PPN Pengambengan Diperbesar 3 Kali Lipat, 1.600 Kapal Bakal Masuk
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – PPN Pengambengan di Jembrana, Bali, bakal berubah jauh lebih besar dari kondisi sekarang. Kawasan pelabuhan perikanan yang selama ini melayani aktivitas kapal dan pendaratan ikan akan diperluas hingga hampir empat kali luas awal, dengan kapasitas kolam yang juga melonjak dan mampu menampung hingga 1.600 kapal.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tulis KKP dalam siaran pers di laman resminya mulai merealisasikan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan melalui proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market Phase I.
Luas kawasan pelabuhan yang saat ini sekitar 13,5 hektare akan dikembangkan menjadi 49,3 hektare. Sementara kolam pelabuhan diperluas dari 24 hektare menjadi 88,3 hektare.
Perubahan itu membuat kapasitas pelabuhan meningkat dari sebelumnya 1.273 kapal menjadi sekitar 1.600 kapal.
Pengambengan juga nantinya dapat menampung kapal-kapal perikanan bertonase besar yang selama ini beraktivitas dari Pelabuhan Benoa.
Tak berhenti pada urusan kapal. Pengembangan ini dirancang mengubah Pengambengan menjadi kawasan perikanan terpadu.
Aktivitas penangkapan, pendaratan, pengolahan, pemasaran hingga distribusi hasil perikanan akan terhubung dalam satu kawasan. Jenis ikan yang didaratkan pun ditargetkan semakin beragam, termasuk tuna.
Dampaknya juga diproyeksikan terasa pada volume produksi. KKP menargetkan pendaratan ikan meningkat dari sekitar 61.300 ton per tahun menjadi 124.000 ton per tahun.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kegiatan pelabuhan juga diproyeksikan naik lebih dari dua kali lipat, dari sekitar Rp48 miliar menjadi Rp104 miliar per tahun.
Yang tak kalah besar adalah kebutuhan tenaga kerja. Pengembangan kawasan tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 25.000 pekerja, atau hampir tiga kali lipat dibandingkan jumlah tenaga kerja saat ini.
Namun, ada sisi lain yang membuat proyek ini tidak sekadar bicara soal industri perikanan. KKP merancang pembangunan dan operasional pelabuhan dengan konsep ramah lingkungan. Kawasan Pengambengan juga berpotensi dikembangkan sebagai pusat wisata baru di wilayah barat Bali.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pengembangan tersebut memang diarahkan untuk menggabungkan industri perikanan modern dengan peluang pariwisata.
“Pembangunan ini selain untuk pengembangan ekonomi, harapannya menjadi tempat yang mengombinasikan industri perikanan modern dan pariwisata, sehingga membawa peluang yang baik untuk masa depan Bali,” ujar Trenggono dalam acara Groundbreaking PPN Pengambengan di Jembrana, Selasa (29/9).
Menurut Trenggono, proses menuju pembangunan tidak berlangsung singkat. Pemerintah perlu menyiapkan pendanaan sekaligus memastikan dukungan dari pelaku usaha dan masyarakat nelayan.
Perencanaan juga harus memperhitungkan kebutuhan pelaku usaha perikanan, baik skala kecil maupun besar, termasuk nelayan tradisional di sekitar Pengambengan.
Pengembangan PPN Pengambengan ditargetkan rampung pada akhir 2029. Nilai kontraknya mencapai Rp1,27 triliun dengan dukungan pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB).
Proyek tersebut menjadi bagian dari agenda modernisasi pelabuhan perikanan. Selain Pengambengan, pengembangan juga sedang berjalan di PPN Kejawanan, Cirebon.
Perwakilan IsDB, Anisa Pratiwi, mengatakan modernisasi pelabuhan sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia mendorong ekonomi biru yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami berharap pengembangan PPN ini, baik itu di Cirebon maupun yang di Pengambengan, bisa semakin mengembangkan potensi perikanan Indonesia,” ungkap Anisa.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali I Wayan Koster memastikan pemerintah provinsi dan daerah mendukung pengembangan PPN Pengambengan.
Menurut Koster, modernisasi fasilitas dan peningkatan layanan pelabuhan sejalan dengan strategi Bali dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor maritim.
“Ini program luar biasa, pertama dan terbesar di Indonesia, yang akan meningkatkan nilai ekonomi Bali, meningkatkan kesejahteraan para nelayan, bahkan perikanan dari hulu sampai hilir,” kata Koster. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
