Dewan SDA Sumsel Aktif Lagi, Mitigasi Banjir Jadi Fokus
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 37 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Dewan Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Sumatera Selatan bersiap kembali bersidang setelah vakum selama tiga tahun.
Hal itu menjadi bagian dari upaya guna memperkuat mitigasi banjir, dengan aliran Sungai Musi menjadi salah satu fokus pembahasan.
Rencana tersebut dijelaskan saat audiensi Direktur Pascasarjana Universitas Bina Darma Palembang, Prof. Dr. Ir. Achmad Syarifudin, M.Sc., PU.SDA., bersama Gubernur Sumsel H. Herman Deru, di Ruang Tamu Gubernu, Selasa (20/10/2026).
Pertemuan itu membahas rencana Seminar Nasional Mitigasi Banjir sekaligus pembukaan kembali Sidang I Dewan SDA Sumsel yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Direktur Pascasarjana Universitas Bina Darma, Prof. Achmad Syarifudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif akademisi bersama para mitra untuk memperkuat upaya penanggulangan banjir, terutama menghadapi potensi siklus banjir yang diperkirakan berulang dalam rentang dua hingga lima tahun.
Menurutnya, pengalaman banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Sumsel pada 2021 dan 2022 menjadi salah satu alasan perlunya kajian ilmiah dan langkah mitigasi yang lebih komprehensif.
Seminar tersebut direncanakan melibatkan perguruan tinggi, organisasi perangkat daerah (OPD), pemangku kepentingan, serta mahasiswa. Pembahasan juga akan mencakup kesiapan bupati dan wali kota di wilayah yang berpotensi terdampak banjir.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai ancaman banjir dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi topografi, curah hujan tinggi, hingga saluran air yang tersumbat sehingga aliran tidak tertampung dengan baik.
Ia menjelaskan, keterkaitan aliran sungai besar yang bermuara di Palembang. Menurutnya, hujan dengan debit besar, baik di wilayah hulu maupun hilir, perlu menjadi perhatian dalam upaya mengantisipasi banjir.
Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan rekomendasi yang bisa diterapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
“Ini niat yang sangat mulia. Kita butuh solusi jangka panjang dan pendek, seperti normalisasi dan kanalisasi air. Saya berharap produk dari seminar ini dapat merekomendasikan solusi yang sifatnya anjuran langsung, aplikatif, namun tetap low cost (berbiaya efisien),” ujar Deru.
Pemprov Sumsel berharap kolaborasi pemerintah dan kalangan akademisi tersebut dapat mendukung pemetaan wilayah rawan banjir serta menghasilkan langkah penanganan yang lebih efektif untuk melindungi masyarakat. (****)
- Penulis: Irwan Wahyudi
