Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Kue Delapan Jam Khas Palembang, Resep dan Cara Buatnya yang Unik dan Legit

Kue Delapan Jam Khas Palembang, Resep dan Cara Buatnya yang Unik dan Legit

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kue Delapan Jam khas Palembang punya nama yang bikin orang penasaran. Delapan jam? Memangnya bikin kue atau sedang menjalani shift kerja?

Bik Moya, perempuan asal Manado yang gemar mencoba berbagai resep makanan, suatu sore sedang berbincang dengan Bicik Mina, tetangganya yang asli Palembang.

“Cik, makanan khas Palembang yang unik selain pempek apa?” tanya Bik Moya.

Bicik Mina menjawab santai, “Ada. Kue Delapan Jam.”

“Delapan jam? Masaknya delapan jam juga?”

“Iya.”

Bik Moya langsung menghitung dengan jarinya.

“Kalau suami saya berangkat kerja jam tujuh pagi dan pulang sekitar jam empat sore, berarti dia kerja delapan jam. Kue ini juga kerja delapan jam?”

Bicik Mina tertawa.

“Bedanya, suamimu pulang bawa uang. Kue ini pulang dari kukusan bawa rasa legit.”

Jawaban itu justru membuat Bik Moya semakin penasaran. Ia pun meminta Bicik Mina mengajarkan resep Kue Delapan Jam khas Palembang.

Apa Itu Kue Delapan Jam?

Kue Delapan Jam merupakan salah satu kue tradisional yang dikenal dalam kuliner Palembang, Sumatera Selatan.

Nama kue ini berkaitan dengan proses pembuatannya yang membutuhkan waktu cukup panjang. Dalam cara pembuatan tradisional, adonan dimasak dengan cara dikukus dalam waktu lama hingga menghasilkan tekstur yang padat, lembut, dan legit.

Bahan yang digunakan sebenarnya cukup sederhana. Telur, gula, susu, dan mentega menjadi bagian penting dari adonan.

Keunikannya justru terletak pada proses memasaknya. Kalau kebanyakan kue bisa dibuat dalam waktu singkat, Kue Delapan Jam membutuhkan kesabaran karena proses pematangannya berlangsung berjam-jam.

Resep Kue Delapan Jam Khas Palembang

Sebelum mulai memasak, siapkan bahan-bahan berikut.

Bahan-bahan

  • 20 butir telur ayam
  • 500 gram gula pasir
  • 1 kaleng susu kental manis
  • 250 gram mentega atau margarin
  • 1 sendok teh vanili
  • Margarin secukupnya untuk mengoles loyang

Takaran dapat disesuaikan dengan ukuran loyang dan jumlah kue yang ingin dibuat.

Cara Membuat Kue Delapan Jam

1. Siapkan loyang dan kukusan

Olesi bagian dalam loyang dengan margarin secara merata.

Sambil menyiapkan adonan, panaskan kukusan sampai airnya mendidih dan menghasilkan uap yang cukup. Gunakan kukusan yang dapat menampung loyang dengan baik dan memiliki tutup yang rapat.

2. Campurkan telur dan gula

Masukkan telur dan gula pasir ke dalam wadah yang cukup besar.

Aduk hingga gula larut dan telur tercampur rata. Tidak perlu mengocoknya sampai mengembang seperti ketika membuat bolu.

Yang penting, campuran telur dan gula sudah menyatu dengan baik.

3. Tambahkan susu, mentega, dan vanili

Tuangkan susu kental manis ke dalam campuran telur.

Setelah itu masukkan mentega atau margarin yang sudah dilelehkan, kemudian tambahkan vanili.

Aduk kembali sampai semua bahan tercampur rata dan adonan terlihat halus.

Kalau Bik Moya melihat adonannya sudah rata, jangan buru-buru makan. Perjalanan kuenya masih panjang.

4. Tuangkan adonan ke dalam loyang

Masukkan adonan secara perlahan ke loyang yang sudah diolesi margarin.

Ratakan permukaannya agar hasil kue setelah matang terlihat lebih bagus.

Jangan mengisi loyang sampai terlalu penuh karena adonan membutuhkan ruang selama proses pemasakan.

5. Kukus dengan api kecil

Setelah air kukusan mendidih, masukkan loyang berisi adonan.

Tutup kukusan dan gunakan api kecil agar panas di dalam kukusan tetap stabil.

Inilah bagian yang membuat Kue Delapan Jam berbeda dari kue pada umumnya.

Proses pemasakan tradisionalnya membutuhkan waktu panjang, sekitar delapan jam. Selama proses berlangsung, perhatikan jumlah air di dalam kukusan agar tidak sampai habis.

