Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Cek Keberadaan Warga Binaan, Lapas di Sekayu Gunakan Gelang Elektrik RFID

Cek Keberadaan Warga Binaan, Lapas di Sekayu Gunakan Gelang Elektrik RFID

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
  • visibility 1.446
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MEMBERIKAN pembinaan kepada warga binaan sudah menjadi kewajiban yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mulai dari menghidupkan kreativitas warga binaan dalam hal usaha mikro, kecil dan menengah, hingga inovasi lain yang bermanfaat bagi warga binaan itu sendiri.

Di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ada inovasi juga yang diciptakan. Inovasi tersebut berupa gelang tag radio frequency identification (RFID), yang digagas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Sekayu, Pudjiono Gunawan.

Gelang tag RFID ini menjadi salah satu terobosan terbarunya guna meminimalisir adanya perpindahan  atau penempatan kamar yang tidak sesuai dengan database yang dimiliki.

“Gelang elektronik ini sebenarnya digunakan untuk melakukan penghitungan jumlah penghuni dengan berbasiskan teknologi. Inovasi ini diterapkan dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” ujar Pudji.

Dikatakan, pihaknya mencoba melakukan terobosan melalui inovasi berupa membuat aplikasi dengan penggunaan gelang elektronik. “Ini baru pertama kali di Indonesia, karena di lapas atau rutan manapun belum ada yang menerapkan dengan sistem seperti ini. Mudah–mudahan dengan adanya inovasi, Lapas IIB Sekayu yang merupakan pilot project, bisa diterapkan di seluruh lapas ataupun rutan di Indonesia,” kata dia.

Idenya mengagas gelang ini muncul karena dirinya melihat kondisi di lapangan yang pada umumnya melakukan absen ataupun perhitungan jumlah penghuni menggunakan cara-cara yang masih konvensional. Yakni melalui perhitungan menggunakan buku catatan. Untuk itu dirinya mencoba melakukan terobosan untuk perhitungan berbasiskan teknologi agar semua perhitungan jumlah warga binaan bisa lebih terkendali.

“Gelang elektrik ini berikan masing-masing penghuni, yang dijadikan sebagai alat sensor untuk memverifikasi warga binaan apakah sudah benar di kamarnya dan apakah nanti jumlah keseluruhannya itu sudah lengkap sebanyak isi hari itu,” jelasnya.

Kedepan, Pudji menuturkan, pihaknya akan membuat gelang kaki elektrik yang terbuat dari besi untuk warga binaan yang bekerja di luar. Hal ini guna mengantisipasi warga binaan yang kabur akan dengan sangat mudah dilacak.

Terkait dengan adanya pandemi virus korona baru (Covid-19) ini, warga binaan saat ini tidak diperkenankan untuk menerima kunjungan. Pihaknya memberikan solusi berupa kunjungan online agar mereka masih tetap bisa melakukan komunikasi dengan keluarganya melalui video call, termasuk juga disidang online.

“Nantinya, pandemi Covid-19 ini sudah berakhir kita sudah menyiapkan sarana–sarana berupa kunjungan dengan berbasis IT, mulai dari nomor antrian. Kita sudah siapkan mesin antrian yang langsung dapat memverifikasi wajah pengantri sehingga menghindari adanya percaloan untuk mengambil nomor antrian tersebut dan diruang kunjungan itu juga kita siapkan layar monitor dimana layar monitor itu berisikan informasi–informasi tentang tata cara cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, pembebasan bersyarat ,tata cara kunjungan dan hak-hak lainnya ataupun layanan-layanan lainnya yang kita berikan di Lapas kelas IIB Sekayu ini,” kata dia.

Programmer Gelang Elektrik, Nur Widi mengatakan, pengembangan sisi teknologi untuk penghitungan warga binaan karena pada implementasinya di lapangan banyak terjadi warga binaan sering keluar kamar sehingga membuat data antara sistem database pemasyarakatan dengan yang nyata fisik nya itu berbeda. “Gelang ini dibuat dengan aplikasi mandiri, RFID rider yang kebetulan digunakan bentuk gelang karet. Ini disematkan kepada semua warga binaan dan kita tidak perlu khawatir karena kenapa ketika tertukar pun pada saat mereka di tag mereka akan ketahuan bahwa mereka itu bukan pemilik gelang yang sah,” ungkapnya.

Selain itu, kelebihan gelang ini adalah karena gelang tersebut tidak mudah rusak. Artinya tidak masalah jika dibawa mandi, mencuci, atau terbantuk sekalipun. Hal itu lantaran gelang ini berbasis radio frequency identification.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi terobosan pihak Lapas Klas II B Sekayu yang sangat menjaga keberadaan warga binaan di Lapas. “Ini terobosan yang sangat baik, terlebih ini pertama kali diterapkan di Indonesia,” tuturnya.

