Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Menteri LHK : Potensi Keragaman Genetik RI Harus Dijaga & Dicegah Agar Tidak beralih Kepada Asing

Menteri LHK : Potensi Keragaman Genetik RI Harus Dijaga & Dicegah Agar Tidak beralih Kepada Asing

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
  • visibility 2.737
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya menjelaskan jika relevansi penerapan Wawasan Nusantara dapat dilihat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yaitu meliputi : (1) Kesadaran akan pentingnya bersatu untuk mencapai tujuan bersama (kita mengenalnya sebagai persatuan dan kesatuan); (2) penguatan jati diri dan ikatan batin bangsa sebagai bangsa yang bermartabat, besar dan disegani ( sebagai konsep kebangsaan); (3) kesatuan wilayah nasional untuk menjamin keutuhan ruang hidup dan sumber kehidupan bangsa (sering kita sebut negara kepulauan); (4) kesatuan bangsa Indonesia dengan tanah airnya yang menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan bangsa,( konsep geopolitik); (5) kesatuan dalam kemajemukan agar bangsa Indonesia tetap bersatu meskipun dari latar belakang yang berbeda-beda untuk meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan (kita menyebutnya Bhineka Tunggal Ika); serta (6) satu kesatuan kekuasaan berdasarkan kedaulatan rakyat untuk menjamin kesejahteraan, kedaulatan dan kemerdekaannya (sebagai konsep negara kebangsaan).

Atas dasar hal tersebut maka perlu ada kesepahaman dalam kesepakatan terhadap penentuan prioritas pemerintah dalam menyikapi posisi Indonesia terhadap negara lain dalam kerangka kesepakatan global dibidang sumber daya genetik.

“Keanekaragaman hayati dan sumber daya genetiknya yang dimiliki Indonesia, selain menjadi potensi yang luar biasa untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia juga menjadi menarik bagi negara-negara yang tidak memiliki sumber daya tetapi memiliki teknologi untuk dapat memanfaatkannya.

Hal ini menjadi tantangan dan ancaman bagi kita apabila tidak mampu mengelolanya dengan baik”, tambahnya.

Oleh karena itu potensi keragaman genetik Indonesia harus dijaga dan dicegah agar tidak beralih kepada pihak asing tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemerintah, lanjutnya.

Menteri Siti mencontohkan jika tercatat bahwa telah terjadi beberapa kasus pencurian sumber daya genetik (biopiracy), antara lain: (1) Publikasi peneliti asing tanpa ijin atas penemuan species baru Tawon Raksasa (Megalara Garuda) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, (2) Pendaftaran paten atas 9 (sembilan)jenis tumbuhan asli Indonesia oleh Shiseido perusahaan kosmetik Jepang (kemudian dipaten-kan), meski saat ini sudah dicabut kembali patennya, (3) Pencurian Kantong Semar (Nephentes clipeata) di TWA Gunung Kelam, Kalimantan Barat oleh peneliti asing, dan (4) Publikasi tanpa ijin hasil penelitian amphibi dan reptil di TN Lore Lindu Sulawesi Tengah oleh peneliti asing, serta mungkin masih banyak lagi kedepannya jika kita tidak segera mengantisipasi soal pengalolaan sumberdaya genetik kita.

Disisi lain Menteri Siti mengungkapkan jika para peneliti kita pun sebenarnya telah mampu mengungkap potensi sumber daya genetik Indonesia (bioprospeksi), sebagai contoh, seperti (1) Pemanfaatan bakteri berguna (microba) untuk pengganti pupuk dan pestisida serta anti frost, (2) Penemuan anti-cancer pada soft Coral di TWA Teluk Kupang, (3) Budidaya Jamur Morel yang memiliki nilai ekonomis tinggi di TN Rinjani dan lain sebagainya.

“Potensi-potensi seperti ini harus terus kita cari dan kembangkan, sehingga sumber daya genetik Indonesia dapat kita jadikan sebagai modal/asset (natural capital) yang dirasakan secara nyata untuk mendukung kesejahteraan masyarakat serta menuju Indonesia maju,” tegasnya.

Oleh karenanya Menteri Siti meminta agar Indonesia sebagai negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi perlu memiliki kemampuan penguasaan teknologi untuk dapat mengolah kekayaan tersebut.

Perwujudannya memerlukan dibukanya kesempatan/peluang kerjasama dengan negara-negara pemilik teknologi melalui kebijakan pemanfaatan sumber daya genetik yang menguntungkan Indonesia sebagai negara penyedia sumber daya. Pemikiran yang dijadikan asas disini menekankan pada penjaminan pembagian keuntungan yang adil dan merata dari pemanfaatan sumberdaya genetik tersebut bagi pemiliknya. Selain itu diperlukan perhatian atas pengetahuan tradisional terkait sumber daya genetik tersebut.

