Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » 27,23 Juta Akses Keuangan Baru, OJK Bidik Kesejahteraan Keluarga

27,23 Juta Akses Keuangan Baru, OJK Bidik Kesejahteraan Keluarga

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 19 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Perluasan akses keuangan di Indonesia mencatat capaian besar sepanjang Oktober 2026. Sebanyak 27,23 juta rekening, polis, dan akun layanan keuangan baru tercatat selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.

Namun, bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bertambahnya akses masyarakat terhadap produk keuangan bukanlah tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu memanfaatkan layanan tersebut untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Data OJK menjelaskan, pembukaan rekening perbankan mencapai 7,21 juta. Sementara itu, pasar modal mencatat 2,07 juta rekening, asuransi 5,38 juta polis, perusahaan pembiayaan 2,07 juta rekening, pegadaian 4,63 juta rekening, serta fintech sebanyak 5,87 juta akun.

Capaian itu juga menjelaskan makin luasnya jangkauan layanan keuangan formal di tengah masyarakat. Meski demikian, akses yang lebih besar perlu diimbangi pemahaman mengenai manfaat, risiko, biaya, serta kewajiban dalam menggunakan setiap produk keuangan.

Pesan menjadi salah satu perhatian OJK dalam puncak BIK dan Financial Expo (FinExpo) 2026 di Trans Studio Mall Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan industri jasa keuangan.

“Industri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya,” ujar Dicky.

Menurutnya, kepercayaan tidak bisa dibangun hanya melalui perluasan jaringan atau penambahan jumlah produk.

Industri jasa keuangan juga harus menghadirkan layanan yang transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, literasi dan inklusi keuangan diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas. Masyarakat bukan hanya memiliki rekening atau akses pembiayaan, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.

Akses keuangan harus berujung pada kesejahteraan

Dorongan untuk memperkuat kesejahteraan keuangan keluarga juga sejalan dengan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK).

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembentukan DNKK dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta pada 22 Oktober.

Kehadiran dewan diharapkan memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola kondisi finansialnya.

Artinya, keberhasilan inklusi keuangan tidak cukup diukur dari banyaknya rekening yang dibuka. Kemampuan mengatur pendapatan, mengendalikan pengeluaran, menyiapkan tabungan, dan menggunakan pembiayaan sesuai kemampuan juga menjadi bagian penting.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti hal serupa. Ia menilai kecakapan mengelola uang harus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi keluarga.

“Cerdas dalam memperoleh uang, cerdas dalam membelanjakan uang, dan cerdas dalam menyimpan uang,” kata Dedi.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Penggunaan pinjaman juga harus disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak menjadi beban di kemudian hari.

Menjangkau UMKM hingga penyandang disabilitas

Perluasan akses keuangan juga diarahkan kepada kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh layanan formal.

Dalam pelaksanaan BIK 2026, OJK menyasar perempuan, pelajar, pemuda, pelaku UMKM, pekerja informal, petani, nelayan, penyandang disabilitas, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Di Jawa Barat, program tersebut diterjemahkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

OJK Jawa Barat menggelar 15 kegiatan edukasi keuangan bagi sekitar 4.500 pelaku UMKM di Bogor, Bekasi, dan Purwakarta. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan arus kas, pencatatan keuangan, hingga pemanfaatan pembiayaan secara bijak.

Edukasi juga menyasar lingkungan pesantren. Sekitar 2.000 santri Daarut Tauhiid mengikuti kegiatan literasi keuangan pada 10 Oktober 2026, yang disertai pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

Program diharapkan menumbuhkan budaya menabung dan kedisiplinan mengelola keuangan sejak dini, termasuk sesuai prinsip syariah.

Sementara itu, dalam rangka Pekan Tuli Internasional pada 24 Oktober 2026, OJK menyelenggarakan kegiatan inklusi keuangan di Sentra Wyata Guna, Kota Bandung. Kegiatan ini menjangkau sekitar 400 peserta penyandang disabilitas.

Rangkaian acaranya meliputi edukasi keuangan, bazar yang menghadirkan 25 UMKM penyandang disabilitas, penyerahan rekening SimPel dan buku literasi keuangan kepada 10 sekolah luar biasa, serta berbagai perlombaan.

Kegiatan menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenal dan menggunakan layanan keuangan tanpa terkendala latar belakang maupun kondisi fisik.

Pembiayaan produktif menjadi agenda berikutnya

Selain memperluas literasi, akses pembiayaan bagi sektor produktif juga menjadi perhatian OJK di Jawa Barat.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan diperlukan agar pembiayaan semakin mudah dijangkau oleh pelaku usaha.

“Melalui momentum FinExpo 2026 ini, kami berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga akses keuangan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan berbagai sektor produktif lainnya,” ujarnya.

