Rabu, 26 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Tifa, Nada Ritmik Refleksi Indahnya Papua

Tifa, Nada Ritmik Refleksi Indahnya Papua

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
  • visibility 3.180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indonesia terdiri dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke.Setiap daerah memiliki kesenian khas, seperti alat musik tifa dari Indonesia timur
Masyarakat Papua adalah masyarakat yang ekspresif. Mereka mengekspresikan jiwa keseniannya dalam bentuk alat musik tradisional, ukiran-ukiran, dan tarian. Setiap momen penting dirayakan dan diiringi dengan musik tradisional. Suara tak bernada itu nyaring terdengar di telinga, tak hanya satu suara, namun ada beberapa dan saling sahut. Sekilas terdengar seperti gendang, alat musik khas Jawa, yang dimainkan dengan cara dipukul. Namun suara ini lebih ringan daripada gendang. Suara ini keluar dari sebuah alat musik khas Papua yang bernama, tifa.
Tifa, alat musik pukul khas Indonesia timur yang begitu populer dan terkenal hingga mancanegara. Sebuah alat musik yang memiliki banyak cerita dan kandungan budaya yang kental di dalamnya. Tifa, alunan nada ritmik yang sama sejak dulu hingga kini terus memberikan warna bagi indahnya bumi Papua.
Tifa adalah alat musik pukul yang terbuat dari kayu berbentuk tabung. Bagian tengah kayu akan dilubangi dan dibiarkan kosong. Kemudian, salah satu sisi nya ditutup dengan mernggunakan kulit biawak atau soa-soa. Namun di beberapa wilayah lain, kulit rusa juga dipakai sebagai lapisan penutup lubang yang akan menghasilkan suara. Semakin kering lapisan kulit ini, maka suara yang akan dihasilkan pun semakin enak didengar
Tifa sendiri terbuat dari kayu yang sangat tebal dan bulat, biasanya kayu yang dipakai adalah kayu Lenggua. Kayu khas Papua ini terkenal sangat kuat dan memiliki kualitas kayu nomor satu. Untuk membuat tifa semakin menarik, pembuatnya biasa memberikan ornamen-ornamen ukiran di sepanjang badan alat musik tersebut. Ukiran ini umumnya bercerita tentang hal-hal di seputar kehidupan dan ungkapan syukur sang pembuat tifa.
Suara seperti gendang adalah suara yang kita dengar dari alat musik Tifa. Secara umum karakteristik suaranya sama saja dengan gendang, namun warna dari suara ini akan ditentukan oleh ukuran tifa itu sendiri. Yang pasti, kualitas suara Tifa ditentukan oleh setelan lapisan kulit yang akan dipukul.
Bagi masyarakat Papua, tifa biasanya dimainkan di dalam upacara-upacara besar dan peringatan tertentu. Tifa juga biasa dimainkan untuk mengiringi tarian-tarian seperti tari gatsi, tarian asmat, dan tarian tradisional lainnya.

Papua dan Maluku
Tifa juga memiliki jenis berbeda seperti tifa jekir, tifa potong, tifa dasar,maupun tifa bas. Semua ditentukan oleh daerah asalnya yang memiliki ciri masing-masing. Tifa secara umum merupakan alat musik khas Indonesia Timur. Keberadaannya dapat ditemukan baik di Papua maupun Maluku. Namun, tifa dari kedua wilayah ini memiliki perbedaan mencolok pada bentuknya. Tifa asli Papua memiliki bentuk menyerupai permen dan memiliki pegangan di sampingnya. Sedangkan Tifa asli Maluku, hanya berbentuk tabung biasa tanpa ada gagang untuk pegangan di sampingnya.

