Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Belum Genap Setahun,  DKP Jadikan Pemantik Berkesenian (HUT ke-21)

Belum Genap Setahun,  DKP Jadikan Pemantik Berkesenian (HUT ke-21)

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2020
  • visibility 2.320
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dewan Kesenian Palembang (DKP) merayakan Hari Ulang Tahun ke-21, di Guns Cafe Palembang, Rabu (9/9/2020). Menahkodai  DKP tahun pertama, Ms Iqbal Rudianto menegaskan akan jadikan masa awal ini pemantik berkesenian.

“Kami berusaha membangun iklim berkesenian yang bergairah. Sehingga, tahun pertama kepenguursan ini, jadi pemantik. Untuk berikutnya  menjadi lebih brrgairah,” ujarnya di sela-sela peringatan HUT DKP yang kali ini bertema Artnniversarry 21 .HUT kali ini, memang dilaksanakan saat usia pengurusan periode ini  baru mencapai sepuluh bulan. Artinya, belum genap setahun sejak dilantik  Desember 2019 lalu.

Periode Kelima

Dalam suksesi  DKP yang digelar di Hotel Swarnadwipa, Palembang, Selasa (5/11/2019), pria kelahiran Palembang 22 November 1979 ini, dinayatakan sebagai ‘jawara’ . Dari 52 suara pekerja seni, 33 diantaranya dikantongi alumnus Fakultas Teknis Universitas Muhamadyah Palembang ini.

Para seniman Palembang, saat itu  memang baru saja usai menggelar rembug seniman yang diberi titel  Musyawarah  V Seniman  Palembang. Selain menelurkan perubahan AD/ART, menyusun program kerja dan  mengeluarkan rekomendasi, Musyawarah ini juga telah menetapkan Ketua DKP baru.

Ketua terpilih inilah yang akan mewarnai perjalanan seni dan seniman di Palembang.  MS Iqbal Rudianto, atau lebih dikenal dengan panggilan Didit ini, merupakan wajah baru di DKP. Meskipun di dunia seni dan hiburan, sesungguhnya dia adalah orang lama. Jadi, bisa disebut orang   baru berwajah lama. Sudah belasan tahun menggeluti dunia event organizer melalui bendera UN Production dan sejak mahasiswa hobi ngeband. Gitar dan drumb dikuasainya. Namun, dengan DKP, baru menjadi bagian sejak memasuki tahap persiapan Musyawarah V Seniman Palembang 2019.

Untuk di DKP, berarti Didit yang di dunia daring sering memopulerkan diri dengan tagar #wedidit ini, merupakan orang yang kelima. Pemilik Guns Cafe ini,   menggantikan Vebri Al Lintani   yang sebelumnya terpilih dalam musyawarah seniman pada 23 Desember 2014. DKP, selama ini memang telah dan sedang  dipimpin oleh lima sosok yang memiliki kepedulian terhadap seni. Selain Didit dan Vebri, tiga sosok ketua DKP lainnya adalah Drs. Sofyan Rawi, R Syahril Erwin, dan Ir, Suparman Romans.

Tonggak DKP   telah dibangun Sofyan Rawi yang menjadi nahkoda seniman Palembang untuk periode perdana, 1999-2004. Instruksi Mendagri  tahun 1993 tentang dewan kesenian dan Surat Mendagri  1996 tentang petunjuk pelaksanaannya menjadi dasar terlaksananya musyawarah Seniman tahun 1999.  Periode berikutnya, R Syahril Erwin alias Yayak mendapat amanah dari para seniman Palembang untuk menjadi komando. Kini, Yayak menjadi ketua Dewan Kesenian Sumsel (DKSS). Estafet berikutnya, DKP ditangani Ir Suparman Romans untuk periode 2009-2014. Kini, Dekan FKIP Univesitas Kader Bangsa ini menjabat Ketua KONI Palembang dan staf khusus bidang Pembinaan Generasi Muda Kota Palembang. Bebagai hasil telah dicapai para ketua DKP ini. Namun, perkembangan dunia yang dinamis dan tren yang selalu berubah membuat langkah dan pemikiran serta aksi ketua DKP tak bisa terhenti.

Vebri Al Lintani yang dikenal dengan Rejung Pesirahnya telah melakukan berbagai terobosan. Dan itu telah disampaikan dalam laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebanyak 14 lembar di hadapan Musyawarah V Seniman Palembang kala itu.

Pandemi

Diakui Didit,, kondisi pandemi menyebabkan semua bidang kehidupan terimbas. Termasuk, para seniman. Namun, menurutnya,  itu tidaklah menjadi penghalang bagi akivitas berkesenian.

Iqbal Rudianto mengatakan ultah yang ke 21 ini, tentunya digelar dalam keprihatinan global terhadap semakin meluasnya eskalasi penyebaran COVID-19 yang telah menelan korban jiwa termasuk di Indonesa.

