Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Pandemi Covid, Ini Kisah Pilu Para Pengantar Pasien COVID-19

Pandemi Covid, Ini Kisah Pilu Para Pengantar Pasien COVID-19

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
  • visibility 1.501
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RAUT sedih tampak di wajah Supono begitu ia bercerita tentang pasien COVID-19 yang diantarkannya berkali-kali ditolak rumah sakit. Sudah lima tahun, pria asal Sidoarjo, Jawa Timur, bergabung menjadi relawan di Info Lintas Sidoarjo. Di komunitas ini, Supono menjadi sopir ambulans.

Supono yang sehari-hari menjadi pengemudi ojek online ini bercerita pengalaman sedih yang baru saja menimpanya. Sabtu (10/7/2021), ia menerima panggilan dari warga untuk mengantarkan seorang pasien yang diduga COVID-19.

Pasien laki-laki berusia 30an tahun itu, menurut dia, punya riwayat sakit batuk dan menggigil. Saturasi oksigennya cuma 60 sampai 70. Hari itu juga ia langsung mengambil ambulans dan mengantarkan si pasien ke rumah sakit.

Sampai rumah sakit, pasien ditolak karena kamar sudah penuh. Ia lantas mencari lagi rumah sakit lain. Ternyata masih ada kamar. Ia pun segera membawa pasien menuju rumah sakit itu. Nahas tak bisa ditolak. Setiba di rumah sakit, pasien sudah meregang nyawa. “Ternyata pasien meninggal di ambulans,” kata dia menghela nafas.

Memang, saat mengantarkan pasien itu, pihak keluarga tidak memastikan apakah rumah sakit masih ada kamar atau tidak. Karena itu, saat ini, ketika pasien COVID-19 membludak, kamar rumah sakit penuh, sebelum membawa pasien, ia meminta keluarga memastikan dulu ketersediaan kamar di rumah sakit.

Ia tak mau lagi peristiwa itu terulang kembali. “Saya merasa bersalah,” ujar dia.

Hal serupa juga dialami Sutoko (47). Berkali-kali ia mengucapkan kata gelo (menyesal) saat menceritakan pengalaman mengantarkan pasien COVID-19. Kadang ia pun tak sampai menuntaskan kalimatnya saat berbicara tentang pasien positif COVID-19 yang diantarkan ditolak rumah sakit karena kamar sudah penuh.

Ketika itu terjadi, Sutoko pun harus mengantarkan pasien mencari rumah sakit yang masih mau menerima pasien.

Yang paling menyedihkan di tengah upayanya mencarikan kamar bagi pasien, pasien meregang nyawa di tengah perjalanan. “Saya merasa gagal membantu atau menyematkan orang itu,” kata dia.

Sutoko sama seperti Supono. Ia adalah relawan di komunitas Info Lantas Sidoarjo. Sudah enam tahun ia bergabung dalam komunitas ini sebagai sopir ambulans.

Bergabung di komunitas ini adalah panggilan jiwanya. Sehari-hari, ia adalah seorang petugas satuan pengamanan di sebuah puskesmas di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur. “Saya membantu dengan modal tenaga. Pokok bondone semangat tok ae (modalnya semangat saja),” ujar bapak empat anak ini terbahak.

Supono dan Sutoko tak sendiri. Di Bandung ada Hardi. Ia adalah seorang sopir ambulans di Kota Bandung. Ia masih ingat peristiwa yang menimpanya pekan lalu. Saat itu, ia diminta untuk mengantarkan seorang pasien COVID-19 di sekitar perumahan Kota Baru Parahyangan. Kondisi pasien sudah kritis.

Nahas, belum sampai rumah sakit, pasien sudah menghembuskan nafas di perjalanan. Hardi pun sedih karena merasa tak bisa menyelamatkan nyawa pasien itu. Ia bisa merasa bahagia dan manakala pasien yang diantarkan mendapat kamar dan selamat. “Kalau warga yang sakit itu bisa sampai ke rumah sakit, saya merasa bangga bisa membantu apalagi bila kondisinya kritis,” ujar dia.

Saat kasus COVID-19 melonjak, Hardi mengaku dalam sehari bisa 4-5 kali membawa pasien ke rumah sakit. Meski terbilang cukup padat, tapi ia merasa senang karena bisa membantu sesama. “Ini tugas kemanusiaan,” ujar Kabag Hukum DPW Persaudaraan Pengemudi Ambulance Indonesia (PPA) Jawa Barat ini

Ketersian Rumah Sakit
Di Sidoarjo, keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 mencapai 99 persen. Karena penuh, banyak rumah sakit yang menutup layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menurut Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur, Dodo Anondo, saat ini ada 13 IGD yang tutup sementara.

