Minggu, 9 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Kue Delapan Jam Khas Palembang, Resep dan Cara Buatnya yang Unik dan Legit

Kue Delapan Jam Khas Palembang, Resep dan Cara Buatnya yang Unik dan Legit

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kue Delapan Jam khas Palembang punya nama yang bikin orang penasaran. Delapan jam? Memangnya bikin kue atau sedang menjalani shift kerja?

Bik Moya, perempuan asal Manado yang gemar mencoba berbagai resep makanan, suatu sore sedang berbincang dengan Bicik Mina, tetangganya yang asli Palembang.

“Cik, makanan khas Palembang yang unik selain pempek apa?” tanya Bik Moya.

Bicik Mina menjawab santai, “Ada. Kue Delapan Jam.”

“Delapan jam? Masaknya delapan jam juga?”

“Iya.”

Bik Moya langsung menghitung dengan jarinya.

“Kalau suami saya berangkat kerja jam tujuh pagi dan pulang sekitar jam empat sore, berarti dia kerja delapan jam. Kue ini juga kerja delapan jam?”

Bicik Mina tertawa.

“Bedanya, suamimu pulang bawa uang. Kue ini pulang dari kukusan bawa rasa legit.”

Jawaban itu justru membuat Bik Moya semakin penasaran. Ia pun meminta Bicik Mina mengajarkan resep Kue Delapan Jam khas Palembang.

Apa Itu Kue Delapan Jam?

Kue Delapan Jam merupakan salah satu kue tradisional yang dikenal dalam kuliner Palembang, Sumatera Selatan.

Nama kue ini berkaitan dengan proses pembuatannya yang membutuhkan waktu cukup panjang. Dalam cara pembuatan tradisional, adonan dimasak dengan cara dikukus dalam waktu lama hingga menghasilkan tekstur yang padat, lembut, dan legit.

Bahan yang digunakan sebenarnya cukup sederhana. Telur, gula, susu, dan mentega menjadi bagian penting dari adonan.

Keunikannya justru terletak pada proses memasaknya. Kalau kebanyakan kue bisa dibuat dalam waktu singkat, Kue Delapan Jam membutuhkan kesabaran karena proses pematangannya berlangsung berjam-jam.

Resep Kue Delapan Jam Khas Palembang

Sebelum mulai memasak, siapkan bahan-bahan berikut.

Bahan-bahan

  • 20 butir telur ayam
  • 500 gram gula pasir
  • 1 kaleng susu kental manis
  • 250 gram mentega atau margarin
  • 1 sendok teh vanili
  • Margarin secukupnya untuk mengoles loyang

Takaran dapat disesuaikan dengan ukuran loyang dan jumlah kue yang ingin dibuat.

Cara Membuat Kue Delapan Jam

1. Siapkan loyang dan kukusan

Olesi bagian dalam loyang dengan margarin secara merata.

Sambil menyiapkan adonan, panaskan kukusan sampai airnya mendidih dan menghasilkan uap yang cukup. Gunakan kukusan yang dapat menampung loyang dengan baik dan memiliki tutup yang rapat.

2. Campurkan telur dan gula

Masukkan telur dan gula pasir ke dalam wadah yang cukup besar.

Aduk hingga gula larut dan telur tercampur rata. Tidak perlu mengocoknya sampai mengembang seperti ketika membuat bolu.

Yang penting, campuran telur dan gula sudah menyatu dengan baik.

3. Tambahkan susu, mentega, dan vanili

Tuangkan susu kental manis ke dalam campuran telur.

Setelah itu masukkan mentega atau margarin yang sudah dilelehkan, kemudian tambahkan vanili.

Aduk kembali sampai semua bahan tercampur rata dan adonan terlihat halus.

Kalau Bik Moya melihat adonannya sudah rata, jangan buru-buru makan. Perjalanan kuenya masih panjang.

4. Tuangkan adonan ke dalam loyang

Masukkan adonan secara perlahan ke loyang yang sudah diolesi margarin.

Ratakan permukaannya agar hasil kue setelah matang terlihat lebih bagus.

Jangan mengisi loyang sampai terlalu penuh karena adonan membutuhkan ruang selama proses pemasakan.

5. Kukus dengan api kecil

Setelah air kukusan mendidih, masukkan loyang berisi adonan.

Tutup kukusan dan gunakan api kecil agar panas di dalam kukusan tetap stabil.

Inilah bagian yang membuat Kue Delapan Jam berbeda dari kue pada umumnya.

