Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Film Buatan AI Kian Realistis, LSF Hadapi Tantangan Penyensoran

Film Buatan AI Kian Realistis, LSF Hadapi Tantangan Penyensoran

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 13 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Film buatan AI kian realistis dan menghadirkan tantangan baru bagi proses penyensoran. Teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) kini memungkinkan pembuatan video hingga film tanpa harus memiliki keahlian khusus di bidang sinema.

Perkembangan tersebut membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memproduksi karya audiovisual. Namun, kemampuan AI menghasilkan adegan yang menyerupai kenyataan juga menuntut kecermatan dalam menilai isi dan konteks sebuah film.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, perubahan teknologi telah mengubah cara produksi dalam industri perfilman. Peralatan yang semakin mudah diakses membuat proses pembuatan film menjadi lebih terbuka bagi berbagai kalangan.

“Inovasi teknologi mengubah cara-cara produksi dalam dunia perfilman. Perubahan alat produksi ini membuat produksi film bisa diakses oleh siapa saja dan pembuatan film menjadi lebih demokratis. Namun, film dengan kualitas sinematik tetap membutuhkan keterampilan dan rasa estetika yang tinggi,” ujar Nezar dalam acara Peningkatan Kompetensi dan Pengembangan Diri di Lingkungan Lembaga Sensor Film (LSF) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).

Menurut Nezar, AI generatif menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati karena mampu menghasilkan konten baru melalui pemrosesan data. Teknologi ini dapat membuat gambar, menghasilkan suara, hingga meniru karakteristik suara seseorang.

Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan dalam proses produksi film. Namun, persoalan muncul ketika konten hasil AI disajikan seolah-olah merupakan rekaman atau peristiwa nyata.

“Generative AI bisa menciptakan sesuatu yang baru. Dengan teknologi ini, kita bisa membuat gambar atau foto, bahkan menduplikasi suara seseorang untuk mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dia ucapkan,” jelas Nezar.

Perkembangan konten berbasis AI juga terlihat melalui berbagai platform digital, termasuk film pendek dan drama yang diproduksi menggunakan teknologi generatif.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan beragam adegan, termasuk kekerasan, pornografi, maupun materi yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial. Kondisi ini membuat penilaian terhadap isi film perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar tampilan visual.

Tantangan penyensoran juga berkaitan dengan besarnya jumlah film yang harus ditangani. Nezar menyebut sekitar 110 orang di LSF menangani penyensoran terhadap 40 ribu film setiap tahun.

Besarnya volume pekerjaan tersebut menunjukkan pentingnya dukungan teknologi untuk membantu proses identifikasi adegan dan unsur tertentu dalam film.

AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses pemeriksaan. Meski demikian, hasil identifikasi mesin tetap perlu ditelaah agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami isi sebuah karya.

Nezar menegaskan, kemampuan AI mengenali objek atau adegan belum tentu diikuti pemahaman terhadap konteks cerita dan pesan yang ingin disampaikan pembuat film.

“AI bisa membantu mengenali adegan, tetapi belum tentu memahami konteks dan pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah karya. Ketika kita hanya melihat hasil identifikasi mesin, ada kemungkinan pesan cerita yang sebenarnya tidak tertangkap. Karena itu, proses penilaian tetap membutuhkan manusia,” tegasnya.

Untuk menghadapi perkembangan tersebut, Nezar mendorong LSF memperkuat kompetensi dalam memahami cara kerja AI, mengenali keterbatasannya, serta menilai pemanfaatan teknologi dalam produksi dan penyensoran film.

Literasi AI juga perlu mencakup aspek hukum dan etika, termasuk transparansi, akuntabilitas, keamanan, serta penilaian risiko dalam penggunaan teknologi.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar LSF mampu merespons perubahan industri perfilman sekaligus mempertahankan ketelitian dalam proses penyensoran.

Dengan demikian, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mengenali dan memeriksa konten film. Namun, keputusan penilaian tetap memerlukan pertimbangan manusia agar konteks, pesan, dan dampak sebuah karya terhadap masyarakat tidak terabaikan.(***)/diolah dari sumber komdigi.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tol Musi Landas Go Live H-7 Lebaran, Mudik Makin Sat-Set,Jangan Ngebut Kayak Rossi & Hati-hati Jika Cuaca Lagi Ekstrem !

    Tol Musi Landas Go Live H-7 Lebaran, Mudik Makin Sat-Set,Jangan Ngebut Kayak Rossi & Hati-hati Jika Cuaca Lagi Ekstrem !

