Bukan Cuma Soal Menu, Kemenhaj Gandeng Kampus untuk Katering Haji
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 16 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : haji.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Makanan yang disantap jemaah haji Indonesia di Arab Saudi ternyata tak berhenti pada urusan menu. Kualitas, kandungan gizi, kebersihan, sampai cara layanan katering juga ikut menjadi perhatian Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI. Untuk urusan ini, Kemenhaj kini menggandeng Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung.
Kerja sama tersebut resmi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rapat Lantai 17 Gedung Kemenhaj RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Kolaborasi ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat standar mutu dan gizi serta pengawasan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Bukan hanya membuat standar di atas kertas. Keahlian Poltekpar NHI Bandung di bidang kuliner dan tata boga juga akan dimanfaatkan untuk membantu mengevaluasi sekaligus meningkatkan tata kelola layanan konsumsi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji, Abd. Haris, menilai keterlibatan kalangan akademisi penting untuk menjaga kualitas konsumsi jemaah.
“Sinergi antara akademisi dan regulator sangat krusial dalam memodernisasi serta menjaga kualitas konsumsi jemaah,” kata Abd. Haris melansir laman resmi haji, Rabu.
Ia menegaskan, kerja sama tersebut diharapkan ikut menjaga cita rasa Nusantara sekaligus memastikan standar higienitas layanan katering jemaah tetap terjaga.
Ada alasan lain mengapa Poltekpar NHI Bandung dinilai penting dalam kerja sama ini. Kampus tersebut memiliki keahlian dan rekam jejak di bidang kuliner serta tata boga.
Keahlian itu nantinya dapat mendukung tim Kemenhaj dalam menyusun standar operasional, melakukan evaluasi, hingga memberikan pendampingan teknis kepada penyedia jasa katering di Arab Saudi.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Budi Agung Nugroho, menambahkan kemampuan tersebut akan menjadi bekal penting bagi pihaknya.
“Kami sangat mengapresiasi PKS ini. Keahlian dan rekam jejak Poltekpar NHI Bandung di bidang kuliner dan tata boga akan menjadi amunisi penting bagi tim kami,” ujar Budi.
Menurut dia, keahlian tersebut akan digunakan dalam penyusunan standar operasional, evaluasi, serta pendampingan teknis bagi para penyedia jasa katering.
Kerja sama ini juga menjadi bentuk kepercayaan baru untuk terlibat langsung dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
Direktur Poltekpar NHI Bandung, Anwari Masatip, mengatakan pihaknya siap menurunkan tim ahli dan akademisi.
“Kami merasa sangat terhormat dapat bekerja sama secara langsung dengan Kemenhaj. Poltekpar NHI Bandung siap menerjunkan tim ahli dan akademisi terbaik kami untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji,” ungkap Anwari.
Dengan adanya PKS tersebut, urusan konsumsi jemaah tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan penyediaan makanan. Ada standar mutu dan gizi, pengawasan, evaluasi, serta pendampingan teknis yang ikut diperkuat.
Penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri jajaran pimpinan dan pejabat di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah RI serta civitas akademika Poltekpar NHI Bandung. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
