Kampung Nelayan Merah Putih, Produksi Ikan Naik 121%
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mulai memperlihatkan hasil melalui peningkatan produksi dan pendapatan nelayan, di Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua, produksi ikan tercatat naik 121 persen, dari 552 kilogram menjadi 1.221 kilogram per bulan.
Kenaikan produksi membuka peluang pemasaran yang lebih luas seiring hasil tangkapan dari kawasan ini telah dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia, antara lain Jakarta, Semarang, Bitung, dan Surabaya. Total pengiriman mencapai 231 ton dalam 15 kali pengiriman dengan nilai Rp4,36 miliar.
Dampak ekonomi juga terlihat dari nilai penjualan ikan yang meningkat dari Rp10,8 juta menjadi Rp20,5 juta per bulan. Pada periode yang sama, pendapatan nelayan naik dari Rp6,06 juta menjadi Rp11,43 juta per bulan. Dukungan fasilitas melaut turut memungkinkan nelayan menambah waktu melaut dari sembilan hari menjadi 13 hari.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran pengembangan KNMP menghubungkan kegiatan perikanan dari produksi hingga pemasaran.
Program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini mulai berjalan pada 2025 dengan tujuan memperkuat kawasan pesisir sebagai pusat ekonomi kelautan yang produktif dan berkelanjutan.
Perkembangan KNMP tidak hanya terlihat di Papua, di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kawasan yang mulai beroperasi pada Mei 2026 itu mencatat kenaikan rata-rata pendapatan nelayan dari Rp4 juta menjadi Rp7 juta per bulan dalam empat bulan.
Kegiatan operasionalnya juga menyerap 39 tenaga kerja lokal dan menarik 80 anggota koperasi. Selain memasarkan ikan segar, kawasan ini mengembangkan pengolahan tuna menjadi tuna loin, sehingga kegiatan ekonomi tidak berhenti pada penjualan hasil tangkapan.
Melalui mitra koperasi, pengiriman tuna loin telah mencapai 65 ton dengan nilai Rp2,54 miliar. Pada 27 September 2026, sebanyak 12 ton tuna loin kembali dikirim ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan bahan baku unit pengolahan ikan.
Ketua Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP, Irjen Pol Victor Gustaaf Manoppo, menilai konsistensi pengiriman produk perikanan tersebut menunjukkan berkembangnya ekosistem bisnis perikanan di daerah. Aktivitas ini, menurutnya, turut membawa dampak ekonomi yang lebih baik bagi nelayan sekitar.
Bupati Sinjai Ratnawati Arif juga menilai fasilitas penyimpanan dingin, pengolahan hasil tangkapan, dan jaringan pemasaran dapat memperkuat perekonomian masyarakat pesisir. Optimalisasi fasilitas menjadi salah satu faktor penting agar program mampu meningkatkan produksi perikanan dan pendapatan nelayan.
Pemerintah Targetkan 5.000 Kampung Nelayan
Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia hingga 2029. Sejak 2025, sebanyak 100 kampung telah dibangun. Dari jumlah tersebut, 65 lokasi sudah beroperasi, sedangkan 35 lainnya masuk tahap pembangunan berikutnya.
Pengembangan kawasan ini didukung anggaran APBN sebesar Rp1,1 triliun pada 2025, berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Fasilitas yang disiapkan meliputi pelabuhan, dermaga, tempat pelelangan ikan, ruang penyimpanan dingin, bengkel, sarana pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial.
Program KNMP merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pangan nasional dan pengembangan ekonomi pesisir. Pelaksanaannya juga diarahkan untuk terintegrasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar kegiatan produksi, pengolahan, distribusi, dan pemasaran dapat saling mendukung.
Capaian di Samber-Binyeri dan Tongke-Tongke memberikan gambaran awal mengenai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui program tersebut. Dengan target perluasan hingga 2029, pemerintah berharap semakin banyak kawasan pesisir yang mampu meningkatkan produktivitas perikanan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat pendapatan masyarakat nelayan. (***)/diolah dari sumber Humas Kemensetneg
- Penulis: Irwan Wahyudi
