkan Masyarakat & Pemkab Waspada

    Dinilai Rawan Karhutlabunlah, Pangdam II Sriwijaya Ingatkan Masyarakat & Pemkab Waspada

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    PANGLIMA Kodam II / Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, SIP MHum mengingatkan Kabupaten Muba merupakan salah satu daerah rawan akan karhutbunlah, apalagi di Bayung Lencir. Bagaimana tidak, sesuai pengalaman berbulan-bulan anggota TNI berjibaku memadamkan api, namun tidak padam-padam. Mengingat pada tahun lalu, kemarau cukup panjang. Dia, berharap Bayung Lencir, dan Dua Provinsi harus saling Koordinasi. “Saya […]

  • OKI Bakal Terapkan BTM Setelah 21 Agustus

    OKI Bakal Terapkan BTM Setelah 21 Agustus

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.414
    • 0Komentar

    JELANG Pelaksanaan penerapan belajar tatap muka di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 OKI gelar rapat evaluasi dan persiapan di aula Kantor Dinas Pendidikan OKI. Selasa (11/8/2020). Kalaksa BPBD OKI, Listiadi Martin mengatakan Ini merupakan implementasi dari SKB, surat keputusan Menteri Dalam Negeri, Mendikbud, Menteri Agama dan Menteri Kesehatan sehubungan dengan […]

  • Bidang Infrastruktur, Indonesia Perkuat Kerjasama Dengan Korsel

    Bidang Infrastruktur, Indonesia Perkuat Kerjasama Dengan Korsel

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.402
    • 0Komentar

    INDONESIA dan Korea Selatan semakin memperkuat kerja sama di bidang infrastruktur. Demikian benang merah pertemuan bilateral kedua negara yang digelar di hari ketiga pelaksanaan Conference of the Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia, Rabu (3/11/2021). Indonesia diwakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, sementara Korea Selatan diwakili Menteri Lingkungan Han Jeoung-ae. Dalam […]

expand_less
WordPress Archive Pzyche – Psychology & Counseling Elementor Template Kit Qahira - Umrah & Hajj Tour Travel Elementor Template Kit Qalam – NewsPaper and Magazine WordPress Theme Qamico – Indie Games Studio WordPress Theme Qaween – Wedding WordPress Theme Qeen – Fashion Lifestyle Blog WordPress Theme Qempo – Digital Service Agency Elementor Template Kit Qesco | Logistic Shipping Company WordPress Theme Qik – SaaS Startup WordPress Theme Qixer – Multi-Vendor On demand Handyman Service Marketplace and Service Finder