Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Di Asean, Indonesia Paling Optimis Hadapi Pandemi

Di Asean, Indonesia Paling Optimis Hadapi Pandemi

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Minggu, 15 Nov 2020
  • visibility 1.355
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASYARAKAT Indonesia diketahui paling optimis dalam menghadapi pandemi COVID-19 di Asia Tenggara. Hal ini tak lepas dari tingginya angka kesembuhan COVID-19 di dalam negeri.
Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia memang terus menunjukkan tren membaik. Karenanya wajar, memberikan optimisme tinggi bagi masyarakat dalam melewati masap andemi COVID-19. Dilansir dari berbagai survey seperti, IPSOS hingga Nielsen.
“Recovery rate (rasio kesembuhan) dari seluruh total kasus COVID-19 mencapai 82.84%. Angka sembuh dan selesai isolasi COVID-19 meningkat dibandingkan sebelumnya, yaitu 80.51%”, ujar dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Satgas COVID-19. Ini disampaikan dalam acara Dialog Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dengan tema “Antara Pengobatan dan Pencegahan: PilihMana?”.
Keseriusan pemerintah dalam menangani pasien COVID-19 juga terlihat dari suplai obat penanganan COVID-19 yang terus terdistribusi dengan cukup. Dengan tujuan meningkatkan rasio kesembuhan, mulai 4 November, obat penanganan COVID-19 ini sudah didistribusikan ke 34 Dinas Kesehatan Provinsi dan 779 rumah sakit di seluruh Indonesia. Pemerintah juga terus melakukan pemenuhan suplai obat penanganan COVID-19 hingga bulan Desember 2020 mendatang. Jumlah tenaga medis pun mencapai 300 ribu orang yang bekerja di rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia.
Dokter Gia Pratama Putra, dokter Kepala Instalasi Gawat Darurat salah satu rumah sakit di Jakarta, dalam kesempatan yang sama, menyatakan bahwa setidaknya ada 3 fase yang harus dihadapinya hamper setiap hari dalam menangani pasien COVID-19. Fase pertama yakni, meyakinkan pasien positif COVID-19 bahwa penyakit ini bisa dilalui. “Keyakinan akan kesembuhan adalah 50% kesembuhan. Virus ini sebenarnya bisa kalah dengan daya tahan tubuh kita sendiri. Jadi biarkanlah bapak ibu, tidak usah focus pada penyakitnya. Biarkan dokter-dokter kita yang focus pada penyakitnya. Bapak ibu fokuslah menjaga diri dan kesehatan,” ungkapnya.
Fase kedua, adalah saat pasien harus diisolasi sehingga tidak boleh bertemu dengan keluarga ataupun teman. Sebagai tenaga kesehatan, dokter harus terus berkunjung menyemangati para pasien dan berperan sebagai keluarga kedua pasien COVID-19. Setelah itu memasuki fase ketiga tedapat dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, adalah kesembuhan pasien. Sementara kemungkinan kedua adalah hasil yang tidak diinginkan yakni, meninggalnya pasien COVID-19.
Mengobati memang penting, namun mencegah lebih baik. Itulah yang dr. Gia sering imbau kepada setiap orang, baik langsung kepada pasiennya atau melalui media sosial. Ia pun mengibaratkan pencegahan dengan sebuah rumus, Ri (risiko infeksi) = Jv (jumlah virus) dibagi (imunitas tubuh).
“Jadi, cara kita menurunkan risiko infeksi adalah menurunkan jumlah virus. Caranya melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dan meningkatkan imunitas tubuh. Cara meningkatkan imunitas ini ada tiga, yang pertama memenuhi kebutuhan nutrisi yang c ukup dan baik. Artinya sayur dan buah harus dikonsumsi setiap hari. Kedua, istirahat yang cukup. Penelitian terbaru mengatakan, manusia itu idealnya tidur 6-7 jam, tidur sebelum jam 11 malam dan bangun sebelum jam 5 pagi, itu yang paling baik. Terakhir, olahraga rutin. Ini banyak yang tidak dilakukan di saat kita bekerja dari rumah. Padahal ada banyak olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah”, terang dr Gia.
Masyarakat juga di imbau untuk melakukan deteksi dini gejala penyakit COVID-19. Upaya ini sangat membantu meringankan gejala COVID-19 agar tidak semakin berat nantinya. “Saya ingin teman-teman atau masyarakat semua datang ke rumah sakit, justru ketika kondisinya belum parah. Kalau masih fase-fase awal, dahak belum kental, itu pakai obat pengencer dahak saja tidak akan menyumbat paru-paru. Jadinya tidak akan menyebabkan pneumonia parah. Selain itu sekarang tes swab juga sudah semakin cepat, dalam sehari dua hari sudah bisa diterima hasilnya. Harganya juga semakin terjangkau,” jelas dr. Gia.
Dokter Reisa mengatakan, bahwa masyarakat sebaiknya tidak takut untuk memeriksakan diri demi mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal. Karena obat-obatan yang tersedia di fasilitas kesehatan, sudah sangat lengkap dan membantu. Upaya penanganan COVID-19 ini juga diikuti dengan rencana pemerintah untuk mengadakan vaksin COVID-19. Rencana ini juga memberikan optimism bagi masyarakat.
“Vaksin COVID-19 adalah salah satu puzzle penting untuk meningkatkan imunitas tubuh kita. Secara spesifik, vaksin khusus untuk melindungi diri kita dari virus COVID-19, selain tiga hal yang saya sebutkan sebelumnya. Dengan vaksin kita akan lebih siap lagi menghadapi virus yang masuk”, jelas dr. Gia.
Masyarakat harus menyadari bahwa virus COVID-19 ini nyata adanya. Dengan menjalankan protocol kesehatan 3M dengan disiplin akan efektif mencegah penularan virus COVID-19. “Wajib mencegah dan melindungi diri dari penyakit. Karena yang namanya mencegah jauh lebih mudah, lebih murah, lebih berfaedah daripada mengobati,” tutup dr Reisa Broto Asmoro. (***)sir