Banyak hal yang perlu dikembangkan terkait dengan pengaturan atas pemanfaatan sumber daya genetik, sehingga diperlukan kesepahaman antar Kementerian/Lembaga agar mampu melindungi keberadaan kekayaan keanekaragaman hayati sebagai asset negara untuk masa kini dan masa depan.

Indonesia perlu mengalokasikan investasi untuk melakukan riset secara komprehensif terkait potensi pemanfaatan kehati dan sumber daya genetik asli yang tersebar di seluruh daerah yang masih belum semuanya di eksplorasi. Hal ini mengingat bahwa sumber daya genetik memiliki nilai strategis untuk keutuhan pangan, kesehatan, energi, ekonomi, keamanan negara, perkembangan teknologi dan lingkungan serta sebagai bentuk kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar sepakat jika penting bagi Indonesia harus terus berupaya keras menjaga kelestarian keanekaragaman hayatinya, sumber daya genetik dan pengetahuan-pengetahuan tradisional dan mengembangkannya secara berkelanjutan.

Indonesia disebutnya telah melakukan berbagai upaya untuk mengelola kehati termasuk dari aspek perlindungan, konservasi, serta pemanfaatan dan pembagian keuntungan dari pemanfaatan komponen kehati telah dilakukan pemerintah disegala tingkatan dari nasional hingga global. Di tingkat internasional Indonesia menjadi negara pihak konvensi keanekaragaman hayati atau CBD dan telah meratifikasinya menjadi UU No 5/1994. Indonesia juga telah meratifikasi International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA) melalui UU No.4/2006 tentang upaya perlindungan sumber daya genetik tanaman untuk pangan dan pertanian. Pengelolaan kehati Indonesia juga diatur dalam UU No.11/2013 tentang pengesahan Protokol Nagoya mengenai akses pada sumber daya genetik dan pembagian keuntungan yang adil dan seimbang yang timbul dari pemanfaatannya. Indonesia juga aktif dalam perundingan di forum internasional lainnya.

Guna mengoptimalisasi pengelolaan kehati di Indonesia serta menjaga kedaulatan negara atas kekayaan alamnya, Wamenlu Mahendra Siregar menekan beberapa hal yang kiranya perlu untuk terus dimajukan, yaitu dengan memperkuat kompetensi domestik dan meningkatkan investasi dibidang riset, ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi mengenai kehati. Kemudian pentingnya meningkatkan kerjasama multipihak baik dengan pamengku kepentingan nasional maupun internasional, serta dengan penguatan mekanisme dan kerja sama internasional.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian kekayaan kehati global berada di negara-negara berkembang, banyak negara dan perusahaan di negara maju yang memiliki kepentingan baik untuk keperluan usaha, investasi maupun industri mencari potensi sumber daya genetik dari negara-negara berkembang untuk kemudian dikembangkan untuk kebutuhan penelitian, ekonomi, dan komersial. Hal ini yang Pemerintah terus kejar agar terjadi pembagian keuntungan yang adil dan seimbang yang timbul dari pemanfaatan komponen kehati” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko bahwa pengelolaan sumber daya genetik penting dilakukan, LIPI sebagai scientific authority mengupayakan perlindungan sumber daya genetik melalui konservasi eksitu yaitu Kebun Raya. LIPI juga mengkoleksi specimen fisik/spesimen mati baik flora maupun fauna dan juga mikroba kemudian saat ini LIPI juga sudah melakukan ekstraksi data digitalnya baik itu data DNA, struktur protein dan juga senyawa-senyawa aktif yang dikandung di spesimen-spesimen tersebut.

“Informasi dari ekstraksi itu sangat penting karena saat ini kita tidak cukup hanya dengan tracing dari taksonomi konvensional, kita harus masuk ke level molekuler, sehingga kalo kita ingin menuntut benefit sharing sesuai dengan Protokol Nagoya yang telah kita ratifikasi maka kita bisa membuktikan secara molukuler bahwa ini memang sumber daya genetik asli Indonesia. Kemudian juga tentu akan berguna sampai pemanfaatan khususnya yang terkait dengan bioenginering dan bioteknologi,” ungkap Laksana dalam keterangan pers, rabu [24/3/2021].