Proses pemasakan tradisionalnya membutuhkan waktu panjang, sekitar delapan jam. Selama proses berlangsung, perhatikan jumlah air di dalam kukusan agar tidak sampai habis.

Jika air perlu ditambahkan, gunakan air panas supaya suhu kukusan tidak turun terlalu drastis.

Hindari membuka tutup kukusan terlalu sering karena uap panas akan keluar dan membuat suhu di dalam kukusan berubah.

6. Periksa kematangan kue

Setelah proses pemasakan berlangsung lama, periksa kondisi kue.

Kue yang matang akan memiliki tekstur lebih padat dan kokoh dengan permukaan yang matang merata.

Jika sudah matang, angkat loyang dari kukusan.

7. Dinginkan sebelum dipotong

Jangan langsung memotong kue ketika baru diangkat dari kukusan.

Biarkan sampai suhunya turun dan teksturnya lebih stabil.

Setelah dingin, keluarkan kue dari loyang kemudian potong sesuai selera.

Nah, setelah menunggu selama itu, jangan sampai baru dipotong langsung habis satu orang.

Tips Membuat Kue Delapan Jam agar Hasilnya Bagus

Membuat kue dengan proses pemasakan yang panjang membutuhkan perhatian lebih. Beberapa hal berikut sebaiknya diperhatikan.

Gunakan api kecil dan stabil. Panas yang terlalu besar tidak otomatis membuat kue matang lebih cepat dengan hasil lebih baik.

Pastikan air kukusan mencukupi. Karena proses memasaknya lama, air di dalam panci harus dipantau agar tidak habis.

Gunakan air panas saat menambah air. Cara ini membantu menjaga suhu kukusan tetap stabil.

Jangan terlalu sering membuka tutup kukusan. Uap panas berperan penting dalam proses pemasakan sehingga tutup sebaiknya tetap rapat.

Berikan waktu untuk mendinginkan kue. Kue yang baru matang masih memiliki tekstur yang lembut. Setelah dingin, kue akan lebih mudah dipotong dengan rapi.

Benarkah Kue Ini Harus Dimasak Selama Delapan Jam?

Nama Kue Delapan Jam memang berkaitan dengan proses memasaknya yang panjang.

Dalam pembuatan tradisional, kue ini dikenal melalui proses pemasakan yang dapat berlangsung sekitar delapan jam. Namun, waktu tersebut tidak harus dipahami sebagai angka mutlak untuk setiap resep.

Ukuran loyang, ketebalan adonan, jumlah bahan, panas kukusan, dan peralatan yang digunakan dapat memengaruhi lama pemasakan.

Karena itu, selain memperhatikan waktu, kondisi kue juga perlu diperiksa untuk memastikan kematangannya.

Seperti Apa Rasa Kue Delapan Jam?

Kue ini mempunyai rasa manis dan legit dengan aroma telur, susu, serta mentega yang cukup terasa.

Teksturnya cenderung padat tetapi tetap lembut ketika dimakan. Karakternya berbeda dari bolu yang biasanya ringan dan berpori.

Rasa dan tekstur tersebut menjadi salah satu daya tarik Kue Delapan Jam khas Palembang sebagai kue tradisional.

Kue Delapan Jam, Kuliner Palembang Selain Pempek

Mendengar nama Palembang, pempek memang hampir selalu menjadi makanan pertama yang terlintas.

Padahal, kuliner Palembang punya banyak pilihan lain. Ada tekwan, laksan, celimpungan, burgo, mie celor, malbi, hingga aneka kue tradisional.

Kue Delapan Jam menjadi salah satu yang unik bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena proses pembuatannya.

Delapan jam tentu bukan waktu yang sebentar.

Orang bisa tidur selama delapan jam.

Karyawan bisa bekerja selama delapan jam.

Suami Bik Moya juga bisa berangkat pagi dan pulang sore setelah bekerja seharian.

Sementara di dapur, Kue Delapan Jam masih setia dikukus.

Bik Moya akhirnya tersenyum setelah mendapatkan resep dari Bicik Mina.

“Cik, sekarang saya sudah tahu cara membuatnya.”

“Bagus. Kapan mau coba?”

“Besok saja.”

“Kenapa?”

“Kalau mulai sekarang, saya takut yang bangun pagi cuma kuenya. Saya masih tidur.”

Bicik Mina pun tertawa.

Begitulah Kue Delapan Jam khas Palembang. Namanya unik, prosesnya panjang, tetapi justru di situlah daya tariknya.

