Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Pandemi Tak Menghentikan Penyair ini Berkreativitas

Pandemi Tak Menghentikan Penyair ini Berkreativitas

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Senin, 26 Okt 2020
  • visibility 2.396
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jiwa seniman senantiasa dirasuki improvisasi dan modifikasi. Makanya, di mana pun dan kapan pun, seniman itu selalu bergerak aktif dan “nakal”. Kenakalan dan keaktifan itulah membuat seniman selalu eksis dan bisa bertahan. Meskipun kenyatannya, ada saja yang tumbang dan silih berganti. Itulah kehidupan, akan menggilas semuanya. Termasuk seniman.
Kehadiran pandemi covid 19, memang membatasi semua orang beraktivitas. Termasuk seniman. Namun, bagi Jaid Saidi, pandemi tak lah mampun menghentikannya berkreasi.
Di saat pandemi yang dibatasi dengan protokol kesehatan, justru membuat dirinya berpikir untuk bisa aktif, tanpa melanggar protokol kesehatan.
Kini, tak bisa tampil di dunia nyata, dia menemukan ceruk yang ternyata terbuka luas. Yang membuat didinyra terbebas dari beenggu, bahkan punya pangsa yang lebih luas. Yakni, berkasi di dunia daring.
Kreativitas sejatinya selalu lahir dan tak terikat waktu, tempat dan media. Semakin terpasung, semakin liar imajinasi itu memberontak. Tak terpasung, bukan berarti membuatnya diam.Sosok seninam lah yang identk dengan hal ini.
Jaid Saidi atau lebih dikenal dengan panggilan Mang Jay, lahir di Palembang 19 Desember 1959. Ia mulai masuk dunia teater bersama Teater Kembara Palembang. Lalu Tahun 1983 hingga 1988 bergabung dengan Bengkel Teater, pimpinan WS Rendra, Jakarta.
Selain menjadi aktor, ia sering tampil membaca puisi, baik karya sendiri maupun karya penyair lain. Dalam kurun waktu 1981—1985, sempat meraih 15 penghargaan sebagai juara pertama di berbagai lomba baca puisi.
Pada kurun waktu itu juga, menulis puisi yang beberapa di antaranya digunakan oleh Ian Antono dan Iwan Fals menjadi lagu. Sampai saat ini Jaid Saidi masih aktif sebagai penyair dan aktor pada teater. Periode 2005—2010, sebagai Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Palembang (DKP), sekaligus komitmen dalam menulis puisi dan melatih teater di Palembang.
Mengaku banyak makan asam garam kehidupan, sebagai seorang seniman, Jaid Saidi merasa punya modal untuk bertahan. “Asam dan garam lah banyak, dicicipi. Manisnya yang masih jarang,” ujarnya berseloroh. Apalagi kalau garam, kalau tak ada lauk, terpaksa cuma pakai garam.
“Mau percaya silakan, tak percaya jangan. Cukup rukun iman bae, yang wajib dipercaya,” timpal lelaki yang selalu tampil bertopi ini. Kecuali saat tidur. ‘Takut topinya rusak,” ujarnya, menambahkan, kalau tidur pun masih bertopi.,
Puluhan koleksi topi memang dikantonginya. ‘Memang muat apo di kantong,” katanya. Pokoknya, macam-macam topi itu jadi aksesoris, tambah bungsu dari tujuh bersaudara yang sudah menggeluti teater sejak 1980 lalu.
Sebagai seniman jalanan, ia pernah menjadi aktor terbaik dalam Festival Teater yang diselenggarakan oleh BKTSS. Tahun 1996, juga terlibat dalam pementasan Bengkel Teater Rendra dalam naskah “Panembahan Reso” di Istora Senayan, Jakarta. Berlakon sebagai Pangeran Bindi.