Jika air perlu ditambahkan, gunakan air panas supaya suhu kukusan tidak turun terlalu drastis.

Hindari membuka tutup kukusan terlalu sering karena uap panas akan keluar dan membuat suhu di dalam kukusan berubah.

6. Periksa kematangan kue

Setelah proses pemasakan berlangsung lama, periksa kondisi kue.

Kue yang matang akan memiliki tekstur lebih padat dan kokoh dengan permukaan yang matang merata.

Jika sudah matang, angkat loyang dari kukusan.

7. Dinginkan sebelum dipotong

Jangan langsung memotong kue ketika baru diangkat dari kukusan.

Biarkan sampai suhunya turun dan teksturnya lebih stabil.

Setelah dingin, keluarkan kue dari loyang kemudian potong sesuai selera.

Nah, setelah menunggu selama itu, jangan sampai baru dipotong langsung habis satu orang.

Tips Membuat Kue Delapan Jam agar Hasilnya Bagus

Membuat kue dengan proses pemasakan yang panjang membutuhkan perhatian lebih. Beberapa hal berikut sebaiknya diperhatikan.

Gunakan api kecil dan stabil. Panas yang terlalu besar tidak otomatis membuat kue matang lebih cepat dengan hasil lebih baik.

Pastikan air kukusan mencukupi. Karena proses memasaknya lama, air di dalam panci harus dipantau agar tidak habis.

Gunakan air panas saat menambah air. Cara ini membantu menjaga suhu kukusan tetap stabil.

Jangan terlalu sering membuka tutup kukusan. Uap panas berperan penting dalam proses pemasakan sehingga tutup sebaiknya tetap rapat.

Berikan waktu untuk mendinginkan kue. Kue yang baru matang masih memiliki tekstur yang lembut. Setelah dingin, kue akan lebih mudah dipotong dengan rapi.

Benarkah Kue Ini Harus Dimasak Selama Delapan Jam?

Nama Kue Delapan Jam memang berkaitan dengan proses memasaknya yang panjang.

Dalam pembuatan tradisional, kue ini dikenal melalui proses pemasakan yang dapat berlangsung sekitar delapan jam. Namun, waktu tersebut tidak harus dipahami sebagai angka mutlak untuk setiap resep.

Ukuran loyang, ketebalan adonan, jumlah bahan, panas kukusan, dan peralatan yang digunakan dapat memengaruhi lama pemasakan.

Karena itu, selain memperhatikan waktu, kondisi kue juga perlu diperiksa untuk memastikan kematangannya.

Seperti Apa Rasa Kue Delapan Jam?

Kue ini mempunyai rasa manis dan legit dengan aroma telur, susu, serta mentega yang cukup terasa.

Teksturnya cenderung padat tetapi tetap lembut ketika dimakan. Karakternya berbeda dari bolu yang biasanya ringan dan berpori.

Rasa dan tekstur tersebut menjadi salah satu daya tarik Kue Delapan Jam khas Palembang sebagai kue tradisional.

Kue Delapan Jam, Kuliner Palembang Selain Pempek

Mendengar nama Palembang, pempek memang hampir selalu menjadi makanan pertama yang terlintas.

Padahal, kuliner Palembang punya banyak pilihan lain. Ada tekwan, laksan, celimpungan, burgo, mie celor, malbi, hingga aneka kue tradisional.

Kue Delapan Jam menjadi salah satu yang unik bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena proses pembuatannya.

Delapan jam tentu bukan waktu yang sebentar.

Orang bisa tidur selama delapan jam.

Karyawan bisa bekerja selama delapan jam.

Suami Bik Moya juga bisa berangkat pagi dan pulang sore setelah bekerja seharian.

Sementara di dapur, Kue Delapan Jam masih setia dikukus.

Bik Moya akhirnya tersenyum setelah mendapatkan resep dari Bicik Mina.

“Cik, sekarang saya sudah tahu cara membuatnya.”

“Bagus. Kapan mau coba?”

“Besok saja.”

“Kenapa?”

“Kalau mulai sekarang, saya takut yang bangun pagi cuma kuenya. Saya masih tidur.”

Bicik Mina pun tertawa.

Begitulah Kue Delapan Jam khas Palembang. Namanya unik, prosesnya panjang, tetapi justru di situlah daya tariknya.

