Palembang Kekurangan 2.000 Kantong Darah per Bulan, RS Permata Bantu PMI
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kominfopalembang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebutuhan darah di Kota Palembang mencapai sekitar 7.000 kantong setiap bulan. Namun, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang baru mampu memenuhi sekitar 5.000 kantong. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 2.000 kantong darah setiap bulan yang perlu dipenuhi melalui dukungan berbagai pihak.
Salah satu upaya untuk mengatasi kekurangan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara PMI Kota Palembang dan Rumah Sakit Permata Palembang. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis (22/10/2026).
Penandatanganan MoU berlangsung di RS Permata Palembang, dilakukan oleh Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, bersama Direktur RS Permata Palembang, dr. Alfredo Armando Parensyah.
Kegiatan tersebut turut diikuti puluhan pendonor yang berpartisipasi membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien. Aksi ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya menjaga ketersediaan darah di Kota Palembang.
Dewi mengatakan, pemenuhan kebutuhan darah tidak bisa hanya mengandalkan PMI. Keterlibatan rumah sakit, instansi pemerintah maupun swasta, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat luas diperlukan agar kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi dapat terpenuhi.
Menurutnya, kerja sama dengan RS Permata Palembang menjadi langkah penting untuk memperluas partisipasi dalam kegiatan donor darah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Ia pun mengapresiasi inisiatif RS Permata Palembang yang bersedia menjalin kemitraan dengan PMI. Dewi berharap, kesepakatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dilanjutkan dengan kegiatan donor darah secara rutin dan terjadwal.
“Harapannya, kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan donor darah perlu dilakukan secara rutin agar ketersediaan darah dapat terus terjaga dan kebutuhan pasien bisa terpenuhi,” kata Dewi.
Pelaksanaan donor darah sendiri dilakukan dengan memperhatikan keselamatan pendonor. Sebelum mendonorkan darah, setiap calon pendonor harus menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisinya memenuhi persyaratan sesuai prosedur.
Usai penandatanganan MoU, Dewi juga menyempatkan diri menyusuri ruang perawatan dan menjenguk pasien di RS Permata Palembang. Ia menyapa pasien yang ditemuinya, sebagai bagian dari kunjungan yang melengkapi rangkaian kegiatan tersebut.
Di tengah kebutuhan darah yang mencapai ribuan kantong setiap bulan, kegiatan donor darah secara berkelanjutan menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga ketersediaan stok. Partisipasi masyarakat pun diharapkan semakin luas sehingga kekurangan pasokan dapat dikurangi secara bertahap.
Melalui kerja sama ini, PMI Kota Palembang dan RS Permata Palembang diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mendukung pelayanan kesehatan. Lebih dari sekadar kesepakatan antarlembaga, kolaborasi tersebut diharapkan membawa manfaat langsung bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