FGD ini diselenggarakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 23 – 24 Maret 2021 secara hybrid, tatap muka (untuk pembicara) dan on-line (untuk Peserta), bertempat di ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabhakti Kementerian LHK Jakarta. FGD hari pertama ini dihadiri oleh sekitar 4.021 orang peserta secara online yang terdiri dari perwakilan Kementerian/Lembaga, Akademisi dan Pakar, serta praktisi di bidang sumber daya genetik.[***]

 

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Thia Yufadha : Hasil Penjualan Masker Gambo Muba Disalurkan untuk Warga Terdampak Covid-19

    Thia Yufadha : Hasil Penjualan Masker Gambo Muba Disalurkan untuk Warga Terdampak Covid-19

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.355
    • 0Komentar

    TIDAK hanya disalurkan untuk tenaga medis dan tim penanganan Covid-19 saja, namun keuntungan dari penjualan masker Gambo Muba yang di inisiasi Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza juga disalurkan untuk warga Muba yang terdampak Covid-19. “Jadi, selain masker ini dibagikan untuk inspirasi  dalam perjuangan melawan covid-19, dari keuntungan hasil penjualan masker Gambo Muba […]

  • Bupati Banyuasin Ajak Masyarakat Manfaatkan Perkarangan Rumah untuk Bercocok Tanam

    Bupati Banyuasin Ajak Masyarakat Manfaatkan Perkarangan Rumah untuk Bercocok Tanam

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.602
    • 0Komentar

    DITENGAH Pandemi Covid-19, Bupati Banyuasin mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Pekarangan rumah  untuk bercocok tanam. “Tujuannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan syukur-syukur bisa menambah penghasilan keluarga ditengah Covid-19,” kata Askolani usai video conference dengan Menteri Pertanian RI di Areal Sawah Lebak Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Selasa [12/5/2020]. Bupati Banyuasin berkomitmen untuk bisa menjaga dan […]

  • EDRR 2026 Fokus Ancaman Kebakaran, Pemerintah Tekankan Respons Cepat Peringatan Dini

    EDRR 2026 Fokus Ancaman Kebakaran, Pemerintah Tekankan Respons Cepat Peringatan Dini

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – EDRR 2026  digelar di Jakarta menyoroti ancaman kebakaran akibat dinamika iklim ekstrem sekaligus mendorong penguatan teknologi dan respons terhadap peringatan dini bencana. Pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2026 berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran mulai Rabu, 12 Agustus hingga 14 Agustus 2026. Pembukaan EDRR 2026 dihadiri Kepala Badan Nasional […]

  • 149 ASN Muba Raih Penghargaan Presiden RI

    149 ASN Muba Raih Penghargaan Presiden RI

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    “Pengabdian yang lama ini harus terus disertai dengan kontribusi yang tulus dan bermanfaat untuk masyarakat banyak,”

  • Clamshell ChromeOS Berfitur Lengkap & Laptop Konvertibel untuk Pendidikan Tawarkan Layar 11,6″, Sasis Tangguh, Inovasi Cerdas, & Perawatan Mudah

    Clamshell ChromeOS Berfitur Lengkap & Laptop Konvertibel untuk Pendidikan Tawarkan Layar 11,6″, Sasis Tangguh, Inovasi Cerdas, & Perawatan Mudah

    • calendar_month Kamis, 16 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, ASUS hari ini mengumumkan seri ASUS Chromebook CR11, laptop ChromeOS baru yang berfokus pada pendidikan, tersedia dalam bentuk clamshell 11,6 inci (ASUS Chromebook CR11) untuk pengalaman tradisional dan desain konvertibel yang dapat diubah menjadi menjadi tablet multisentuh 11,6 inci (ASUS Chromebook CR11 Flip).   Model ASUS Chromebook CR11 yang baru dibuat dengan standar kelas […]

  • Agar Obyek Wisata Pagar Alam Bisa Dikenal Luas, Begini Anjuran Gubernur

    Agar Obyek Wisata Pagar Alam Bisa Dikenal Luas, Begini Anjuran Gubernur

    • calendar_month Sabtu, 26 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.125
    • 0Komentar

    KOTA Pagar Alam memiliki pesona tersendiri terkait obyek wisatanya dibanding daerahlain di Sumsel, seperti Gunung Dempo, Perkebunan Teh, dan Situs-situs Purbakala [Megalithik]. Potensi itu membuat Pagar Alam berbeda dengan daerah lain di Sumsel. Untuk lebih dikenal mata pelancong domestik maupun luar perlu inovasi dan kreativitas dari pemerintah daerah setempat dan unsur terkait. Gubernur Sumsel Herman […]

expand_less
WordPress Archive Ultimate Member MailChimp Addon Ultimate Member myCRED Ultimate Member Online Users Addon Ultimate Member Private Content Addon Ultimate Member Private Messages Addon Ultimate Member Profile Completeness Addon Ultimate Member Realtime Notifications Addon Ultimate Member Social Activity Addon Ultimate Member Social Login Addon Ultimate Member Terms & Conditions Addon