Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Kongres Musik Tradisional Nusantara Hasilkan 10 Rekomendasi, Apa Saja Rekomendasi Itu ?

Kongres Musik Tradisional Nusantara Hasilkan 10 Rekomendasi, Apa Saja Rekomendasi Itu ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
  • visibility 3.632
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KONGRES Musik Tradisi Nusantara (KMTN) yang digelar dan difasilitasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Rangkaian kongres yang diselenggarakan sejak 20 Agustus 2021 yang lalu, berhasil meramu sepuluh rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah.

Sepuluh rekomendasi tersebut diserahkan secara simbolis kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, secara virtual, Rabu (1/9/2021).

Dari sepuluh rekomendasi, salah satu butir utama adalah pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Terkait pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) untuk musik tradisi Nusantara, Menteri Nadiem mengemukakan bahwa pemilihan istilah “kolektif” untuk sebuah lembaga manajemen seni adalah suatu pilihan yang sangat tepat.

Menurutnya, seni bukanlah sekadar ekspresi, tapi juga identitas bersama. “Identitas Nusantara selama ini telah terbangun oleh kolektivitas seni dan budaya, yang termasuk di dalamnya adalah musik tradisi,” ucap Menteri Nadiem, seperti dikuti dalam rilis Kemendikbudritek di Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, mengatakan, hasil kongres yang relevan dengan tugas dan fungsi kementerian, akan langsung ditindaklanjuti kementerian. Kemendikbudristek, berkomitmen untuk mengawal proses pembentukan LMK sampai ke Kementerian Hukum dan HAM. “Karena LMK Musik Tradisi Nusantara akan membantu para musisi mendapatkan hak-haknya,” paparnya.

Salah satu poin rekomendasi kongres yang terkait erat dengan pendidikan adalah pentingnya menyediakan dan memasukkan pembelajaran musik tradisi Nusantara dalam pendidikan formal dan informal. Pimpinan kongres, Irwansyah Harahap, meminta pemerintah untuk mengintegrasikan sistem pendidikan formal, informal, dan kultural kedalam kebijakan Merdeka Belajar. Pengintegrasian tersebut tak lain untuk menguatkan pemahaman tentang keberagaman, serta penguatan identitas kebangsaan.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Menteri Nadiem mengatakan, “Kami akan mengembangkan materi pengembangan pendidikan musik tradisi untuk pendidikan formal dan informal dari jenjang PAUD sampai SMA, termasuk di Sekolah Luar Biasa,” tuturnya.

Menteri Nadiem juga menuturkan, musik tradisi sebagai identitas Indonesia, sempat kurang terurus dengan baik selama beberapa waktu. Akibatnya, generasi penerus sempat terlupa dengan akar budayanya. “Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih atas rekomendasi kongres terkait langkah-langkah ke depan yang harus kita lakukan bersama untuk memajukan musik tradisi Indonesia,” kata Menteri Nadiem.

Komitmen untuk meningkatkan nilai dan keterampilan budaya, sosial, dan ekonomi para pelaku dan penggiat musik tradisi Nusantara menjadi titik berat keberpihakan Kemendikbudristek. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah dengan menyediakan program beasiswa bagi pelaku budaya. Di samping itu, kata Menteri Nadiem, untuk menghidupkan kecintaan masyarakat luas terhadap jati diri bangsa, kementerian akan menyelenggarakan Festival Musik Tradisi Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Nadiem, mengundang para peserta kongres untuk hadir dalam kegiatan Merdeka Belajar episode ketiga belas yang akan digelar 3 September 2021. Di sana, kata Menteri Nadiem, akan diluncurkan kanal budaya terpadu pertama di Indonesia, yakni Kanal Indonesiana.

Mendikbudristek menyampaikan apresiasinya. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada peserta Kongres Musik Tradisi Nusantara atas gagasan dan rekomendasi yang telah disampaikan kepada kami. Dengan semangat bersama, mari terus memajukan musik tradisi Nusantara untuk Indonesia bahagia dan merdeka berbudaya,” ujarnya.

Hadir dalam kongres tersebut Direktur Musik, Film, dan Animasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Mohammad Amin, dan Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Syarifuddin.

Menanggapi rekomendasi kongres, Syarifudin mengungkapkan pihaknya menyambut dengan tangan terbuka usulan pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Musik Tradisi Nusantara. Ia menyebut, lembaga manajemen kolektif ini telah lama ada. Hanya saja saat ini untuk musik tradisi dikelola pemerintah untuk menarik minat para pegiat dan seniman musik tradisi. “Kelak kalau sudah jalan, musisi tradisi dapat mengelola sendiri dan berkarya dengan nyaman,” tuturnya.