Kalau selama ini kuliner Palembang yang dikenal hanya pempek, kue tradisional yang satu ini layak dicoba. Apalagi bagi yang senang mencicipi makanan daerah dengan cerita dan proses pembuatan yang tidak biasa. (***)

Catatan redaksi : Bik Moya dan Bicik Mina dalam artikel ini merupakan tokoh rekaan yang digunakan sebagai bagian dari storytelling. Kue Delapan Jam sendiri merupakan kuliner tradisional Palembang yang nyata. Resep dan cara pembuatan yang ditampilkan merupakan versi praktis dan dapat memiliki variasi sesuai resep keluarga atau daerah.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Alasan Jokowi Kenapa Pembangunan Dimulai dari Desa

    Ini Alasan Jokowi Kenapa Pembangunan Dimulai dari Desa

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.433
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  -Sementara itu terkait dengan dana desa, Jokowi menuturkan, apa yang oleh Pemerintah inginkan dari pemberian dana desa di seluruh tanah air adalah ingin dana desa harus tepat sasaran. “Tembakannya harus tepat jangan sampai meleset. Apa yang kita bangun di desa infrastruktur berupa jalan, saluran irigasi, jembatan, embung untuk pengairan. Tapi mulai kesana harus […]

  • Untuk Antisipasi Virus COVID-19 Varian Baru, WNA Dilarang Masuk Indonesia (1-14 Januari 2021)

    Untuk Antisipasi Virus COVID-19 Varian Baru, WNA Dilarang Masuk Indonesia (1-14 Januari 2021)

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.579
    • 0Komentar

    BARU-baru ini ditemukan strain atau varian baru virus COVID-19 yang memiliki tingkat penyebaran lebih cepat. Pemerintah memutuskan untuk menutup sementara masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia sebagai upaya pencegahan, mulai tanggal 1 Januari s.d. 4 Januari 2021. Kebijakan penutupan sementara perjalanan WNA ke Indonesia ini dikecualikan bagi pemegang visa diplomatik/dinas terkait kunjungan resmi pejabat […]

  • Generasi yang Bermoral dan Berkualitas

    Generasi yang Bermoral dan Berkualitas

    • calendar_month Sabtu, 16 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.810
    • 0Komentar

    PENDIDIKAN adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa sikap dan tata laku seseorang merupakan perilaku sesesorang atau kebiasaan seseorang. Perilaku tersebut apabila menyimpang dari kebiasaan yang baik dapat dikatakan perilaku tidak baik. Apabila […]

  • Rupiah Ambruk, Sikap Negarawan Prabowo-Sandi Tak Salahkan Pemerintah

    Rupiah Ambruk, Sikap Negarawan Prabowo-Sandi Tak Salahkan Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 5 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.170
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan dirinya telah mendiskusikan bersama bakal calon presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan rupiah terhadap dolar AS, dan sepakat tidak saling menyalahkan terkait kondisi tersebut. “Kami tadi membahas soal pelemahan rupiah, keadaan ekonomi kita dalam tahap mengkhawatirkan. Harapan Prabowo tidak saling menyalahkan karena kondisi ini sudah diprediksi […]

  • Jr. NBA Bakal Latih 5.000 Lagi Guru Olahraga dan Pelatih  Basket di Sumsel

    Jr. NBA Bakal Latih 5.000 Lagi Guru Olahraga dan Pelatih Basket di Sumsel

    • calendar_month Senin, 3 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebanyak 5.000 guru olahraga dan pelatih Basket di Sumsel akan ikut pelatihan yang diselenggarankan oleh Junior National Basketball Association (Jr.NBA). Program ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang diselenggarakan Jr. NBA. “Ini yang pertama di Asia, bahkan yang dilakukan di Provinsi Sumsel itu sudah mau ditiru di berbagai negara seperti Thailand, Malaysia […]

  • Ditjen Pajak Bakal Sandera wajib pajak Yang Mengemplang

    Ditjen Pajak Bakal Sandera Wajib Pajak Yang Mengemplang

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menargetkan melakukan penyanderaan (gijzeling) bagi wajib pajak yang belum melaporkan kewajibannya saat program pengampunan pajak (tax amnesty) yang dilakukan oleh Pemerintah. Adapun pengemplang pajak yang ditargetkan sebanyak 66 orang di 33 Kantor Pajak Pratama (KPP).

expand_less
WordPress Archive Nouveau | Multi-Purpose Retina WordPress Theme Novely Book Store Elementor Template Kit November – Multipurpose Sections Shopify Theme Novetty | Powerful WooCommerce Theme Novio – Ecology & Environmental Non-Profit Organization Template Kit Novo - Photography Novo – Photography Elementor Template Kit Noxious – Esport & Gaming Elementor Template kit Nubi – Digital Marketing & SEO WordPress Theme Nufti – NFT Collections Elementor Template Kit