Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Go-Export Sumsel, Sudah Digital, Siapkah Kita Naik Kapal?

Go-Export Sumsel, Sudah Digital, Siapkah Kita Naik Kapal?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • visibility 1.606
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAHKAH lihat orang beli kapal pesiar, tapi dermaganya masih papan kayu? Kapalnya mengkilat, licin dan mulus bisa untuk berkaca,  benderanya pun berkibar, tapi begitu mau sandar… krek. Nah, kira-kira begitu rasa hati melihat peluncuran Aplikasi Go-Export Sumsel kemarin.

Jangan salah paham dulu, ini bukan tulisan nyinyir sambil nyeruput kopi dingin. Ini tepuk tangan yang disertai anggukan sambil bilang, “Bagus nian idenya, tapi ayo kita cek mesin sebelum berlayar jauh”.

Launching Go-Export oleh Gubernur Herman Deru jelas peristiwa penting, sebab Sumsel resmi mengumumkan diri, “Kami tak mau lagi jualan pakai cara lama”. pastinya keren…karena kopi, santan, hingga paha kodok kini punya KTP digital berupa barcode.

Tinggal scan, dan asal-usul jelas, langsung rantai pasok kebuka. Secara konsep, ini efisien, modern bahkan kekinian di era sekarang ini. Bahkan kalau Go-Export manusia, dia sudah pakai jas slim fit.

Tapi di Sumsel, kita tahu satu hal yang bikin repot bukan jasnya, melainkan apakah pemakainya bisa lari saat hujan.

Apalagi di atas kertas, Go-Export terlihat canggih, web ada, android ada, data real-time hingga statistik rapi, namun  masalahnya, ekspor itu bukan cuma urusan kantor ber-AC.  Ada petani kopi di Lahat, pengepul santan di Banyuasin, pelaku hulu yang sinyal HP-nya kadang lebih sering “E” daripada “4G”.

Pertanyaan sederhananya sudah sejauh mana mereka diajak masuk ke kapal ini?. Kalau aplikasinya pintar, tapi penggunanya masih bingung login, ya… jadinya seperti beli rice cooker mahal tapi masih masak nasi pakai tungku.

Solusinya bukan memarahi, tapi mendampingi, pelatihan berulang, pendampingan lapangan, bukan sekali sosialisasi lalu foto bersama.

Barcode itu ibarat label baju, dari jauh terlihat merek terkenal. Tapi kalau jahitannya miring dan bahannya tipis, pembeli dunia langsung ilfeel.

Pasar global itu cerewet, mereka tanya bukan cuma “ini dari mana?”, tapi juga “diproduksi bagaimana?”, “ramah lingkungan atau tidak?”, “berkelanjutan atau cuma kejar kuantitas?”.  Oleh sebab itu,  Go-Export harus diikuti disiplin di lapangan. Standar kualitas jangan cuma gagah di aplikasi, tapi tegas di gudang dan kebun.

Di sinilah peran pemprov bukan hanya sebagai pembuat sistem, tapi penjaga konsistensi, pasalnya jangan sampai aplikasi jadi etalase, sementara isinya masih campur-campur seperti es buah pas buka puasa.

Paha kodok misalnya, memang unik? iya, apalagi pasarnya ada? Tapi isu yang mengikutinya juga ada, mulai dari keberlanjutan sampai etika.

Oleh karena itu, Go-Export perlu lebih dari sekadar menjual barang, ia harus menjual cerita yang benar. Cerita bahwa Sumsel tahu batas, tahu aturan, dan tahu tanggung jawab. Kalau tidak, kita bukan sedang ekspor, tapi mengundang debat.

 

Jangan disimpan di Notulen

Gubernur HD jujur mengakui keterbatasan Pelabuhan Boom Baru, ini pengakuan penting karena digitalisasi tanpa infrastruktur fisik itu ibarat  aplikasi ojek online berada di jalan berlubang, driver siap, aplikasinya lancar, tapi motor oleng di tiap tikungan.

Pembangunan pelabuhan samudra bukan sekadar proyek besar, tapi syarat logis. Kalau Go-Export ingin benar-benar efisien, kapal besar harus bisa sandar tanpa drama antre dan pindah-pindah pelabuhan.

Pepatah bilang, sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Tapi layar saja tak cukup kalau anginnya tak dijaga dan kapalnya bocor.

Jadi, Go-Export juga jangan berhenti di seremoni, ia harus hidup, dievaluasi, dikritik, dan diperbaiki. Data dipakai, bukan dipajang. Masukan pelaku usaha didengar, bukan disimpan di notulen.

Untuk sebenarnya Sumsel sudah melangkah benar, digitalisasi ekspor adalah keniscayaan, bukan pilihan. Tapi teknologi hanyalah alat. Yang menentukan sampai tidaknya ke tujuan adalah manusia, kebijakan yang konsisten, pendampingan yang sabar, dan keberanian mengakui kekurangan.

