Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Menag Bawa Istilah Tak Biasa, Ada Pesan Serius di Balik Tobat Ekologis

Menag Bawa Istilah Tak Biasa, Ada Pesan Serius di Balik Tobat Ekologis

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKNI.CO.ID – Manusia bukan satu-satunya makhluk yang hidup di bumi. Namun, ketika alam terus dieksploitasi, hubungan manusia dengan lingkungan kerap diperlakukan seolah tidak memiliki batas.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan persoalan ini melalui sebuah istilah yang tidak banyak dikenal ukhuwwah makhluqiyyah.

Istilah tersebut berarti persaudaraan sesama makhluk Tuhan. Bagi Nasaruddin, konsep ini penting untuk mengubah cara manusia memandang alam, bukan sekadar sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan, melainkan bagian dari kehidupan yang harus dijaga.

“Agama memperkenalkan ukhuwwah makhluqiyyah, persaudaraan sebagai sesama makhluk Tuhan. Selama kita menganggap alam semesta ini benda mati untuk dieksploitasi, kiamat akan datang lebih awal,” tegas Nasaruddin saat peluncuran Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dalam rilis resmi dilaman kemenag, Senin (12/10/2026).

Menurut Menag, persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui aturan dan pengawasan aparat. Kesadaran dari dalam diri manusia juga diperlukan agar perilaku menjaga alam tetap dijalankan, termasuk ketika tidak ada petugas yang mengawasi.

“Di dalam hutan belantara tidak ada polisi pun, orang tidak akan merusak alam. Karena ada bahasa agama yang mengawasi di mana pun orang itu berada,” ujarnya.

Nasaruddin menilai nilai agama dapat menjadi pengingat moral yang melekat dalam perilaku manusia. Oleh sebab itu, ia mendorong pendekatan keagamaan dalam pelestarian lingkungan agar tidak hanya diterapkan di Indonesia, tetapi juga diperkenalkan secara global.

Gagasan tersebut dibawa dalam gerakan yang melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menyatakan dukungannya terhadap konsep ukhuwwah makhluqiyyah.

Ia menilai gagasan tersebut dapat menjadi salah satu landasan keagamaan dalam menjaga keanekaragaman hayati dan membangun tanggung jawab terhadap sesama makhluk hidup.

Jumhur juga menyoroti kebiasaan membuang sampah plastik ke sungai yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Sampah yang terbawa ke laut menambah persoalan, termasuk keberadaan mikroplastik pada ikan.

Menurut dia, tobat ekologis perlu diwujudkan melalui tiga prinsip, menyadari kesalahan masa lalu, tidak mengulangi tindakan yang merusak lingkungan, dan melakukan pemulihan secara nyata.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menekankan pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak di bangku sekolah. Pembiasaan menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan dinilai menjadi bagian penting dari pendidikan karakter.

Kementerian Agama menyatakan siap mendukung penanaman nilai-nilai pelestarian alam melalui lembaga pendidikan keagamaan. Sinergi ketiga kementerian ini diharapkan menghubungkan ajaran moral, pembiasaan di sekolah, dan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Ukhuwwah makhluqiyyah bukan hanya istilah keagamaan yang diperkenalkan dalam sebuah acara. Pesan yang dibawa adalah perubahan cara pandang, menjaga alam bukan semata-mata kewajiban ketika ada aturan atau pengawasan, melainkan tanggung jawab manusia terhadap sesama makhluk Tuhan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumber Kebocoran Data,  Kemendag Minta Masyarakat Tak Cetak Kartu Vaksin di Marketplace

    Sumber Kebocoran Data, Kemendag Minta Masyarakat Tak Cetak Kartu Vaksin di Marketplace

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.624
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) meminta masyarakat untuk tidak mencetak kartu vaksin pada penyedia jasa cetak kartu vaksin COVID-19 di platform marketplace (lokapasar). Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN) Kemendag Veri Anggrijono menjelaskan mencetak kartu vaksin di marketplace adalah salah satu sumber kebocoran data pribadi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi. “Penyerahan tautan pesan singkat […]

  • Surat Cinta dari Tuhan

    Surat Cinta dari Tuhan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.901
    • 0Komentar

    Tuhan sedang mencoba hambanya, dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, dengan kekurangan harta dan buah-buahan, dengan mencabut jiwa, bagi mereka yang bertakwa,   Tuhan sedang menegur hambanya, dengan menimpakan bencana, malapetaka yang tak sudah, disebabkan perbuatan tangan mereka, disebabkan mempersekutukannya, disebabkan telah melampaui batas, bagi mereka yang berdosa,   bencana apa yang telah melanda, adalah kehendaknya […]

  • Lintasan LRT Palembang

    Ini Harapan 2018 Terkait Provinsi Sumsel

    • calendar_month Minggu, 31 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.306
    • 0Komentar

    Namun diharapkan tantangan tersebut dapat dilalui dengan mulus.

  • Perbanyak Koleksi Kearifan Lokal, Tarik Minat Wisatawan Kunjungi Anjungan Sumsel di TMII

    Perbanyak Koleksi Kearifan Lokal, Tarik Minat Wisatawan Kunjungi Anjungan Sumsel di TMII

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

    USAI bersilaturahmi ke Perpusnas, Ketua Dekrnasda Sumsel Hj Febrita Lusti Herman Deru melanjutkan agenda kerjanya dengan meninjau anjungan Sumsel di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (10/2). Kesempatan ini dimanfaatkan istri Gubernur Herman Deru itu untuk melihat dan mengecek kembali koleksi yang ada di anjungan Sumsel. Sebelumnya lebih kurang 2 tahun yang lalu, ia berkeinginan […]

  • KASUS Covid-19 Masih Terkendali, Buktinya Kurvanya Melandai, Gugus Tugas OKI : Jangan Abaikan Protoke Bisa Picu Gelombang III  

    KASUS Covid-19 Masih Terkendali, Buktinya Kurvanya Melandai, Gugus Tugas OKI : Jangan Abaikan Protoke Bisa Picu Gelombang III  

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten OKI, Listiadi Martin mengungkapkan perkembangan kasus Covid-19 di Ogan Komering Ilir (OKI) cukup terkendali dan harus dipertahankan secara maksimal. “Tugas besar kita sekarang mempertahankan kurva yang tengah melandai ini,” ujar Listiadi pada Rapat Koordinasi Analisis Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kantor BPBD OKI, Kamis, (23/9/21). Listiadi mengungkapkan seiring pembukaan aktivitas […]

  • Kajari OKI, Berikan Penyuluhan Hukum di Desa Sedya Mulya

    Kajari OKI, Berikan Penyuluhan Hukum di Desa Sedya Mulya

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    KEJAKSAAN Negeri Ogan Komering Ilir (OKI), melaksanakan penyuluhan dan penerangan hukum di Kecamatan Mesuji Raya yang dipusatkan Di Desa Sedyo Mulyo Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten OKI, rabu (11/5/2022). Kegiatan ini merupakan upaya untuk menciptakan harmonisasi, menekan potensi konflik dan angka kriminalitas di desa serta meningkatkan kesadaran hukum sebagaimana tujuan dari program jaksa sahabat desa. Kepala […]

expand_less
WordPress Archive GamiPress Mark As Completed GamiPress Nominations GamiPress Notifications GamiPress Points Cards GamiPress Points Exchanges GamiPress Points Limits GamiPress Points Payouts GamiPress Progress GamiPress Progress Map GamiPress Purchases