Revitalisasi Sekolah Bali Melonjak, Sasar 401 Sekolah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 19 menit yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

sumber : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Revitalisasi sekolah di Bali diperluas pada 2026 dengan menyasar 401 satuan pendidikan, meningkat dibandingkan 188 sekolah pada 2025. Program ini difokuskan pada perbaikan sarana dan prasarana pendidikan agar siswa dapat belajar di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Peningkatan jumlah sekolah penerima revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan. Sejumlah sekolah yang sebelumnya menghadapi kerusakan bangunan kini mendapatkan perbaikan, termasuk SD Negeri 15 Dangin Puri di Kota Denpasar dan TK Indraprasta Kuta di Kabupaten Badung.
Di SD Negeri 15 Dangin Puri, revitalisasi dilakukan setelah salah satu ruang kelas di lantai tiga mengalami kerusakan akibat hujan dan angin. Kondisi tersebut sebelumnya menjadi persoalan bagi sekolah dalam menyediakan ruang belajar yang layak bagi peserta didik.
Setelah direvitalisasi, ruang kelas tersebut menjadi lebih rapi dan bersih. Perubahan ini turut menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman serta mendukung aktivitas pembelajaran siswa.
Perbaikan serupa juga dirasakan TK Indraprasta Kuta. Sekolah yang berdiri sejak 1975 itu sebelumnya menghadapi berbagai persoalan infrastruktur, mulai dari atap bocor, dinding rapuh, hingga kerusakan akibat banjir dan rayap.
Melalui program revitalisasi pada 2026, sekolah tersebut mendapatkan perbaikan enam ruang kelas, satu ruang administrasi, satu toilet, serta penataan taman bermain. Pembenahan ini diharapkan menunjang kegiatan belajar sekaligus memberikan lingkungan yang lebih layak bagi anak-anak usia dini.
Percepatan revitalisasi sekolah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan dapat direnovasi paling lambat pada 2029.
Target tersebut diarahkan untuk memastikan peserta didik tidak lagi harus mengikuti pembelajaran di ruang kelas dengan kondisi bangunan yang tidak aman. Pemerintah juga mendorong pemerataan pembangunan sarana pendidikan agar sekolah yang mengalami kerusakan dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.
Selain meningkatkan kualitas fasilitas belajar, program revitalisasi sekolah turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa revitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas satuan pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah.
Dengan keterlibatan tenaga kerja setempat, pelaksanaan pembangunan sekolah turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek. Aktivitas pembangunan juga berpotensi menggerakkan kegiatan ekonomi lokal.
Kementerian Sekretariat Negara mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah agar program prioritas Presiden dapat berjalan secara terkoordinasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peningkatan kualitas pendidikan, menurut arah kebijakan tersebut, tidak cukup hanya melalui perbaikan bangunan. Pembenahan sarana dan prasarana perlu berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran, kualitas tenaga pendidik, serta perluasan akses pendidikan.
Sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar pelaksanaan revitalisasi dapat menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
Melalui program ini, pemerintah berupaya menyediakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik. Perbaikan sekolah diharapkan menjadi fondasi untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.(***)/sumber Humas Kemensetneg
- Penulis: Irwan Wahyudi