Meski di tengah situasi ini, DKP tetap waspada terhadap keberlangsungan pelestarian seni tradisional Palembang sekaligus responsif terhadap kondisi dan keadaan pelaku seni di kota Palembang.

“Berpijak pada akar sejarah pada hari ini di 21 tahun silam, kini DKP tetap hadir dalam upaya-upaya signifikan dan terus berinovasi dalam menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dan era new normal,” terang pria yang akrab disapa Didit ini.

“Putaran pemikiran dan ide akan terus dicurahkan demi mengangkat keberlangsungan enam tangkai seni (teater, tari, musik, film, sastra, dan seni rupa) yang ada dalam tubuh DKP di iklim berkesenian yang tak menentu ini,” lanjut pemilik UN Production ini.

Melalui berbagai pilihan strategi yang tidak mudah dilaksanakan itu, menurut Didit, DKP setidaknya telah berhasil tetap menjaga eksistensi dan keberadaan DKP sebagai organisasi yang menaungi kesenian.

Kerja bersama yang sistematis dan terstruktur, dan didukung kerjasama strategis dengan berbagai organisasi dan komunitas, DKP telah mampu menghasilkan sedikit perubahan demi perubahan.

Ketua Panitia Pelaksana Hut DLP, Hasan menyatakan, dalam rangka hari jadi ke-21 Tahun, DKP menggelar Laman Kreatif Seni (Lakse) yang mengusung tema “Lintas Generasi”. Di Guns Cafe & Resto Palembang.

Kegiatan ini nampak hadir dari seluruh seniman legend, Komunitas seni dan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Palembang.

Selain pejabat Pemkot ,tampak hadir tokoh-tokoh masyarakat seperti  Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama Fauwaz Diraja, seniman pelukis SMB II (yang kemudian jadi latar uang pecahan Rp 10.000 an), Askanadi pelukis yang menembus mancanegara,  Ketua Dewan Kesenian Sumsel  Erwinsyah alias Yaya, Sekjen DKSS Surono, Yai Beck, Dr Erwan Suryanegara, maestro  Dulmuluk Jonhar Saad,   pencipta lagu yang juga Kepala SMAN 10 Palembang, Fir Azwar, Ketua Kawan Lamo M Fitriansyah, Ketua Gong Sriwijaya Us Gulen, Ketua Gerakan Cinta Rakyat Carma, pemain  teater senior Uda Iful alias uda Dafuk, dan   lain-lain.

Budaya Baru

Walikota Palembang diwakili Staf Ahli Bidang Keuangan Pendapatan Daerah Hukum dan Ham, Altur Febriansyah SH, MSi mengatakan,  Pemkot Palembang memberikan apresiasi kepada Dewan Kesenian Palembang (DKP) dan Pemerintah Palembang mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-21 tahun.

“Usia yang ke-21 ini, usia yang sudah dewasa diharapkan kepada DKP untuk terus mandiri, berkreasi sehingga dapat membangun kota Palembang yang lebih baik lagi untuk menuju Palembang Emas Darussalam,” ungkap Altur saat diwawancarai di Guns Cafe.

Dikatakan Altur, bahwa di HUT ke 21 ini, dibawah kepemimpinan Iqbal Rudianto atau sering disapa Didit agar DKP selalu melestarikan budaya dan juga menumbuhkembangkan budaya – budaya yang baru di tengah pandemi Covid-19.

“Kami juga mengajak kawan-kawan mulai budayawan pemerhati seluruh Sumsel, khususnya kota Palembang dapat memberikan masukan-masukan yang lebih baik lagi,” tandasnya.

Kepala D inas Kebudayaan   Hj Zanariah menyatakan salut dan bangga denga  DKP yang menunjukkan eksistensinya. “Kami akan dukung dan perjuangkan agar tersedianya  Gedung Kesenian  bsa terealisasi. Termasuk, kebijakan-kebijakan yang bisa bersinergi dengn program DKP,” tambahnya dalam sambutannya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani ST MT menambahkan, bahwa di HUT DKP ini sebenarnya bisa menjadi event parawisata, karena dia menghadirkan atraksi-atraksi kesenian yang memang semuanya spektakuler dan menghibur.

“Asal kegiatan ini bisa diselenggarakan dengan waktu yang tepat dan konsisten. Jadi tahun depan acara ini bisa menjadi event parawisata kota Palembang di tahun 2021, dan kami berharap dengan Didit DKP bisa semakin berkereasi berinovasi dalam mengembangkan kesenian Palembang yang tentunya akan mendukung kemajuan kota Palembang,” tuturnya.

Isnaini menjabarkan, untuk langkah selanjutnya tentunya DKP kedepan akan semakin mengisi seluruh kegiatan kepariwisataan yang akan menjadi andalan kota Palembang, seperti diketahui Palembang kedepan akan menambah banyak sekali destinasi yang nantinya harus diisi dengan atraksi-atraksi kesenian yang bermutu.

