Bukan Cuma Urus Surat, SIPGAM Gampong Mulia Bisa Himpun Data Warga hingga Kondisi Kesehatan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : komdigi.co.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sistem digital di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, ternyata tidak hanya membantu pekerjaan administrasi pemerintahan. Platform tersebut juga bisa digunakan untuk menghimpun berbagai informasi masyarakat dalam satu sistem, termasuk data kependudukan, kondisi kesehatan warga, hingga laporan kedaruratan.
Sistem itu bernama Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia atau SIPGAM. Yang membuatnya menarik, SIPGAM bukan lahir dari proyek teknologi besar pemerintah pusat. Sistem dikembangkan talenta digital lokal Gampong Mulia dan kemudian digunakan untuk mendukung pelayanan pemerintahan di tingkat gampong.
Keberadaan SIPGAM mendapat perhatian Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria saat berkunjung ke Gampong Mulia, Kamis (3/9/2026).
Menurut Nezar, SIPGAM menjadi contoh kemampuan anak muda di daerah dapat diterjemahkan menjadi solusi digital yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“SIPGAM ini dibuat oleh talenta digital lokal Gampong Mulia sendiri,” ujar Nezar.
Ia menilai pengembangan talenta digital di daerah menjadi penting karena kemampuan tersebut dapat diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di lingkungan masing-masing.
Data Warga Dikumpulkan dalam Satu Sistem
SIPGAM menggabungkan sejumlah informasi pemerintahan dan layanan masyarakat dalam satu platform.
Untuk kebutuhan administrasi, sistem tersebut dapat dimanfaatkan dalam layanan kependudukan serta pengelolaan persuratan secara digital. Fitur persuratan juga telah dilengkapi dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi.
Namun, cakupan informasi yang tersedia tidak berhenti pada urusan surat-menyurat. Pemerintah Gampong Mulia dapat menggunakan sistem tersebut untuk melihat berbagai data masyarakat, mulai dari jumlah kepala keluarga, jumlah bangunan, hingga informasi mengenai kondisi kesehatan warga.
Data itu juga dapat memberikan gambaran mengenai penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di wilayah gampong. “Ada banyak fitur di sana dan yang paling penting adalah fitur layanan pemerintahan,” kata Nezar.
Menurut dia, berbagai informasi tersebut dihimpun dalam satu sistem terpadu sehingga dapat membantu pemerintah melihat kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh.
Selain pendataan dan layanan administrasi, SIPGAM memiliki fitur pelaporan kedaruratan yang memungkinkan warga menyampaikan kondisi tertentu yang membutuhkan respons.
Masyarakat Gampong Mulia dapat mengakses SIPGAM melalui website maupun aplikasi smartphone.
Dibuat Talenta Digital dari Gampong
Nezar menambahkan, keberadaan SIPGAM sebagai inovasi teknologi tidak harus selalu datang dari pemerintah pusat atau perusahaan teknologi besar.
Talenta digital, berada di daerah ungkapnya juga memiliki peluang besar untuk menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Hal itu, paparnya memperlihatkan pentingnya pengembangan sumber daya manusia digital di luar pusat-pusat industri teknologi.
Ketika talenta lokal mendapatkan kemampuan dan ruang untuk berkembang, mereka dapat menghasilkan solusi yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungannya sendiri.
“Kita didik dan kita kembangkan, dia bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam memberikan solusi-solusi digital untuk daerahnya masing-masing,” ujar Nezar.
Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mendirikan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH).
Wadah ini disiapkan untuk meningkatkan kemampuan talenta digital anak muda di Banda Aceh sekaligus memperluas akses mereka terhadap jejaring industri teknologi.
Bukan Hanya Pelatihan, Startup Juga Dibina
GSIH nantinya tidak hanya diarahkan sebagai tempat peningkatan keterampilan digital.
Kementerian Komdigi juga berharap wadah tersebut dapat membuka jalan bagi anak-anak muda Banda Aceh untuk terhubung dengan industri teknologi dan mengembangkan gagasan mereka menjadi produk atau usaha digital.
Startup yang sedang bertumbuh juga diharapkan mendapatkan ruang pembinaan melalui ekosistem tersebut.
“Kita buka akses mereka kepada jejaring industri-industri teknologi, dan ada pembinaan untuk startup-startup yang sedang bertumbuh,” kata Nezar.
Menurutnya, ekosistem digital yang terbentuk di tingkat kota dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital di daerah.
Dari Gampong Bisa Jadi Model Digitalisasi Daerah
Pengalaman SIPGAM memberikan gambaran transformasi digital pemerintahan dapat dimulai dari level paling dekat dengan masyarakat.
Oleh sebab itu, teknologi yang sudah tersedia, talenta lokal justru dapat mengambil peran dengan membangun sistem berdasarkan kebutuhan yang mereka temui di daerahnya.
Dalam kasus Gampong Mulia, kebutuhan tersebut mencakup administrasi pemerintahan, pengelolaan data warga, persuratan, informasi kesehatan, hingga pelaporan kedaruratan.
Model seperti ini juga membuka peluang agar digitalisasi pemerintahan tidak berhenti pada penggunaan aplikasi. Jika dibarengi dengan pengembangan talenta dan ekosistem teknologi, daerah dapat memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi digitalnya sendiri.
Banda Aceh kini mencoba memperluas peluang tersebut melalui GSIH. Sementara SIPGAM menjadi salah satu contoh bahwa inovasi digital yang lahir dari lingkungan lokal dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan pemerintahan dan masyarakat secara langsung. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