Sementara di Jawa Barat, berdasar data Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat), di wilayah itu ada 385 rumah sakit. Dari jumlah itu 336 rumah sakit melayani pasien COVID-19, sedang 39 rumah sakit tidak melayani. Ketersediaan kamar dari rumah sakit yang melayani pasien COVID-19 ada 19.568 tempat tidur. Dari jumlah itu 10.931 sudah terisi.InfoPublik (***)

Ril

 

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan HKN ke-56, Jangan Kendor  Lawan Corona

    Peringatan HKN ke-56, Jangan Kendor  Lawan Corona

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    ASISTEN I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sumsel Akhmad Najib hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 Tahun 2020 secara virtual di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Palembang, Kamis (12/11). Peringatan HKN ke 56 kali ini mengusung tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat” kali ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI Letnan […]

  • Akhirnya Jalan Karim Kadir Gandus Mulai Dikerjakan, Wawako Palembang Awasi

    Akhirnya Jalan Karim Kadir Gandus Mulai Dikerjakan, Wawako Palembang Awasi

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    JALAN Karim Kadir Kecamatan Gandus dimulai pengerjaan perbaikannya, dan akan selesai paing lambat 180 hari kalender. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat meninjau perbaikan jalan Karim Kadir. “Sudah dimulai pengerjaan fisiknya, perbaikan jalan maupun drainase di Karim Kadir ini, anggarannya sebesar 12 Milyar rupiah dari APBD Kota Palembang” Ungkap Fitri, Rabu (19/6/2019). Fitri […]

  • Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

    Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

    MASA pandemi membuat seluruh tatanan kehidupan termasuk pendidikan menjadi tidak stabil. Sebagai langkah menanggulangi hal tersebut pemerintah memiliki inisiatif untuk melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu dengan mengeluarkan kebijakan baru yang dibranding dengan nama Kurikulum Merdeka yaitu kurikulum yang capaian pembelajarannya disederhanakan serta menekankan pada penguatan profil pelajar pancasila. Pelaksanaan kurikulum merdeka ini membawa konsep […]

  • Apa Bisa Dirikan Museum Sendiri ?

    Apa Bisa Dirikan Museum Sendiri ?

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kebanyakan masyarakat selama ini  melihat menjadi, hanya menjadi salah satu tempat untuk menyimpan barang – barang antik, padahal sebenarnya Museum itu lebih hebat dari yang dibayangkan, karena ada unsur histori, edukasi, sosial dan antropologi, lewat kesemuanya ini kita bisa mengenal jati diri bangsa kita dengan belajar dari benda – benda di Museum. […]

  • Code-Create kenalkan AiDA by AiDLab, Platform AI Fesyen pertama di Dunia untuk Desain Orisinal tanpa batas berdasarkan inspirasi kreatif desainer

    Code-Create kenalkan AiDA by AiDLab, Platform AI Fesyen pertama di Dunia untuk Desain Orisinal tanpa batas berdasarkan inspirasi kreatif desainer

    • calendar_month Rabu, 21 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.387
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Code-Create, spin-off dari Laboratory for Artificial Intelligence in Design (AiDLab), memperkenalkan AiDA, platform AI fesyen pertama di dunia untuk berbagai inspirasi desain tanpa batas dalam Fashion X AI: 2022-2023 International Salon pada tanggal 19 Desember 2022. Berbagai merek dan desainer internasional melakukan debut koleksi AI fesyen mereka yang pertama, […]

  • Warga di Karang Jaya dan Rusun Dukung & Doakan Fitrianti – Nandriani Pimpin kota Palembang

    Warga di Karang Jaya dan Rusun Dukung & Doakan Fitrianti – Nandriani Pimpin kota Palembang

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.739
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id -Dukungan dan doa kepada pasangan calon walikota dan wakil walikota Palembang Fitrianti Agustinda – Nandriani Octarina untuk memenangkan Pilwako Palembang terus mengalir. Kali ini datang dari warga terutama emak emak di Jalan Sjakyakirti, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Palembang serta warga Rusun Palembang. Dukungan tersebut disampaikan langsung dihadapan Fitrianti Agustinda dan Nandriani Octarina […]

expand_less
WordPress Archive Coch – Business Coach Elementor Template Kit Codagraph – Photography & Portfolio Elementor Template Kit CodBe – Software Landing Page and IT Solutions WordPress Theme Code Shop – WordPress Plugin Code Snippets Pro Coder – Syntax Highlighter for Elementor Codesk – Coworking Space Elementor Template Kit Codo – Minimalist WooCommerce Theme Codrop – App Landing Page Theme Coestra – Political Party & Candidate Elementor Template Kit