Kalau selama ini kuliner Palembang yang dikenal hanya pempek, kue tradisional yang satu ini layak dicoba. Apalagi bagi yang senang mencicipi makanan daerah dengan cerita dan proses pembuatan yang tidak biasa. (***)

Catatan redaksi : Bik Moya dan Bicik Mina dalam artikel ini merupakan tokoh rekaan yang digunakan sebagai bagian dari storytelling. Kue Delapan Jam sendiri merupakan kuliner tradisional Palembang yang nyata. Resep dan cara pembuatan yang ditampilkan merupakan versi praktis dan dapat memiliki variasi sesuai resep keluarga atau daerah.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik Tol Gunakan Tenaga Surya, Jasa Marga Teken Kerjasama dengan PTBA

    Listrik Tol Gunakan Tenaga Surya, Jasa Marga Teken Kerjasama dengan PTBA

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.368
    • 0Komentar

    UNTUK mendukung pengurangan emisi karbon secara global, PT Bukit Asam Tbk dan PT Jasa Marga menjajaki potensi kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di jalan Tol Jasa Marga Group. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail dan Direktur Utama Jasa […]

  • Dorong Pemerintahan Good Governance, Wabup OKI Hadiri Munas Fitra

    Dorong Pemerintahan Good Governance, Wabup OKI Hadiri Munas Fitra

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.249
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Ogan Komering Ilir, H. M. Djakfar Shodiq turut menghadiri Musyawarah Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) berlangsung di Hotel Beston Palembang, Rabu (11/32020). Wabup Shodiq menjadi satu-satunya wakil kepala daerah yang tampak hadir langsung pada Kegiatan yang mengusung tema “20 Tahun FITRA : Kerja Kolektif Menuju Daulat Rakyat Atas Anggaran.” “Saya mengapresiasi […]

  • Sumber Kebocoran Data,  Kemendag Minta Masyarakat Tak Cetak Kartu Vaksin di Marketplace

    Sumber Kebocoran Data, Kemendag Minta Masyarakat Tak Cetak Kartu Vaksin di Marketplace

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.595
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) meminta masyarakat untuk tidak mencetak kartu vaksin pada penyedia jasa cetak kartu vaksin COVID-19 di platform marketplace (lokapasar). Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN) Kemendag Veri Anggrijono menjelaskan mencetak kartu vaksin di marketplace adalah salah satu sumber kebocoran data pribadi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi. “Penyerahan tautan pesan singkat […]

  • Lantik & Sumpah Pejabat Muba, Sekretaris DPRD Dimutasi Jadi Staf Ahli

    Lantik & Sumpah Pejabat Muba, Sekretaris DPRD Dimutasi Jadi Staf Ahli

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    PELAKSANA Tugas Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi melantik dan mengambil sumpah dan janji pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba bertempat di Ruang Kerja Bupati Muba, Senin (21/2/2022). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan hari ini merupakan tindak lanjut dari Persetujuan Menteri Dalam Negeri sesuai Nomor  821/202/SJ Tanggal 17 Januari 2022 dan Surat Gubernur Provinsi Sumatera […]

  • Muba Peduli Penyandang Disabilitas

    Muba Peduli Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    PERHATIAN terhadap penyandang disabilitas di Kabupaten Musi Banyuasin terus digencarkan, kali ini Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Muba menyebar bantuan sosial berupa alat bantu dan sembako yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas di Bumi Serasan Sekate. Adapun dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dinsos Muba membagikan secara gratis alat bantu disabilitas dan sembako yakni […]

  • Final Ulangan Kajasdam Cup Ex Simbels Ditantang PSAD

    Final Ulangan Kajasdam Cup Ex Simbels Ditantang PSAD

    • calendar_month Minggu, 10 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    Tim Ex Simbels bakal menghadapi pertandingan sengit dan keras di Stadion Garuda KM 9 Palembang, Senin (11/1). Skuad besutan pelatih Ujang Capello itu ditantang tim kuat PSAD Kodam II Sriwijaya dalam laga uji coba. Kendati sebatas laga persahabatan namun pertandingan besok dinilai sangat berarti lantaran kedua tim memiliki memori ketika bertemu di partai puncak Kajasdam […]

expand_less
WordPress Archive Nouveau | Multi-Purpose Retina WordPress Theme Novely Book Store Elementor Template Kit November – Multipurpose Sections Shopify Theme Novetty | Powerful WooCommerce Theme Novio – Ecology & Environmental Non-Profit Organization Template Kit Novo - Photography Novo – Photography Elementor Template Kit Noxious – Esport & Gaming Elementor Template kit Nubi – Digital Marketing & SEO WordPress Theme Nufti – NFT Collections Elementor Template Kit