Mohammad Amin juga menyambut baik hasil rekomendasi Kongres Musik Tradisi Nusantara ini. Ia mengatakan, rekomendasi tersebut harus dijawab oleh semua unsur di pemerintahan. Kemenparekraf, kata dia, responsif terhadap rekomendasi tersebut. “Misalnya terkait sinergitas pentahelix dan dalam kaitannya dengan pemanfaatan, sehingga musik tradisi bisa menyejahterakan pelaku,” kata Amin. Ia berharap, pembentukan LMK musik tradisi bisa seperti LMK yang sudah ada di industri musik.
InfoPublik (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Muda Harus Mampu Berinovasi, Kalau Tidak…

    Anak Muda Harus Mampu Berinovasi, Kalau Tidak…

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 994
    • 0Komentar

    GENERASI Muda yang tergabung dalam organisasi Kepramukaan diharapkan dapat memiliki semangat kebangsaan melalui peningkatan keterampilan dengan mengedepankan kecerdasan spritual, intelektual, emosional, sosial dan wawasan kebangsaan. Melalui kegiatan kepramukaan sepetri ini selain untuk melatih keterampilan juga sebagai ajang dalam menimba ilmu interaksi dalam rangka meningkatakan kreatifitas anak sehingga mampu bersaing dalam menghadapi kondisi  yang kian kompetitif. […]

  • Tok..! Disepakati Pemilu Serentak 14 Februari 2024

    Tok..! Disepakati Pemilu Serentak 14 Februari 2024

    • calendar_month Selasa, 25 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

      DPR RI, pemerintah, dan penyelenggara pemilihan umum (pemilu) sepakat bahwa penyelenggaraan pemungutan suara pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta anggota DPD RI dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 14 Februari 2024. Kesepakatan itu diambil dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat terkait Penetapan Jadwal Pemilu Serentak […]

  • Polri Keluarkan Izin, Liga 1 dan 2 Digelar dengan Prokes Ketat

    Polri Keluarkan Izin, Liga 1 dan 2 Digelar dengan Prokes Ketat

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menerbitkan izin pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 2021/2022. Listyo menuturkan, izin ini dikeluarkan berdasarkan hasil assesmen yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan salah satunya adalah melonggarkan kegiatan olahraga dengan tetap menerapkan berbagai macam pembatasan. “Maka kami sepakat untuk memberikan persetujuan terkait dengan perizinan untuk dilaksanakan penyelenggaraan Liga 1 maupun Liga 2,” kata Listyo […]

  • Tarik Minat Pemilih di Pilpres dan Pileg, Sengai Keruh  Bakal Kasih Souvenir

    Tarik Minat Pemilih di Pilpres dan Pileg, Sengai Keruh Bakal Kasih Souvenir

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba – Langkah peningkatan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang terus dilakukan. Selain sosialisasi secara gencar, inovasi lain untuk menggugah minat para pemilih juga dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya dilaksanakan Forum Komunikasi dan Pimpinan  Kecamatan (Forkopimcam) Sungai Keruh. Dimana dalam Pemilu 2019 kali ini, para penyelenggara dan pemilih bakal […]

  • Jaga Kesehatan Peserta PON, Polri Berangkatkan  44 Dokter SIPSS ke Papua

    Jaga Kesehatan Peserta PON, Polri Berangkatkan 44 Dokter SIPSS ke Papua

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    SEBANYAK 44 dokter yang tercatat sebagai Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) khusus Dokter TA 2021 dikirim ke Papua. Mereka akan mendukung tenaga medis untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Dilansir dari Tribratanews belum lama ini, pemberangkatan 44 dokter ini dipimpin langsung oleh Kasetukpa Lemdiklan Polri, Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum. […]

  • BLT Dana Desa Sudah Disalurkan ke 49.095 Desa

    BLT Dana Desa Sudah Disalurkan ke 49.095 Desa

    • calendar_month Minggu, 16 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    PADA8 Mei 2021, Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT Dana Desa) telah disalurkan ke 49.095 dari 74.961 desa dan mencapai Rp 2,27 triliun. BLT dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) ditujukan untuk meningkatkan daya beli warga akibat aturan larangan mudik yang berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi warga desa di hari raya. Untuk […]

expand_less
WordPress Archive Hellix - Modern Architecture & Interior Design WordPress Theme Hello Friday – Elegant Lifestyle Blog Theme Helmets – WordPress Theme for Handyman Helpass – Charity WordPress Theme HelpDesk 3 – The professional Support Solution HelpDesk – WordPress Support Center Theme Helpful – Article Feedback Plugin for WordPress Helpgrove – Nonprofit Charity WordPress Theme HelpGuru – A Self-Service Knowledge Base WordPress Theme HelpingHand – Charity/Fundraising WordPress Theme