(Penulis: ASAO, dari Sorong, Papua Barat)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Linde Umumkan Suksesi Angkat CEO & Ketua Baru

    Linde Umumkan Suksesi Angkat CEO & Ketua Baru

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.494
    • 0Komentar

    GUILDFORD, Inggris- Linde (NYSE: LIN; FWB: LIN) hari ini mengumumkan Dewan Direksi telah menunjuk Sanjiv Lamba untuk menggantikan Steve Angel sebagai Chief Executive Officer dan Steve Angel untuk menggantikan Wolfgang Reitzle sebagai Ketua, efektif 1 Maret 2022. Lamba diangkat sebagai Chief Operating Officer Linde pada Oktober 2020. Selama lebih dari 30 tahun masa jabatannya bersama […]

  • Liza Bikin Gol Menit 89, Papua Pegunungan Juara Lagi!

    Liza Bikin Gol Menit 89, Papua Pegunungan Juara Lagi!

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.348
    • 0Komentar

    FINAL Piala Pertiwi 2025 antara Papua Pegunungan dan Jawa Barat di Lapangan UII Sleman Senin 10 November kemarin benar-benar bikin penonton deg-degan setengah mati. Bayangkan, sejak menit pertama, kedua tim maju mundur seperti anak sekolah rebutan jatah snack, tapi gawang nggak ada yang kebobolan. Papua Pegunungan tampil disiplin, rapi, dan siap menyerang, sementara Jawa Barat […]

  • sertifikasi-lahan-rakyat

    Wow, 80 Juta Tanah di RI Belum Miliki Sertifikat

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.284
    • 0Komentar

    Seluas 80 juta tanah di Indonesia masih belum memiliki sertifikat, sementara yang baru memiliki hanya 46 juta bidang tanah dari 126 juta bidang tanah.

  • Dampak Buruk akibat Kesehatan Mental yang Tidak Baik

    Dampak Buruk akibat Kesehatan Mental yang Tidak Baik

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    KESEHATAN mental dan kesehatan fisik sudah sepatutnya jalan beriringan. Pasalnya, kedua hal ini saling terkait dan mempengaruhi satu dengan lainnya. Pendiri Aplikasi KALBU (platform online untuk kesehatan mental masyarakat) Iman Hanggautomo mengatakan keluhan kesehatan mental bahkan dapat memicu munculnya masalah pada kesehatan fisik. “Seperti halnya fisik yang sakit harus diobati, maka mental yang sakit juga […]

  • Pakar keberlanjutan APAC mengutip undang-undang, tindakan bisnis sebagai perkembangan teratas yang mendorong agenda keberlanjutan: survei ERM-GlobeScan

    Pakar keberlanjutan APAC mengutip undang-undang, tindakan bisnis sebagai perkembangan teratas yang mendorong agenda keberlanjutan: survei ERM-GlobeScan

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach – Penelitian terbaru dari GlobeScan dan SustainAbility Institute oleh ERM menemukan bahwa kepemimpinan keberlanjutan semakin membutuhkan lebih dari sekadar kepatuhan untuk mengembangkan model bisnis inovatif dengan keberlanjutan sebagai intinya. Tindakan legislatif, standarisasi pengungkapan terkait keberlanjutan, kerangka keanekaragaman hayati COP15, dan tindakan bisnis juga diakui sebagai perkembangan keberlanjutan penting selama 12 […]

  • Dana Besar, Pemerintah Bahas Peningkatan Ekonomi Haji

    Dana Besar, Pemerintah Bahas Peningkatan Ekonomi Haji

    • calendar_month Selasa, 22 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) tengah mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Rencana ini sedang dibahas bersama antara Ditjen PHU dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Indonesia. “Ini menjadi visi dan perhatian bersama, bagaimana kita bisa terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan haji dan […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Custom Payment Label WooCommerce Custom Product Addons, Custom Product Options WooCommerce Custom Product Description in Loop for Products Catalog WooCommerce Custom Product Designer Woocommerce custom product tabs WooCommerce Custom T-Shirt Designer WooCommerce Custom Text and Elements WooCommerce Customer Email Verification WooCommerce Customer History WooCommerce Customer History Plugin