Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » BI Sumsel Musnahkan 6.900 Lembar Uang Palsu

BI Sumsel Musnahkan 6.900 Lembar Uang Palsu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
  • visibility 798
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia [BI] Sumsel menyebutkan sepanjang 2019 sebanyak 6.900 lembar uang palsu ditemukan.

Kepala Perwakilan BI Sumatera Selatan, Yunita Resmi Sari, mengatakan uang rupiah palsu tersebut diserahkan oleh perbankan maupun masyarakat langsung kepada bank sentral.

“Paling banyak pecahan Rp 100.000 ada 3.662 lembar, kemudian Rp 50.000 sebanyak 2.719 lembar, Rp 20.000 ada 412 lembar, Rp 10.000 sebanyak 82 lembar, dan Rp 5.000 ada 25 lembar,” ujar dia dalam pemusnahan ribuan lembar uang palsu yang dibakar BI dan disaksikan perwakilan Kejaksaan Tinggi dan Polda Sumsel di Palembang, kemarin.

Dia menjelaskan, untuk memeriksa keasliannya, pihaknya memerlukan waktu karena harus dikirimkan ke kantor Bank Indonesia di Jakarta dan setelahnya perlu mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri.

Menurunya temuan ribuan lembar uang palsu selama tiga tahun terakhir itu masih tergolong sedikit.

Sementara dalam pemberantasan uang palsu dilakukan bank sentral dengan melibatkan pihak terkait lainnya, terutama kepolisian. BI juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi, Kementerian Keuangan dan Badan Intelijen Negara (BIN),” kata dia melansir Warta Melayu.

“Upaya pemberantasan uang palsu merupakan salah satu bentuk dari upaya kita menjaga uang rupiah sebagai lambang NKRI,” katanya.

Pihaknya pun menjaga uang rupiah dengan rutin melakukan sosialisasi terkait ciri-ciri keaslian uang rupiah di seluruh pelosok wilayah di Sumatera Selatan. Dia menyebut, sosialisasi itu dilakukan kepada seluruh segmen masyarakat, mulai dari pelajar, akademisi, profesional, dan petugas teller perbankan sebagai garda terdepan penerima uang dari masyarakat.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan, AKBP Dewa Nyoman, menambahkan, sejauh ini belum ada tersangka yang menjalani atas kasus peredaran uang palsu di wilayahnya.

“Biasanya uang palsu itu beredar di dunia malam, seperti hiburan malam. Termasuk juga menjelang hari besar keagamaan. Nah, itu sangat rawan sekali,” ujarnya. [**]

Penulis :one

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua KPPS di Mura Kena Tusuk, Kenapa ?

    Ketua KPPS di Mura Kena Tusuk, Kenapa ?

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 971
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Mura – Tindak kekerasan terjadi di Kelurahan Selangit, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, Rabu (17/4). Ketua Kelompok Pemilihan Kecamatan (KPPS), Rio Habibi, ditusuk oleh seorang anggota perlindungan masyarakat (Linmas), Febrian. Alasanya, Rio dituduh menyembunyikan anak kunci kotak suara ketika pemungutan suara akan berlangsung. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengatakan peristiwa itu […]

  • Terungkap 3 Besar Tempat Kerja Terbaik di Indonesia Tahun 2023

    Terungkap 3 Besar Tempat Kerja Terbaik di Indonesia Tahun 2023

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 780
    • 0Komentar

    – JAKARTA, INDONESIA – Media OutReach Newswire –  Novo Nordisk, AstraZeneca, dan Darya-Varia Laboratoria diakui sebagai 3 tempat terbaik untuk bekerja di Indonesia pada tahun 2023 menurut program sertifikasi tahunan bergengsi “Tempat Kerja Terbaik”. Tempat Terbaik untuk Bekerja adalah program sertifikasi internasional, yang dianggap sebagai ‘Standar Platinum’ dalam mengidentifikasi dan mengakui tempat kerja terbaik di […]

  • Wajo Tunjukkan Strategi Perumahan Berkelanjutan 2025

    Wajo Tunjukkan Strategi Perumahan Berkelanjutan 2025

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.365
    • 0Komentar

    RUMAH itu ibarat tanaman, maka kawasan kumuh adalah tanah yang kering dan berdebu, tapi dengan pupuk yang tepat, air yang cukup, dan tangan yang rajin merawat, tanaman itu bisa tumbuh subur, harum, dan memberi buah. Begitulah yang terjadi di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, di mana program perumahan layak huni dan revitalisasi permukiman kumuh tidak sekadar […]

  • Saat Puasa Kita Ngantuk Berat, Ini Lima Penyebabnya

    Saat Puasa Kita Ngantuk Berat, Ini Lima Penyebabnya

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 622
    • 0Komentar

    ADA berbagai perubahan yang akan dialami selama menjalani ibadah puasa, mulai dari perubahan pola makan hingga waktu tidur sehingga dapat mengakibatkan kita ngantuk. Jika kamu menjalani ibadah puasa, kamu harus bangun dini hari untuk menjalani sahur. Jadi hal inilah bisa membuat kamu akan merasa mengantuk berat pada siang hari. Selain itu, jenis makanan yang dikonsumsi […]

  • Dari Bali, Tantangan Negara ASEAN & Pasific, Cari Solusi terkait sampah plastik Laut

    Dari Bali, Tantangan Negara ASEAN & Pasific, Cari Solusi terkait sampah plastik Laut

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.255
    • 0Komentar

    ​Sumselterkini.co.id, Denpasar, Indonesia – Isu penanganan sampah plastik laut merupakan tantangan bersama yang dihadapi ASEAN dan negara Pasifik.Oleh sebab itu, untuk semakin mendekatkan ASEAN dan Pasifik, Indonesia menyelenggarakan “ASEAN-Indo-Pacific Workshop on Marine Plastic Debris” pada (15/06) .​ Sebagaimana diketahui, salah satu prioritas Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023 adalah fokus ke Pasifik. Mendekatkan antara ASEAN […]

  • truk-dalam-kota-2

    Atur Pak Wali, Kok Truk Angkutan Berat Tak Ada Aturan Lagi Beroperasi, Warga Mengeluh..!!

    • calendar_month Sabtu, 16 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    Warga Palembang yang berdomisili dibeberapa Kecamatan yakni Ilir Timur II, Kalidoni, mengeluh, pasalnya angkutan berat (tronton) pengangkut peti kemas, crude palm oil, (CPO) dan barang-barang konstruksi beroperasi tak ada aturan lagi.

expand_less
WordPress Archive Homey | Booking and Rentals WordPress Theme Homez – Real Estate WordPress Theme Hompark | Real Estate & Luxury Homes Theme Hongo – Modern & Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Hono – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Honor | Shooting Club & Weapon and Gun Store Theme Honshi – Creative Portfolio WordPress Theme Honshi – WordPress Elementor Theme for Agencya Hoom – News & Magazine WordPress Theme HoomPotact – Smart Alarm & Security Systems Template Kit