Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Alasan WWF Indonesia Bakal Gelar Simposium Hiu & Pari

Alasan WWF Indonesia Bakal Gelar Simposium Hiu & Pari

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
  • visibility 2.858
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GUNA mengumpulkan masukan ilmiah bagi kebijakan konservasi hiu dan pari di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) didukung Yayasan WWF Indonesia akan menggelar Simposium Hiu dan Pari di Indonesia untuk ketiga kalinya, pada Rabu-Kamis (7-8/4/2021) secara daring dan luring. Sebelumnya, simposium hiu dan pari jilid 1 dan 2 telah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu.

Terbatasnya informasi ilmiah tentang sumber daya hiu dan pari di Indonesia menjadi tantangan besar bagi konservasi hiu dan pari. Sementara penyusunan kebijakan konservasi hiu dan pari harus memiliki basis kajian ilmiah yang kuat. Karenanya, sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk mengelola sumber daya perikanan, termasuk hiu dan pari, secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat pesisir, diperlukan suatu rekomendasi bahan kebijakan pengelolaan jenis ikan hiu dan pari yang berbasis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Tb. Haeru Rahayu mengatakan rekomendasi kebijakan pengelolaan terhadap jenis-jenis ikan hiu dan pari perlu segera didapatkan untuk mengelola lebih baik, terutama jenis yang menjadi atensi konvensi internasional, seperti Konvensi Perdagangan Fauna dan Flora Terancam Punah/CITES dan Organisasi Pengelolaan Perikanan Regional/RFMO.

“Simposium ini merupakan salah satu upaya kita bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hiu dan pari. Kegiatan ini juga bagian dari implementasi Rencana Aksi Nasional Konservasi yang telah disusun,” ujar Tebe di Jakarta.

Hiu dan pari telah menjadi isu internasional sejak tahun 2013. Diawali dengan masuknya beberapa jenis hiu dan pari manta dalam apendiks CITES akibat tingginya tingkat pemanfaatan ikan tersebut sebagai tangkapan target maupun tangkapan sampingan (by catch).

“Untuk itu, Pemerintah Indonesia menaruh perhatian yang sangat serius melalui sejumlah kebijakan termasuk pengembangan kawasan konservasi, perlindungan jenis ikan hiu dan pari tertentu yang terancam punah dan pengaturan pemanfaatan melalui kuota,” tegas Tebe.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL), Ditjen PRL KKP Andi Rusandi menjelaskan simposium yang mengusung tema “Penguatan Kolaborasi dan Sinergi dalam Pengelolaan Hiu dan Pari” kali ini akan memuat 3 tema makalah yang secara umum mencerminkan isu dan tantangan dalam pengelolaan hiu dan pari,  yaitu biologi dan ekologi sumber daya; sosial ekonomi; pengelolaan dan konservasi. “Sampai saat ini sudah ada 100 lebih pemakalah yang mendaftar dalam simposium ini,” jelas Andi dalam keterangan resmi, kemarin

Selain Dirjen PRL, simposium yang akan dihadiri juga oleh Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja, dan CEO/Executive Director Yayasan WWF Indonesia Dicky P. Simorangkir sebagai pembicara kunci juga mendatangkan beberapa pembicara kompeten dari dalam dan luar negeri termasuk LIPI, Traffic, dan Global Shark Trend Team.

Sebelum pelaksanaan simposium juga akan diselenggarakan berbagai macam workshop dan pelatihan yang dapat diikuti secara virtual dengan mendaftar langsung pada laman https://srs-indonesia.org/registrasi.

“Peserta juga dapat mengikuti virtual tour wisata Hiu Paus di kawasan Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu upaya terobosan kita dalam menjaga kelestarian hiu dengan harapan kita tetap dapat memperoleh manfaat ekonomi meskipun di era pandemi seperti saat ini,” pungkas Andi.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AI Bisa Tiru Suara & Tipu Warga, Sosialisasi Digital Harus Ngebut Sebelum Korban Bertambah

    AI Bisa Tiru Suara & Tipu Warga, Sosialisasi Digital Harus Ngebut Sebelum Korban Bertambah

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 688
    • 0Komentar

    ZAMAN sekarang, nelpon gak cukup cuma denger suara, soalnya, suara bisa ditiru. Teknologi AI makin canggih, bisa nyamar jadi siapa aja dari suara anak minta pulsa sampai gaya bicara Pak RT ngajak arisan. Masalahnya, banyak warga di pelosok belum tahu kalau teknologi itu bisa juga dipakai buat nipu. Mereka belum siap hadapi dunia digital yang […]

  • LRT Siap Jadi Alternatif Perjalanan Wisata Baru

    LRT Siap Jadi Alternatif Perjalanan Wisata Baru

    • calendar_month Minggu, 29 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    Bukan yang terkaya tapi menjadi lirikan dunia dan membuat daerah lain iri.

  • jokowi

    Jokowi Minta Seluruh Kementrian Tekan Angka Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.477
    • 0Komentar

    Presiden RI,  Joko Widodo (Jokowi) seluruh kementrian dapat menekan angka kemiskinan,  karena merupakan tanggung jawab bersama sehingga target tahun ini untuk menekan angka kemiskin 10,5 persen dapat terealisasi.

  • operasi-tangkap-tangan

    OTT di Lahat, 25 Orang Pegawai & Honorer Disdukcapil di Tangkap

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.668
    • 0Komentar

    Markas Kepolisian Resort (Mapolres) meringkus 25 orang pegawai dan honorer Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lahat setelah polisi melakukan Operasi Tangkap  Tangan (OTT) terkait pengurusan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kantor ini

  • Timnas Indonesia Menang [Kalah] Lawan Guyuna?

    Timnas Indonesia Menang [Kalah] Lawan Guyuna?

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    “Kami akan menjadikan pertandingan ini sebagai kesempatan penting yang merupakan ujian moral sekaligus kepercayaan diri tim sebelum berlaga di Asian Games 2018,”

  • Ingat !! Gubernur Janji Bakal Akomodir Kebutuhan dan Hak Penyandang Disabilitas

    Ingat !! Gubernur Janji Bakal Akomodir Kebutuhan dan Hak Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 930
    • 0Komentar

    UNTUK mengakomodir kebutuhan dan hak-hak anak-anak penyandang disabilitas, Gubernur Sumsel H.Herman Deru berjanji segera menambah jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sumsel. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri launching buku  Suara Anak Penyandang Disabilitas “Dengarkan Curhatan Kami” yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, di Hotel Novotel Palembang, kemarin.. “Segera akan kita tambah, SLB […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Thunderstruck WordPress Theme MyThemeShop Top WordPress Theme MyThemeShop Urban WordPress Theme MyThemeShop Video WordPress Theme MyThemeShop Viral WordPress Theme MyThemeShop Vogue WordPress Theme MyThemeShop Wildfire WordPress Theme MyThemeShop WooCart WordPress Theme MyThemeShop WooCommerce Checkout Field Modifier MyThemeShop WooCommerce Products Already Added To Cart Or Purchased