Dodi menambahkan, Pemkab Muba akan selalu mensupport upaya program positif yang dilaksanakan pihak Lapas Klas II B Sekayu utamanya dalam pembinaan warga binaan. “Semoga terobosan ini nantinya dapat menginspirasi Lapas-Lapas lainnya di Indonesia yang tentunya memberikan kontribusi positif,” dan memudahkan dalam pengawasan pungkasnya.[***]

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Bismillah Baznas OKI kumpulkan 550 paket bapok dari ASN  

    Program Bismillah Baznas OKI kumpulkan 550 paket bapok dari ASN  

    • calendar_month Senin, 8 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Program Bismillah Baznas OKI berhasil mengumpulkan sedekah sebanyak 550 paket bahan pokok [bapok] yang berasal dari ASN Kabupaten OKI. Ratusan paket itu diserahkan kepada kaum dhuafa di Kecamatan Kota Kayuagung. Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya mengatakan, paket beras dan minyak yang diserahkan kepada masyarakat ini diberikan secara gratis. “Hari ini ada 550 paket yang berisi […]

  • Kepala BPH Migas Puji Alex Terkait Proyek Pipa Gas

    Kepala BPH Migas Puji Alex Terkait Proyek Pipa Gas

    • calendar_month Selasa, 6 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    Demand harus diciptakan bagaimana caranya agar banyak yang menggunakan pipa ini baik untuk pengembangan TAA

  • Rekonstruksi Kerusakan Lingkungan Itu Sulit & Mahal, Kepedulian Perlu Dipupuk Sejak Dini

    Rekonstruksi Kerusakan Lingkungan Itu Sulit & Mahal, Kepedulian Perlu Dipupuk Sejak Dini

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.584
    • 0Komentar

    Hari Lingkungan Hidup baik tingkat dunia, nasional maupun tingkat daerah harus menjadi momentum semua pihak untuk terus meningkatkan komitmen dalam menjaga keberlangsungan lingkungan. Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) provinsi Sumsel di Taman Wisata Punti Kayu, Palembang, Sabtu (27/8). “Keberlangsungan lingkungan hidup memang harus diproteksi […]

  • Bangun Mushollah DPMPTSP, Sekda Palembang : Semoga Jadi Pengingat Waktu dan Tingkatkan Kadar Keimanan

    Bangun Mushollah DPMPTSP, Sekda Palembang : Semoga Jadi Pengingat Waktu dan Tingkatkan Kadar Keimanan

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    MUSHOLLAH di Halaman Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diharapkan memiliki daya tarik bagi warga untuk beribadah sekaligus untuk swasta foto. Demikian diutarakan Sekretaris Daerah Kota Palembang Drs Ratu Dewa MSi saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan mushollah DPMPTSP, Jumat (2/8/2019). Peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Mushollah DPMPTSP juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD […]

  • Gandeng Faber-Castell, Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah  gelar lomba mewarnai “Fun Coloring” untuk anak -anak, ini asanya !

    Gandeng Faber-Castell, Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah  gelar lomba mewarnai “Fun Coloring” untuk anak -anak, ini asanya !

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.524
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Universitas Raden Fatah [UIN] Palembang, melalui Program Studi Ilmu Komunikasi menggelar event tahunan [Festival Komunikasi]. Kegiatan ini menampilkan berbagai karya kreatif dari mahasiswa Ilmu Komunikasi. Salah satu highlight acara ini adalah lomba mewarnai, diadakan Public Relation Coordinator Class B. Bertema “Fun Coloring”, kegiatan ini  menggandeng Faber-Castell, lomba ini ditujukan untuk anak-anak berusia 4-8 tahun […]

  • Rakor 2 Hal Ini dengan Presiden, Walikota Palembang Ikut Nimbrung

    Rakor 2 Hal Ini dengan Presiden, Walikota Palembang Ikut Nimbrung

    • calendar_month Kamis, 2 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.785
    • 0Komentar

      Pingintau.id,-  Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (RAKORNAS PB) Tahun 2023 sekaligus Pameran Industri Kebencanaan Tingkat Asia dan Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) dengan Tema “Penguatan Resiliensi Berkelanjutan dalam Menghadapi Bencana” di Jakarta International Expo Kemayoran Hall B1 dan B2 Jakarta, Kamis (2/3/2023). Rakor itu dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo membahas soal Cuaca […]

expand_less
WordPress Archive Timelentor – Timeline Layouts for Elementor Timeline and History Slider – Vertical and Horizontal Responsive Timeline Plugin Timeline Plus – Reponsive Timeline WordPress Theme Timeliner – Timeline for Elementor TimeNews – Publisher, Magazine, Newspaper Theme Timetable Booking Schedule for WordPress Timetable Responsive Schedule For WordPress Timex – Creative Template For Coming Soon Page Tinja – Gaming & eSports Elementor WordPress Theme Tipsy – Liquor Store & Wine Shop WordPress Theme