Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Menag Bawa Istilah Tak Biasa, Ada Pesan Serius di Balik Tobat Ekologis

Menag Bawa Istilah Tak Biasa, Ada Pesan Serius di Balik Tobat Ekologis

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 11 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKNI.CO.ID – Manusia bukan satu-satunya makhluk yang hidup di bumi. Namun, ketika alam terus dieksploitasi, hubungan manusia dengan lingkungan kerap diperlakukan seolah tidak memiliki batas.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan persoalan ini melalui sebuah istilah yang tidak banyak dikenal ukhuwwah makhluqiyyah.

Istilah tersebut berarti persaudaraan sesama makhluk Tuhan. Bagi Nasaruddin, konsep ini penting untuk mengubah cara manusia memandang alam, bukan sekadar sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan, melainkan bagian dari kehidupan yang harus dijaga.

“Agama memperkenalkan ukhuwwah makhluqiyyah, persaudaraan sebagai sesama makhluk Tuhan. Selama kita menganggap alam semesta ini benda mati untuk dieksploitasi, kiamat akan datang lebih awal,” tegas Nasaruddin saat peluncuran Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dalam rilis resmi dilaman kemenag, Senin (12/10/2026).

Menurut Menag, persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui aturan dan pengawasan aparat. Kesadaran dari dalam diri manusia juga diperlukan agar perilaku menjaga alam tetap dijalankan, termasuk ketika tidak ada petugas yang mengawasi.

“Di dalam hutan belantara tidak ada polisi pun, orang tidak akan merusak alam. Karena ada bahasa agama yang mengawasi di mana pun orang itu berada,” ujarnya.

Nasaruddin menilai nilai agama dapat menjadi pengingat moral yang melekat dalam perilaku manusia. Oleh sebab itu, ia mendorong pendekatan keagamaan dalam pelestarian lingkungan agar tidak hanya diterapkan di Indonesia, tetapi juga diperkenalkan secara global.

Gagasan tersebut dibawa dalam gerakan yang melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menyatakan dukungannya terhadap konsep ukhuwwah makhluqiyyah.

Ia menilai gagasan tersebut dapat menjadi salah satu landasan keagamaan dalam menjaga keanekaragaman hayati dan membangun tanggung jawab terhadap sesama makhluk hidup.

Jumhur juga menyoroti kebiasaan membuang sampah plastik ke sungai yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Sampah yang terbawa ke laut menambah persoalan, termasuk keberadaan mikroplastik pada ikan.

Menurut dia, tobat ekologis perlu diwujudkan melalui tiga prinsip, menyadari kesalahan masa lalu, tidak mengulangi tindakan yang merusak lingkungan, dan melakukan pemulihan secara nyata.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menekankan pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak di bangku sekolah. Pembiasaan menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan dinilai menjadi bagian penting dari pendidikan karakter.

Kementerian Agama menyatakan siap mendukung penanaman nilai-nilai pelestarian alam melalui lembaga pendidikan keagamaan. Sinergi ketiga kementerian ini diharapkan menghubungkan ajaran moral, pembiasaan di sekolah, dan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Ukhuwwah makhluqiyyah bukan hanya istilah keagamaan yang diperkenalkan dalam sebuah acara. Pesan yang dibawa adalah perubahan cara pandang, menjaga alam bukan semata-mata kewajiban ketika ada aturan atau pengawasan, melainkan tanggung jawab manusia terhadap sesama makhluk Tuhan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugong Kecil yang Tersesat, Cinta Laut yang Tak Pernah Sesat

    Dugong Kecil yang Tersesat, Cinta Laut yang Tak Pernah Sesat

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- “Kalau anak ayam kehilangan induknya, biasanya ada yang nyanyi ‘tekotek-kotek anak ayam’. Tapi kalau anak dugong hilang? Wah, ini bukan urusan lagu, tapi urusan negara.” “Eh, ini apa? Ikan duyung? Eh, bukan. Ini kayak babi laut!” Seorang wisatawan di Taman Wisata Alam Batu Angus, Bitung, heboh menemukan makhluk laut yang kalau difoto dari atas, […]

  • HUT RI ke-75, Begini Cara Kabupaten Banyuasin Isi Kemerdekaan

    HUT RI ke-75, Begini Cara Kabupaten Banyuasin Isi Kemerdekaan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.238
    • 0Komentar

    UPACARA Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun 2020 diselenggarakan Pemkab Banyuasin di halaman Kantor Bupati Banyuasin, Senin (17/8/2020). Upacara berlangsung sederhana dan Khitmad dengan peserta terbatas serta tetap menggunakan protokol kesehatan. Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati  H Askolani, SH MH, Komandan upacara Kapten Inf Hasidin. Ketua DPRD Irian Setiawan membaca pembukaan UUD 1945 […]

  • Pelajar MAN 4 Kebumen Tampil Di Dunia Internasional,  Berprestasi Bidang Apa Ya

    Pelajar MAN 4 Kebumen Tampil Di Dunia Internasional, Berprestasi Bidang Apa Ya

    • calendar_month Senin, 26 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    MAN 4 Kebumen mengukir prestasi di ajang internasional. Tim riset dari madrasah ini meraih medali perunggu Malaysia Internasional Young Scientists Conference and Exhibition (MYSCE) 2021. Tim riset MAN 4 Kebumen terdiri atas Maura Ros Valentina, Alma Sakia Zahro, Letty Latifah, Sri Kuwati dan Maryam Fia Kunanti. Mereka semua saat ini tercatat sebagai siswa kelas XI […]

  • Muba Harus Aman dan Damai

    Muba Harus Aman dan Damai

    • calendar_month Selasa, 23 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Masyarakat Muba dihimbau tidak mudah terprovokasi dengan peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid, yang dianggap sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertepatan hari Santri di Garut, Jabar kemarin. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasinya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Rapat Koordinasi dan Antisipasi terhadap permasalahan tersebut yang […]

  • Wujudkan Desa Merdeka Sinyal, Kemenkominfo Gandeng Pemkab OKI atasi Blank Spot

    Wujudkan Desa Merdeka Sinyal, Kemenkominfo Gandeng Pemkab OKI atasi Blank Spot

    • calendar_month Jumat, 17 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-  Kementrian Komunikasi dan Informatika bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersinergi untuk mengejar target merdeka sinyal di wilayah blank spot. Tim Ditjen PPI Kementerian Kominfo RI bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan survey daerah blank spot dan sinyal lemah untuk usulan prioritas pembangunan layanan telekomunikasi di Kecamatan Tanjung Lubuk […]

  • Menhub RI : Penuhi Kriteria, Muba Layak Peroleh WTN 2019

    Menhub RI : Penuhi Kriteria, Muba Layak Peroleh WTN 2019

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 993
    • 0Komentar

    “Tentu peraihan ini tidak terlepas dari kebijakan Kepala Daerah-nya. Kami ucapkan selamat dan dipertahankan bahkan terus ditingkatkan demi pelayanan yang terbaik untuk publik,”

expand_less
WordPress Archive GamiPress Mark As Completed GamiPress Nominations GamiPress Notifications GamiPress Points Cards GamiPress Points Exchanges GamiPress Points Limits GamiPress Points Payouts GamiPress Progress GamiPress Progress Map GamiPress Purchases