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istana Dorong Pembenahan Sistem Anti Suap Sektor Swasta

    Istana Dorong Pembenahan Sistem Anti Suap Sektor Swasta

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.159
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,OSAKA – Presiden menginstruksikan adanya suatu mekanisme bagi pelaku usaha untuk mengadopsi sistem anti suap yang berstandar internasional. “Sesuai Inpres 10 Tahun 2016,  pencegahan suap harus muncul dari kedua belah sektor. Sektor publik maupun sektor swasta,” kata Yanuar Nugroho di Osaka, Jepang, Minggu (28/10/2018). Yanuar Nugroho, Deputi II, Kantor Staf Presiden menegaskan pentingnya pembenahan sistem […]

  • Tokopedia Pertebal Inisiatif Hyperlocal Dalam Percepat Digitalisasi UMKM

    Tokopedia Pertebal Inisiatif Hyperlocal Dalam Percepat Digitalisasi UMKM

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.401
    • 0Komentar

    PERUSAHAAN teknologi buatan Indonesia Tokopedia konsisten membantu jutaan penjual di platformnya yang hampir 100 persen UMKM lokal dan menciptakan peluang lewat teknologi. Berdiri sejak 17 Agustus 2009 meluncurkan Inisiatif Hyperlocal pada pertengahan 2020 lalu, hasilnya mendorong peningkatan transaksi di Tokopedia selama Q2 2021 dibanding Q2 2020. Di Jabodetabek misalnya, kategori Kesehatan dan Perawatan Diri, Fashion, […]

  • Political Wiil Pemerintah dalam Penegakan Hukum, Sekda Akui Proses Penyidikan PPNS Belum Maksimal

    Political Wiil Pemerintah dalam Penegakan Hukum, Sekda Akui Proses Penyidikan PPNS Belum Maksimal

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    Untuk meningkatkan kemampuan dalam penyidikan di Provinsi Sumsel.

  • Hinayah Sumbang Medali Perak Untuk Kontingen Sumsel

    Hinayah Sumbang Medali Perak Untuk Kontingen Sumsel

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    CLIMBER Sumatra Selatan M Hinayah gagal memenuhi target meraih medali emas di nomor Speed World Record Perorangan Putra Porwil Sumatra X 2019 Bengkulu. Tampil di final, Hinayah tak mampu menyelesaikan perlombaan. Hinayah melaju mulus hingga babak final. Di final Hinayah bersaing dengan wakil tuan rumah Bengkulu, Rizki Andika. Sama-sama melakukan start bagus, kedua climber melaju mulus […]

  • Gubernur : Bantuan dari Inez Kosmetik Buktikan Emansipasi Wanita Lawan Covid-19

    Gubernur : Bantuan dari Inez Kosmetik Buktikan Emansipasi Wanita Lawan Covid-19

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.168
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru optimis Covid-19 di Sumsel akan cepat teratasi jika penanganannya dilakukan dengan bersama-sama. Hal itu mengingat sampai saat ini Pemprov Sumsel telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak dalam upaya penanganan Covid-19 ini. Seperti pada, Selasa (21/4/2020) pagi, Pemprov Sumsel kembali menerima bantuan sedikitnya 1.000 botol hand sanitizer dari PT. Kosmetikatama […]

  • Gubernur Ikuti Webinar Indonesia Food Summit 2021 Secara Virtual, Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan

    Gubernur Ikuti Webinar Indonesia Food Summit 2021 Secara Virtual, Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru menghadiri Webinar Indonesia Food Summit 2021sesi ketiga dengan tema “Problem Solving Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kontribusi Sektor Pertanian” dari Ruang Utama Command Center, Kemaren. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Media Group News. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo. Dan […]

expand_less
WordPress Archive Ruby – IT Solutions Company Elementor Template Kit RubyBuild – Building & Construction WordPress Theme Rufers – Renovation Services WordPress Theme Ruffer – Roof Construction & Repair WordPress Theme Ruger – Digital Agency and Portfolio WordPress Theme Ruki – A Captivating Personal Blog Theme Rumma – Furniture Interior Elementor Template Kit RunCrew | Running Club, Marathon & Sports WordPress Theme Runda – Creative Agency Elementor Template Kit Rush – Esports & Gaming WordPress Theme