Sementara Itu, Ketua PHRI Sumsel, Herlan Asfiudin menambahkan, untuk seni lukis di DKP sebenarnya bisa saja, tinggal mereka meningkatkan kualitas. Jadi kesenian yang menarik orang itu bisa menjadi uang, bisa tampil di hotel contohnya kalau mereka tidak mengangkat kelasnya akan seperti itu saja. “DKP harus berinovasi punya kreativitas yang bagus dan di situlah keluar seni-seni baru yang menarik dan nanti baru kita tampilkan. Kami siap memfasilitasi Karena hotel juga butuh panggung, restoran butuh panggung untuk hiburan pengunjung,” tutupnya.

Spektakuler

Dilaksanakan dengan protkol kesehatan  ketat, HUT ke-21 DKP berlangsung meriah dan spektakuker. Dengan puncaknya, pemotongan tumpeng pempek sekitar pukul 21.09 WIB.

Seniman-seniman tampak antusias  tampil sejak pukul 18.30 Wib. Tercatat tampil  Wayang Palembang  dengan dalang Kgs Wirawan Rusdi,  Siswa SMK Mumamadiyah 2 Palembang dengan musik etniknya sarofal anam. Lalu Atahira (Voice Kids Indonesia 2018) yang diwarnai aksi spontan Yai Beck  ikut  ke panggung,  dilanjutkan Atihira berduet dengan Adi Bule (Voice Kids Indonesia 2017).

Kemeriahan  semakin semarak oleh sajian dongeng oleh Inung Dongeng, kemudian Shelina menyanyikan Bidar Melayu, dan  Edi Male yang membawakan Ayam Jago lagu ciptaannya sendiri. Babe Erlan, tampak spontan ikut naik panggung.

Memasuki acara inti, setelah memyanyikan lagu Indonesia Raya, penampilan tarian dari komite tari binaan Ewak menghibur hadirin. Sehingga penyajian dari seniman untuk seniman benar-benar membuat suasana menjadi lebur dan menyatu. Nuansa etnik kembali disajikan melalui Hadroh oleh siswa SMK Muhamadiyah 2 Palembang. Penampilan hiburan yang menyelingi sambutan Ketua Panpel Hasan, Ketua DKP Didit, Kepala Dinas Kebudayaan, HjZanariahm dan Walikota Palembang yang diwaliki staf khsusus, membuat suasana benar-benar  tak kehilangan formalitas sekaligus santainya. Sebelum pemotongan tumpeng  pempek, Ikon milenial Irama Batang hari Sembilan, Rosa Indiana dan Randi Putra Raadahan, menggenapi kesempurnaan sajian acara yang dikemas dalam Artnniversarry 21. Absennya mastro Irama Batang Hari Sembilan, Sahilin yang telah dijadwalkan seakan  terobati dengan penampilan duo milienial ini.

Usai acara formal dan pemotongan  tumpeng yang diakhiri doa oleh Ustad Imron Supriyadi, ternyata  dilanjutkan sajian para seniman yangmembuat para hadirin seakan enggan beranjak dari kursinya.

Reuni Sepuh Dulmuluk yang menampilkan Johan Saad, Jalil, Udin Kinjeng, Rohadi, dan Rustam mengocok perut hadirin  dengan banyolan celetukan para khadamnya. Tak terasa, waktu terus bergulir, hingga pemutaran film pendek karya Selontok Fish berjudul Jamed vs Catur. Pendek namun terasa panjang kesannya. Baru kemudian, deklamator nasional  Jaid Saidi alias Mang Jai dengan puisi Tanah Air Mata karya Sutardji Calzoum Bakhri  membuat hadirin hening sebelum akhirnya berdecak kagum dan mengumbar tepuk tangan saat bait akhir lepas dibacakan.

Tampilan band-band penutup, d’Couple,  Neurial, dan d’brothers memuaskan  rasa hadirin. D”Couple, pasangan suami istri,  dan  berdiri sejak 11 Juni 2016, dengan vocal pada Tety Masayu dan akustik gitar pada Uman Vuziq benar-benar memukau dengan lagu-lagu manisnya.  Disusul Neurial  yang diperkuat Raden Muhammad Reza (Ucul) vokalis dan gitar, Reja Fajri (Ejak) bas, dan Firman pda drum dengan lagu  Elvis Presley dan lagu Cup Mak Ilang yang  diaransemen ulang menjadi rock, membuat suasana menjadi semakin panas. Sebelum akhirnya, The Brothers, tampil prima menjadi klimaks acara.  Band yang diperkuat Tami Daniel (Gitar Vocal), Andre (Bas), Indra Ncang (Biola) dan Dhenot (perkusi/drum) yang membawakan genre Country. Band  yang berdiri tahun 2018 dan tergabung dalam Palembang Country Roads ini menutup HUT DKP ke-21, membuat peringatan hari lahirnya DKP pada 9-9-1999 benar-benar  menghebohkan, penuh sajian tradisoonal dan etnik, serta menyegarkan. Semoga, iklim berkesenian juga menjadi  seperti itu. Pemantik telah dinyalakan.

