Modest Fashion Indonesia Nomor 1 Dunia, Wastra Lokal Siap Serbu Pasar Global
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bi.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Indonesia punya modal besar guna membawa kain tradisional dan karya desainer lokal menembus pasar dunia. Industri modest fashion Tanah Air bahkan menduduki peringkat pertama global berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026.
Peluang itu juga diperkuat melalui Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026 yang berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).
Ajang ini resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (14/10/2026), dengan membawa misi memperluas pasar dan mendorong karya fesyen Indonesia semakin mendunia.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dalam keterangan di laman resmi bank indonesia, melaporkan posisi Indonesia di industri modest fashion menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal. Kekayaan budaya, keunikan desain, dukungan pemerintah, hingga kehadiran desainer Indonesia di panggung internasional menjadi kekuatan yang perlu terus dikembangkan.
Menurut Aida, industri ini tak hanya mengenai tren busana saja, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan ekspor produk kreatif nasional.
Melalui IN2MOTIONFEST, Bank Indonesia ingin mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli potensial. Langkah ini diharapkan tidak berhenti pada promosi dan peragaan busana, tetapi berlanjut menjadi transaksi serta kemitraan bisnis jangka panjang.
“Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan calon pembeli potensial agar peluang promosi dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan,” ujar Aida.
Mengusung tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business”, penyelenggaraan kelima IN2MOTIONFEST kali ini menghadirkan kolaborasi dengan JMFW untuk pertama kalinya.
Sinergi Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan tersebut dirancang untuk menghubungkan penguatan kualitas produk dengan akses pasar yang lebih luas.
Dengan begitu, kekayaan wastra Nusantara tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu bersaing di pasar internasional.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai, peluang industri modest fashion Indonesia terbuka lebar, termasuk di luar negara-negara mayoritas Muslim. Pasar Eropa dan berbagai kawasan internasional lainnya juga berpotensi menjadi tujuan ekspansi produk fesyen lokal.
Keunikan motif, kekayaan budaya, dan kreativitas desainer Indonesia menjadi modal untuk menarik minat konsumen global.
Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan perlindungan kekayaan intelektual agar karya anak bangsa memiliki nilai ekonomi dan tidak kehilangan identitasnya saat memasuki pasar dunia.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melihat industri fesyen sebagai salah satu peluang untuk memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata belanja.
Peragaan busana, pameran, serta berbagai kegiatan dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 diharapkan mampu membuka peluang kemitraan bisnis sekaligus menarik kunjungan wisatawan. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung internasional juga dapat mengenal lebih dekat wastra Nusantara dan karya desainer Indonesia.
Kesiapan pelaku usaha
Peluang pasar menurut laporan BI tersebut, untuk penguatan industri modest fashion membutuhkan proses panjang. Sejak 2018, Bank Indonesia bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan kementerian/lembaga terkait telah mendorong pengembangan pelaku usaha melalui kurasi, pelatihan, serta pendampingan.
Program IKRA Brand Leveling System turut diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat merek, dan membina perajin wastra agar mampu menghasilkan produk dengan daya saing lebih tinggi.
Oleh sebab itu, Kementerian Perdagangan juga memilik perannya memperluas jangkauan pasar melalui promosi dagang, business matching, serta penguatan jejaring pembeli di dalam dan luar negeri.
Meski demikian, peluang masuk pasar global tetap harus diikuti kesiapan pelaku usaha. Konsistensi kualitas, kemampuan memenuhi permintaan produksi, strategi harga, dan manajemen bisnis menjadi faktor penting agar produk lokal mampu bersaing secara berkelanjutan.
IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 diharapkan menjadi jembatan bagi UMKM untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan nilai tambah wastra Nusantara, dan membawa industri modest fashion Indonesia semakin kuat di pasar global.
Masyarakat dapat mengunjungi rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Ajang ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kekayaan budaya Indonesia terus dikembangkan menjadi karya fesyen bernilai ekonomi dan berpotensi menembus pasar dunia. (***)/sumber : bi
- Penulis: Irwan Wahyudi