Untuk dunia sinetron, menjadi aktor dalam Bawang Emas dan Opera Odoi di TPI pada tahun 1992. Di stasiun televisi itu juga (TPI) menjadi penulis skenario sekaligus sutradara dalam beberapa tayangan “Dul Muluk Modern”, pada tahun 1991—1992.
Komitmennya di lapangan puisi ini ditandai oleh diterbitkannya buku kumpulan puisi pribadi yang dibidaninya sendiri, yaitu: “Sajak Mereka Yang Terluka”. Di Era 2000-an, Jaid Saidi didaulat sebagai salah satu pemain film layar lebar “Gending Sriwijaya” dan “Pengejar Angin” yang keduanya besutan sutarada ternama Hanung Bramantyo. Di tahun 2017-2018 kembali terlibat dalam film “ Meniti 20 Hari” Produksi PP Muhammadiyah, arahan Sutradara asal Yogyakarta, Ari Musbarianto.
Dari TPI, lalu di Inews Palembang sempat menggawangi acara Ujung Lapan, ayah dari Nema Annis Fitria dan Kanka Karang Jaid ini menggeluti media mainstream. Termasuk sempat menjadi penyiar radio, diantaranya Radio Leanpuri FM di Baturaja, daerah kelahirannya. Suami dari Evie Annisyah yang juga penyiar ini, pernah mencicipi bangku kuliah di IISIP (Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik) Jakarta. Karenaya, dia memang punya modal untuk itu.
Ketika media mainstream mulai tergeser keberadaannya oleh media sosial, maka penyair ini pun mulai melirik media sosial. Mulai dari Instagram, Youtube, dan Facebook.
Beberapa cerita banyolannya sudah diunggah di Instagram rekannya. Ada yang sempat viral. “Mencapai 42.000 penonton. Surprise juga,” ujarnya.
Kini, beberapa cerita lucunya, diberi titel: Naa Mang Jay, telah diungga di Youtube. Hanya saja, semua konten-konten lucu itu, memang dipublis di medoss milik teman-teman. Diantaranya, Youtube MN Puadi DWP, yang cukup rajin merekam dan mempublis buah karyanya. Juga beberapa teman lainnya.
Bagi Mang Jay, yang penting ide dan kreativitasnya bisa mencapai dan diterima masyarakat. Tak memakai medsos miliknya pun bukan masalah. Kepuasan bathin terkadang lebih tak ternilai dibanding finansial yang mungkin bisa didapat dari ide-idenya.
Kelebihan Mang Jay, adaalah mampu masuk ke dalam ceritanya secara utuh. Ceritanya yang ketika disampaikan orang lain biasa saja, “Ketika diluncurkan dari bibir Mang Jai, menjadi lebih hidup dan membuat ledakan tawa,” komentar rekannya sesama penyair, Bang Yos Ilyas.
Hernawan, Seniman Sesat, juga mengakui kemampuan Mang Jay mengolah bahan yang seadanya menjadi lebih berada. “Itulah kelebihannya, meskipun masih banyak kekurangannya,” ujar perupa yang penyuka anjing ini.
Mampukah Mang Jai tak sekadar bercerita dan berseloroh melalui medsos? Lalu mendapat hal-hal lain, di luar kepuasan bathin, atas banyolan-banyolannya? Waktulah yang mungkin bisa menjawabnya, tentu saja atas perkenan Yang Mahakuasa.
Yang jelas, meskipun dia mengaku agak gagap teknologi alias gatek, dia sudah punya channel di youtube dan sudah lancar berselancar di Instagram.Bahkan, dia sudah kerap dipercaya menjadi juri lomba-lomba puisi yang kini banyak digelar di pentas daring.
Ceruk itu selalu ada. Tinggal, kapan menemukannya dan mampukah kita mengelolanya.(muhamad nasir)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkumham Doa untuk Negeri