 

Muhamad Nasir,    Penulis dan anggota Komite Sastra DKP

 

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Final Ulangan Kajasdam Cup Ex Simbels Ditantang PSAD

    Final Ulangan Kajasdam Cup Ex Simbels Ditantang PSAD

    • calendar_month Minggu, 10 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.318
    • 0Komentar

    Tim Ex Simbels bakal menghadapi pertandingan sengit dan keras di Stadion Garuda KM 9 Palembang, Senin (11/1). Skuad besutan pelatih Ujang Capello itu ditantang tim kuat PSAD Kodam II Sriwijaya dalam laga uji coba. Kendati sebatas laga persahabatan namun pertandingan besok dinilai sangat berarti lantaran kedua tim memiliki memori ketika bertemu di partai puncak Kajasdam […]

  • Gubernur Sumsel Minta Kepala Daerah Luangkan Waktu Pantau Pemilu

    Gubernur Sumsel Minta Kepala Daerah Luangkan Waktu Pantau Pemilu

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang– Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Kapolda  Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan  melakukan Video Conference terkait dengan  pelaksanaan Pemilu Tahun 2019. Dalam video conference dengan para Bupati dan Walikota Se-Sumsel yang  digelar di ruang Posko Gajah Biro Operasi Polda Sumsel, Senin (15/4) tersebut, Gubernur mengharapkan agar pesta […]

  • Kembali Rekrut Tenaga Kerja Lokal, Tiga Posisi Dibutuhkan untuk Putra Putri Daerah

    Kembali Rekrut Tenaga Kerja Lokal, Tiga Posisi Dibutuhkan untuk Putra Putri Daerah

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 730
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali menyampaikan informasi lowongan kerja yang diprioritaskan untuk tenaga kerja lokal. Adalah PT ORYX Services salah satu kontraktor ConocoPhillips membuka kesempatan bagi para pencari kerja di Kabupaten Muba untuk bergabung di perusahaan tersebut. Pendaftaran mulai tanggal 21 – 27 Oktober 2021, dihari kerja pukul : […]

  • Intensifikasi Pengawasan Pangan  Selama Ramadan dan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021   

    Intensifikasi Pengawasan Pangan Selama Ramadan dan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021  

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 577
    • 0Komentar

      PANDEMI COVID-19 hingga saat ini belum berakhir. Namun, seluruh masyarakat Indonesia tetap semangat menyambut bulan suci Ramadan 1442 H. Sementara itu, Badan POM juga terus bekerja melindungi masyarakat dengan melakukan pengawalan keamanan produk pangan. Selama bulan Ramadan hingga menjelang hari Raya Idul Fitri, Badan POM bersama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM, yang terdiri […]

  • Kurangi Kemacetan, Lima Titik Di Palembang Lakukan Uji Coba Satu Arah

    Kurangi Kemacetan, Lima Titik Di Palembang Lakukan Uji Coba Satu Arah

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    UNTUK mengatasi kepadatan kendaraan terutama di jam pergi dan pulang sekolah, mulai hari ini sampai dengan tiga hari kedepan, Jalan Rudus Kelurahan Sekip Jaya diberlakukan uji coba satu arah. Uji coba ini dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas Polrestabes Palembang dan Dishub Kota Palembang, Senin (6/1/2020). Khusus pengendara dari Jalan Basuki Rahmat, masuk ke Jalan Rudus […]

  • Feminisme Timur Ala R.A Kartini

    Feminisme Timur Ala R.A Kartini

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    Paham feminisme sering kali diartikan sebagai gerakan yang memperjuangkan hak-hak perempuan yang selama ini selalu dikesampingkan atau tidak sama dengan hak kaum laki-laki. Feminisme saat ini menjadi aliran yang sangat digandrungi bahkan menjadi trend oleh banyak perempuan di belahan dunia termasuk negara Indonesia.  Trend perempuan independent tanpa terikat dengan kaum laki-laki, tidak mau menikah hingga […]

expand_less
WordPress Archive Portfolio Theme Portfolio WordPress – Minimalist Portnex - Creative Portfolio Agency Elementor Template Kit Porto – eCommerce HTML Template Porto – Multipurpose Website Template Porto Responsive WordPress eCommerce Theme Portostar – Personal Portfolio Elementor Template Kit Porus – Bakery Store WordPress Theme POS Module for Stock Manager Advance Post Accordion for WordPress