Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Gak Main-main, KPK Ingatkan Pemda Evaluasi Kriteria Penerima Bansos

Gak Main-main, KPK Ingatkan Pemda Evaluasi Kriteria Penerima Bansos

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
  • visibility 1.296
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau pemerintah daerah (pemda) transparan dalam mendistribusikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat dan mengevaluasi kriteria penerima bansos.

Berdasarkan laporan yang diterima JAGA Bansos per 12 Juni 2020, KPK menerima total 303 keluhan terkait penyaluran bansos. Yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat adalah tidak menerima bansos meskipun telah mendaftar, yaitu berjumlah 134 keluhan.

KPK menyadari kesemrawutan penyaluran bansos karena data penerima bantuan yang masih harus terus dilakukan pengkinian. Terutama di tengah pandemi _Corona Virus Disease_ 2019 (Covid-19), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) perlu dilakukan perluasan dengan melakukan verifikasi dan validasi hingga ke satuan kerja terkecil di masyarakat, yaitu RT/RW. Karenanya, pemda perlu membuat kriteria masyarakat yang terdampak yang ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Di beberapa daerah KPK menemukan kriteria yang dibuat terlalu luas, sehingga ketika dilakukan pemadanan dengan DTKS dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), masyarakat yang tidak memenuhi kriteria masuk ke dalam daftar.

KPK juga mendorong transparansi dalam penyaluran bansos dengan mengumumkan daftar nama penerima bantuan. Pemda perlu mensosialisasikan dan membangun pemahaman kepada masyarakat terkait kriteria penerima bantuan, jenis bansos yang diberikan dan waktu pendistribusian untuk setiap bantuan.

Selain keluhan tidak menerima bantuan, 6 topik keluhan lainnya yang juga disampaikan pelapor, yaitu bantuan dana yang diterima jumlahnya kurang dari yang seharusnya sebanyak 32 laporan. Selanjutnya, bantuan tidak dibagikan oleh aparat kepada penerima bantuan sebanyak 28 laporan, nama di daftar bantuan tidak ada (penerima fiktif) berjumlah 14 laporan, mendapatkan bantuan lebih dari satu berjumlah 4 laporan, bantuan yang diterima kualitasnya buruk 3 laporan, seharusnya tidak menerima bantuan tetapi menerima bantuan 2 laporan, dan beragam topik lainnya total 86 laporan.

Keluhan tersebut ditujukan kepada 130 pemda yang terdiri dari 9 pemerintah provinsi dan 121 pemerintah kabupaten/kota di 27 provinsi dan 2 kementerian serta 1 komunitas masyarakat. [***]

Ril KPK

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Go-Export Sumsel, Sudah Digital, Siapkah Kita Naik Kapal?

    Go-Export Sumsel, Sudah Digital, Siapkah Kita Naik Kapal?

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.624
    • 0Komentar

    PERNAHKAH lihat orang beli kapal pesiar, tapi dermaganya masih papan kayu? Kapalnya mengkilat, licin dan mulus bisa untuk berkaca,  benderanya pun berkibar, tapi begitu mau sandar… krek. Nah, kira-kira begitu rasa hati melihat peluncuran Aplikasi Go-Export Sumsel kemarin. Jangan salah paham dulu, ini bukan tulisan nyinyir sambil nyeruput kopi dingin. Ini tepuk tangan yang disertai […]

  • Longsor Terjadi di Solok, Tujuh Warga Meninggal

    Longsor Terjadi di Solok, Tujuh Warga Meninggal

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    SEBANYAK tujuh warga meninggal dunia dan satu masih dalam proses pencarian setelah terjadi longsor tambang emas di Kimbahan Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Senin (10/5). Selain itu, ada sembilan warga lainnya yang mengalami luka-luka atas peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan dari Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah […]

  • Warning 4 Kecamatan, Fitri Instruksikan Berantas Bibit Nyamuk DBD

    Warning 4 Kecamatan, Fitri Instruksikan Berantas Bibit Nyamuk DBD

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

      DBD (Demam Berdarah Dengue),DBD (Demam Berdarah Dengue), atau yang lebih dikenal dengan demam berdarah, disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. DBD tidak bisa diremehkan, pasalnya jika parah akan mengancam jiwa. Sumselterkini.co.id, Palembang – Demam dengue juga disebut sebagai breakbone fever atau bonebreak fever (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan […]

  • Berlaku Mulai 22 Juni 2021, Inilah Ketentuan Pengetatan PPKM Mikro

    Berlaku Mulai 22 Juni 2021, Inilah Ketentuan Pengetatan PPKM Mikro

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    PEMERINTAH ketatkan pelaksanaan PPKM Mikro yang berlaku pada 22 Juni hingga 5 Juli 2021. Adapun hal-hal yang diatur di antaranya terkait:  jumlah pekerja yang WFH dan WFO di per status zona  Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan 100% daring di zona merah  Sektor Esensial dan Kegiatan Konstruksi yang boleh beroperasi dengan protokol kesehatan yang lebih ketat  pengaturan […]

  • Kapolda Baru Sumsel Tunjuk Fokus Stabilitas dan Dialog Publik

    Kapolda Baru Sumsel Tunjuk Fokus Stabilitas dan Dialog Publik

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Daerah Sumatera Selatan resmi melantik Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho sebagai Kapolda baru, menggantikan Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, kemarin di Grand Ballroom The Sultan Convention Centre Palembang. Acara ini menandai transisi kepemimpinan yang dihadiri jajaran pemerintah provinsi, tokoh masyarakat, dan pejabat keamanan setempat. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memimpin sambutan […]

  • Tim Satgas Covid-19 di Muba Sidak ke Pasar Tradisional

    Tim Satgas Covid-19 di Muba Sidak ke Pasar Tradisional

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin terus mengantisipasi pencegahan dan penanganan penularan Covid-19, Kamis (30/4/2020) Gabungan Tim Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan, Disperindag, Polres Muba, Kodim 0401 Muba, Pol PP, BPBD, Camat Sekayu serta Petugas Puskesmas Lumpatan turun langsung melakukan sidak ke pasar Terminal Randik Sekayu. “Selain sosialisasi kewajiban penggunaan masker di pasar tradisonal juga untuk mentaati jaga jarak […]

expand_less
WordPress Archive BeautySpot – WordPress Theme for Beauty Salons Beaver Builder Professional WordPress Plugin Beaver Builder Wordpress Theme Beaver Builder Themer Beaver Builder Ultimate Addon Beaver Tunnels Addon Bebicare – Babysitter WordPress Theme Bebio – Kindergarten & Baby Care WordPress Theme Becca – SaaS and Software Company WordPress Theme Becipe – Recipe Blogging WordPress Theme