    Kemenkumham Doa untuk Negeri

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle Asri
    • visibility 639
    • 0Komentar

    JAKARTA | Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia di tengah upaya jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan bakti kepada masyarakat. Bagi Kemenkumham, mengandalkan ikhtiar semata belumlah lengkap tanpa doa. Kondisi ini menggerakkan Kemenkumham untuk menaikkan doa bersama bagi Indonesia, Jumat (1/10/2021). Kegiatan Doa Kumham untuk Negeri dipimpin oleh para pemuka dari perwakilan lima agama yaitu […]

  • Festival Bongen, Serasa Muba Punya Pantai

    Festival Bongen, Serasa Muba Punya Pantai

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.915
    • 0Komentar

    DI Musim kemarau, masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] memanfaatkan pinggiran Sungai Musi menjadi tempat wisata keluarga. Meski hanya bersifat musiman, namun warga setempat sangat antusias untuk menikmati hamparan pasir Sungai Musi yang kering untuk bersantai sembari melihat terbenamnya matahari (sunset). Bahkan, suasana ramai dan penuh kegiatan menarik tampak di momen menuju festival Bongen tepat di bibir Sungai […]

  • Masih Pandemi Covid, Menag Minta PPIU Patuhi Prokes Penyelenggaraan Umrah

    Masih Pandemi Covid, Menag Minta PPIU Patuhi Prokes Penyelenggaraan Umrah

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 611
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah untuk benar-benar mematuhi protokol kesehatan (prokes) jika penyelenggaraan umrah bagi jemaah Indonesia sudah dibuka apalagi pandemi belum berakhir. Pesan ini disampaikan Menag saat memberi sambutan pada Pembukaan Mukernas Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia) tahun 2021 secara daring di Jakarta, Kemaren. Menag […]

  • Pemkab Muba Berduka, Istri Wakil Bupati Rosada Rohman Dimakamkan di Sungai Lilin dengan Suasana Haru

    Pemkab Muba Berduka, Istri Wakil Bupati Rosada Rohman Dimakamkan di Sungai Lilin dengan Suasana Haru

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    DUKA  mendalam menyelimuti Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Istri Wakil Bupati Muba, Rosada Rohman, meninggal dunia pada Rabu malam (20/8/2025) pukul 21.44 WIB di RSUD Sekayu. Kepergian almarhumah yang dikenal ramah dan peduli sosial itu membuat ribuan warga tumpah ruah mengiringi pemakaman di Sungai Lilin. Almarhumah dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada tepat di depan rumah […]

  • Gubernur Jabat Mustasyar PWNU Sumsel

    Gubernur Jabat Mustasyar PWNU Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.215
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru resmi dilantik sebagai Mustasyar Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan periode 2020-2025 bersamaan dengan pelantikan Rois Syuriah, KH. Affandi dan Ketua Tanfidziyah PWNU Sumsel, KH. Amirudin Nahrawi. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA., berlangsung di Kampus Universitas IGM Palembang,kemarin. […]

  • LindungiHutan Berkoordinasi dengan ATR/BPN Kabupaten Cilacap Terkait Pengelolaan Kawasan Hutan Mangrove

    LindungiHutan Berkoordinasi dengan ATR/BPN Kabupaten Cilacap Terkait Pengelolaan Kawasan Hutan Mangrove

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, [vritimes]LindungiHutan, Fairatmos dan ATR/BPN Kabupaten Cilacap telah mengadakan diskusi lanjutan mengenai rencana pemanfaatan dan pengembangan mangrove di Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Kamis 5 Oktober 2023,   LindungiHutan diwakili oleh Ferdian Ade Putra dan Aminul Ichsan, serta perwakilan dari PT Udara Untuk Semua (Fairatmos), mengadakan kunjungan ke Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten […]

expand_less
WordPress Archive SalePro POS, Inventory Management System, HRM & Accounting Sales Countdown for WooCommerce Sales Countdown Timer for WooCommerce and WordPress – Checkout Countdown Sales Dashboard Jetpack CRX Addon SalesERP – AI Powered Business ERP for Sales, Billing, Inventory, Accounting And HR SalesPower WooCommerce Addon Salient | Creative Multipurpose & WooCommerce Theme Salient | Creative Multipurpose & WooCommerce Theme Salmon — Restaurant WordPress Theme Salvation – Church & Religion WP Theme