Go-Export adalah kapal yang bagus, sebab desainnya juga modern, mesinnya canggih,  sekarang tinggal tugas Pemprov memastikan dermaganya kuat, awaknya terlatih, dan rutenya jelas.

Kalau itu semua dijalankan, bukan mustahil Sumsel benar-benar berlayar jauh bukan sekadar berfoto di pelabuhan. Dan saat kapal itu benar-benar berangkat, kita tak hanya bisa bilang “Sumsel go global”, tapi juga yakin, yang naik kapal bukan cuma aplikasinya, tapi seluruh ekosistemnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Asa Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 10 STISIPOL Candradimuka Untuk UMKM Anugerah Lele

    Begini Asa Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 10 STISIPOL Candradimuka Untuk UMKM Anugerah Lele

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    TIM KKN Tematik Kelompok 10 STISIPOL Candradimuka Palembang 2020 yang beranggotakan 18 mahasiswa menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan dan Meresmikan Brand Mahasiswa KKN Tematik STISIPOL Candradimuka guna mendukung UMKM Anugerah Lele di Desa Pulau Harapan, Kab. Banyuasin. Dosen Pembimbing Sumarni Bayu Anita S.Sos, M.A, yang juga merupakan Wakil Ketua III Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan dan Alumni STISIPOL Candradimuka […]

  • Bendera ½ Tiang Belum Berkibar   

    Bendera ½ Tiang Belum Berkibar  

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.830
    • 0Komentar

    SERAGAM putihmu memberikan banyak harapan Pulih dan menyambung napas yang nyaris berakhir Memang itu bukan semata berkat upaya maksimal Bermodalkan teori dan praktik di bangku kuliah Dikenal tidak murah, tidak mudah, dan tidak pula singkat Panggilan jiwa dan kode etik yang paling mulia Terakhir, kuasa Sang Maha penentu takdir Kabar di podium Gugas telah dikutip […]

  • Mahasiswa Fisip UIN Raden Fatah, Prodi Ilmu Politik Menangkan 2 Kategori di Ajang Putra Putri Nusantara

    Mahasiswa Fisip UIN Raden Fatah, Prodi Ilmu Politik Menangkan 2 Kategori di Ajang Putra Putri Nusantara

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.429
    • 0Komentar

    MAHASISWA Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP ) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Prodi Ilmu Politik Teresah Rahmawati atau biasa dipanggil Rahma berhasil menangkan 2 kategori pada ajang Putra Putri Nusantara yaitu sebagai favorit putri dan  fotogenik putri Grand Final pada tanggal 26 Maret 2022, Jum’at, (1/4/2022). Rahma pemenang 2 kategori mengungkapkan sangat […]

  • Ini Obsesi Dodi Terhadap Penataan Sungai Lilin

    Ini Obsesi Dodi Terhadap Penataan Sungai Lilin

    • calendar_month Selasa, 18 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.462
    • 0Komentar

    SUNGAI LILIN- Perekonomian di Kecamatan Sungai Lilin semakin berkembang, hal ini pula yang membuat Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin ke depan akan menjadikan Kecamatan Sungai Lilin sebagai Daerah Motor Penggerak Perekonomian di Bumi Serasan Sekate. “Ada 5-6 ribu hektare perkebunan sawit milik rakyat di Sungai Lilin ini, tentu kalau harga sawit stabil perekonomian dan […]

  • Ini Kata Wagub Sumsel Untuk Fakultas Kedokteran Unsri

    Ini Kata Wagub Sumsel Untuk Fakultas Kedokteran Unsri

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    Selain berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri) kedepan diharapkan terus mengembangkan ilmu dan berinovasi dalam pelayanan di bidang kesehatan. Demikian pernyataan yang dilontarkan Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki saat menjadi pembicara pada Simposium Nasional dalam rangka Lustrum XI FK Unsri di Hotel Excelton Palembang, Jumat (6/10/2017).

  • Lapter Sekayu Pamer Diri, Tinggal Tunggu Mahar dari Rumania?

    Lapter Sekayu Pamer Diri, Tinggal Tunggu Mahar dari Rumania?

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang “rezeki itu kadang turun dari langit”, maka Lapter Pangeran Abdul Hamid Sekayu sepertinya mulai kebagian langit cerah. Hari itu, tamu jauh dari negeri “Dracula”, eh maksudnya dari Rumania, datang berkunjung, bukan untuk wisata horror, tapi meninjau lapter alias landasan pacu yang selama ini lebih banyak jadi tempat latihan burung […]

expand_less
WordPress Archive Device Slider For WPBakery Page Builder Devicer | Electronics, Mobile & Tech Store Devicer – Electronics, Mobile & Tech Store WordPress Theme Devita – Multipurpose Theme for WooCommerce DevKit – Flutter UI Kit Devon – Model Agency Directory WordPress Theme Dewok – Digital Agency Template Kit Dexfly Drone & Aerial Photography Elementor Template Kit Dexfolio – Creative Portfolio & Agency WordPress Theme Dexico – Apartment Rent Elementor Template Kit