Prabowo Panggil 800 Pati TNI-Polri ke Istana, Ada Pesan Jelang 2 Tahun
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sekitar 800 perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri berkumpul di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Mereka hadir memenuhi agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan ini berlangsung menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo. Ada alasan khusus di balik pemanggilan ratusan petinggi TNI dan Polri tersebut.
Prabowo mengatakan dirinya sengaja mengundang para perwira tinggi untuk menyampaikan gambaran mengenai kondisi yang sedang dihadapi Indonesia sebagai bangsa dan negara.
“Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara,” kata Prabowo dalam pengantarnya melansir laman resmi setneg.
Pertemuan menjadi forum bagi Presiden untuk menyampaikan perkembangan situasi nasional kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri yang nantinya menerjemahkan arahan tersebut dalam pelaksanaan tugas di masing-masing satuan.
Taklimat diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan laporan kegiatan.
Panglima TNI menyebut pertemuan tersebut penting untuk menyamakan visi sekaligus memperkuat soliditas dan sinergi jajaran TNI.
Menurut Agus, tantangan yang dihadapi Indonesia semakin kompleks. Ancaman tidak hanya berkaitan dengan pertahanan konvensional, tetapi juga menyentuh ruang siber, informasi hingga ancaman hibrida.
“Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan,” ujar Agus.
Arahan Presiden, lanjutnya, akan menjadi pedoman dalam memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menempatkan pertemuan tersebut sebagai momentum bagi jajaran Polri untuk menerima langsung arahan dan kebijakan Presiden.
Menurut Suyudi, pesan yang disampaikan dalam taklimat akan menjadi pedoman bagi para pimpinan kepolisian dalam menjalankan tugas sekaligus memimpin satuannya.
“Polri siap terus mendukung kebijakan dan program prioritas pemerintah sesuai tugas fungsi dan kewenangan Polri dari atas sampai bawah dimanapun berada,” kata Suyudi.
Dukungan itu, kata dia, mencakup pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan melibatkan ratusan perwira tinggi dari dua institusi, pertemuan di Istana tersebut menjadi salah satu forum penting untuk menyelaraskan pemahaman TNI dan Polri terhadap perkembangan situasi nasional.
Prabowo sendiri menegaskan bahwa inti pertemuan bukan sekadar mengumpulkan para petinggi aparat, melainkan memberikan gambaran mengenai keadaan yang dihadapi Indonesia menjelang memasuki tahun kedua pemerintahannya. (***)/sumber BPMI Setpres
- Penulis: Irwan Wahyudi
