Ekonomi

Ini Kondisi Kelistrikan di Sumsel, Kata Sekda

PDPDE bekerja sama dengan Sharp Corporation akan mulai mengagas pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya)

foto : Humas Pemprov. Sumsel

SUMSELTERKINI.ID, Palembang-  Sekda Prov. Sumsel Nasrul Umar mengungkapkan kondisi kelistrikan Provinsi Sumsel saat ini sudah lebih dari cukup, karena Sumsel merupakan lumbung listrik dengan produksi mencapai lebih dari 2.000 Mega Watt (MW) dengan beban puncak 650 MW. Dengan kondisi kelistrikan yang surplus itu, sisa listrik disuplai ke daerah lain.

Di samping itu, pemanfaatan tenaga surya dalam peningkatan ketersediaan tenaga listrik sudah mulai digencarkan Pemerintah Provinsi Sumsel melalui PDPDE bekerja sama dengan Sharp Corporation akan mulai mengagas pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) kapasitas 2 megawatt menggunakan sistem joint crediting mechanism (JCM). Rencananya PLTS senilai US$3 juta itu, dibangun di Jakabaring dalam waktu dekat.

Nasrum Umar, mengakui potensi pertambangan di Sumsel sangat besar, tak hanya mineral batu bara, juga energi terbarukan seperti tenaga surya.

“Ada dua lokasi sebenarnya, selain Jakabaring juga Pesisir Timur Sumsel yang kita jajaki bersama investor asing,” tandasnya dalam  sambutannya pada peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72 tahun 2017 tingkat Provinsi Sumsel, di halaman kantor PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Jum’at (27/10/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda  juga membacakan sambutan tertulis Direktur Utama PT. PLN Persero, menjelaskan tentang tema peringatan hari listrik nasional tahun ini “Kerja Bersama Terangi Indonesia”.

Dalam sambutan tertulis Direktur Utama PT. PLN Persero juga menjelaskan melalui program 35.000 (MW) dan penyelesaian program 7.000 MW yang dalam proses pembangunan, PLN berupaya untuk meningkatkan infrastruktur ketenagalistrikan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini, pencapaian penambahan pembangkit, transmisi dan gardu induk sejak tahun 2015 sampai 2017 untuk penambahan pembangkit sebesar 7.442 MW, penambahan transmisi sebesar 6.952 kms dan gardu induk sebesar 27.168 MVA.

Upaya pemerataan kelistrikan terus dilakukan. Jumlah desa berlistrik dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan. Saat ini jumlah desa berlistrik mencapai 73.656 desa. Program Desa Berlistrik selama kurun waktu 2017.

Sampai dengan 2019 ditargetkan akan menambah desa baru sebanyak 6.594 desa. Pencapaian ini merupakan pencapaian luar biasa insan PLN yang dengan semangat bekerja bersama mampu mengatasi kondisi geografis yang penuh tantangan. Target cukup menantang masih menunggu, tahun 2019 target rasio elektrifikasi sebesar 97,4% yang telah ditetapkan harus tercapai.

Comments

Terpopuler

To Top