Meutya: Kesehatan Wartawan Senior Perlu Dijaga agar Pengalaman Jurnalistik Terus Diwariskan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : komdigi.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengalaman panjang wartawan senior dalam mengolah informasi dan memahami konteks peristiwa menjadi modal penting bagi kualitas pers, oleh sebab itu, kesehatan mereka perlu mendapat perhatian agar kontribusi dapat terus berlanjut, termasuk melalui transfer pengetahuan kepada generasi wartawan yang lebih muda.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ratusan anggota Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Menurut Meutya, tuntutan pekerjaan dapat membuat wartawan mengabaikan pemeriksaan kesehatan. Program CKG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemeriksaan dan deteksi dini, termasuk bagi insan pers yang telah lama berkontribusi dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.
“Kemkomdigi mengapresiasi giat cek kesehatan gratis bagi wartawan senior yang diselenggarakan oleh Kemenkes berkerjasama dengan SWSI ini. Program CKG dari Bapak Presiden Prabowo memang konteksual sekali ketika diterapkan kepada wartawan senior yang mungkin karena tuntutan pekerjaan, sering kali lupa untuk melakukan cek kesehatan,” ujar Meutya.
Ia menekankan, pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Hasil pemeriksaan perlu menjadi dasar untuk memberikan perhatian dan tindak lanjut medis sesuai kondisi masing-masing peserta.
“Justru tidak lanjut ini yang membuat CKG menjadi penting. Kita perlu memberikan perhatian dan memastikan ada tindak lanjut dari pertemuan kita hari ini,” katanya.
Kegiatan CKG bagi anggota SWSI mencakup pemeriksaan kesehatan, deteksi dini risiko penyakit, konsultasi dengan tenaga medis profesional, serta saran pola hidup sehat yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan peserta. Layanan ini diharapkan membantu para wartawan senior memahami kondisi kesehatannya dan mengambil langkah pencegahan secara tepat.
Meutya melanjutkan, menjaga kesehatan wartawan senior juga berkaitan dengan keberlanjutan kualitas informasi publik.
Pengalaman mereka dalam meliput berbagai peristiwa, ungkapnya, yaitu membaca persoalan dari beragam perspektif, dan memahami konteks dapat menjadi bekal bagi praktik jurnalistik yang bertanggung jawab.
Atas dasar itu, Meutya membuka peluang kolaborasi lanjutan antara Kemkomdigi dan SWSI untuk berbagi pengalaman serta prinsip-prinsip dasar jurnalistik kepada wartawan yang lebih muda.
“Kami berharap ke depan bisa ada kegiatan bersama Komdigi untuk membagikan prinsip-prinsip awal jurnalistik kepada wartawan yang lebih muda. Pengalaman dan perspektif para wartawan senior sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi publik,” ujarnya.
Meutya menambahkan, wartawan yang sehat diharapkan dapat terus menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, kaya perspektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya, pesan kita sederhana, wartawan yang sehat akan membantu negara menjadi kuat. Bapak dan Ibu sekalian masih sangat dibutuhkan untuk memberikan pencerahan melalui informasi yang benar, memiliki perspektif, dan berdampak baik bagi masyarakat,” pungkasnya. (***)/diolah dari sumber komdigi.
- Penulis: Irwan Wahyudi