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Buat ente yang udah siap-siap mudik tapi takut kena macet akut, tenang bro! Ada kabar bahagia nih, Tol Musi Landas bakal difungsikan khusus buat pemudik! Gubernur Sumsel, Herman Deru, bareng Wakilnya, Cik Ujang, udah ngecek langsung jalur ini biar nggak ada lagi drama “parkir berjamaah” di jalanan. Ente  pasti tahu kan!, Jalan Palembang-Betung itu kalau […]

  • BMKG Minta Masyarakat NTB Tak Mudah Percaya Berita Hoaks

    BMKG Minta Masyarakat NTB Tak Mudah Percaya Berita Hoaks

    • calendar_month Senin, 3 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 688
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram meminta masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya untuk tidak mudah mempercayai berita-berita yang tidak benar (hoaks). “Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya diharapkan tidak panik, tetap tenang, selalu waspada dan tidak mudah mempercayai berita-berita yang tidak benar,” ujar Kepala BMKG […]

  • Mengenang 40 Hari Wafatnya Putri Gubernur Sumsel, Leanpuri Center And Foundation Gelar Bakti Sosial Sunatan Massal

    Mengenang 40 Hari Wafatnya Putri Gubernur Sumsel, Leanpuri Center And Foundation Gelar Bakti Sosial Sunatan Massal

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru yang juga selaku  orang tua Almarhumah (Almh)  Hj. Percha Leanpuri berharap Leanpuri Center & Foundation yang digagas Almh tetap  berkontribusi untuk masyarakat Sumsel. “Leanpuri Center and Foundation yang pernah diinisiasi  Hj Percha tidak boleh berhenti. Dan tetap dilanjutkan dalam memberikan bantuan sosial pada masyarakat,” tegas Herman Deru saat […]

  • Astra Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Palembang

    Astra Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Palembang

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    ASTRA menyalurkan bantuan sembako untuk warga Kota Palembang terdampak Covid-19. Bantuan itu diterima Walikota Palembang Harnojoyo secara sembolis. Isi Paket sembako  tersebut, antara 10 kilogram beras, sarden, indomie, minyak goreng serta gula disalurkan langsung Koordinator Wilayah Grub Astra Palembang. “Ini merupakan kegiatan dari Astra Pusat, karena kita punya program semangat saling bantu, dimana ini bentuk […]

  • Penanganan Covid-19 Jangan Lengah, Pemda Diminta Wajib Cari Tahu Penyebab Utama Kasus Kematian Pasien di Daerahnya, Begini Alasan Satgas Covid-19

    Penanganan Covid-19 Jangan Lengah, Pemda Diminta Wajib Cari Tahu Penyebab Utama Kasus Kematian Pasien di Daerahnya, Begini Alasan Satgas Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.375
    • 0Komentar

    PERKEMBANGAN baik penanganan COVID-19 di bulan Agustus 2021 jangan disikapi dengan lengah oleh semua pemerintah daerah (Pemda). Pemda wajib mencari tahu penyebab utama kasus kematian pasien yang ada di daerahnya. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut angka kematian per Agustus 2021 tercatat sebanyak 37.330 kasus. Disamping itu, saat ini varian delta masih […]

  • 5.752 Siswa Ikuti Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah Tahun 2021

    5.752 Siswa Ikuti Seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah Tahun 2021

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama hari ini menggelar seleksi calon mahasiswa Timur Tengah tahun 2021. Total ada 5.752 siswa yang mengikuti seleksi untuk tujuan dua negara. Sebanyak 5.216 siswa mengambil pilihan ke Mesir,  536 siswa lainnya memilih untuk kuliah di Maroko. Pelaksanaan seleksi dikoordinasi oleh 15 Universitas Islam Negeri (UIN). “Mereka akan berkompetisi untuk mengisi 20 kuota beasiswa di […]

expand_less
WordPress Archive WordPress WhatsApp AnyForm Plugin – Submit Any Form as WhatsApp Message – WordPress Plugin WordPress WhatsApp Chat Button WordPress WhatsApp Support WordPress Widgets in WPBakery Page Builder WordPress WooCommerce Admin Buyer Chat Plugin WordPress WooCommerce Auction Plugin WordPress / WooCommerce Custom Breadcrumbs Plugin WordPress WooCommerce Custom Order Prefix Plugin WordPress WooCommerce Event Manager Plugin WordPress WooCommerce Marketplace Auction Plugin