FinExpo 2026 berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November di Trans Studio Mall Bandung. Kegiatan ini menghadirkan pameran produk dan layanan dari berbagai pelaku usaha jasa keuangan serta UMKM.

Pengunjung juga dapat mengikuti gelar wicara, lokakarya, kompetisi, dan berbagai kegiatan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh kesempatan untuk memahami produk keuangan, termasuk manfaat, risiko, biaya, serta hak dan kewajiban sebagai pengguna.

Secara keseluruhan, BIK 2026 mencatat 6.446 kegiatan literasi dan inklusi keuangan dengan jangkauan lebih dari 798 ribu peserta di seluruh Indonesia sepanjang Oktober.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Perluasan akses keuangan merupakan langkah awal. Pekerjaan yang lebih besar adalah memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memanfaatkan layanan keuangan secara sehat, sehingga pertumbuhan industri jasa keuangan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan keluarga dan ketahanan ekonomi nasional. (***) /diolah dari sumber resmi OJK.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Minta AMSI Terus Aktif Perangi Hoax

    Gubernur Minta AMSI Terus Aktif Perangi Hoax

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 938
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Sumatera Selatan periode 2021-2024 di Griya Agung Palembang, Senin (12/4/2021). “Ini tugas pertama kita yaitu harus menjadi pencegah penyebaran berita hoax. AMSI garda terdepan menjelaskan ke masyarakat tentang keakuratan suatu informasi,”katanya. Menurut dia, hal tersebut merupakan aksi sosial yang perlu dilakukan […]

  • Tanoto Foundation soroti perlunya mengkatalisasi pendanaan untuk atasi tantangan sosial

    Tanoto Foundation soroti perlunya mengkatalisasi pendanaan untuk atasi tantangan sosial

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach – Berbicara pada Konferensi Global Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) di Kuala Lumpur, Malaysia, Belinda Tanoto, Anggota Dewan Pengawas Tanoto Foundation, menyoroti kebutuhan untuk mengkatalisasi lebih lanjut berbagai jenis pendanaan untuk mengatasi kebutuhan sosial yang mendesak.   “Di negara-negara berkembang, penting untuk memobilisasi berbagai jenis pendanaan dari […]

  • Warga Perum Pesona Harapan Jaya Berhamburan ke Luar Rumah Saksikan Gerhana Bulan

    Warga Perum Pesona Harapan Jaya Berhamburan ke Luar Rumah Saksikan Gerhana Bulan

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    Super moon, blue moon dan blood moon secara bersamaan itu sendiri jarang terjadi

  • Dewan Kopi Sumsel Terbentuk, Bakal Bikin Rumah Kopi Sebagai Ikon

    Dewan Kopi Sumsel Terbentuk, Bakal Bikin Rumah Kopi Sebagai Ikon

    • calendar_month Selasa, 15 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.218
    • 0Komentar

    Dengan dibentuknya DKS ini dalam waktu dekat promosi kopi Sumsel akan dilakukan dengan minum kopi bersama-sama.

  • Buka Musda REI Sumsel ke XI 2020, Gubernur Minta REI Bersinergi Majukan Kawasan Pesisir

    Buka Musda REI Sumsel ke XI 2020, Gubernur Minta REI Bersinergi Majukan Kawasan Pesisir

    • calendar_month Kamis, 19 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.804
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) XI  Real Estate Indonesia (REI) Sumsel) di Hotel Excelton (18/11). Dalam arahannya Herman Deru mengharapkan ada upaya dalam  menguatkan dan menyatukan peran Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Sumsel untuk membangun industri properti. Dia berharap REI juga mampu menjawab tantangan. “Saya berterimakasih […]

  • ABS Bowling PTE LTD Bakal Jadikan JBC Pusat Hiburan Olahraga Keluarga

    ABS Bowling PTE LTD Bakal Jadikan JBC Pusat Hiburan Olahraga Keluarga

    • calendar_month Jumat, 13 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang –  ABS Bowling PTE LTD berencana bakal jadikan Jakabaring Bowling Centre (JBC) di Kawasan Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang tempat hiburan olahraga keluarga. Direktur ABS Bowling PTE LTD James Murray  mengatakan dimana lingkungan yang aman dan nyaman bagi keluarga untuk berkumpul bersama menikmati waktu luang. Dia menyebutkan  ABS Bowling didirikan pada tanggal […]

expand_less
WordPress Archive Revo Studio – Multipurpose WordPress Theme Revolution Lightbox Revolution Lightbox WordPress & WooCommerce Plugin Revolution Multimedia Gallery WordPress & WooCommerce Plugin Revy Import – Data Import Utility for Revy plugin Revy – WordPress booking system for repair service industries Rex – Minimal WordPress Portfolio Theme Rexbiz – Corporate Agency Elementor Template Kit Rey – Fashion & Clothing, Furniture Rezolve - Business Consulting Elementor Template Kit