Ruang Bersama Indonesia Baru Dimulai di 8 Kelurahan, Target Palembang 107
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ruang Bersama Indonesia dimulai dari delapan kelurahan di Kota Palembang yang ditetapkan sebagai pilot project. Namun, program ini tidak hanya pada delapan wilayah saja menyusul Pemerintah Kota Palembang menargetkan konsep serupa dapat diterapkan di seluruh 107 kelurahan.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, delapan kelurahan dipilih menjadi percontohan merupakan langkah awal untuk membangun ruang masyarakat yang benar-benar hidup dan memberikan manfaat bagi warga. Hal itu disampaikannya saat melaunching Ruang Bersama Indonesia di Kelurahan Plaju, Rabu (30/9/2026). Delapan kelurahan yang masuk dalam pilot project tersebut yakni Kelurahan Plaju Ulu, Lorok Pakjo, 3-4 Ulu, Sungai Selayur, Talang Jambe, Srijaya, Talang Aman, dan Ario Kemuning.
Ratu Dewa mengingatkan agar keberadaan Ruang Bersama Indonesia tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Setelah diresmikan, ruang tersebut harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Saya mengharapkan sekali dengan terpilihnya delapan kelurahan ini sebagai pilot project, Ruang Bersama Indonesia bukan sebatas hanya dilaunching saja,” tegas Ratu Dewa.
Menurutnya, RBI harus dioptimalkan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat. Kelompok perempuan, lansia, dan anak-anak menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian dalam pemanfaatan ruang tersebut.
“Di dalam RBI ini harus ada optimalisasi kerja karena di sana ada kaum perempuan, lansia, anak-anak, hal ini menjadi pemberdayaan yang harus diutamakan,” ujarnya.
Dari delapan kelurahan sebagai tahap awal, Ratu Dewa kemudian memasang target yang jauh lebih luas. Ia meminta agar konsep Ruang Bersama Indonesia nantinya dapat dikembangkan di seluruh wilayah Kota Palembang.
“Selain delapan kelurahan yang menjadi sampel, saya juga akan minta di 18 kecamatan dan 107 kelurahan harus ada,” katanya.
Ruang Bersama Indonesia sendiri diarahkan bukan cuma menjadi tempat berkumpul warga. Pemerintah Kota Palembang ingin ruang tersebut dapat menciptakan lingkungan yang ramah anak sekaligus membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan potensi dan kepemimpinannya.
Selain itu, RBI diharapkan ikut memperkuat ketahanan keluarga dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan secara bersama-sama.
Ratu Dewa menekankan keberhasilan program tersebut nantinya sangat bergantung pada bagaimana ruang itu dimanfaatkan oleh masyarakat. “Kita ingin agar Ruang Bersama Indonesia benar-benar menjadi ruang milik bersama, tempat setiap warga merasa diterima, dihargai, didengar, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi,” katanya.
Sehingga masyarakat di delapan kelurahan penerima program diminta ikut menjaga dan merawat RBI. Ruang yang sudah tersedia diharapkan tidak hanya ramai ketika ada agenda tertentu, tetapi terus digunakan untuk kegiatan yang produktif. Sementara Camat dan lurah juga diminta mengintegrasikan RBI dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selama ini telah berjalan di wilayah masing-masing. “Jadikan ruang ini sebagai pusat kegiatan yang aktif, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tegas Ratu Dewa.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut mendukung program tersebut. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi bagian penting agar RBI tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi benar-benar tumbuh sebagai ruang yang digunakan bersama.
“Mari kita jadikan Ruang Bersama Indonesia sebagai contoh bahwa ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, maka berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ratu Dewa berharap delapan kelurahan yang saat ini menjadi pilot project mampu menunjukkan manfaat RBI secara nyata dan menjadi contoh bagi kelurahan lainnya di Kota Palembang. “Saya berharap delapan kelurahan ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kelurahan-kelurahan lainnya di Kota Palembang,” tutupnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
