RI Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ulama se Dunia
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Selasa, 30 Jan 2018
- visibility 885
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo [Jokowi] mengungkapkan Indonesia siap menjadi tuan rumah pertemuan ulama se dunia guna mendukung perdamaian di tingkat internasional, khususnya negara.
“Indonesia siap menjadi tuan rumah. Saran saya, pertemuan bersifat inklusif,” kata Presiden Joko Widodo dalam pertemuannya dengan Ketua Dewan Perdamaian Afghanistan Karim Khalili di Istana Haram Sarai (Wisma Negara), Kabul, Afghanistan, pada Senin (29/1/2018).
Menurut Presiden, tindak lanjut dari rencana pertemuan ulama itu akan dilakukan di Jakarta. Pertemuan itu menjadi salah satu upaya Indonesia dalam pembangunan perdamaian bagi Afghanistan. Presiden mengawali perbincangannya bersama Khalili dengan menyampaikan perasaan dukacita yang mendalam atas tragedi yang terjadi di Kabul beberapa waktu belakangan yang merenggut puluhan jiwa.
“Saya turut mendoakan agar keluarga dan sahabat yang ditinggal diberi ketabahan. Kekejian ini tidak akan melunturkan semangat kita. Namun, hanya akan semakin memperkuat keinginan untuk menciptakan perdamaian,” demikian Presiden dalam keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Jakarta, melansir Antara, Selasa (30/1/2018).
Kepala Negara juga berterima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Ketua Dewan Perdamaian Afghanistan beserta delegasi ke Jakarta beberapa waktu lalu. Melalui kunjungan balasan yang dilakukan, Presiden Jokowi hendak meneguhkan komitmen Indonesia dalam membantu upaya perdamaian di Afghanistan.
“Kunjungan ke Kabul akan saya gunakan untuk meneguhkan komitmen Indonesia membantu peace building di Afghanistan sebagaimana diminta oleh Presiden Afghanistan,” ujar Presiden.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga akan membangun klinik kesehatan di kompleks Indonesia Islamic Centre (IIC) di Kabul yang akan mulai dibangun pada musim semi 2018 melengkapi Masjid As-Salam yang sudah dimanfaatkan masyarakat.[WE]
- Penulis: Irwan Wahyudi

Saat ini belum ada komentar